Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2014 (Senin Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:




  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.




  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).




  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).


AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 12
2: 12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Di sini (ayat 12), Yesus tampil sebagai Imam Besar dan Gembala Agung dengan pedang yang tajam dan bermata dua/Firman Pengajaran yang benar untuk menghadapi takhta iblis, sebab jemaat Pergamus BERADA DI TAKHTA IBLIS atau memindahkan dari takhta iblis menjadi takhta Surga.

Wahyu 2: 13-16
2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut
ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada
ajaran pengikut Nikolaus.
2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.


'di tempat takhta Iblis'= jemaat Pergamus berdiam di takhta iblis.
Menghadapi kejahatan dan kenajisan, jemaat Pergamus kuat dan tidak menyangkal nama Tuhan, tetapi setan tidak membiarkan. Saat menghadapi yang kedua (penyesatan), beberapa orang jemaat Pergamus tidak kuat dan disesatkan.

Kalau kita simpulkan, di sini ada 2 keadaan takhta iblis:




  1. ay. 13= 'di tempat takhta Iblis'= takhta kegelapan= kenajisan, kejahatan sampai pembunuhan. Tetapi, jemaat Pergamus tetap kuat dan teguh dalam iman, tidak meyangkal Yesus (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014).




  2. ay. 14-16= 'ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus'= takhta penyesatan., yaitu ajaran Bielam dan Nikolaus.


Jadi, iblis menyerang sidang jemaat Pergamus dengan kenjisan, kejahatan, aniaya dan pembunuhan, tetapi sidang jemaat Pergamus tetap teguh dalam iman (tidak menyangkal iman). Setan tidak tinggal diam. Kalau diserang dengan kejahatan dan kenajisan masih kuat, maka iblis menyerang kembali sidang jemaat Pergamus dengan ajaran-ajaran sesat. Rupanya berhasil, sehingga beberapa orang disesatkan dengan ajaran-ajaran sesat. Inilah kelemahan sidang jemaat Pergamus.
Seperti Petrus yang bisa berjalan di atas gelombang. Tetapi, begitu kena angin sedikit (ajaran sesat), langsung tenggelam.
Sebab itu, kita harus waspada.

Malam ini, kita belajar yang pertama: TAKHTA PENYESATAN.
2 macam ajaran sesat di Pergamus yang saing bekerjasama:




  1. ajaran Bileam= beribadah melayani, hanya untuk mendapatkan upah yang jasmani.
    2 Petrus 2: 15-16
    2:15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
    2:16. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.





  2. ajaran Nikolaus= mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara atau dengan cara-cara dunia, tanpa Firman pengajaran benar dan penyucian, sehingga ada perzinahan/percabulan.
    Cara dunia adalah hanya menunjukan hiburan dan kemakmuran jasmani, tetapi tanpa pedang Firman pengajaran yang benar.
    Inilah takhta iblis. Kalau tidak ada pedang, pasti ada takhta iblis. Sebab itu, Tuhan tampil dengan pedang untuk memindahkan dari takhta iblis ke takhta Tuhan.


Jadi, sudah tepat, yang satu mengumpulkan uang dan yang satu mengumpulkan banyak orang dengan menonjolkan hiburan-hiburan jasmani, sehingga terjadi perzinahan.
Tujuannya: jika banyak orang terkumpul, maka uang juga banyak yang dikumpulkan, etapi di dalamnya ada penyembahan berhala dan perzinahan.

Sebab itu, kita berbahagia mendapat ajaran dan teladan dari pendahulu-pendahulu kita. Ada ibadah persekutuan, tetapi tidak ada kolekte, untuk menghindari hal-hal seperti ini. Bahkan, sekarang tempat duduk juga diberi harga.

Tadi, Bileam menunggangi keledai menuju Babel (kutukan dan kebinasaan).
Keledai= bangsa kafir.
Keledai ini diincar untuk 2 kegerakan besar.
Yesus menungganggi keledai untuk menuju Yerusalem (Yerusalem Baru). Ini adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna lewat pedang Firman pengajaran/kabar mempelai, sehingga kita menjadi mempelai wanita Tuhan untuk masuk Yerusalem Baru dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta Surga selama-lamanya.

