Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 September 2015 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu 3:7
3:7 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Penampilan pribadi Yesus sebagai Yang memegang kunci Daud, untuk melakukan 3 perkara besar bagi sidang jemaat Filadelfia:
  1. [ayat 8] Untuk membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapa pun.
  2. [ayat 9] Untuk memberi kemenangan atas jemaah iblis.
  3. [ayat 10] Untuk melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia.

Kita mempelajari yang ketiga.
Wahyu 3:10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Pada akhir jaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali, maka semua manusia di bumi akan menghadapi pencobaan-pencobaan yang semakin meningkat sampai antikris yang berkuasa selama 3.5 tahun di bumi. Ini seperti yang pernah dialami oleh Yusuf.

Kejadian 37:3
37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Yusuf lahir di masa tua Yakub. Yakub adalah gambaran Roh Kudus, masa tua artinya masa akhir. Jadi, Yusuf lahir pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Yusuf adalah gambaran dari gereja hujan akhir.
Gereja akhir jaman akan mengalami pencobaan-pencobaan seperti yang dialami oleh Yusuf.

Ada 3 macam pencobaan yang dialami oleh Yusuf/ gereja akhir jaman:
  1. Menghadapi kebencian sampai kebencian tanpa alasan.
    Kejadian 37:4
    37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

    Gereja Tuhan menghadapi dua macam kebencian:
    1. Dari luar.
      Yohanes 15:18-19,23-25
      15:18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
      15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
      15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
      15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
      15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.


      Dunia membenci gereja Tuhan dengan kebencian tanpa alasan, sama dengan kebencian yang sempurna (disebutkan 7 kali "membenci").

    2. Dari dalam.
      Kejadian 37:4-5
      37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
      37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

      Dimulai dari dalam nikah rumah tangga, yaitu kebencian antara suami dan istri, anak dan orang tua, menantu dan mertua, kakak dan adik. Lanjut dalam penggembalaan, yaitu kebencian antar sesama hamba Tuhan. Kakak-kakak Yusuf membenci Yusuf karena Yusuf menerima jubah maha indah, yaitu karunia dan pemakaian Tuhan. Yusuf juga mendapat karunia mimpi, yaitu karunia pembukaan rahasia firman Allah. Kebencian ini sampai menjadi kebencian tanpa alasan.

      Waspada, kebencian dimulai dengan menyapa dengan tidak ramah.
      Waspada, jangan ikut-ikut dalam kebencian apalagi kebencian tanpa alasan, sebab kebencian itu milik dunia.

  2. Istri Potifar, gambaran dari perempuan Babel/ gereja palsu/ mempelai wanita setan.
    Kejadian 39:10
    39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

    Wahyu 17:4-5
    17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”


    Sifat Babel adalah membujuk atau merayu untuk mencapai sesuatu atau untuk mensukseskan keinginan daging, bahkan sampai memaksa.

    Pengertian Babel adalah:
    1. Ajaran sesat/ ajaran palsu yang mengajarkan tentang kemakmuran dan berkat jasmani, serta hiburan-hiburan jasmani, tanpa firman penyucian.
      Wahyu 18:7
      18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.

      Akibatnya adalah dibalas setimpal dengan kemakmuran dan hiburan yang diterima dalam ibadah palsu, sampai dengan kebinasaan selamanya.

    2. Dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks).

    Ajaran sesat dan puncaknya dosa ini sulit untuk dilepaskan, mengikat tubuh, jiwa, roh manusia termasuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tanpa pedang firman pengajaran yang benar.

    Bagaimana tindakan untuk melawan Babel? Kita harus bertindak tegas.
    Kejadian 39:12
    39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

    Tindakan tegas dari Yusuf menghadapi istri Potifar adalah rela melepaskan jubahnya, artinya rela mengorbankan apa saja untuk terlepas dari perempuan Babel. Juga rela mengorbankan apa saja untuk bisa mendapat pedang firman.

    Lukas 22:35-36,38
    22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”
    22:36 Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
    22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

    Dua pedang menunjuk pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yaitu firman pengajaran yang benar. Pedang firman ini sanggup melepaskan kita dari ajaran sesat dan dari puncaknya dosa.

  3. Menghadapi penjara, sekalipun tidak salah.
    Kejadian 39:20
    39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

    Penjara menunjuk pada suasana keterbatasan, kekurangan, kegagalan, kesusahan, penderitaan, jalan buntu, sampai kebinasaan.

