Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2016 (Senin Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Ayat 8a: 'bersayap enam', ini menunjuk pada enam hari TUHAN bekerja, dan pada hari ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan menyucikan hari itu sebagai hari Sabat--hari perhentian.

2 Petrus 3: 8
3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari

Satu hari sama dengan seribu tahun; berarti enam hari sama dengan enam ribu tahun. Ini bisa kita pelajari dari peta zaman.

[gambar peta zaman]




  1. 2000 tahun--zaman permulaan; zaman Allah Bapa--: dihitung dari Adam sampai Abraham.

  2. 2000 tahun--zaman pertengahan; zaman Anak Allah--: dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali.

  3. 2000 tahun--zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus--: dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali.


Dan hari ketujuh mneunjuuk pada kereajaan 1000 Tahun Damai--Firdaus yang akna datang.
Inilah pengertian dari enam sayap.
Jadi, setiap zaman--dari zaman permulaan sampai zaman akhir--selalu terjadi pengangkatan--empat makhluk berasal dari sini--:




  1. Zaman permulaan--Adam sampai Abraham: empat makhluk diwakili oleh Henokh yang terangkat ke sorga.




  2. Zaman pertengahan--Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali: empat makhluk diwakili oleh Musa--lewat mati, bangkit, dan naik ke sorga--dan Elia--langsung naik ke sorga.




  3. Zaman akhir--kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali: empat makhluk diwakili Yesus Mempelai Pria--kepala. Dia mati, bangkit, dan naik ke sorga.
    Masih kurang satu yang nanti akan mengikuti untuk naik ke awan-awan sampai masuk kerajaan sorga, yaitu kita semua gereja TUHAN--mempelai wanita/tubuh yang sempurna.


Malam ini kita belajar tentang MUSA.
Ulangan 34: 5-7
34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
34:6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan
tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
34:7. Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.


'tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini' = dijelaskan dalam Yudas 1 : 9
1:9. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya TUHAN menghardik engkau!"

Musa berumur 120 tahun dan setelah itu ia mati, dibangkitkan dan diangkat ke sorga.

Musa hidup 120 tahun; terbagi menjadi 3 kali 40 tahun.
Angka 40 menunjuk pada perobekan daging. Jadi seluruh hidup Musa ditandai dengan perobekn dagingdan hanya bergantung sepenuh pada TUHAN.

3 tahan perjalanan hidup Musa:




  1. 40 tahun di Mesir.
    Kirash Rasul 7: 20-29
    Mulai dari bayi, Musa sudah diancam dengan maut, etapi selamat karena ia menangis. Ia selamat dari ancaman maut--sungai Nil dan puteri Firaun--bahkan menjadi anak raja; Musa selamat dan dibekrati.

    Jadi, sejak baqyi sudah diancam maut, tetapi selamat bahkan jadi anak raja dan diberkati.
    Bagi kita sekarnag, kita harus lahir baru dari air dan roh--menjadi bayi rohani yang hanya menangids pada UTHAN, sehingga selamat dan diberkati.




  2. 40 tahun di Midian.
    Kisah Rasul 7: 29-34
    7:29. Mendengar perkataan itu, larilah Musa dan hidup sebagai pendatang di tanah Midian. Di situ ia memperanakkan dua orang anak laki-laki.
    7:30. Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.
    7:31. Musa heran tentang penglihatan itu, dan ketika ia pergi ke situ untuk melihatnya dari dekat, datanglah suara Tuhan kepadanya:
    7:32. Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan ia tidak berani lagi melihatnya.
    7:33. Lalu firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.
    7:34. Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk melepaskan mereka; karena itu marilah, engkau akan Kuutus ke tanah Mesir

    Tadi, waktu bayi, Musa sudah selamat dan dibekrati--jadi anak raja. Tetapibelum cukup. Itu baru tahap pertama. Bagi ktia, baptisan air dan Roh Kudus, itu baru tahap pertama hidup rohani kita. Harus dilanjtukan pada tahap kedua. Banyak yang sudha puas sampai pada diberkati dan selamat. Salah! Masih harus dilanjutkan.

