Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang II, 20 Agustus 2014 (Rabu Pagi)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Ini adalah satu-satunya suara/ kabar yang dibutuhkan pada tengah malam/ akhir jaman, yaitu Kabar Mempelai.

Ada 2 macam pemberitaan firman Allah menurut Rasul Paulus:
  1. Injil keselamatan = firman penginjilan = susu = Kabar Baik.
    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Injil keselamatan adalah Injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia, mati di kayu salib, untuk menyelamatkan manusia berdosa. Prosesnya adalah adalah percaya Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat, bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan), baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Kita mendapatkan hidup baru, yaitu hidup Surgawi, hidup dalam kebenaran. Benar sama dengan selamat, tidak dihukum melainkan diberkati oleh Tuhan.

    Tetapi sayang, banyak hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang sudah berhenti sampai diselamatkan dan diberkati. Sesudah diselamatkan dan diberkati, masih bisa berbuat dosa. Oleh sebab itu, perlu pemberitaan firman Allah yang kedua.

  2. Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bertama dua = makanan keras = Kabar Mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.


    Yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Pria Surga, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga.

Matius 24:31
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Pada akhir jaman, malaikat meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya, untuk menyatukan dan menyucikan sidang jemaat dari 4 penjuru bumi, supaya menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sangkakala yang dahsyat bunyinya sama dengan Kabar Mempelai, sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari bermata dua. Ini dibutuhkan untuk menyatukan dan menyempurnakan gereja Tuhan.
Sangkakala ditiup oleh malaikat, menunjuk pada gembala sidang. Satu sangkakala ditiup oleh satu malaikat.
Sangkakala yang dahsyat bunyinya jika ditiup berulang-ulang akan menjadi firman penggembalaan, yaitu firman pengajaran yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai) yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berulang-ulang, teratur, berkesinambungan, dan tertib. Sehingga firman penggembalaan menjadi makanan bagi sidang jemaat, supaya jemaat bertumbuh ke arah kedewasaan rohani. Atau, firman penggembalaan menjadi peringatan untuk menyucikan sidang jemaat sampai sempurna seperti Yesus.

Firman penggembalaan yang benar mengandung kuasa penebusan dan pembebasan, untuk melepaskan gereja Tuhan dari dosa-dosa, sedikit demi sedikit, sampai sangkakala terakhir kita benar-benar bebas dari segala dosa. Kita menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanitaNya, untuk bertemu dengan Dia dan masuk Perjamuan Kawin Anak Domba.

Imamat 25:8-10,23-24,28
25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

25:23 “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
25:24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
25:28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya.”

Sangkakala ditiup pada tahun Yobel/ tahun pembebasan. Jika ada orang yang jatuh miskin sampai menjual tanah, maka tidak boleh dijual mutlak, artinya harus bisa ditebus kembali. Tetapi, kalau tidak punya uang untuk menebusnya, maka pada saat sangkakala ditiup pada tahun Yobel, tanah harus dikembalikan pada pemiliknya dengan bebas.
Artinya bagi kita adalah jika ada hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang jatuh kerohaniannya sampai dalam kenajisan, perzinahan, dll., tetapi jika masih mau mendengar Kabar Mempelai (bunyi sangkakala yang keras), maka Tuhan menyediakan penebusan lewat korbanNya di Joljuta.

Pagi ini kita belajar contoh penebusan pada keluarga Elimelekh/ Naomi, yaitu penebusan tanah sekaligus Rut yang adalah bangsa Kafir.
Rut 1:1-6
1:1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.


Elimelekh bersama keluarganya meninggalkan Betlehem (rumah roti) menuju Moab. Ini adalah keputusan yang salah total. Ini adalah gambaran hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang meninggalkan Kabar Mempelai.

