Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2015 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 merupakan 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian, artinya penyucian terakhir yang Tuhan lakukan kepada 7 sidang jemaat akhir jaman supaya tidak bercacat cela, sempurna seperti Yesus, layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Sekalipun banyak kelebihan, jika ada cela, tidak bisa sempurna. Oleh sebab itu kita harus menerima penyucian demi penyucian dari Tuhan, sampai sempurna.
Kita masih mempelajari yang ketiga yaitu sidang jemaat di Pergamus.
Wahyu 2:17
17  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."
Kepada jemaat Pergamus yang menang, sama dengan mau disucikan dari ajaran-ajaran palsu, maka Tuhan memberi 2 janji:
a.       Manna yang tersembunyi
b.      Batu putih yang diatasnya tertulis nama baru.
Kita masih mempelajari yang pertama.
Manna adalah roti dari Surga, sama dengan firman Allah yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat dalam Alkitab, firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Manna adalah roti malaikat, sama dengan firman penggembalaan, yaitu firman yang dipercayakan oleh Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan bagi sidang jemaat.
Ada 3 macam kegunaan Manna:
1.       Keluaran 16:16-21 Manna untuk pemeliharaan hidup sehari-hari
2.       Keluaran 16:22-31 Manna untuk hari Sabat.
3.       Keluaran 16:32-36 Manna yang disimpan dalam buli-buli emas.
Biarlah kita menggunakan waktu untuk mengumpulkan manna, sebab berguna untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.
Kita mempelajari yang ketiga yaitu Manna yang disimpan dalam buli-buli emas.
Keluaran 16:32-34, 36
32 ¶  Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
33  Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
36  Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.
Ibrani 9:4
4  Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
Manna disimpan dalam buli-buli sampai turun temurun, sama dengan buli-buli emas berisi manna. Arti rohaninya yaitu iman yang permanen/ sempurna.
Sehebat apa pun manusia di dunia hanya buli-buli tanah liat yang mudah retak dan hancur, gampang kecewa menghadapi sesuatu sampai tinggalkan Tuhan, gampang bangga, gampang jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa: dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang hancur).
Supaya tidak retak dan hancur, harus diisi manna, yaitu firman pengajaran yang benar, firman penggembalaan. Maka kita akan mendapat iman yang permanen/ sempurna.
Proses perkembangan iman sampai sempurna (kita belajar dari tabernakel):
1.       Masuk pintu gerbang, artinya: beriman atau percaya kepada Yesus.
Roma 10:17
17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Iman yang benar berasal dari mendengar firman yang diurapi Roh Kudus, firman pengajaran yang benar. Iman yang benar menyelamatkan kita.
Setan berusaha menghalangi supaya manusia tidak mendengar firman pengajaran yang benar, tidak memiliki iman yang benar, supaya tidak selamat. Setan mengganggu saat pemberitaan firman. Gembala diganggu supaya tidak memberitakan firman pengajaran, tetapi melawak, mendongeng, dl yang tidak menghasilkan iman yang benar, malah menyesatkan. Sidang jemaat diganggu supaya ngantuk, main-main, dll sehingga tidak mendapatkan iman yang benar.
Mazmur 118:19-21
19 ¶  Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
20  Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
21  Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
Sikap yang benar yaitu berseru kepada Tuhan, ada kerinduan untuk mendapatkan pembukaan firman Allah sehingga kita mendapat iman yang benar, yang menyelamatkan.
Jika ada pembukaan rahasia firman (sama dengan pembukaan pintu Surga) maka pintu-pintu di dunia akan terbuka, semua masalah bisa diselesaikan.
Bukti pintu Surga terbuka bagi kita:
a.       Kita selalu berada di rumah Allah, setia dan tanggungjawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Kejadian 28:16-17
16 ¶  Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
17  Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
b.       Ada perpuluhan, sebagai pengakuan bahwa seluruh hidup kita berasal dari Tuhan.
Kejadian 28:20-22
20  Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
21  sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
22  Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

