Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Maret 2017 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1-4
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5:3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Gulungan kitab di tangan kanan Tuhan sama dengan Alkitab yang kita miliki di dunia ini lewat wahyu/ ilham Tuhan.
Keadaan gulungan kitab:
  1. Ditulisi sebelah dalam dan luar, menunjuk penyucian lahir dan batin, seluruh hidup kita.
  2. Dimeterai dengan 7 meterai, artinya tidak dibukakan rahasianya, tidak ada wahyu/ ilham dari Tuhan.
    Rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya karena tidak ada pembukaan firman/ wahyu/ ilham dari Tuhan.

Kolose 2:1-3

2:1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi,
2:2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,
2:3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Rasul Paulus juga berjuang untuk mendapatkan pembukaan firman Allah, harta hikmat dari Surga. Kita juga harus berjuang untuk bisa mendapatkan pembukaan rahasia firman. Kegunaan pembukaan firman:
  1. Supaya terjadi pembukaan pintu-pintu di dunia, sampai pembukaan pintu Surga.

  2. Supaya sidang jemaat tidak menjadi liar [Amsal 29:18].

  3. Supaya sidang jemaat tidak diperdaya/ disesatkan oleh kata-kata indah, ajaran-ajaran palsu, gosip, dll.
    Kolose 2:4
    2:4 Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.

  4. Supaya kita hidup dalam keteguhan iman, sama dengan tetap menyandang pedang di pinggang, berpegang teguh pada firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran.
    Kolose 2:5
    2:5 Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.

  5. Supaya hidup kita tetap di dalam Yesus, dan Yesus tetap hidup di dalam kita. Ini posisi yang permanen, tidak berubah selama-lamanya.
    Kolose 2:6
    2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Praktik tetap hidup di dalam Yesus:
  1. Tidak berbuat dosa lagi.
    1 Yohanes 3:6
    3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

    Kita mengalami kelepasan dari dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Bagaimana caranya?
    Mazmur 119:11
    119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

    Kita harus menyimpan firman Tuhan di dalam hati kita. Prosesnya:
    1. Cepat untuk mendengar firman pengajaran yang benar.
      Yakobus 1:19-20
      1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
      1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

      Ada gairah untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti firman. Buktinya adalah lambat untuk berkata-kata, lambat untuk marah, banyak berdiam diri, banyak koreksi diri.

    2. Menerima firman pengajaran benar dengan lemah lembut.
      Yakobus 1:21
      1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Sampai firman tertanam dan berakar di dalam hati. Artinya, percaya/ yakin pada firman sehingga menjadi iman di dalam hati.
      Hasilnya:
      • Firman menjadi rem supaya kita tidak berbuat dosa, sampai puncaknya dosa.
        Berbuat dosa sama dengan menabrak, sehingga akibatnya akan rusak (pikiran, perkataan, sampai seluruh hidupnya rusak).
      • Berbuah kebenaran = keselamatan jiwa.

  2. Menuruti firman, taat dengar-dengaran.
    1 Yohanes 2:5
    2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.

    Jika kita taat dengar-dengaran pada firman, maka segala risiko ditanggung oleh Tuhan.

    Yakobus 1:22

    1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

    Iman tanpa perbuatan iman tidak menyelamatkan, hanya akan menuju kebinasaan.

    Hasil praktik firman pengajaran benar:
    1. Kita tidak tersandung oleh dosa-dosa yang menjerat di depan.
      Mazmur 119:105
      119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      1 Petrus 1:22

      1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Firman pengajaran benar menyucikan perjalanan hidup kita, mulai dari hati (sumbernya dosa). Ada 3 macam keinginan dalam hati:
      • Keinginan jahat/ akar kejahatan: cinta akan uang, terikat akan uang sehingga menjadi kikir dan serakah. Kikir = tidak bisa memberi. Serakah = merampas milik orang lain dan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).
      • Keinginan najis, akar kenajisan: dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. 
      • Akar kepahitan: kebencian tanpa alasan, iri hati, dendam, dll.