Kita inggal pilih, keledai mau ditunggangi Bileam atau Yesus.
Kegerakan Bileam mendapatkan upah jasmani yang banyak.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir merupakan kegerakan iman, yaitu kegerakan memberi/berkorban waktu, tenaga sampai bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
Ini perbedaannya.
Memberikan hidup kita= mempercayakan hidup kita kepada Tuhan dan Tuhan akan menunggangi kita (menyerahkan diriNya kepada kita).
Semua harus dikorbankan utnuk pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalan nikah, kecuali pengajaran benar tidak boleh dikorbankan.
Mau menikah, semua harus dikorbankan, tetapi pengajaran benar jangan dikorbankan. Kalau tanpa pedang, pasti arahnya ke takhta iblis, kutukan dan kebinasaan.

Jadi, penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus adalah HARUS KEMBALI KEPADA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Tidak ada jalan lain.
Kalau bertahan pada ajaran sesat, akan terkena pedang penghukuman (ayat. 16).

Wahyu 2: 16
2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Kita tinggal pilih, mau menerima pedang Firman atau pedang penghukuman.

Mengapa sidang jemaat Pergamus bisa tersesat, padahal Pergamus bisa melawan kejahatan, keanjisan dan pembunuhan?




  1. 2 Korintus 11: 2-4
    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau
    pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab kamu
    sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    'masa pertunangan'= akhir jaman= masa yang paling dekat dengan pernikahan.

    Jawaban pertama: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan karena PIKIRANNYA disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus.

    Di jaman kitab Kejadian, sudah terjadi, dan di akhir jaman, terjadi lagi penyesatan.
    'sabar saja'= tidak tegas.

    Pikiran disesatkan dari kesetiaan sejati kepada Kristus, artinya:




    • tidak setia pada Firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman hidupnya.
      Contoh: Hawa di taman Eden. Perintah Tuhan, 'semua boleh dimakan, kecuali satu buah di tengah taman'. Selama berpegang ajaran benar, ia terpelihara. Tetapi mendadak ia bisa terkecoh oleh ular karena ia sabar saja (tidak tegas, tidak ada kekuatan untuk menolak ajaran lain).

      Galatia 1: 6-8
      1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
      1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
      1:8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu
      injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

      'terkutuklah'= kalau berbeda dengan yang benar, itu berarti menuju kutukan.
      Ajaran sesat ini memutar balikan injil. Yang Tuhan katakan 'boleh', dikatakan, 'tidak boleh'.

      Kejadian 3: 1
      3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

      Yang boleh jadi tidak boleh, yang tidak boleh jadi boleh. Terutama ajaran Izebel. Wanita boleh melayani apa saja, kecuali mengajar dan memerintah laki-laki. Tetapi sekarang, boleh.
      Kawin cerai tidak boleh, tetapi ajaran Farisi mengatakan boleh. Inilah ajaran yang diputar balik dan kita berperang melawan ini.
      Kita jangan terlalu sabar.
      Kalau memberi kesempatan mendengar satu kali! Hawa mendengar hanya satu kali dan ia jatuh.

      Kalau mendengar ajaran lain, pasti menambah dan mengurangi Firman pengajaran benar (merubah Firman pengajaran benar).
      Kejadian 2: 16
      2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

      Kejadian 3: 2
      3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

      Hawa mengurangi kata ;bebas', artinya: tidak ada lagi kebebasan Roh Kudus. Semua dibatasi, waktu dibatasi, isi pemberitaan dibatasi supaya tidak keras-keras.
      Akibatnya: menjadi TULI, cacat rohani, sehingga tetap terikat kepada dosa-dosa.

      Kejadian 2: 17
      2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

      Kejadian 3: 3
      3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

      Hawa menambah kata 'raba', sehingga menjadi BISU.
      Ditambah dengan lawakan seperti Simson yang dipaksa melawak di kuil Dagon dan 3000 orang mati, tidak ada kesempatan bertobat dan tidak bisa sempurna.
      Atau ditambah dengan ilustrasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya, tetapi tidak bisa menyucikan.

