Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Oktober 2014 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 2:1
2:1 ¶ “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
Ada 2 penampilan pribadi Yesus bagi sidang jemaat di Efesus:
1.     Yesus berjalan diantara ketujuh kaki dian emas.
Artinya, Yesus sebagai Imam Besar sedang mengadakan pelayanan pendamaian atau penyucian bagi sidang jemaat. Yesus sangat memperhatikan keadaan sidang jemaat akhir jaman yang sebenarnya tidak layak, baik secara rohani maupun jasmani.
2.     Yesus memegang 7 bintang.
Artinya, Yesus sebagai Imam Besar merindukan supaya gembala dan sidang jemaat tidak jatuh oleh pengaruh apa pun di dunia, tetapi bisa menjadi milik Tuhan selama-lamanya, yang tidak bisa diganggu gugat.

Wahyu 2:2-3
2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
Yesus sebagai Imam Besar sangat memperhatikan dan menghargai apa yang kita lakukan bagi Tuhan. Tuhan tidak pernah mengecilkan atau mengabaikan apa yang kita lakukan, tetapi Tuhan membalas dengan upah, baik untuk hidup sekarang sampai hidup kekal. Tuhan tidak pernah menipu.
Wahyu 22:12
12 “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Wahyu 2:4-5
4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Yesus sebagai Imam Besar juga mencela sidang jemaat Efesus karena telah kehilangan kasih mula-mula. Dicela sama dengan disucikan. Memang sakit bagi daging, tetapi untuk menyempurnakan, supaya menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.    
Kasih mula-mula adalah kasih Allah lewat korban Kristus di kayu salib.
Jadi penyucian terakhir bagi sidang jemaat Efesus adalah telah kehilangan kasih mula-mula dan harus kembali pada kasih mula-mula.
Kehilangan kasih mula-mula sama dengan tanpa kasih. Keadaan sidang jemaat Efesus yang tanpa kasih sama dengan keadaan Kain. Pelayanan sidang jemaat Efesus kelihatan hebat tetapi sama dengan pelayanan Kain tanpa kasih. Tanpa kasih, semua tidak berguna, sia-sia, binasa.
1 Yohanes 3:11-12, 15
11 ¶ Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.    
Kain membunuh Habel karena perbuatan Habel benar, sama dengan membenci tanpa alasan, tidak mengasihi saudara. Tidak mengasihi Tuhan.
1 Yohanes 4:20-21
20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Kembali pada kasih mula-mula sama dengan saling mengasihi.

Dalam surat 1 Yohanes, 5 kali disebutkan saling mengasihi:
1.     1 Yohanes 3:11
11 ¶ Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
2.     1 Yohanes 3:23
23 ¶ Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
3.     1 Yohanes 4:7
7 ¶ Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4.     1 Yohanes 4:11
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
5.     1 Yohanes 4:12
12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Mengapa firman Tuhan harus diulang-ulang?
1.     Untuk memberi kepastian/ keteguhan iman.
Filipi 3:1b-2
(3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
Supaya tidak disesatkan oleh ajaran palsu, gosip, dll.
2.     Supaya terjadi peningkatan dalam pembukaan rahasia firman Allah untuk meningkatkan kerohanian kita sampai dewasa rohani, sampai sempurna.

Kita mempelajari tentang saling mengasihi:
1.     Saling mengasihi sama dengan suatu berita.
1 Yohanes 3:11
11 ¶ Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
Pokok pemberitaan Kabar Mempelai adalah saling mengasihi. Mengapa kita harus saling mengasihi?
a.     Supaya kita tidak saling membenci, sampai kebencian tanpa alasan.
Matius 24:9-10
9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Contoh: kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf, Yudas terhadap Yesus. Sama dengan antikris.
b.     Supaya tidak tetap di dalam maut, binasa selamanya.
1 Yohanes 3:14-15
14 ¶ Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

2.     Saling mengasihi sama dengan perintah Tuhan yang harus dilakukan.
1 Yohanes 3:23
23 ¶ Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
Jika tidak saling mengasihi, sama dengan membenci, berarti tidak melakukan perintah Tuhan, melanggar perintah Tuhan. Sama dengan berdosa, menjadi sarang penyamun, dan upah dosa adalah maut, kebinasaan.
1 Yohanes 3:24
24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Jika kita melakukan perintah Tuhan yaitu saling mengasihi, maka kita menjadi bait Allah, tempat Roh Kudus. Kita bisa hidup benar dan suci sehingga bisa menjadi rumah doa.  Doa dijawab oleh Tuhan dan kita mengalami kebahagiaan, semua menjadi enak dan ringan.