    Jika sudah selamat dan diberkati TUHAN, maka kit aharus lanjut dalam dua hal:




    • Kisah Rasul 7: 22-23
      7:22. Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
      7:23. Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.

      Yang pertama: setelah diambil oleh puteri Firaun, ia ingat pada saudara-saudaranya yang diberkati.
      Artinya: kalau sudah selamat dan diberkati TUHAN, kit aharus ingat pada orang lain; sama dengan bersaksi, supay aorang berdosa bisa selamat--percaya Yesus--juga dan diberkati. Orang berdossa, itu seperti diperbudak dan dalam kesusahan. Mari, kit abersaksi tentang kabar baik--firman pegninjilan.

      Kalau kita sudah disucikan dengan kabar mempelai--frman pengajaran--, kita saksisan juga kepada orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan dan disempurnakan.




    • Keluaran 2: 15
      2:15. Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

      Keluaran 3: 1
      3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

      Tadi Mus amau menbantu temannya yang berkelahi dengan orang Mesir dan ia membunuh orang Mesir, tetapi ketahuan oleh Firaun dan ia dikejar oleh Firaun untuk dibunuh.

      Yang kedua: harus lari ke Midian karena mau dibunuh oleh Firaun--masih diancam maut.
      jadi, sudah diberkati dan selamat, masih diancam maut. ini kesalhaan kita.
      Kami hamba TUHAN juga sering salah: sudah diberkati, sudah cukup. Masih ddikejar Firaun.

      Lari ke Midian, aritnya harus cepat masuk dalam fpenggembalaan, sebab Firaun--gambaran setan--selalu bersuaha utnuk mengejar ddan membunuh anak-anak TUHAN yang sudha selamt dan diberkati lewat pencobaan, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu dan lain-lain. Kalau orang berdosa tidak perlu dikejar. Justru yang dijkejar adalah anak-anak TUHAN, pelayan TUHAN, dan hamba TUHAN.

      Kita terus dikejar lewat pencobaan sampai putus asa; lewat ajaran palsu sampai tersesat. Hati-hati dengan ajaran palsu yagn sudah banyak sekali sekarang ini, untuk membinasakan. Ajaran palsu ini seperti racun yang mematikan.
      Dikejar lewat dosa-dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan; dijatuhkan dalam dosa.
      Yang sudah selamat dan diberkati akan dikejar terus. Karena itu harus cepa tlari ke pengegembalaan, sebab setan yang mengejar kita itu seperti binatang buas.

      Kami hamba TUHAN banyak yang tidak tergembala. Bnayak penginjil dipakai TUHAN, lalu hilang, karena diterkam binatang buas--setan; dibunuh rohaninya.

      Syarat tergembala:




      1. harus selalu berada di kandang penggembalaan.
        Dulu, Mus amelihat kerajaan sorga di gunung Sinai, lalu TUHAN perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Taberrnakel yang terdiri dari 3 ruangan:




        • halaman,

        • ruangan suci,

        • ruangan maha suci.




        Selamat dan diberkati itu masih berada di halaman. Karena itu lari ke ruangan suci--kandang penggembalaan--dan kita aman di dalamnya.
        Ruangan suci= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:




        • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persektuuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.

        • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alktab danperjamuan suci; persektuuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran--meja roti ada 12 roti; 6-6 menunjuk pada alkitab--dan kurban Kristus.




        • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.




        Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh ktia bersekutu dengan Allah Tritugngal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan dan di atas ruangan suci ada empat lapis tudung. Jadi ular, pasir tidak bisa masuk; bahkan anginpun tidak bis amasuk. Begitu ketat!

        Tadi Musa dikejar Firaun lari pontang panting, tetapi sampai di Midian, ia duduk-duduk--santai.
        Artinya: di dalam penggembalaan, kita bis ahidup dalam ketenangan; damai sejahtera.
        Lain kalau di halmaan, masih kena hujan, panas, dan tidak tenang; masih bisa dikejar Firaun. Mari, lari ke kandang penggembalaan hari-hari ini.

        Ini kesalhaan yang banyak terjadi, tidak diterangkan dalam ibadah, bahkan gembalanya sendiri tidak mau tergembala, apalagi domba-dombanya.

