Ibadah Raya Surabaya, 02 Agustus 2015 (Minggu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.


Wahyu 19 :9

Tema di Medan : "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba".

Perjamuan kawin Anak Domba adalah:

  1. Arti yang pertama yaitu pertemuan antara Yesus yang datang kedua kali dalam kemuliaan--bukan lagi bayi, tidak lagi matidi kayu salib--yaitu sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, dengan sidang jemaat yang sempurna--tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita sorga di awan-awan yang permai.

    Wahyu 20, kita masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai--Firdaus yang akan datang.
    Sesudah itu, Wahyu 21-22, kita masuk dalam Kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem baru.
    Jika kehidupan Kristen tidak sempurna, ada cacat cela sehingga tertinggal saat Yesus datang kedua kali, maka kehidupan itu akan masuk dalam penghukuman Allah atas dunia, hancur dan binasa bersama dunia.




  2. Arti yang kedua, perjamuan kawin Anak Domba adalah nikah yang sempurna/nikah yang rohani antara Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat sebagai Mempelai Wanita Sorga.
    Oleh sebab itu, kita harus menjaga nikah kita secara jasmani di dalam dunia; kita harus menjaga supaya nikah dalam kebenaran, kesucian dan kesatuan.
    Mulai dari awal, yaitu masa perkenalan, masa pacaran, masa pertunangan; harus dijaga. Harus satu iman, harus benar dan suci--jangan sampai jatuh.
    Perjalanan nikah harus dijaga, sampai akhir nikah juga harus dijaga; sampai kita mencapai nikah yang sempurna/nikah yang rohani. Sebab nikah yang rohani merupakan pintu bagi kita untuk keluar dari dunia ini.




Hubungan nikah adalah hubungan kepala dengan tubuh = hubungan kasih yang kekal, yang tidak bisa dipisahkan oleh apapun juga. Oleh sebab itu, kita mutlak harus memiliki kasih Allah supaya menjadi Mempelai Wanita Sorga yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna, untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan permai, sesudah itu masuk Fridaus yang akan datang dan kerajaan Sorga yang kekal.

Tetapi kenyataan yang ada, manusia darah daging tidak mempunyai kasih Allah. Yang ada hanyalah emosi, ambisi, keinginan dan hawa nafsu daging yang mendorong kita untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa; dan binasa selamanya.
Puncaknya dosa yaitu:

  • Dosa makan minum : merokok, mabuk, narkoba.

  • Dosa kawin-mengawinkan : dosa percabulan dengan berbagai ragamnya--lewat pandangan pikiran, perbuatan dan perkataan; sampai penyimpangan seks, sampai pada nikah yang salah.




Darimana kita mendapatkan kasih Allah, supaya bisa masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba?
1 Yohanes 4 : 7-8

Kasih berasal dari Allah sendiri, sebab Allah adalah kasih.

Bagaimana cara Allah memberikan kasih-Nya kepada kita?:
1 Yohanes 4 : 9-10

Yaitu lewat mengutus anak-Nya yang tunggal ke dunia, untuk mati di kayu salib sebagai kurban penebusan/kurban pendamaian--menebus kita dari dosa-dosa = lewat kurban Kristus di kayu salib.

Bagaimana cara kita menerima kasih Allah?:




  1. Cara yang pertama menerima kasih Allah: Berdamai.
    Artinya:




    • Arti pertama: Kita mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan kepada sesama (horisontal), dengan sejujur-jujurnya dan dengan hancur hati/rasa penyesalan/dengan linangan air mata.
      Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Ini menerima kasih Allah lewat berdamai. Kalau mengulangi dosa lagi, maka pengampunan batal.




    • Arti kedua: Kalau ada orang yang mengaku pada kita, maka kita harus mengampuni dosa orang lain dengan setulus-tulusnya dan dengan hancur hati/linangan air mata/terharu; dan melupakannya. Jangan diingat-ingat lagi!