      Kalau bisu, maka tidak pernah dijaman oleh Tuhan, tidak pernah disucikan dan diubahkan hidupnya.

      "Saya pernah bersaksi. Di kapal saja, biasanya kami makan di ekonomi, tetapi besoknya karena saya berkotbah, saya boleh naik kelas. Tetapi yang dibelakang berkata, 'ini karena pengajraan'. Teranyata duduk di meja. Sekarang, ini jadi pertanyaan, sudah ditambah dan dikurangi dengan alasan jaman sudah berubah."

      Kalau cacat rohani (bisu dan tuli), berarti terjadi ayan rohani.
      Markus 9: 22, 25
      9:22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
      9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi
      bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

      Ayan= gila babi, benar-benar dalam kenajisan, kerusakan moral, dosa makan minum dan kawin mengawinkan, tidak ada masa depan lagi, gelap hidupnya, kehancuran nikah dan buah nikah. Kita harus hati-hati.
      Kalau cacat, berarti tidak bisa sempurna, tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan dan tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, berarti ia masuk dalam pesta pembantaian di bumi ini oleh pedang yang keluar dari mulut Tuhan.

      Wahyu 19: 17, 21
      19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
      19:21. Dan semua orang lain
      dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.




    • arti kedua dari pikiran disesatkan dari kesetiaan sejati kepada Kristus: tidak setia sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.

      Ibrani 10: 25-29
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
      10:28. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
      10:29. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang
      menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

      'menjelang hari Tuhan yang mendekat'= menjelang kedatangan Tuhan kedua kali, banyak yang tinggalkan pengajaran benar dan ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Tidak setia= dosa kebiasaan.
      Artinya: tidak menyesal lagi saat tidak bisa beribadah, malah tertawa-tawa.
      Tinggalkan ibadah pelayanan= dosa sengaja, sengaja tidak mau beribadah sekalipun ada kesempatan. Dan ini sama dengan menginjak-injak darah Yesus, sehingga masuk dalam hukuman selama-lamanya di api neraka.




  1. Ibrani 3: 10-11
    3:10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
    3:11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

    Jawaban kedua: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan kerana HATI disesatkan.
    Artinya: menolak jalan Tuhan. Jalan Tuhan hanya satu, yaitu jalan rata (jalan salib), tidak ada jalan lain. Sebab itu, nabi Yohanes mengatakan, 'ratakan gunung'.
    Akibatnya: tidak bisa masuk perhetnian (sabat).
    3 macam Sabat:




    • sabat kecil: perhentian/damai sejahtera di dalam Roh Kudsu yang terjadi setiap hari. Kalau ini bisa kita alami, maka kita masuk sabat kedua.

    • sabat besar: perhentian dalam kerajaan 1000 tahun damai, Firdaus yang akan datang. Kalau sekarang tidak berdamai, tidak mugnkin bisa masuk dalam Firdaus yang akan datang.




    • sabat kekal: perhentian di Yerusalem Baru selama-lamanya.




    Diluar jalan salib, tidak akan pernah mengalami perhentian dan masuk dalam kebinasaan.
    Matius 7: 13-14
    7:13. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
    7:14. karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

    Kalau hati sesta, ia memilih jalan yang lebar dan menuju kebinasaan.
    Kita harus hati-hati hari-hari ini. Banyak hamba Tuhan/anak Tuhan yang hatinya disesatkan, sehingga menolak salib, tidak mau masuk pintu sempit, tetapi memilih jalan lebar, yaitu jalan yang enak bagi daging, sehingga tetap berbuat dosa.
    Jalan lebar adalah jalan menuju pasar, ibadah seperti pasar yang enak-enak saja.
    Pasar:




    • hanya cari keuntungan,

    • ramai-ramai,

    • hanya cari yang murah= murahan, siapaun boleh berkotbah.




    Dipasar, Yesus cambuk semuanya. Kita mohon kepada Tuhan supaya kita masuk ke pintu yang sempit dan menuju kehidupan kekal (kemuliaan bersama Tuhan).