        Sebelum masuk kandnag, kita pontang panting cari nafkah--seperti dikejar Firaun--, tetapi begitu terggembala, yang memberi makan adalah Gembala. Kita tinggal diam dan Gembalanya yang memberi makan. Hidup mulai tenang, dan enak dan ringan.




      2. Tergembala pada firman pengajaran yang benar--seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

        Firman penggembalaan bagaikan dua hal:




        • air kehidupan untuk memuaskan kita di tengah padan ggurun yang tandus, supay atidak mencari kepuasan yagn semu di dunia yang membawa pada dosa dan puncaknya dosa. Bahaya! Di padang gurun kalau sudah tidak ada sumur, melihat ada air, ternyata bukan, lalu jalan lagi, ternyata bukan. Itu fatamorgana. Banaya! Pasti jatuh! Kaum muda lihat di dunia, ada narkoba, merasa ada kepuasan di sana. Teranyata bukan. Karena itu perlu firman penggemblaaan, itulah kepuasan sejati.




        • Firman penggembalaan bagaikan nyala api.
          Kisah Rasul 7: 30, 33
          7:30. Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.
          7:33. Lalu firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.

          Firman bagaiman nyala api untuk menyuucikan kehidupan ktia, sampai melepaskan sepasang sepatu.
          Artinya: hidup kita sepasang juga yaitu lahir dan batin. Jadi kita mengalami penyucian lahir dan batin. Bukan hanya lahirnya saja. Itu sama dengan kuburan. Di luar kelihatan suci--sok suci--, tetapi di dalam penuh kebusukan. Karena itu sepasang sepatu yang ditanggalkan.

          Di dalam penggembalaan, kita ada ada di kandang dan ada firman bagaiman air, kita puas. Tetapi juga seperti api utnuk menyucikan lahir dan batin kita.

          Kolose 3: 5-9
          3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
          3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
          3:7. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
          3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
          3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,


          Ayat 5-7= penyucian lahir--enam perbuatan dosa.
          Ayat 8-9= penyucian batin--enam dosa di dalam batin. Dari batin keluar ke mulut sampai dusta.

          Penyucian laihr batin sama dengan penyucian 12 dosa yang mendarah daging dalam hidup kita, sampai tidak ada dusta lagi--jujur: ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tideak benar. Bukan sok suci. Kalau masih dusta, berarti batinnya kotor.

          Kita terus disucikan sampai mulut hanya menyembah TUHAN.
          Menyembah TUHAN sama dengan mengaku bahwa ktia hanya domba sembeihan yang tidak bisa apa-apa dan hanya bergantung pada belas kasihan TUHAN. Kalau sudah tidak berdaya, kita bisa taat dengar-dengaran. Kalau masih merasa kuat, ia biasanya sombong dan tidak bisa taat.

          Kita tidak perlu menunggu ada apa-apa, tetapi kalau disucikan, ktai bisa taat dan meyembah TUHAN.
          Inilah hasil penycuian dari penggembalaan.

          Yohaens 10: 27-28
          10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
          10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku

          Kalau sudah taat dengar-dengaran, kita ada di dalam tangan belas kasih TUHAN Gembala Agung. Kalau kita merasa kuat, TUHAN akan diam dna kita benar-benar setengah mati. Kalau merasa seperti domba sembelihan yang satu langkah jaraknya dengan maut, TUHAN yang turun tangan. Tinggal pilih!

          Kalau taat, TUHAN mengulurkan tangan belas kasih-Nya dna kita hidup dalam tangan belas kasih-Nya.
          Hasilnya:




          1. ada jaminan kepastian dari Gembal Agung untuk memelihara kehidupan ktia sekarang sampai kekal selamanya.

            Kalau domba di kandang, berarti tidak bis acari makan sendiri; tidak bisa apa-apa dan bergantung pada Gembala. Kalau bisa cari makan sendiri, berarti berada di hutan.




          2. 'seorangpun tidak merebut'= kita diliindungi oleh TUHAN; tidak bisa direbut oleh setan. Kita dilindungi dari antikris yang akna berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
            Deposito dan lain-lainnya tidak laku lagi.

