Ibadah Pendalaman Alkitab - Malang, 29 Januari 2015 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 dalam susunan tabernakel terkena pada 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian. Sama dengan penyucian terakhir yang Tuhan lakukan kepada 7 sidang jemaat akhir jaman supaya tidak bercacat cela, sempurna seperti Yesus, sehingga layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk kerajaan 1000 tahun damai, sampai masuk Yerusalem Baru.
Kita mempelajari yang ketiga yaitu sidang jemaat Pergamus.
Wahyu 2:12-13
12 ¶  "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
13  Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Kepada sidang jemaat Pergamus, Yesus tampil dengan pedang yang tajam dan bermata dua sebab sidang jemaat Pergamus berada dalam suasana tahta iblis.
Ibrani 4:12-14
12  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13  Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
14  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Dimana ada pemberitaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (firman pengajaran yang benar), di situ ada penampilan Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa, yang memimpin/ mengimami ibadah pelayanan kita sehingga ibadah pelayanan kita tidak kering tetapi ada suasana tahta Surga.
Ibadah pelayanan tanpa pedang firman pengajaran yang benar, akan bersuasana tahta iblis, sehingga kering rohani dan najis.

Bukti bahwa dimana ada pedang firman, disitu ada pribadi Yesus:
1.       Dari mulut Yesus keluar sebilah pedang tajam bermata dua.
Wahyu 1:16
16  Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua adalah perkataan Yesus, yaitu firman yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
Yohanes 15:3
3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Firman yang merupakan perkataan Yesus, mengandung kuasa penyucian untuk menyucikan kehidupan kita sampai sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus.
Efesus 5:3-4
3 ¶  Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
4  Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono (jenaka, TL) — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Jika pemberitaan berisi lawakan, didalamnya mengandung roh percabulan, tidak bisa menyucikan.
Hakim-hakim 16:23, 25, 27, 30
23  Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
25  Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
27  Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
30  Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
Lawakan membuat mati rohani, tidak bisa suci dan sempurna.

2.       Pada tutup dada imam besar terdapat Urim dan Tumim.
Keluaran 28:30
30  Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.
Tumim sama dengan pedang atau kesempurnaan, menunjuk firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua [Ibrani 4:12].
Urim sama dengan terang atau Roh Kudus [Ibrani 4:13]
Jadi Urim dan Tumim pada tutup dada imam besar menunjuk firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus. Letaknya di jantung hati imam besar, sama dengan ada hadirat Tuhan. Firman pengajaran yang benar merupakan kasih Tuhan.
Wahyu 2:13
13  Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Jika Yesus tampil dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, bukan untuk menghukum sidang jemaat Pergamus, tetapi merupakan kasih Yesus untuk menolong sidang jemaat Pergamus supaya berpindah dari suasana tahta iblis ke suasana tahta Surga.
Wahyu 4:6, 8
6  Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
8 ¶  Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Suasana tahta Surga adalah suasana kesucian. Sekali pun dalam penderitaan, jika kita hidup suci, kita bersuasana tahta Surga.
Mulai sekarang kita harus hidup dalam suasana Surga (suasana kesucian) sampai suatu waktu kita masuk tahta Surga, duduk bersanding dengan Yesus selama-lamanya.
Pekerjaan Urim dan Tumim (firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus):
1.       Untuk menyucikan dosa-dosa sampai yang terkecil, yang sering tidak disadari, baik dalam nikah maupun secara pribadi.
1 Samuel 14:40-45
40  Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
41  Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
42  Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
43  Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
44  Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
45  Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.
Sehingga kita sadar akan dosa-dosa dan mendorong kita untuk mengaku dosa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dan sesama.
1 Yohanes 1:7, 9
7  Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Maka darah Yesus aktif untuk:
a.       Mengampuni dosa-dosa kita, menutupi dosa sampai tidak berbekas lagi, seperti kita tidak pernah berbuat dosa itu.
b.      Menyucikan, mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi.
Hasilnya: sehelai rambut pun tidak akan jatuh ke bumi. Artinya, kita mengalami kuasa pemeliharaan dan perlindungan Tuhan secara ajaib di tengah kemustahilan dunia. Kuasa pembebasan dari hukuman Tuhan, kita selamat, masuk pembangunan tubuh Kristus, sampai hidup kekal.

