Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 April 2017 (Rabu Malam)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Malam ini kita belajar dalam kitab Keluaran 11: 8-10.
Keluaran 11: 8
11:8. Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala.

Ini cerita tentang keluarnya bangsa Israel dari Mesir; sampai pada hukuman kesepuluh diberitahukan kepada Firaun, kemudian terjadilah ayat 8; benar-benar terpisah dari Firaun.
Jadi, akan datang saatnya bahwa antara terang dan gelap--Firaun dan Musa--tidak ada hubungan sama sekali; Israel keluar dari Mesir (terpisah dari Firaun).

Bagaimana bisa terjadi perpisahan ini? Tegas! Marah menyala-nyala ini artinya tegas. Musa mengambil ketetapan hati untuk keluar dari Mesir.
Sekarang gereja Tuhan juga harus punya keteapn hati/ketegasan untuk mengalami kelepasan dari dosa. Malam ini juga, tidak usah tunggu besok atau lussa: Malam ini aku lepas dari dosa. Jangan bilang: Saya biasa tiga botol, sekarang satu botol. Tidak akan bisa, nanti malah empat botol.

Jadi, gereja Tuhan harus punya ketetapan hati/ketegasan utuk mengalami kelepasan dari dosa/mengalami penebusan.
Jika gereja Tuhan sudha tidak ada lagi kaitan dengan dunia, dosa dan hawa nafsu daging, saatnya gereja Tuhan disingkirkan ke padang gurun selama tiga setengah tahun dan diangkat ke asan-awan yang permai bersama dengan Yesus.
Perlu ketegasan sampai benar-benar tidak ada kaitan dengan dosa, dunia dan hawa nafsu daging.

Keluaran 11: 9
11:9. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir."

Firaun tidak akan mendengarkan Musa (firman Tuhan). Artinya: saat mendekati kedatangan Yesus kedua kali--eharusnya kita sudah terlepas--, saat menjelang terangkatnya gereja Tuhan dari dunia, jangan heran, dosa dan penderitaan akan bertambah-tambah--setan lebih ngotot lagi.
Mengapa Tuhan izinkan itu? Supaya mujizat bertambah, bukan supaya kita hancur.

Dosa dan penderitaan bertambah utnuk menyatakan mujizat-mujizat Tuhan yang bertambah banyak:



  • mulai dari mujizat oleh pedang firman, yaiut penyucian dan keubahan hidup sampai satu waktu kita sempurna seperti Dia.

    Saya sellau yakin kalau yang rohani terjadi ke arah kesempurnaan, yang jasmani juga akan terjadi. Tuhan tidak pernah menipu kita.



  • Mujizat jasmani akan lebih nyata, sampai kita tidak bisa bicara lagi.

  • Tetapi ada yang lain, yaitu mujizat pedang besar--penghukuman Tuhan--karena menolak pedang firman sehingga anak sulung Mesir mati/kematian rohani sampai kebinasaan.

    Tadi siang murid saya, tadi siang didatang sebelahnya sama-sama satu organisasi: Bagaimana ini om, say aditekan?: Ingat pelajaran keluaran, kalau kamu ditekan, berarti sudah dekat dengan kelepasan. Dia hampir putus asa. Berapa orang yang ibadah?: empat orang ditambah tetaangga: Layani terus, kuatkan. Sudah terjadi kelepasan.
    Kami hamba Tuhan jgua menghadapi tekanan-tekanan. Saya katakan: tenang saja, itu mau lepas. Kita juga, ada masalah, penderitaan, itu menjelang kelepasan, sudah waktunya.


Keluaran 11: 10
11:10. Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.

Firaun tetap berkeras hati. Mengapa? Sekarang mengapa banyak orang kristen, hamba Tuhan/pelayan Tuhan berkeras hati? Karena tidak tegas dalam menerima firman pengajaran yang benar. Lain kali menerma, lain kali mungkir. Ini yan gmembuat keras hati. Kalau tegas, firman itu bagaikan palu godam, tidak akan keras hati. Kita juga tidak tegas dalam menerima firman pengajran yagn benar. Lain kali menerima, lain kali ingkar karena:



  • hukumannya dilakukan oleh Tuhan. Begitu lihat sedikit kelegaaan jadi ingkar. Apalagi kalau masalah sudah selesai: Tidak apa-apa tuh, sama saja. Mulai keras hati.

  • Kalau sudah mengatakan: tidak apa-apa, akhirnya akan menolak firman pengajaran yang benar.


Inilah tabiat dari Firaun.
Mari hari-hair ini, seorang hamba Tuhan berkhotbah, harus dengan ketegasan dalam urapan Roh Kudus.
Keluaran 11 ini baru bertinya; sekarang menunjuk pada pemberitaan firman. Harus dalam ketegasan!

1 Korintus 2: 3-5
2:3. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
2:4. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
2:5. supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Ini jelas, seorang hamba Tuhan memberitakan firman Tuhan harus dengan ketegasan/keyakinan dalam urapan Roh Kudus. Jadi yang diandalkan adalah Roh Kudus, bukan hikmat dunia.
Sekarang, yang diandalkan adalah hikmat dunia.
Sidang jemaat menddengar firman juga jangan seperti Firaun, akhirnya menolak firman, tetapi mari mendengar firman dalam urapna Roh Kudus, supaya ifmran Allah menjadi iman/keyakinan bagi kita; kalau diterima dengan kepandaian dan lain-lain, akan jadi pengetahuan yang akan didiskusikan dan diperdebatkan, sehingga membuat kita ragu. Sebab itu harus dalam urapan Roh Kudus, supaya firman menadi iman/keyakinan.