Betlehem adalah rumah roti tetapi terjadi kelaparan. Mengapa hamba Tuhan/ pelayan Tuhan meninggalkan Kabar Mempelai?
  1. Sebab terjadi kelaparan rohani, karena ada dosa yang dipertahankan/ disembunyikan. 
  2. Sebab mencari sesuatu di dunia, yaitu kebutuhan hidup, kedudukan, hiburan, dll. sampai rela meninggalkan firman pengajaran yang benar.
Akibatnya fatal, yaitu mengalami tiga kali kematian. Artinya:
  1. Kematian tubuh/ jasmani. Segala perkara jasmani yang dicari sampai mengorbankan firman pengajaran yang benar, akan hancur.

  2. Kematian rohani, yaitu kering rohani, terpisah dari Tuhan, sehingga jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    Kalau sudah kering rohani, celakanya adalah tidak pernah menyesal lagi setelah jatuh-bangun dalam dosa, tidak pernah mengaku dosa malah menyalahkan orang lain. Kehidupan semacam ini tidak akan pernah tertolong, kecuali oleh bunyi sangkakala.

  3. Kematian kedua di neraka lautan api dan belerang.
    Wahyu 20:14-15
    20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
    20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Jangan mundur dan jangan meninggalkan firman pengajaran yang benar yang sudah kita alami, apa pun alasannya. Sebab akibatnya sangat fatal, yaitu maut menghadang untuk membinasakan.

Elimelekh adalah gambaran laki-laki dan gembala. Harus hati-hati jangan sampai meninggalkan firman pengajaran yang benar.
Naomi adalah gambaran istri/ penolong. Saat suami salah, istri jangan mendukung dan ikut-ikutan, tetapi harus banyak berdoa dan menyembah.

Naomi meninggalkan Betlehem menuju Moab. Sebaliknya, Rut yang adalah seorang janda dan kafir, tidak berdaya, tidak berharga, najis, tetapi bisa datang ke Betlehem, semata-mata hanya karena kemurahan Tuhan.

Roma 11:30-31
11:30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,
11:31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.


Karena sebagian Israel tegar hati dan menolak Yesus, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa Kafir (yang seperti anjing dan babi) untuk diselamatkan dan menjadi dombanya Tuhan yang tergembala.

Matius 15:24-28
15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
15:26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
15:27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Janda ini adalah gambaran kehidupan yang tidak berdaya. Ibu bangsa kafir ini menjilat remah-remah roti, yaitu menghargai dan menerima firman pengajaran yang benar. Keadaan ibu ini adalah seperti anjing, buah nikahnya dirasuk setan. Mungkin kita datang dalam keadaan gagal, nikah dan buah nikah telanjang, tetapi kalau bisa menghargai firman pengajaran yang benar, maka kita masih bisa ditolong dan diangkat oleh Tuhan. Kalau nikah bisa ditolong, maka semua masalah akan bisa ditolong.

Sikap kita terhadap firman pengajaran yang benar, sangat menentukan nasib kita di bumi ini sampai di Surga yang kekal.

Rut 2:2-3,8
2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”
2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.

Untuk bangsa Kafir bisa makan firman (memungut jelai), itu hanya karena kemurahan Tuhan dan kelembutan hati kita (Rut harus meminta ijin lebih dulu).
Jelai ini lebih rendah dari gandum. Artinya mungkin kita mendengar firman pengajaran yang sederhana, disampaikan dengan bahasa sederhana. Tetapi kita harus benar-benar menghargai firman.

Mengumpulkan jelai yang tercecer atau menjilat remah-remah roti, adalah sikap yang tidak layak dan sikap yang sangat membutuhkan.
Boas berkata pada Rut supaya tidak pergi ke ladang lain, artinya jangan beredar-edar, tetapi kita harus berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar.

Proses menghargai firman pengajaran yang benar:
  1. Menndengar firman pengajaran dengan sungguh-sungguh, dengan kerendahan hati dan dengan kebutuhan dalam urapan Roh Kudus, sampai bisa mengerti dan percaya yakin akan firman.