            Kita dilindungi dengan cara diberi dua saypa burung nasar yang besar; ktia disingkrirkan ke padang gurun jauh dari mata antikris. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN lewat firman dan perjamuan cusi.

            Malam ini adalah latihan menyingkir di padang gurun, sampai nanti kita benar-benar disingkkirkan ke padang gurun jauh dari mata ular.




    Inilah tahap kedua kehidupan Musa--kita semua. Sudah selamat dan diberkati--jadi bayi yagn digendong TUHAN--, sekarang tergembala dan ktia juga tetap digendong oleh TUHAN.
    Cepat lari ke penggembalaan--seperti Musa lari ke Midian, lalu duduk-duduk. Begitu nikmatnya pengembalaan.

    "Saya dulu takut jadi gembala. Tetapi sekarang, enak sekali jadi gembala. Yang penting, tunaikan tugas."

    Apapun resikonya, tetap ada di kandang, supaya ktia disucikan. Tandanya kita jujur dan taat dengar-dengaran, menyembah TUHAN; sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan Ia ulurkan tangan belas kasih-Nya untuk memegang kita dan melindungi kita dari antikris.
    Menghadapi serigala dan burung, hanya bisa dengna penggembalaan.

    Jadi, pada tahap pertama, kita jadi bayi; dan pada tahap kedua, kita jadi domba.

    Ikuti tahap-tahap kehidupan Musa! Yang belum percaya, ikuti sampai jadi bayi-bayi yang tak bedaya--selamat dan dibekrati sampai anak cucu. Langsung praktikkan dalam hidup. Yang sudah selamat dan dibekrati, jangan tenang-teangn, karena Firaun mengejar. Langsung cepat lari pada penggemblaaan--firman pengajaran yang benar--dan di situ ktia bnear-benar dijamin dan disucikan oleh TUHAN. Luar biasa kalau kita mengerti firman!




  3. 40 tahun di padang gurun.
    Kisah Rasul 7: 35-36
    7:35. Musa ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim? --Musa ini juga telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan penyelamat oleh malaikat, yang telah menampakkan diri kepadanya di semak duri itu.
    7:36. Dialah yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun, empat puluh tahun lamanya.

    Di sini, Musa diutus TUHAN untuk mebawa Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan.
    Sekarang, sesudah kita selamat dan diberkati--jadi bayii-, lalu jadi domba yang disucikan secar alahir dan batin, serta dipegang oleh tangan TUHAN, kita diutus juga.
    Kalau Mus amembawa Israel ke Kanaan--kegerakan besar--, tetapi bagi kita sekarang, kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yagn sempruna.

    Pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Perhatikan nikah! Kalau ktia menikah, itu namanya diutus. Dalam pelayanan di dalam nikah. Jadi anak, kita juga diutus untuk melayani di dalam nikah.
    Sesudah itu, melayani dalam penggembalaan, antar-penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.
    Itulah pelayanan ktia. Tidak ngawur, tetapi dari yang kecil dulu--nikah.
    Bukan maunya kita menikah, tetapi merupakan panggilan dan pilihan TUHAN.

    Lukas 10: 1-3
    10:1. Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
    10:2. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
    10:3. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu
    seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

    'minta kepada TUHAN'= doakan juga Lempin-El Kristus Ajaib, dari mana-mana supaya ada jiwa-jiwa yang dipanggil dan dipilih TUHAN untuk menjadi penuai-penuai. Mungkin dari jemaat WR juga ada yang menyerahkan diri.

    Puji TUHAN ktia dipakai dan diutus oleh TUHAN mulai dari dalam nikah rumah tangga. Tetapi jangan kaget, suasana pengutusan yang benar adalah seperti anak dobma di tengah serigala. Anak domba sudah tidak berdaya, dan di tengah serigala, mau ke mana?

    Jadi, masuk dalam nikah harus siap kalau suasananya seperti anak domba di tengah sergiala. Kalau sudah mau lupa, ingat pertanyaan dulu: "Apakah jawab saudara?": "Ya, saya bersedia." Karena itu kaum muda jangan gampang-gampang, harus sugnguh-sungguh.
    Kalau pegawai gampang saja, bisa main pecat. Tetapi kalau suami dan isteri tidak bisa main pecat, jadi ingat perkataan kita sendiri: 'Ya saya bersedia.'

