Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Juni 2017 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Kegerakan kuda putih = kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam cahaya anak panah atau kegerakan Kabar Mempelai untuk menyucikan sampai menyempurnakan hidup kita. Ini merupakan kegerakan penghukuman atas dosa.

2 Raja-raja 13:14-16
13:14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"
13:15 Berkatalah Elisa kepadanya: "Ambillah busur dan anak-anak panah!" Lalu diambillah busur dan anak-anak panah.
13:16 Berkatalah ia kepada raja Israel: "Tariklah busurmu!" Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja,

Kegerakan Roh Kudus hujan akhir merupakan kegerakan kemenangan yang terus-menerus, sampai puncaknya kemenangan terakhir adalah duduk bersanding dengan Yesus di takhta Sorga selamanya.

Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Wahyu 6:2
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Setiap kemenangan akan mendapatkan mahkota.

Wahyu 19:11-12
19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

Di akhir kegerakan kuda putih, ditandai banyak mahkota, berarti banyak kemenangan. 

Ada 5 macam mahkota yang didapatkan oleh mempelai wanita Sorga:
  1. Mahkota kebenaran.
    2 Timotius 4:7-8
    4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


    Syaratnya adalah kita harus berjuang untuk memelihara iman sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Tuhan kedua kali.
    Prakteknya adalah:
    • Tetap percaya dan mengaku Yesus sampai garis akhir, apa pun yang kita hadapi.

    • Tetap hidup dalam kebenaran sampai garis akhir, apa pun yang kita hadapi.

    • Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, apa pun yang kita hadapi.
      1 Timotius 4:1-2
      4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
      4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

      Dalam urapan Roh Kudus, kita akan bisa tegas untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan tegas untuk menolak ajaran lain, termasuk gosip-gosip yang tidak benar. Kita tidak memberi kesempatan satu kali pun untuk mendengar ajaran lain. Sehingga kita tidak akan murtad sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali.

    Hasilnya:
    • Selamat dan terpelihara oleh Tuhan sampai ke anak cucu. Kita diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.
      Amsal 10:2-3
      10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
      10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.


    • Mendapat mahkota kebenaran.
      1 Yohanes 3:7
      3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

  2. Mahkota abadi.
    1 Korintus 9:25-27
    9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
    9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
    9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.


    Syaratnya adalah berjuang untuk memberitakan firman pengajaran yang benar, serta mendengar sampai taat dengaran pada firman pengajaran yang benar, sampai daging tidak bersuara lagi.
    Hasilnya adalah:
    • Kita hidup dalam kesucian dan saling mengasihi.
      1 Petrus 1:22
      1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kehidupan yang semacam ini akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, sama dengan diangkat menjadi imam dan raja untuk diangkat dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Maka Tuhan sedang menghiasi dan memperindah hidup kita.

      Jika tidak benar, tidak suci, bahkan membenci, maka berarti sedang dipakai dalam pembangunan Babel yang akan dibinasakan selamanya.

    • Tidak mengalami maut selamanya, tidak binasa, melainkan hidup kekal abadi dan mendapatkan mahkota kekal abadi.
      Yohanes 8:51
      8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

  3. Mahkota kehidupan.
    Wahyu 2:10
    2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Syaratnya adalah:
    • Berjuang untuk bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir. 

    • Berjuang untuk tahan uji menghadapi pencobaan di segala bidang. Kita tetap percaya dan berharap sepenuh kepada Tuhan.
      Yakobus 1:12
      1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Hasilnya adalah:
    • Mengalami kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh perkara apa pun di dunia.
    • Kita tidak masuk kematian yang kedua di neraka, tetapi menerima hidup kekal selamanya, sama dengan menerima mahkota kehidupan.
      Wahyu 2:11
      2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

  4. Mahkota kemuliaan.
    1 Petrus 5:4
    5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

    Syaratnya adalah kita harus berjuang untuk bisa tergembala pada satu firman pengajaran yang benar. Juga berjuang untuk selalu berada dalam kandang penggembalaan. Dalam Tabernakel, kandang penggembalaan menunjuk pada Ruangan Suci, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
    • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya.
    • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
    • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
    Tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah.

    1 Petrus 5:2-3
    5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
    5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    Praktek kehidupan yang tergembala:
    • Berjuang untuk bisa beribadah melayani Tuhan dengan sukarela, tidak terpaksa, tidak dipaksa, tidak memaksa.

    • Berjuang untuk bisa beribadah melayani Tuhan dengan tanpa pamrih. Kita tidak mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri dan pengorbanan.

    • Berjuang untuk menjadi teladan.
      1 Timotius 4:12
      4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

      Kita berjuang untuk menjadi teladan mulai dari 5 hal yang berasal dari 5 luka Yesus di kayu salib, yaitu dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian.

    • Berjuang untuk bisa tunduk pada suara Gembala.
      1 Petrus 5:5-6
      5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.


      Hasilnya adalah ditinggikan pada waktuNya. Hidup kita berhasil dan indah pada waktuNya. Saat Yesus datang kedua kali, kita dipermuliakan dan menerima mahkota kemuliaan.

  5. Mahkota kemegahan/ mahkota sukacita/ mahkota mempelai.
    1 Tesalonika 2:19-20
    2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
    2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

    Kidung Agung 3:11
    3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali dengan mahkota mempelai dan sorak-sorai "Haleluya".

    Syaratnya adalah kita harus mengalami percikan darah, sengsara daging karena Yesus.

    Yohanes 16:20-21
    16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
    16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    Percikan darah adalah seperti seorang ibu yang mau melahirkan anak. Dukacita untuk mengalami sukacita. Memang sengsara dan menderita daging, tetapi untuk mengalami kelahiran baru. Kita mengalami pembaharuan, menjadi seperti bayi yang baru lahir.
    Tanda bayi yang baru lahir adalah hati yang tulus, tenang, tidak menuduh, tidak dituduh. Jika tulus, maka akan bisa menangis dan menyembah Tuhan.

    Ibrani 4:16
    4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Ini sama dengan menghampiri takhta kasih karunia Yesus sebagai Imam Besar. Kita hanya memperhatikan kasih karunia dan anugerah Tuhan yang besar. Kita percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada pribadi Tuhan, berserah dan berseru kepada Tuhan.

    Yesaya 49:15-16
    49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Sebaliknya, Yesus sebagai Imam Besar selalu mengingat dan memperhatikan kita bayi-bayi yang kecil dan tak berdaya. Tuhan memperhatikan dan mempedulikan kita. Tuhan melukiskan kita di telapak tanganNya. Mata Tuhan selalu mengawasi hidup kita. Kita digendong dalam tangan anugerah Tuhan yang besar. Tangan anugerah Tuhan sanggup memelihara dan melindungi hidup kita, sampai jaman antikris berkuasa di bumi selama 3.5 tahun. Tangan anugerah Tuhan yang besar menanggung segala letih lesu dan beban berat hidup kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menuntun kita ke Yerusalem Baru. Maka mujizat jasmani juga akan terjadi, hidup kita menjadi berhasil dan indah. Sampai suatu waktu saat kedatangan Yesus kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna dan tidak lagi salah dalam perkataan. Kita menyambut Dia dengan mahkota mempelai dan sorak-sorai "Haleluya".



Tuhan memberkati.