Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2015 (Minggu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:




  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.




  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).




  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).




  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).




  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).




  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13); mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).


Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):




  1. Yesus sebagai 'Yang Benar',

  2. Yesus sebagai 'Yang Kudus',

  3. Yesus sebagai 'Yang memegang kunci Daud'.


Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.
Kunci Daud = kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:




  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).




  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015).




  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015).


AD. 3 MELINDUNGI KITA DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN DATANG ATAS SELURUH DUNIA

Wahyu 3: 10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Pada akhir zaman--menjelang kedatangan Yesus kedua kali--, akan terjadi pencobaan-pencobaan di segala bidang yang akan menimpa seluruh dunia, sampai puncaknya yaitu antikris tampil berkuasa selama 3,5 di bumi ini (pencobaan yang terbesar). Ini yang akan terjadi. Semua ini akan terjadi, kita tidak perlu memikirkannya dan tidak usah takut, sebab Yesus yang memegang kunci Daud akan melindungi kita, supaya kita tidak menjadi mangsa dari antikris atau supaya kita tidak menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.

Siapa antikris?
1 Yohaens 2: 22
2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

Antikris adalah antikristus. Kristus artinya yang diurapi.
Jadi, antikris adalah manusia darah daging yang hidup tanpa urapan Roh Kudus.
Praktiknya:




  • menjadi pendusta,

  • menyangkal Bapa, Anak dan Roh Kudus= menyangkal TUHAN.


Oleh sebab itu, saat Yesus naik ke Sorga, Dia berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus kepada kita semua, supaya kita menjadi hamba/pelayan/anak TUHAN yang hidup dalam urapan Roh Kudus dan tidak menjadi sama dengan antikris atau menjadi mangsa antikris.
Sebab itu, kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk hidup dalam urapan Roh Kudus.

Hari ini adalah hari Pentakosta; pencurahan Roh Kudus--10 hari setelah kenaikan Yesus ke Sorga. Kita mohon kepada TUHAN, supaya Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Siapa yang boleh mengalami minyak urapan Roh Kudus?




  1. Keluaran 30: 25-30
    30:25. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.
    30:26. Haruslah engkau mengurapi dengan itu Kemah Pertemuan dan tabut hukum,
    30:27. meja dengan segala perkakasnya, kandil dengan perkakasnya, dan mezbah pembakaran ukupan;
    30:28. mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya.
    30:29. Haruslah kaukuduskan semuanya, sehingga menjadi maha kudus; setiap orang yang kena kepadanya akan menjadi kudus.
    30:30. Engkau harus juga
    mengurapi dan menguduskan Harun dan anak-anaknya supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.

    Yang pertama yang boleh mengalami minyak urapan Roh Kudus: Harun--imam besar--dan anak-anaknya--imam-imam/pelayan TUHAN.

    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Proses supaya imam bisa mengalami minyak urapan Roh Kudus adalah imam-imam harus berada di tempat kudus--ruangan suci, yaitu kandang penggembalaan; ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:




    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya,

    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan kurban Kristus,

    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.




    Lewat kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa dan roh ktia melekat pada Allah Tritugngal, sehignga kita mengalami penyucian yang instensif dan minyak urapan Roh Kudus.
    Jadi, kesucian itu satu level dengan urapan Roh Kudus; semakin suci, semakin menignkat minyak urapan Roh Kudus.

    Kalau seorang imam keluar dari penggembalaan--tidak tekun--, maka ia akan kering, siapapun orangnya. Sebab itu, kita harus tekun dalam kandang penggembalaan.




  2. Lukas 7: 36-38
    7:36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    7:37. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    7:38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

    'orang berdosa'= tercemar.
    Yang kedua yang boleh mengalami minyak urapan Roh Kudus: perempuan yang terkenal berdosa (pelacur; dosa makan minum dan kawinmengawinkan). Ini dimulai dengan tidak taat dan setia (pelacur adalah kehidupan yang tidak setia). Kalau dilanjutkan, akan sampai pada puncaknya dosa.

    Jadi, imam dan pelacur bisa diurapi, tinggal kita mau atau tidak. Seorang imam masuk dalam proses penggembalaan. Seorang pelacur juga masuk dalamprosesnya, yaitu: Lukas 7: 38
    7:38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.




    • harus berada di bawah kaki Yesus untuk mendengarkan firman Allah/firman pengajaran yang benar dan lebih tajam dari pedang bermata dua.