    Seperti anak domba di tengah serigala, artinya:




    • Hanya kehidupan yang tergembala yang bisa diutus oleh TUHAN.
      Kalau tidak tergembala, pasti hilang. Penyanyi atau penginjil hebat, tahu-tahu hilang--diterkam serigala.




    • Hanya bergantung pada TUHAN. Semua sudah dikelilingi serigala, jalan satu-satunya adlaah ke atas--berharap sepenuh pada belas kasih TUHAN.

      Jangan sombong kalau punya ijazah! Tidak ada yang mampu menghadapi serigala. Yang tidak punya ijazah juga jangan minder, tetapi lihat ke atas, hanya bergantugn pada belas kasih TUHAN.




    • Lukas 22: 35-36, 38
      22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
      22:36. Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli
      pedang.
      22:38. Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

      Yang ketiga: supaya TUHAN memberi bekal kepada kita.
      Kalau semua enak, kita akan lupa pada Yang Di Atas.
      Sudah betul kalau kita melayani dalam suasana susah. Kalau semua enak, kapan mau lihat ke atas?

      Bekal dari TUHAN adalah pedang. Kita hanya melhat Gembala Agung yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

      Bekal dari TUHAN adalah:




      1. pedang firman utnuk menycuikan kita dari keinginan daging--keinginan jahat, yaitu keinginan akan uang. Yudas ada keinginan akan uang, sehingga ia jatuh dan robek perutnya. Bukan hanya telanjang, tetapi robek sampai perutnya, benar-benar keluar dari tubuh Kristus.

        Keinginan akan uang membuat kita kikir dan serakah.
        Kalau kita ada keinginan daging, habis.

        "Waktu kami diutus ke Medan, memang bertemu orang-orang kaya. Om Pong mengaku baru ini berteemu orang kaya, dia tidak punya hutang. Waktu kami datang, semua bergosip hamba TUHAN: Paling lama satu tahun, yang lain enam bulan. Saya berpikir: Apa? Saya tahu, yaitu keigninan akan uang. Puji TUHAN sekaran sudah 11 tahun. Tidak ada masalah kalau membawa pedang. Karena itu tiket mau dibayar, saya tidak mau datang. Bukan sombong. Tetapi supaya tidak diterkam serigala. Mereka sayang pada saya. Boleh saja urus tiketnya,t etapi saya yang tidak datang. Biasa saja, TUHAN yang sediakan semuanya."

        Bukti disucikan adalah kita bisa mengembalaikah perselpuluhan dan persembahan khusus milik TUHAN. Mulai dari gembala. Kita juga memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan: Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan....

        "Karena itu saya diutus, saya bayar sendiri, supaya saya bebas dan bis amembawa pedang."

        Kita juga disucikan dari keinginan najis.
        Klaua lepas dari serigala, kita justru diberi jubah indah.

        Efesus 4: 11-12
        4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
        4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

        Kita bukan ditelanjangi oleh serigala sampai dorbek-robek, tetapi kita menerima jubah indah untuk dipakai dalam ibdaah pelayanan. Hidup menjadi indah. Diutus TUHAN bukan utnuk disengsarakan, tetapi untuk diberi jubah indah. Jangan ragu-ragu! TUHAN tolong kita smeua.




      2. Markus 6: 7-8
        6:7. Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
        6:8. dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

        Bekal yang kedua: tongkat.
        Jangan mengandalkan bekal dari dunia, kita akan kalah!

        Tongkat yang dipegang Musa= salib; sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus untuk mengalami kemuliaan dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

        Pegang tongkat! Kalau tongkat dilepas, akan jadi ular dan habislah kita.

        Keluaran 4: 2-3
        4:2. TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat."
        4:3. Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

        Jangan sekali-kali tukar tongkat dengan sesuatu dari dunia, yaitu roti, uang dan lain-lain!
        Kalau sudah lepaskan salib, tidka menghargai salib dan menolak salib; sama dengan sombong karena bergantung pada sesuatu di dunia--uang, kedudukan, kepandaian--, maka akan jadi ular--jadi sama dengan setan,, yaitu pendusta dan pembenci. Melayani, tetapi membenci dan berdusta.