Inilah,jangan sampai kita keras hait. Yang berkhiobah dalam urapan, yang mendengar juga dalam kekuatan Roh Kudus.

Jangan bimbang dalam menerima firman Tuhan dan mengikut/melayani Tuhan! Kalau bimbang, pasti memilih yang tidka benar. Jangan! Contohnya Adam dan Hawa, mendengar Tuhan sekian lama, dengar ular sekali, bimbang. Karena itu bijaksana itu artinya tidak mau dengar satu kalipun ajaran lain. Kalau sudha dengar yang lain, pasti bimbang. Mulai dari Kejadian sampai Wahyu, bimbang. Kalau bimbang, pasti memilih yang tidak benar. Tidak ada di alkitab antara dengar yang benar dan tidak benar lalu lari pada yang benar. Semuanya lari pada yang tidak benar. Jangan merasa kuat!

Om Pong selalu berkata: kalau pegang bolpoin, kalau mau ambil yang lain, pasti bolpen dilepaskan.

Jangan bimbang dalam mendengar firman pengajaran yagn benar, mengikut dan melayani Yesus! Kalau bimbang, pasti memilih yang tidak benar; memilih ajaran yang tidak benar, Yesus yang tidak benar dan penyembahan yang tidak benar.

Waktu itu Israel tambah dipersulit. Jangan bimbang saat menghadapi kesulitan dan penderitaan! Memang ikut Tuhana ada kesulitan dan penderitaan, seperti menyeberang, pasti menghadapi badai, tidak mungkin tidak.
Kalau bimbang, pasti kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan. Kita kehilangan segalanya dan hancur.

Tadi, soal pengajaran jangan bimbang; tetapkan satu saja, jangan memilih yang tidak benar! Tetapi jangan bimbang juga dalam kesulitan.

Contoh:



  1. Raja Daud.
    1 Samuel 30: 6

    30:6. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

    Daud sudah menang, lalu kembali ternyata perkemahannya sudah dibakar. Dari luar, semua sudah diambil musuh, dari dalam rakyat mau melempari dia.
    Daud sangat terjepit, tetapi ia menguatkan kepercayaannya pada Allah.

    Tadi, mantap dengar firman yang benar, layani dan ikuti Tuhan yang benar. Jangan bimbang! Kalau bimbang, pilih yang tidak benar. Saat menghadapi yang sulit/mustahil, jangan bimbnag! Kalua bimbang, akan putus asa dan kehilangan segalanya.
    Tetapi dalam keadaan terjepit justru menguatkan kepercayaan pada Tuhan.

    Daud terjepit menghadapi ekonomi--dijarah--, nikah dan buah nikah--anak-anak dijarah--, dari dalam: maut--lemparan batu--, kekerasan hati--kalau suami atau isteri keras, itu seperti dilempar batu. Saat itu bukan saatnya utnuk bimbang, tetapi menguatkan iman kepada Tuhan; serahakn semua pada Tuhan, biar Dia yang bertindak.

    Menghadpai apapun malam ini, Daud gambaran dari suami/laki-laki. Menghadapi keluarga, kekerasan hati, mari kuatkan keyakainan pada Tuhan, biar Dia yang bertindak. Akhrinya menang, dan satupun tidak ada yang hilang, semua kembali dengan utuh.



  2. Perempuan yang sakit pendarahan.
    Markus 5: 25-29
    5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
    5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
    5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
    5:28. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
    5:29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

    Ayat 27= iman dari mendengar firman.
    Ibu ini terjepit karena sakit tubuh, sakit hati dan lain-lain; menghadapi sesuatu yang makin memburuk.
    Pendarahan menunjuk pada kebusukan, perpecahan, dan kemustahilan. Tetapi bukan utnuk putus asa. Dia mendengar firman dan menguatkan iman.

    Malam ini, kuatkan iman, jamah ujung jubah Tuhan.
    Menghadapi aapun juga, hanya itu rumusnya yaiut jangan bimbang, tetapi tetap peraya dan setia pada Tuhan. Jangan pernah tinggalkan Tuhan.



  3. Sadrakh, Mesakh dan Abednego--kaum muda. Terjepit menghadapi ajaran palsu, penyembahan palsu, masa depan yang hancur--dilempar ke api--, antikris--api dipanaskan tujuh kali.
    Tiga dibuang, ada empat yang berjalan-jalan--Yesus beserta.
    Meraka berkata: Percuma kami jawab, yang penting kami tetap menyembah Tuhan. Itu iman.
    Dan semua pertolonongan nyata, sampai kalau Tuhan datang benar-benar kita di dalam nyala api kemuliaan bersama Dia.

    2 Tesalonika 1: 3-7
    1:3. Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
    1:4. sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:
    1:5. suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
    1:6. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
    1:7. dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

    Nanti kita dalam api kemuliaan Tuhan; kitadiubahkan jadi sepurna dan diangkat ke awan-awan.


Malam nii jangan pernah menyerah kalah. Memang langit tidak selalu biru, jalan tidak selalu rata, tiu dihadapi Daud, permempuan dan kaum muda, tetapi saat ktia menguatakan iman, setia dan percaya kepada Dia. Dia akan mengadakan mujizat. Kuatkan iman kitta kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.