    • 'membasahi kaki Yesus dengan air mata'= kalau firman sudah menunjuk dosa-dosa kita, maka tidak sadar air mata kita turun. Memang banyak orang yang bersungut-sungut karena perkataan Yesus yang keras dan banyak yang lari. Hanya tertinggal 12 murid dari 5000 orang dan dari 12 murid, Yudas juga terhilang.

      Jadi, kenapa tidak bisa menerima firman pengajaran keras? Sebab mempertahankan dosa, karena firman ini diulang-ulang. Kalau dia bertahan dalam dosa, ia akan lari. Tetapi kalau ia mau menerima, sekalipun masih belum bisa dan memohon pertolongan TUHAN, maka ia masih bisa disucikan dan satu waktu terlepas. Tetapi kalau marah saat ada firman yang keras, maka selama-lamanya ia tidak bisa bertahan.

      "Saya sudah melihat. Ada jemaat yang berdosa merokok. Akhirnya ia tidka kuat dan keluar. Smapai sekarang masih merokok."

      Kalau mau disucikan, lepaskan dulu dosanya!

      "Saya sudah mengalami. Dulu, ada orang menangis, saya jalan dan melihat. Satu waktu, saya terkena firman dan saya menangis. Saya malu, tetapi tidak bisa ditahan. Untungnya saya masih mau mendengar. Kalau tidak, saya tidak tahu di mana saya sekarang."

      Hancur hati= menyadari dosa, menyesali dosa dan mengakui pada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Dan kita juga mengaku tidak layak. Inilah pekerjaan pedang. Kalau kita marah, berarti kita masih keras hati dan tidak mungkin ada urapan, tetapi justru kering.




    • 'menyeka kaki Yesus dengan rambuntnya'= melepaskan segala kebanggaan--rambut adalah kebangaan bagi seorang wanita.
      Kalau kebanggaan ditanggalkan, kita bisa mengaku bahwa kita tidak berharga apa-apa. Manusia berdosa adalah kehidupan yang tidak berharga. Kalau suci, baru berharga. Kalau berdosa, berarti kering. Kalau suci, berarti ada minyak urapan.




    • 'mencium kaki Yesus'= berdamai. Tadi, kita mengaku dan kita mengalami pengampunan dosa oleh darah Yesus. Kalau sudah diampuni, jangan berbuat dosa lagi.




    • 'meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi'= mengalami minyak urapan Roh Kudus.
      Jadi, setelah dosa diselesaikan, baru kita bisa mengalami minyak urapan.

      Apapun keadaan kita, mungkin sangat berdosa seperti pelacur, yang penting, kita mau mendengar firman yang tajam, mengaku dosa sampai tidak berbuat dosa lagi. Saat itulah kita akan mengalami minyak urapan.
      Kalau sudah mengalami minyak urapan Roh Kudus, segala yang busuk akan menjadi harum. Inilah kekuatan Roh Kudus.


Pada hari Pentakosta yang berbahagia, ada kesempatan dari TUHAN. Seorang imam bisa menerima lewat tergembala dengan benar dan baik. Seorang pelacur/berdosa juga bisa menerima lewat berada di kaki Yesus sampai minyak turun.

Sumber urapan Roh Kudus:




  1. Keluaran 30: 22-33= minyak zaitun ditambah dengan rempah-rempah yang ditumbuk.
    Dulu, minyak urapan ini memang dibuat.

  2. Tetapi, sekarang, sejak loteng Yerusalem, sudah tidak menggunakan minyak lagi, tetapi langsung dari TUHAN.
    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Yesus pergi'= Yesus mati, bangkit dan naik ke sorga.
    Dalam perjanjian baru, sumber urapan adalah 'Yesus pergi'. Artinya: Yesus harus mati disalib, bangkit dan naik ke sorga untuk mencdurahkan Roh Kudus kepada kita sejak dari loteng Yerusalem.


Malam ini, kita mohon Roh Kudus, siapapun kita, sebab TUHAN tahu, tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Kegunaan Roh Kudus:




  1. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus mencurahkan kasih Alalh di dalam hati kita, sehingga:




    1. kita tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN apapun yang kita hadapi di dalam nikah, ibadah pelayanan dan sebagainya, tetapi kita tetap selalu mengucap syukur kepada TUHAN, tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.