        Musa melayani dua orang pertama kali. Ia tidak mengandalkan salib, tetpai ijazahnya dari akhirnya membunuh--kebencian--lalu dimasukan dalam pasir--dusta; munafik. Ini akibatnya kalau melayani dengan mengandalkan sesuatu dari dunia.

        Benci, dusta dan lain-lain hanya akan menghancurkan tubuh Kristus.

        Kalau menghargai salib, kita rela sengsara daging karean Yesus, maka kita mengalami kemuliaan TUHAN, terutama pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi mnausia rohani, yaitu kita merendahkan diri; tidak sombong lagi. Tadi tongkatnya dibuang ke tanah. Kalau kita memegang tongkat, kita yang jadi tanah--hanya mengaku sebagai tanah liat yang tidak bisa apa-apa, tidak layak, banyak salah, tidak berharga apa-apa, tetapi bergantung pada anugerah TUHAN yang besar. Itulah pengertian memegang tongkat. Kalau dipegang, kita yang jadi tanah; kalau dilempar ke tanah, jadi ular.

        Kalau sudah tidak kuat menghadapi sengsara, pandang sengsara Yesus dan kita akan malu.

        "Dulu, saya sudah mau lari karena tidak bis amakan dan minum. Sombong sekali. Tetapi saat TUHAN beratanya: Mana menderita dengan Aku? Saya malu."

        Anugerah TUHAN jauh lebih besar dari apapun di dunia.
        Pegang anugerah TUHAN!
        Posisi tanah liat ada di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.

        Hasilnya:




        • kita diciptakan menjadi bejana kemuliaan sekalipun kita tidak berdaya dan tidak berharga, yang penting kita mau memegang salib.

          Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kita dipakai untuk memuliakan TUHAN; kita melayani dengan setia-benar, setia berkobar-kobar, dan setia--tanggung jawab.

          Bejana yang sudah hancurpun bisa diperbaiki oleh TUHAN. Jangan putus asa!




        • Tangan anugerah yang besar sanggup menciptakan dari tidak ada menjadi ada--TUHAN memelihara ktia--; yang mustahil jadi tidak mustahil--TUHAN menolong kita.

          Waktu TUHAN ciptakan langit dan bumi, semua baik. Tangan anugerah TUHAN sanggup menjadikan semua baik pada waktunya. Tugas kita hanya tinggal menunggu waktu TUHAN.

          Tahap pertama, jadi bayi; tahap kedua: jadi domba sembelihan; tahap ketiga: jadi tanah. Semuanya ada di dalam tangan TUHAN.

          Semua jadi baik, berhasil dan indah pada waktunya.




        • Tangan anugerah yang besar sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai menyermpurnakan ktia. Dan kita teraangkat ke awan-awan yang permai untuk duduk di takhta berama dias elama-lamanya.


Yang penting kita ikuti tahap seperti Musa.
Jadi bayi, setelah itu jadi domba. Setlah itu jadi tanah. Semua baik dan indah, sampai semua sempurna.
Masih dalam kekurangan atau masih tidak layak, datanglah pada TUHAN! Tidak ada alasan untuk putus asa, apapun alasannya. Tidak ada alasan untuk bangga.semua karena anugerah TUHAN. Kaum muda, serahkan semua dalam tnagan anugerah TUHAN; jadi seperti bayi, domba dan tanah liat yang tak berharga. Tangan anugerah TUHAN lebih besar dari apapun. Biarlah kita makin mengecil, supaya anugerah TUHAN semakin besar. Kalau kita semakin sombong, kita akan hancur.

TUHAN izinkan kita mengalami kesulitan, supaya kita mau mengecil seperti Dia. Di kayu salib, Dia rela mengecil sampai mati terkutuk di kayu salib untuk memberikan anugerah-Nya kepada kita. Ini adalah anugerah terbesar bagi kita.

TUHAN memberkati.