  2. Praktek firman apa pun resiko yang kita hadapi.
    Rut 2:5-7
    2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”
    2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
    2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

    Saat Rut mengumpulkan jelai, ada perhatian dari Boas. Pag ini, apa pun keadaan kita, kalau kita mau mengumpulkan jelai, maka Tuhan akan memperhatikan kita. Saat kita menghargai Kabar Mempelai, maka:
    • Yesus Mempelai Pria Surga sedang memperhatikan kehidupan kita sedalam-dalamnya. Tudan sedang menata kehidupan kita pada rel jalur firman pengajaran yang benar yang indah, mulia, dan kekal. Kita tidak perlu takut masa depan lagi.

    • Kita mengalami kebangunan rohani, yaitu di dalam kandang penggembalaan.
      Rut 3:2-3
      3:2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
      3:3 maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.

      Ada 3 aktivitas dalam kandang penggembalaan:
      • Kita sedang dimandikan, menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (meja roti sajian).
      • Berurap, menunjuk ketekunan dalam Ibadah Raya (pelita emas).
      • Memakai baju bagus, menunjuk pada ketekunan dalam ibadah Doa (Prayer Service).
      Keberhasilan pemberitahaan firman pengajaran yang benar adalah kalau lewat dorongan firman sidang jemaat bisa masuk dalam 4 macam ibadah dalam kandang penggembalaan.

    Rut 3:10
    3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

    Hasil berada di kandang penggembalaan adalah menyalami penyucian tubuh jiwa roh secara intensif oleh Allah tritinggal, sampai daging tidak bersuara lagi. Tirai terobek menunjuk pada kesucian yang stabil, dalam penderitaan apa pun kita tetap hidup suci. Kalau sudah stabil, maka akan meningkat sampai mencapai kesempurnaan.

    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau sudah hidup suci, maka Tuhan pasti akan memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Yohanes 10:16
    10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

    Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, satu kawanan dengan satu Gembala, sampai menjadi satu tubuh dengan satu Kepala yaitu Yesus.

    Rut 3:11
    3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

    Rut yang adalah bangsa kafir menjadi saksi di tengah-tengah orang Betlehem. Kalau bangsa Kafir punya kesucian, maka kita akan dipakai untuk membawa Kabar Mempelai dari timur ke negara-negara barat ke Samaria dan Yudea, sampai ke Yerusalem.

    Posisi Rut adalah duduk di bawah kaki Boas.
    Rut 3:8-9
    3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    3:9 Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.”

    Posisi kehidupan yang masuk kebangunan rohani adalah duduk di bawah kaki Tuhan untuk mengalami naungan sayap Tuhan. Ini adalah kasih setia Tuhan yang ajaib, besar, dan abadi. Hasilnya:
    • Kasih setia Tuhan yang ajaib, besar, dan abadi, sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah padang gurun dunia sampai di jaman antikris berkuasa 3.5 tahun di bumi.
      Mazmur 17:8
      17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    • Kasih setia Tuhan yang ajaib, besar, dan abadi, sanggup melepaskan kita dari dosa-dosa sampai dosanya Babel.
      Zakharia 2:7-8
      2:7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
      2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--:


    • Kasih setia Tuhan yang ajaib, besar, dan abadi, sanggup menebus bangsa Kafir sampai menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap masuk Perjamuan Kawin Anak Domba.
      Rut 4:5-8
      4:5 Tetapi kata Boas: “Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya.”
      4:6 Lalu berkatalah penebus itu: “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.”
      4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
      4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: “Engkau saja yang membelinya.” Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

      Sebenarnya ada penebus pertama, yaitu hukum taurat, tetapi tidak bisa menebus bangsa Kafir sebab hukum taurat hanya untuk bangsa Israel.
      Penebus kedua adalah Boas, gambaran Tuhan Yesus Kristus. Yesus harus mati di kayu salib untuk menggenapkan hukum Taurat, supaya Yesus bisa menebus bangsa Israel dan bangsa Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Yohanes 1:26-27
      1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
      1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”

      Yohanes Pembaptis adalah manusia terbesar, tetapi tidak layak untuk membuka tali kasut Yesus. Artinya Yesus rela mempertahankan kasutnya sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita bangsa Kafir. Apa pun keadaan kita pagi ini, masih ada kasih setia Tuhan.



Tuhan memberkati.