    2. Kita dapat mengasihi sesama seeperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Inilah kekuatan dari kasih Allah.




  2. Kegunaan kedua: Roh Kudus memberi keharuman--seperti perempuan berdosa yang meminyaki kaki Yesus dan seluruh ruangan menjadi harum--, artinya




    1. menghilangkan kebusukan.
      Pengkhotbah 10: 1
      10:1. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

      Penyebab kebusukan adalah 'lalat yang mati'., itulah gambaran dari beelzebul/setan.

      Matius 12: 24
      12:24. Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."

      'Beelzebul'= artinya penghulu lalat atau raja lalat.

      Efesus 2: 1-2
      2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
      2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati
      penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

      'penguasa kerajaan angkasa'= lalat.
      'durhaka'= tidak taat.
      Setan yang membuat kebusukan, bentuknya:




      • tidak taat. Kalau tidak taat, saat itulah kehidupan itu menjadi busuk.

        "Kaum muda perhatikan! Sekalipun pandai, tetapi kalau tidak taat, itu berarti busuk. Sebaliknya, skalipun sederhana, tetapi kalau taat, maka akan berhasil dan harum."




      • 1 Korintus 5: 6
        5:6. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

        Bentuk kedua: ragi dosa dan ajaran palsu; sesuatu yang tidak benar.
        Ragi hanya butuh sedikit saja. Sebab itu, kita harus hati-hati. Jangan pernah mengatakan: 'hanya beda sedikit', itu sudah kebusukan yang menghancurkan.

        "Ini ajaran bagi saya sebagai seorang gembala. Sedikit saja tidak benar, berarti hancur. Kalau seseorang semakin hebat, semakin dahsyat kehancurannya. Kita harus benar-benar mengunakan kebenaran firman, bukan kebenaran sendiri."

        Kita pertahankan, jangan sampai ada sedikit dosa atau ajaran yang salah!




      • Lukas 12: 46
        12:46. maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia

        Bentuk ketiga: tidak setia.




      Jadi, yang membuat kebusukan adalah kehidupan yang tidak taat, tidak benar dan tidak setia.

      Tetapi, malam ini biarlah Roh Kudsu dicurahkan dan kita menjadi kehidupan yang taat, benar dan setia di manapun kita berada dan kita akan menjadi kehidupan yang berbau harum.

      Daniel menjadi contoh. Dia tetap taat, benar dan setia sekalipun dimasukan ke gua singa. Dan dia tetap berbau harum. Begitu juga dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Juga sama seperti Yusuf.

      Sebaliknya, Yudas terlihat harum, tetapi ia kena lalat dan menjadi busuk, isi perutnya terburai keluar karena ada dosa dipertahankan, yaitu dosa mencuri milik TUHAN, dusta. Benar-benar menjadi busuk dan hancur.

      Kita benar-benar mohon kepada TUHAN. Jangan sampai apa yang harum menjadi busuk, tetapi biarlah kita berbau harum di manapun, kapanpun dan situasi apapun.




    2. 2 Korintus 2: 14
      2:14. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

      Yang kedua: kita dipakai oleh TUHAN untuk membawa keharuman Kristus; bersaksi lewat kabar baik--untuk membawa orang-orang berdosa percaya Yesus dan diselamatkan--dan kabar mempelai--untuk membawa orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan dan disempurnakan, masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Ini tugas kita. Kalau diurapi Roh Kudus, kita pasti dipakai oleh TUHAN dan kita menyebarkan keharuman Kristus di mana-mana.
      Bau harum ini tidak bisa ditutup-tutupi, kita pasti dipakai oleh TUHAN lewat apa saja. Begitu juga bau busuk. Satu waktu akan meledak.

      "Waktu di Square Ballroom, saya duduk dengan ketuaa BAMAG Jatim. Baru kaum muda maju, beliau sudah bingung, 'ini gabungan gereja mana?' Dia tidak tahu kalau saya gembalanya. Inilah menyebarkan keharuman, bagaimana kaum muda bisa memuliakan TUHAN. Maaf kalau dianggap sebagai kesombongan. Baru datang saja sudah berbau harum, apalagi kalau latihand an menyanyinya diurapi TUHAN. Ini ketua BAMAG Jatim dan sudah ke gereja manapun, tetapi lihat kaum muda maju, dia sudah bingung."