2.       Meja roti sajian di ruangan suci, sama dengan iman yang teguh.
Sekarang artinya ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
Keluaran 26:29
29  Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.
Roti menunjuk firman. Roti juga menunjuk tubuh Yesus. Korban curahan menunjuk darah Yesus.
Kita bersekutu dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.
2 Tawarikh 36:15-16
15  Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
16  Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
Dalam kebaktian pendalaman Alkitab, firman pengajaran diulang-ulang, diperdalam dan ditingkatkan, merupakan kasih sayang Tuhan kepada kita.
Mengapa firman pengajaran yang benar harus diulang-ulang?
a.       Untuk memberi kepastian iman sehingga kita memiliki iman yang teguh.
Filipi 3:1b
(3-#1B) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
b.       Sebab firman pengajaran yang benar seperti sabun tukang penatu.
Maleakhi 3:2-3
2  Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3  Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
Diulang-ulang untuk menyucikan noda dalam pakaian pelayanan, terutama noda malas dan jahat [Matius 25:26], supaya menjadi setia dan baik.
Firman pengajaran seperti api tukang pemurni logam untuk membersihkan karat dosa di dalam hati. Karat dosa tidak taat dengar-dengaran, disucikan menjadi taat dan jujur.
Hasilnya, kita bisa menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan, sampai garis akhir. Ditampilkan seperti emas dan perak, bukan rumput dan kayu, sehingga tidak terbakar.
Amsal 10:20a
20 ¶  Lidah orang benar seperti perak pilihan, ….
Perak sama dengan jujur. Emas sama dengan tabiat Illahi, taat dan setia.
Hagai 2:7-9
7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
Perak dan emas adalah milik Tuhan, dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan, tidak bisa diganggu gugat, tidak tergoncangkan, tidak hancur.

3.       Buli-buli emas berisi manna, sama dengan iman yang permanen/ sempurna.
Yakobus 2:17, 19-22
17  Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
19  Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
20  Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
21  Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
22  Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Iman yang sempurna sama dengan iman yang dipraktekkan, perbuatan iman.
Contohnya: Abraham. Perbuatan iman Abraham adalah mempersembahkan Ishak untuk Tuhan.
Artinya, memberikan apa yang Tuhan minta kepada kita lewat firman pengajaran yang benar, sekali pun harus menderita lahir dan batin.
2 Tawarikh 3:1
1 ¶  Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
Di tempat Abraham mempersembahkan Ishak, di situ dibangun bait Allah Salomo. Artinya, arah persembahan/ pengorbanan yang sesuai dengan firman pengajaran yang benar adalah menuju pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Kejadian 22:10-14
10  Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
11 ¶  Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
12  Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
13  Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14  Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Semua yang kita persembahkan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sesuai firman pengajaran benar, tidak akan hilang, tetapi justru kita menemukan Yesus sebagai Kepala (Yehovah Jireh), Dia menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada.
Wahyu 19:7
7  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Sampai menyediakan kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Contoh dari bangsa kafir adalah Rahab, pelacur.
Yakobus 2:25
25  Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Sebenarnya kita bangsa kafir hanya disediakan untuk pembangunan tubuh Babel, pelacur besar, mempelai wanita setan. Sekalipun bangsa kafir sudah jahat dan najis, namun masih ada kesempatan untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus. Tinggal mau atau tidak.
Perbuatan iman dari Rahab adalah menyembunyikan 2 pengintai. Artinya, tidak takut, tidak kuatir, rela berkorban nyawa untuk menuju Kanaan, sama dengan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Yosua 2:18-19
18  sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
19  Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.
Maka Rahab mendapatkan tali kirmizi, sekarang menunjuk darah Yesus/ salib Yesus. Hasilnya:
a.       Darah Yesus sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah krisis dunia.
b.      Darah Yesus sanggup untuk memberikan masa depan yang berhasil dan indah.
c.       Darah Yesus sanggup menyelamatkan seluruh keluarga kita.
d.      Kita dipakai dalam kegerakan tubuh Kristus yang sempurna.
Efesus 2:13-16
13  Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh," sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
14 ¶  Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
15  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
16  dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, menjadi mempelai wanita Tuhan.
Kidung Agung 4:3a
3  Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. ..
Mulut ditandai tali kirmizi, ada kata-kata iman, bisa mengakui kesalahan dan membenarkan firman. Ada kata-kata kesaksian, menyembah Tuhan.
Wahyu 19:6-7
6  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Sampai kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dengan satu suara penyembahan yaitu Haleluya.

Tuhan memberkati.