2.       Menyucikan tahbisan/ ibadah pelayanan seorang imam supaya ibadah pelayanan kita berkenan kepada Tuhan.
Nehemia 7:64-65
64  Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
65  Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.
2 Timotius 2:20-21
20  Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama http://radio.gptkk.org/a/admin/alkitab/add2.phpdipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
21  Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Ada 2 macam pelayan Tuhan:
a.       Seperti kayu, tanah, rumput.
Sama dengan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang hanya mengutamakan perkara jasmani, sehingga tidak tahan uji, akan terbakar oleh api dosa, api hawa nafsu daging, sampai antikris.
b.      Seperti emas, perak, permata.
Sama dengan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengutamakan penyucian oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, mengutamakan perkara rohani dan berani mengorbankan perkara jasmani.
2 Timotius 2:22-25
22 ¶  Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
23  Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
24  sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
25  dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
Urim dan Tumim menyucikan kita supaya kita tampil seperti hamba Tuhan/ pelayan Tuhan seperti emas dan perak, yaitu:
a.       Mengalami penyucian dari hawa nafsu orang muda.
Yaitu keinginan daging/ hawa nafsu daging yang mengarah pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
Daging yang suka bertengkar, karena kebenaran diri sendiri yaitu kebenaran diluar Alkitab, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain sampai menyalahkan Tuhan, menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik.
Kebenaran dari Tuhan yaitu bisa saling mengaku dosa dan saling mengampuni.
b.      Mengejar keadilan.
Sama dengan memihak Tuhan/ firman pengajaran yang benar.
c.       Melayani dengan kesetiaan, kasih dan damai sejahtera.
Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan seperti emas perak akan tahan uji, sampai menjadi milik Tuhan selamanya.
Hagai 2:9
9  Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

3.       Menyucikan hati kita.
Kisah Rasul 5:1-3, 7-9
1 ¶  Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
2  Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
3  Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
7  Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
8  Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
9  Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
Terutama dari keinginan jahat yaitu keinginan akan uang, sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan.
1 Timotius 6:9-10
9  Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
10  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Praktek keinginan akan uang:
a.       Meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
b.      Beribadah melayani hanya untuk mencari uang.
c.       Mencari uang dengan menghalalkan segala cara, sampai menyimpang dari iman.
d.      Kikir dan serakah. Kikir = tidak bisa memberi. Serakah = merampas milik orang lain dan milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
Akibatnya: tenggelam di lautan dunia, sampai di lautan api dan belerang.
Kisah Rasul 20:33, 35
33  Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
34  Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
35  Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
Jika kita disucikan dari keinginan akan uang, maka kita bisa lebih berbahagia memberi daripada menerima, terutama pemberian dengan tanda darah (sebenarnya kita butuh, tapi kita bisa memberi kepada orang yang membutuhkan).
Maka posisi kita berada dalam gendongan tangan Tuhan, seperti Yohanes bersandar di dada Tuhan.
Yohanes 13:23
23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Saat pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, ada 2 kemungkinan:
1.       Yudas Iskariot tidak mau disucikan.
Yohanes 13:26
26  Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Akibatnya: kerasukan iblis, berada di tahta Iblis.
2.       Yohanes mau disucikan, bersandar di dada Tuhan. Kita merasakan tahta Surga.
Yesaya 46:3-4
3  "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
4  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Hasilnya:
a.       Tangan kasih Tuhan menjunjung supaya kita tidak jatuh dalam dosa-dosa, kita bisa hidup suci. Menjunjung supaya tidak gagal, kita bisa berhasil.
b.      Tangan kasih Tuhan menanggung kita, sama dengan bertanggung jawab untuk memelihara dan melindungi kita secara ajaib. Hidup mati kita di tangan Tuhan. Tuhan bertanggung jawab atas masa depan kita.
c.       Tangan Tuhan melepaskan kita dari letih lesu dan beban berat, kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan. Semua masalah diselesaikan oleh Tuhan sampai yang mustahil, secara ajaib, tepat pada waktunya.
d.      Tangan Tuhan menyelamatkan, sama dengan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus. Kita bersama Tuhan di tahta Surga.
Daniel 7:9
9 ¶  Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

Tuhan memberkati.