Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang, 25 November 2014 (Selasa Malam)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Session I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 1:1
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:

Israel turun dari Kanaan menuju ke Mesir. Kanaan adalah negeri yang penuh susu dan madu, gambaran kerajaan Surga. Mesir menunjuk dunia.
Mengapa Tuhan ijinkan Yakub turun dari Kanaan menuju ke Mesir? Sebab seirama dengan jalan Yesus turun dari Surga ke dunia, sama dengan jalan salib/ pengalaman kematian.
Kita juga harus mengalami jalan salib/ pengalaman kematian, supaya kita bisa dipermuliakan bersama Tuhan.

Pengertian jalan salib/ pengalaman kematian:
  1. Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, sama dengan bertobat.
    1 Petrus 4:1-2
    1 ¶  Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,
    2  supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Dan hidup menurut kehendak Allah, sama dengan hidup benar sesuai firman.

  2. Sengsara daging (sampai tidak menghiraukan nyawa), untuk melayani Tuhan.
    Kisah Rasul 20:24
    24  Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Sehingga bisa setia sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali.
    Sengsara daging untuk bisa beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Yesaya 11:5

    5  Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Sama dengan melayani dengan berikat pinggang, pelayanan yang memuaskan Tuhan.

    Lukas 17:7-8

    7  "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Maka Tuhan juga akan memuaskan hidup kita dengan kepuasan Surga, urusan makan minum adalah urusan Tuhan, Tuhan tidak pernah menipu.

    Wahyu 19:11

    11 ¶  Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    Kita dipakai dalam kegerakan kuda putih, kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

  3. Sengsara daging tanpa dosa, karena Yesus.
    1 Petrus 4:12-14
    12 ¶  Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13  Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14  Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Percikan darah supaya kita bisa menerima Roh Kemuliaan.
    Semakin besar sengsara daging yang kita alami karena Yesus, maka semakin besar kemuliaan/ urapan Roh Kudus yang kita terima, semakin besar berkat yang kita terima, semakin besar pemakaian Tuhan atas kehidupan kita.
    Kegunaan Roh Kemuliaan:
    a.       Kita bisa berbahagia dalam penderitaan, sama dengan kuat teguh hati.
    b.      Kita bisa taat dengar-dengaran

    Roma 8:15

    15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Hasilnya: kita lepas dari perhambaan dosa. Tidak takut, tenang, semua menjadi enak dan ringan. Pintu Surga terbuka bagi kita.

    Matius 7:21

    21 ¶  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Kita berhasil mulai di dunia, sampai masuk kerajaan Surga.
    c.       Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Titus 3:5
    5  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Ini mujizat rohani. Keubahan hidup mulai dari jujur, tulus. Jujur tentang pengajaran yang benar, jujur dalam segala hal. Maka mujizat jasmani juga akan terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk kerajaan 1000 tahun damai, sampai masuk kerajaan Surga.


Tuhan memberkati.


Session II
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1:1
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:

Israel turun dari Kanaan menuju ke Mesir. Kanaan adalah negeri yang penuh susu dan madu, gambaran kerajaan Surga. Mesir menunjuk dunia.
Mengapa Tuhan ijinkan Yakub turun dari Kanaan menuju ke Mesir? Sebab seirama dengan jalan Yesus turun dari Surga ke dunia, sama dengan jalan salib/ pengalaman kematian.

Kejadian 46:1-4
46:1 Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.
46:2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: "Yakub, Yakub!" Sahutnya: "Ya, Tuhan."
46:3 Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.
46:4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."

Seringkali dalam pengalaman kematian, kita menjadi seperti Yakub yang takut atau bimbang. Saat bimbang/ ragu, jangan mengambil keputusan, sebab pasti salah, gagal, hancur, dan binasa.

Jalan keluarnya adalah Yakub datang kepada Tuhan dan membawa korban sembelihan. Sekarang artinya bagi kita adalah memandang atau menghargai korban Kristus. Prakteknya adalah membawa daging dengan segala keinginan dan keraguannya, untuk disembelih lewat ketajaman pedang firman Allah, dan dibakar lewat doa semalam suntuk. Maka kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan. Hasilnya Tuhan memberi kekuatan kepada kita, Tuhan menyertai kita, sehingga kita tetap di jalur kehendak Tuhan.

Roma 8:28
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Maka Tuhan akan turut bekerja untuk menjadikan semua baik.

Keluaran 1:1
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:

Daging seringkali membuat hamba Tuhan/ orang tua tidak mau membawa anak-anak masuk dalam pengalaman kematian. Yang benar adalah membawa keluarga untuk masuk serta dalam pengalaman kematian, sengsara daging dalam ibadah pelayanan, doa puasa, doa semalam suntuk.
Mengapa satu keluarga harus masuk dalam pengalaman kematian?
  • Supaya kita bisa menyatu, tidak terpisah, tidak tercerai-berai.
  • Supaya kita menerima berkat/ kemuliaan secara utuh.

Keluaran 1:2-4
1:2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
1:3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin;
1:4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.

Semua anak-anak Yakub disebut namanya satu-persatu, artinya Tuhan selalu mengingat semua hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang mengalami pengalaman kematian.
Sebaliknya, dalam pengalaman kematian, kita juga hanya mengingat Tuhan, jangan mengingat yang lain. Kita juga harus selalu menginventaris pengalaman kematian yang sudah kita lalui bersama Tuhan.

Yesaya 49:14-16
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.


Sekalipun kasih ibu sudah bergeser, tetapi kasih Tuhan tetap untuk selamanya. Jangan meragukan kasih Tuhan.
Posisi orang yang dalam pengalaman kematian adalah seperti bayi dalam gendongan tangan kasih Tuhan. Tuhan memeluk erat dan tidak pernah melepaskan kita. Tuhan selalu memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bersama kita, sampai kita menang bersama Dia. Hasilnya:
  1. Tangan kasih Tuhan mampu untuk memelihara dan melindungi kita yang seperti bayi tidak berdaya di tengah kesulitan dan kemustahilan di dunia.
  2. Tangan kasih Tuhan mampu untuk menyelesaikan segala masalah kita, sampai yang mustahil.
    Jangan membesar-besarkan masalah, sebab kalau membesarkan masalah maka pasti mengecilkan Tuhan dan tidak bisa taat pada Tuhan.
  3. Tangan kasih Tuhan sanggup memberikan masa depan yang indah, berhasil, dan bahagia.
  4. Tangan kasih Tuhan sanggup untuk memandikan kita, yaitu menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia saat kedatanganNya kedua kali.



Tuhan memberkati.