      Jika hati kita disucikan, maka kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu [1 Yohanes 2:5]. Kita bisa mengutamakan Tuhan (ibadah pelayanan) lebih dari semua, bisa mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, tidak merugikan sesama, hanya berbuat baik kepada sesama. Kita bisa memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, mulai dalam keluarga. Sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

    2. Memiliki hikmat Surga.
      Matius 7:24
      7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

      Pengkhotbah 10:2

      10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

      Berada di sebelah kanan Tuhan (=domba), artinya menjadi kehidupan yang tergembala. Syaratnya:
      • Tekun dalam kandang penggembalaan (ruangan suci), tekun dalam 3 macam ibadah pokok:
        • Pelita emas, ketekunan dalam kebaktian umum, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia. Kita diberi minum supaya tidak kering rohani tetapi tetap segar.
        • Meja roti sajian, ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah dan korban Kristus. Kita diberi makan supaya ada kekuatan untuk tetap mengikut Tuhan sampai garis akhir.
        • Mezbah dupa emas, ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih. Menunjuk nafas hidup, sirkulasi udara. Doa penyembahan adalah puncak dari ibadah pelayanan kita kepada Tuhan. Kita menerima kasih Allah sehingga semua yang kita lakukan untuk Tuhan tidak sia-sia, tetapi sampai mencapai hidup kekal.

      • Makan firman penggembalaan yang benar. Hanya mendengar dan taat dengar-dengaran pada suara gembala, tetapi lari dari suara asing yang tidak sesuai dengan Alkitab.
      Maka kita bisa bertumbuh ke arah kedewasaan rohani sampai kesempurnaan. Kita mengalami penyucian dari tabiat kambing yaitu egois, kepentingan diri sendiri, tidak mau memberi dan mengunjungi.

      Yakobus 1:27

      1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

      Dalam penggembalaan, ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk memelihara hidup kita secara berkelimpahan sampai mengucap syukur.

    3. Firman menjadi terang.
      Mazmur 119:105
      119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      Firman menuntun kita ke masa depan yang terang, berhasil dan indah. Sampai menuntun kita ke Kota Terang (Yerusalem Baru), kandang penggembalaan terakhir. Kita tidak disesatkan atau salah arah.

  3. Kita wajib hidup seperti Yesus.
    1 Yohanes 2:6
    2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

    Mazmur 119:18

    119:18  Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

    Firman pengajaran yang benar sanggup mengubahkan/ membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Yakobus 1:26

    1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

    Mulai dari pembaharuan lidah.   
    Filipi 2:8-11
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Yesus taat sampai mati di kayu salib sehingga mendapatkan nama di atas segala nama untuk mengalahkan setan tritunggal (tiga binatang buas) sehingga lidah kita bisa dikekang/ dijinakkan.

    Bilangan 23:19

    23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

    Lidah yang tidak berdusta, tidak ingkar janji. Lidah bisa berkata benar, jujur, bisa bersaksi, sampai bisa menyeru nama Yesus, menyembah Tuhan.
    Kenyataannya, lidah sering dikuasai binatang buas sehingga sering berdusta. Jika lewat pemberitaan firman tetap tidak berubah, maka Tuhan ijinkan sesuatu yang hebat terjadi, supaya kita bisa menyeru nama Yesus.

    Matius 14:26-33

    14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
    14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
    14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
    14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

    Contoh: Petrus dan kawan-kawan menyebut Yesus sebagai hantu, karena bimbang, sama dengan menghujat pengajaran yang benar. Maka Tuhan ijinkan tenggelam, merosot secara jasmani dan rohani. Namun Petrus masih bisa mengangkat tangan dan berseru kepada Yesus. Maka Yesus mengulurkan tangan untuk menyelesaikan masalah, menyelamatkan dan memakai Petrus.

    Markus 7:25-30

    7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
    7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
    7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
    7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    Contoh lain: perempuan bangsa kafir yang hatinya keras, lidahnya seperti anjing menjilat muntah. Tuhan ijinkan anaknya kerasukan setan, menunjuk kehancuran nikah dan buah nikah, tidak ada damai (letih lesu, beban berat, pahit getir, stres), mengalami kemustahilan. Namun perempuan ini bisa berseru kepada Tuhan sehingga nikah dan buah nikah bisa dipulihkan, ada damai sejahtera, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Lukas 23:39-43

    23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
    23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Penjahat di sebelah Yesus, menunjuk kehidupan yang jahat, najis, gagal total, sampai binasa. Namun masih bisa berseru kepada Yesus, sama dengan mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Maka Tuhan menolong, mengangkat dari kegagalan menjadi berhasil, memberikan suasana Firdaus, sampai hidup kekal.



Tuhan memberkati.