3.     Saling mengasihi sama dengan undangan.
1 Yohanes 4:7
7 ¶ Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Jika kita saling mengasihi, maka kita mengalami lahir baru dari Allah.
1 Yohanes 3:9
9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Prakteknya: hidup benar, tidak berbuat dosa lagi. Sampai tidak dapat berbuat dosa, sama dengan benar seperti Yesus benar.
Wahyu 22:16-17
16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”
17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Tugas pokok gereja Tuhan yang sudah mengalami lahir baru dari Allah adalah bersaksi dan mengundang kehidupan yang haus, supaya bisa menerima air kehidupan dari Surga dengan cuma-cuma.
Maka kita akan tampil seperti bintang timur yang gilang gemilang, menjadi terang dunia seperti Yesus.
Jika tidak mau bersaksi dan mengundang, pasti akan bergosip dan mendakwa orang lain. Sama dengan bintang yang gugur, seperti setan.

4.     Saling mengasihi sama dengan teladan.
1 Yohanes 4:10-11
10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Praktek menjadi teladan dalam saling mengasihi:
a.     Menyelesaikan hutang-hutang, mulai hutang uang, sampai hutang dosa.
Roma 13:8
8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
Menyelesaikan hutang dosa lewat berdamai, saling mengaku dan saling mengampuni. Tuhan memberikan panjang umur, tujuannya untuk menyelesaikan dosa-dosa, bukan untuk menambah dosa.
b.     Mengasihi sesama dalam kekurangan secara jasmani dan rohani, lewat memberi dalam kebenaran, tanpa pamrih.
1 Yohanes 3:16-18
16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Memberi waktu, pikiran, perasaan, tenaga, harta, sampai nyawa.

5.     Saling mengasihi sampai mendapatkan kasih yang sempurna.
1 Yohanes 4:12
12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.    
Matius 5:43-45, 48
43 ¶ Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”    
Kasih sempurna sama dengan kasih matahari yang disinarkan ke dalam dunia. Prakteknya: bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai bisa mengasihi orang yang memusuhi kita, membalas kejahatan dengan kebaikan.
Mazmur 84:12
12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Kegunaan kasih matahari:
a.     Matahari sebagai perisai.
Kejadian 19:20-23
20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.”
21 Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
Kasih matahari sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia.
Kasih matahari sanggup melindungi kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
Kita bisa hidup benar dan suci, nikah rumah tangga bahagia.
Kasih matahari sanggup melindungi kita dari celaka marabahaya, pencobaan sampai melindungi dari hukuman Allah sehingga kehidupan kita tidak ditunggangbalikkan. Kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, sampai hidup kekal selamanya.

b.     Matahari sebagai kemurahan dan kebaikan Tuhan, sama dengan kunci Daud.
Kemurahan dan kebaikan Tuhan untuk membuka pintu-pintu.
Pintu kemenangan atas Goliat. Kemenangan atas masalah-masalah yang sudah mustahil, bisa diselesaikan oleh kasih Allah.
Membuka pintu masa depan yang indah. Daud seorang gembala, bisa menjadi raja.
Membuka pintu pemulihan, pengangkatan. Daud jatuh dengan Betsyeba dan membunuh suaminya, menjadi jahat dan najis. Namun kemurahan dan kebaikan Tuhan mengangkat dan memulihkan Daud.
Sampai membuka pintu Surga bagi kita.

c.     Kasih matahari sama dengan kemuliaan Tuhan, yang mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Mulai dari wajah, hati tulus, mulut jujur. Jujur untuk mengaku dosa, mengaku Yesus, mengaku pengajaran yang benar.
Markus 7:37
37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Tuhan memberkati.