    Jadi, berdamai adalah menangis/hancur hati untuk menyelesaikan dosa-dosa; sehingga darah Yesus menghapus dosa-dosa kita dan membenarkan kita sehingga kita hidup dalam kebenaran/hidup di dalam kasih = menerima kasih Allah.
    Biarlah malam ini kita periksa, apakah kita sudah hidup dalam kasih Allah?

    Hati-hati! Jangan tertawa di dalam dosa! Sebab tertawa di dalam dosa = menangis di dalam neraka. Tetapi kalau kita menangis untuk menyelesaikan dosa, maka kita akan tertawa di sorga.

    Kalau sudah hidup benar, maka kita bisa masuk dalam rumus nikah.

    Efesus 5 : 31

    Rumus nikah yaitu 1+1 = 1.
    1 suami yang benar + 1 isteri yang benar = 1.
    Kalau suami benar, tetapi isteri tidak benar atau suami tidak benar, tetapi isteri benar maka tidak bisa menjadi satu.
    Banyak masalah dalam nikah, tetapi masalah terbesar dalam nikah adalah jika nikah tidak bisa menjadi satu.

    Mengapa nikah tidak bisa menjadi satu?
    Bercerai = kepala dengan tubuh terpisah, sehingga mati. Kalau menikah dengan yang lain, maka menjadi busuk.
    Nikah tidak bisa menjadi satu, karena di antara suami dan isteri bukan salib lagi, tetapi diganti dengan orang ketiga--orang tua, anak, mertua; apalagi kalau diganti dengan PIL/WIL.
    Jadi, yang ada di antara suami dengan isteri hanya ada salib, baru nikah itu bisa menjadi satu.
    Selain itu, bisa juga salib diganti dengan kebenaran diri sendiri; yaitu kebenaran orang berdosa dengan cara menyalahkan orang lain.

    Tetapi selama ada salib, ada kasih Allah, kita hidup benar dan hidup suci, maka nikah bisa menjadi satu daging (Efesus 5:31).
    Kalau nikah sudah menjadi satu daging, maka akan mencapai kesatuan nikah yang lebih besar yaitu kesatuan antara Kristus dengan jemaat--perjamuan kawin Anak Domba (Efesus 5 :32).




  2. Yohanes 14 : 15

    Cara yang kedua menerima kasih Allah: Taat dengar-dengaran kepada perintah Tuhan/mempraktikkan firman pengajaran.

    Bagaimana proses untuk taat/melakukan firman?:




    • Kita mendengar firman dalam urapan Roh Kudus, sehingga kita bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti firman.




    • Selanjutnya, Roh Kudus menolong kita untuk percaya/yakin pada firman, sehingga firman Allah menjadi iman di dalam hati.
      Kalau firman Allah menjadi iman, maka firman Allah/pedang menunjukkan dosa-dosa, sehingga hati kita terharu. Kita sadar ada dosa, menyesal dan mengaku dosa--firman Allah sampai ke dalam hati kita.

      Kisah Para Rasul 2 : 37

      Kalau menyadari dosa, menyesal dan mengakui dosa, maka kita diselamatkan. Jangan seperti Yudas Iskariot, yang selalu berkata, 'bukan aku', sehingga perut hatinya tertimbun dosa dan satu-waktu meledak.
      Hati-hati! Sekarang banyak orang yang lebih senang mendengar firman sampai tertawa-tawa di dalam dosa. Itu neraka selamanya.
      Jadi, ke gereja kita harus mendengar firman yang membuat hati kita terharu sehingga kita menyelesaikan dosa. Jangan mendengar yang lawak-lawak!




    • Mempraktikkan firman = mengasihi Tuhan.
      1 Petrus 1 : 22

      Kalau sudah praktik firman, maka hasilnya:




      • Hasil yang pertama: Kita hidup dalam kesucian.
        Berarti, nikah rumah tangga juga dalam kesucian.
        Hati-hati!Jika nikah tidak suci, maka ada 2 macam kegelapan yaitu kegelapan gantang dan tempat tidur. Tetapi kalau nikah suci, maka kita tidak bisa dihancurkan oleh kegelapan gantang dan kegelapan tempat tidur.
        Kegelapan gantang = kegelapan ekonomi.
        Kegelapan tempat tidur = dosa kawin-mengawinkan.