      'di jalan kemenangan'= perjalanan kesaksian bersama TUHAN adalah perjalanan kemenangan bersama Yesus--langit terbuka, bukan kekalahan.

      Kalau kita tergembala, memang sudah enak dan sudah sejuk seperti ada di bawah pohon ara. Tetapi, jangan egois. Tuhan katakan, ;'kalau engkau keluar dari pohon ara, engkau akan melihat langit terbuka'.

      "Tadi ada kesaksian di Malang. Orang ini memang kritis terhadap firman. Waktu saya katakan, 'kita tidak hidup dari gaji', dia yang katakan, 'kok bisa..',akhirnya dia benar-benar gajinya 0 dan sekarang dia akui bahwa ia hidup dari iman. Sekarang ia saksi lagi, 'bagaimana langit terbuka?' Tuhan ijinkan yang sederhana. Dia mau ikut ke Surabaya dan harus naik bis. Kepalanya mengizinkan, tetapi harus isi daftar hadir. Padahal bis berangkat jam 6 dari Malang. Tetapi dia cepat-cepat ke kantor. Dia kejar ke gereja, tetapi lupa ATMnya dan anaknya berkata kalau bisnya sudah mau berangkat. Uangnya tinggal 40.000. Dia naik bis, kemudian bayar 15.000. Bisnya pelan-pelan. Sampai dia tertidur dan dia hanya katakan 'yang penting aku ingin ibadah'. Ternyata jam 8 sudah sampai di terminal, tidak tahu bagaimana. Tetapi dia salah naik bemo. Dia stop taksi dan biayanya 50.000. Dia hanya punya 25.000. Akhirnya dia naik ojek. Dia bisa menyanyi dan dia menangis, karena dia melihat keajaiban TUHAN. Semua tidak mungkin, tetapi TUHAN bisa tolong karena menunjukan pada dia bahwa firman itu benar."

      Perjalanan kemenangan:




      • menang atas dosa, sehingga kita bisa hidup benar.

      • Menang atas masalah, sehingga semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN.




  3. Kidung Agung 1 :3
    1:3. harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus memberikan kuasa nama Yesus.

    Filipi 2: 9-11
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus
    bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11. dan
    segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Urapan Roh Kudus memberikan kuasa nama Yesus untuk memberikan kemenangan atas setan tritunggal, kuasa untuk meninggikan kita--membuat semua yang gagal menjadi berhasil dan inidah pada waktunya--, dan kuasa pembaharuan. Nama Yesus adalah nama yang harum dan meninggikan.
    Mengangkat juga berarti menyucikdan dan mengubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari lidah/buah bibir.
    Lidah berkata benar--tidak ada dusta--dan mengaku Yesus adalah TUHAN.

    Kita batasi lidah untuk berkata benar, baik, bersaksi dan menyembah TUHAN. Ini adalah mujizat terbesar. Kalau lidah sudah bisa dikuasai, maka mujizat jasmani pasti terjadi. Pertolongan TUHAn akan nyata. Semua ditentukan dari lidah. Banyak yang salah dalam kata-kata.

    Seperti perempuan Kanani yang anaknya dirasuk setan. Tuhan katakan 'tidak patut roti untuk anak-anak diberikan pada anjing'. Itulah keadaan bangsa kafir yang seperti anjing dan menderita. Tetapi ibu ini menjawab: 'benar TUHAN,saya anjing, tetapi anjing butuh roti'. Dan TUHAN katakan: 'karena kata-katamu, anakmu sembuh'.
    Kalau hidup kita belum baik, periksa mulut kita!
    Kalau sudah dirubah, air mata akan dihapus dan mujizat terjadi. Sampai saat TUHAN datang, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia dan mulut hanay berseru 'Haleluya' untuk menyambut kedatnaganNya kedua kali di aan-awan yang permai.


Inilah Roh Kudus yang kita butuhkan hari-hari ini. Jangan ada kebencian, tetapi membawa bau harum Yesus dan kita ada di jalan kemenangan. Kita juga mengalami kuasa nama Yesus yang memberikan kemenangan dan meninggikan, membuat berhasil dan indah dan mujizat-mujizat terjadi dalam hidup kita, mulai dari mulut kita.
Banyak kebutuhan kita, tetapi sudah tercakup semua di dalam Roh Kudus. Itulah kebutuhan kita hari-hari ini.

TUHAN memberkati.