    Praktik jalan sempit:
    1 Petrus 2: 22-24
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia
    tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    'supaya kamu mengikuti jejak-Nya'= mengikuti jalan salib/jalan darah, yaitu:




    • jalan kematian= mati terhadap dosa/bertobat.
      Artinya:




      1. tidak berbuat dosa (ay. 22),

      2. tidak berdusta (ay. 22),

      3. tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan (ay. 23).




    • jalan kebangkitan: hidup untuk kebenaran (ay. 24). semua harus benar. Memang sempit kalau mau benar, bahkan sangat sempit.

      "saya beri contoh anak kaum muda mau ambil SIM, sudah tidak tenang, karena pengalaman ambil SIM, ujiannya sampai 6-7 kali. Tetapi saya ajarkan untuk jalani saja sekalipun diulangi. Nanti lama-lama polisinya yang bosan dan meluluskan."

      Kalau hidup dalam kebenaran, kita mungkin dicaci maki, tetapi biar saja.
      Tetapi, kalau kita ada dalam kebenaran, ada kuasa bilur-bilur yang menyembuhan dan menyehatkan kita. Kita sehat jasmani dan rohani, sehat rumah tangga, sehat ekonomi dan lain-lain dan iblis tidak bisa menjamah.
      Di mana ada kebenaran, di situ ada kesehatan.

      Yesaya 32: 17
      32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Di mana ada kebenaran, di situ ada Sabat (perhentian). Kita bisa merasa enak di manapun kita berada.
      Mulai sabat kecil kita alami setiap hari, kemudian sabat besar sampai sabat kekal di Yerusalem Baru selama-lamanya.

      Sekarang, salib mau diambil dari gereja Tuhan. Dan itu artinya, sabat kecil mau diambil sampai sabat kekal juga mau diambil.




  2. 1 Petrus 2: 25
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Jawaban ketiga: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan karena tidak tergembala.

    Tadi, karena pikiran sesat, maka jemaat Pergamus menjadi cacat rohani dan tidak bisa menjadi mempelai wanita. Kemudian, hatinya sesat, sehingga tidak mengalami perhentian (sabatnya diambil).

    Kalau bangsa kafir tidak tergembala, akibatnya:




    • hanya tampil seperti anjing dan babi.
      Perkataannya seperti anjing= menghujat pengajaran benar.
      Perbuatannya seperti babi.




    • pasti tersesat.

    • Matius 9: 36
      9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Akibat yang ketiga: lelah (letih lesu dan beban berat) karena semua ditanggung sendiri dan terlantar (tidak ada yang tanggung jawab atas kselamatan jiwanya).




    • Zakharia 10: 2
      10:2. Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

      Akibat yang keempat: kosong rohaninya seperti sekam, sehingga lari pada terafim (ajaran-ajaran sesat, yang dipelajari justru setan-setan dan rumahnya setan), lari pada hiburan dan kemakmuran duniawi sampai tidak memiliki kasih Allah, sehingga menyangkal Yesus.

      Contoh: Petrus menyangkal Tuhan karena ia kosong, tidak tergembala sekalipun gembalanya Yesus.
      Yohanes 21: 15
      21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau
      mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
      sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

      Kalau mengasihi Tuhan, maka ditunjukan dengan menggembalakan domba-domba.
      Begitu ditanya 3 kali, Petrus sedih, karena ia tahu bahwa ia menyangkal Tuhan (tidak punya kasih).

      3 kali pertanyaan Yesus:




      1. Pertanyaan pertama adalah kasih agape dan dijawab dengan kasih fileo (kasih sesama),

      2. pertanyaan kedua juga sama,

      3. pertanyaan ketiga, Tuhan turunkan, Tuhan tanya dengan kasih fileo dan dijawab dengan sedih, Petrus sudah menyangkal Tuhan. Ia kosong dari kasih Allah (disesatkan).




      Sekarang, kita harus waspada. Petrus yang hebat, tetapi tanpa kasih, siapa kita?
      Kita harus lebih sungguh-sungguh.