        Banyak nikah sekarang yang hancur oleh kegelapan gantang dan tempat tidur; baik di negara maju, negara berkembang, maupun negara miskin, dan kegelapan ini melanda segala umur. Mulai dari yang tua sampai bayi.




      • 1 Petrus 1 : 22

        Hasil yang kedua, kita memiliki kasih yang tulus ikhlas, yaitu mengasihi sesama sampai mengasihi musuh--orang yang merugikan kita.
        Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.




      • Hasil ketiga: kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, untuk melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Efesus 4 : 11-12

        Diperlengkapi jabatan pelayanan = kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
        Syarat untuk melayani Tuhan adalah kesucian.

        1 Petrus 2 : 5

        Imam dan raja adalah batu hidup, artinya kita hidup dari kemurahan Tuhan; sehingga dimana saja, kapan saja, situasi apa saja bisa hidup, sampai hidup kekal selamanya.
        Batu hidup = batu indah.
        Jika kita dipanggil untuk melayani Tuhan, kita bukan dipersulit/disiksa, tetapi hidup kita sedang diperindah oleh Tuhan.




  3. Yohanes 11 : 31-32

    Cara yang ketiga menerima kasih Allah: Tersungkur di bawah kaki Tuhan = menyembah Yesus dengan hancur hati/tangisan/linangan air mata--bergumul bersama Yesus, menyerahkan semua kepada Tuhan.

    Maria dan Marta menghadapi Lazarus yang sudah mati 4 hari, artinya:




    • Arti pertama: Menghadapi kerusakan moral.
      Sekarang sudah menghantam di mana-mana, bahkan menghantam hamba-hamba Tuhan. Banyak manusia bahkan hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.




    • Arti kedua: Kehancuran nikah dan buah nikah.




    • Arti ketiga: kehancuran ekonomi, kehancuran studi, masa depan
      .

    • Arti keempat: Kemustahilan.




    Ini yang digunakan setan sebagai senjata, untuk membinasakan hamba Tuhan dan pelayan Tuhan.
    2 kesalahan yang sering dilakukan:




    • Meratap = menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan saat dalam keadaan terjepit.
      Kalau meratap, maka tidak akan tertolong.

    • Menertawakan kuasa Tuhan.
      Markus 5 : 39-40




    Yang benar, ktia hanya menyembah Tuhan dengan hancur hati, mengaku hanya tanah liat--tidak layak untuk ditolong, tidak mampu untuk berbuat apa-apa, tidak berharga apa-apa. Kita hanya mengaku, bahwa kita hanya membutuhkan kasih dan kemurahan Tuhan. Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Yohanes 11 : 33-35

    Tuhan paling tidak tahan jika melihat setetes air mata. Senajis apapun kita, tetapi kalau kita bisa menangis hancur hati, maka Tuhan juga menangis dan ada harapan besar, kita pasti tertolong.
    Tuhan menangis = memperhatikan dan mempedulikan kita, Tuhan mengambil tanah liat.

    Yohanes 11 : 39-40

    Hasilnya terjadi mujizat, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia baru. Dimulai dari hati yang keras diubahkan menjadi jujur dan percaya.
    Hati keras, yaitu tidak percaya/ragu pada kuasa Tuhan dan menyembunyikan sesuatu.

    Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi. Yang busuk jadi harum, yang hancur menjadi baik, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Selama kita jujur dan percaya, kita terus diubahkan, setiap langkah kita adalah langkah mujizat baik secara jasmani maupun rohani. Jika Yesus datang kedua kali, maka kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Yesus. Kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.
    Kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu kita masuk Firdaus yang akan datang sampai masuk Yerusalem baru.




TUHAN memberkati.