Jalan keluar menghadapi tiga macam pencobaan adalah:
  1. Ketekunan dalam penggembalaan, sama dengan selalu berada dalam kandang penggembalaan.
    Kejadian 37:1-2
    37:1 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
    37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.


    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat:
    1. Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus.
    2. Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
    3. Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.

    Usia 12-17 tahun adalah usia yang efektif untuk masuk dalam kandang penggembalaan. Ini adalah usia di mana keinginan daging meraksasa, oleh sebab itu harus tergembala dengan benar dan baik. Usia selanjutnya harus tetap tergembala.

    Imamat 21:12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, roh oleh Allah Tritunggal, sehingga kita mengalami urapan Roh Kudus. Sehebat apa pun hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ gereja Tuhan, kalau tidak berada dalam kandang penggembalaan, maka pasti melanggar kesucian dan kering rohani.
    Semakin meningkat kesucian, maka semakin meningkat urapan Roh Kudus.

    Yohanes 15:26-27
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

    Yohanes 16:1
    16:1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
    16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    Lewat kesucian dan urapan Roh Kudus, maka:
    1. Kita bertahan, tidak kecewa dan tidak putus asa dalam menghadapi kebencian, kenajisan, suasana penjara.

    2. Kita bisa bersaksi tentang Injil keselamatan (Kabar Baik) kepada orang berdosa supaya percaya Yesus dan bertobat. Lanjut bersaksi tentang cahaya Injil kemuliaan Kristus (Kabar Mempelai) kepada kehidupan yang sudah diselamatkan, supaya disucikan sampai mencapai kesempurnaan.

      Kejadian 37:9-11
      37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
      37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”
      37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.


  2. Jubah dicelup dalam darah.
    Kejadian 37:31
    37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Artinya:
    1. Pelayanan dengan rendah hati, cucuran air mata, tidak lalai, sampai tidak menghiraukan nyawa.
      Kisah Rasul 20:17-20,24
      20:17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.
      20:18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
      20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
      20:20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
      20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      Rendah hati artinya berani mengakui kekurangan dan kesalahan, dan berani mengakui kelebihan orang lain.
      Cucuran air mata artinya pelayanan ditandai dengan pengorbanan dan kesungguh-sungguhan.
      Tidak lalai artinya setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan berikan.
      Tidak menghiraukan nyawa artinya tidak mau dihalangi sampai garis akhir, sampai meninggal dunia, sampai Tuhan datang kedua kali.

      Pelayanan yang demikian sama dengan jubah dicelup darah, sehingga tidak bisa diambil oleh siapa pun juga.

    2. Sengsara tanpa dosa untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Kejadian 45:4-5
      45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: “Marilah dekat-dekat.” Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
      45:5 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

      Keubahan hidup menjadi melembut, yaitu mengampuni orang yang pernah menyakiti dan merugikan kita. Kita membalas kejahatan dengan kebaikan. Inilah Shekinah Glory, ada sinar kemuliaan dari Tuhan.

  3. Sikap dalam menghadapi ujian.
    Mazmur 26:1-3
    26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
    26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
    26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.


    Yaitu:
    1. Tulus dan jujur. Jika "ya" katakan "ya", jika "tidak" katakan "tidak".
      Kita harus jujur dalam hal firman pengajaran, jujur dalam mengaku dosa, jujur dalam segala hal. Kalau sudah jujur, maka pasti hidup dalam kebenaran.

    2. Hati tidak ragu dan tidak bimbang terhadap pribadi Tuhan dan terhadap firman pengajaran yang benar. Kita percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

    3. Mata hanya tertuju pada kasih setia Tuhan.
      Kasih setia sama dengan kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Kejadian 39:21-23
      39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
      39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
      39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

      Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib membuat semua berhasil.

      Mazmur 17:7-8
      17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
      17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

      Kita dijadikan biji mata Tuhan, kesayangan Tuhan sendiri. Artinya:
      • Tangan kasih setia Tuhan mampu memelihara dan melindungi hidup kita di tengah kesulitan dan keterbatasan (suasana penjara), sampai di jaman antikris.

      • Tangan kasih setia Tuhan sanggup memberikan damai sejahtera kepada kita di tengah segala goncangan dunia. Kita tetap enak dan ringan.
        Yesaya 54:10
        54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

      • Tangan kasih setia Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktuNya.

      • Tangan kasih setia Tuhan sanggup menyelesaikan segala sesuatu.

      • Tangan kasih setia Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai menjadi mempelai wanita Surga dan siap menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.