    Jadi, semua harus tergembala dengan benar dan baik. Mulai dari gembala, rasul, nabi, guru, penginjil, semua harus tergembala dengan benar dan baik, supaya kita bisa menerima kasih Tuhan dan hidup kita tidak kosong.

    Kita tergembala dengna benar dan baik kalau kita ada di dalam kandang penggembalaan (ruangan suci):




    • pelita emas: ketekunan dalamIbadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya,

    • meja roti sajian: ketekunan dalam Ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran dan kurban Kristus,

    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam Ibadah Doa= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.




    Inilah yang tidak disuka oleh setan. Sebab itu, gembala yang dibunuh lebih dulu dan domba-domba akan tercerai berai.

    Lewat kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar, sehignga setan tidak bisa menjamah kita.
    Dan cepat atau lambat, kita akan berbuah manis.
    Yakinlah dan tekuni!
    Satu waktu akan berbuah manis dan kita menerima kasih Tuhan yang ajaib, sehingga kita bisa mengasihi Dia lebih dari semua. Kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan.

    Yohanes 21: 18
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Sesudah menerima kasih Allah, Petrus bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan dan dibawa ke tempat yang tidak dikehendakinya.
    Artinya:




    • 1 Petrus 5: 5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu
      di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Arti pertama: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara ('tunduk').




    • 1 Petrus 5: 7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Arti kedua: menyerahkan segala kekuatiran dan ketakutan kepada Tuhan sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan (mengasihi Tuhan).




    • rela berkorban apa saja untuk Tuhan, bahkan sampai mati, Petrus juga rela.




    Kalau kita mengangkat 2 tangan kepada Tuhan, Tuhan mengulurkan tangan yang kepada kita kepada kita dan kita tidak bisa disesatkan (ay. 6: 'di bawah tangan Tuhan yang kuat').
    Tangan kanan Tuhan berguna utnuk:




    • Mazmur 118: 15-16
      118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
      118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa
      meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

      Yang pertama: tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan dan kesulitan.
      Hidup kita bukan dari dunia ini, tetapi tangan Tuhan yang menentukan.

      "kalau saya bersaksi, saya tidak tidak makan dan minum, saya bertekad tidak mau minta, tidak mau teriak, tetapi Tuhan bisa kirim. Tidak ada jemaat. Setelah itu dikirim, bisa hidup. Sekarang 2 jemaat, juga bisa hidup. Berarti saya hidup dari Tuhan,b ukan dari jemaat. Kalau dari jemaat, dari dulu saya sudah mati."

      Jangan kecilkan kekuatan Tuhan!
      Tangan kanan Tuhan lebih kuat dari masalah kita.




    • Tangan kanan Tuhan memberikan kemenangan atas setan= Tangan kanan Tuhan sanggup menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil.




    • Tangan kanan Tuhan meninggikan kita tepat pada waktu-Nya. Yang gagal menjadi berhasil, ada masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya. Kita tinggal tunggu waktu Tuhan di dalam penggembalaan yang benar, kita taat selalu pada Tuhan, menyerah sepenuh pada Tuhan dan rela berkorban untuk Tuhan.
      Tangan kanan Tuhan bisa memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Tangan kanan Tuhan juga menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.
      Jika Yesus datang, kita terangkat di awan-awan yang permai dan kita duduk bersanding dengan Dia di takhta Surga selama-lamanya.


Banyak sekali ragi-ragi/ajaran sesat. Mari kita hati-hati. Jaga pikiran, tetap setia pada pengajaran benar yang sudah kita saksikan, setia dalam ibadah pelayanan yang benar, jangan ikuti pasar.
Jaga hati, tetap ada pada jalan salib. Kita pilih pintu sempit.
Dan mari tergembala dengan benar dan baik. Kita tinggal waktu Tuhan. Dia pegang kita dengan tanan kanan Tuhan yang kuta. Ia memberi kemenangan dan meningikan kita pada waktu-Nya.
Untuk mengulurkan tangan, Yesus rela mati di kayu salib. Serahkan ketakutan dan kekuatiran kita kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.