Ibadah Doa Malang, 26 Juli 2016 (Selasa Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Bersamaan Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 4:3
3  Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Pribadi Yesus bagaikan batu permata yang memancarkan sinar kemuliaan untuk menerangi manusia yang hidup dalam kegelapan di dunia, supaya menjadi sempurna, untuk layak duduk bersanding dengan Yesus di tahta Surga.
1 Petrus 2:6-7
6  Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
7  Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Yesus sebagai batu permata sudah dibuang oleh tukang bangunan, artinya Yesus rela mati di kayu salib untuk melakukan 2 hal:
  1. Menjadi batu penjuru, dasar dari pembangunan rumah rohani, tubuh Kristus yang sempurna.
  2. Menjadikan batu keras (bangsa kafir) menjadi batu hidup (imam dan raja), untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Sampai menjadi batu permata, kehidupan yang sama mulia dengan Tuhan.
1 Petrus 2:5
5  Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Jika bangsa kafir menjadi batu hidup, menjadi imam dan raja, merupakan kemurahan/ anugerah Tuhan yang besar, yang seharga korban Kristus. Oleh sebab itu, bangsa kafir harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sama dengan menghargai korban Kristus.
Jika tidak setia atau tidak aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sama dengan tidak menghargai kemurahan Tuhan/ korban Kristus.
Bangsa kafir aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Jika tidak menempatkan Yesus sebagai Kepala, maka yang menjadi kepala adalah serigala dan burung.
Matius 8:20
20  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Keluhan Yesus bahwa yang menjadi kepala dalam kehidupan bangsa kafir adalah serigala dan burung, roh jahat dan roh najis. Akibatnya: masuk dalam pembangunan tubuh Babel, yang akan dibinasakan.
Wahyu 18:2
2  Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
Oleh sebab itu, biarlah kita aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Mulai dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.
Praktik menempatkan Yesus sebagai Kepala:
1.     Kita memiliki pikiran salib.
1 Petrus 4:1-2
1  Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
2  supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Yaitu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa (bertobat, mati terhadap dosa), dan untuk menurut kehendak Allah, mulai dari baptisan air.
Matius 3:15-16
15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikubur dalam air bersama Yesus dan bangkit untuk menerima hidup baru, hidup Surga, yaitu hidup dalam kebenaran. Menjadi senjata kebenaran [Roma 6:13]
Mazmur 5:13
13  Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Hasilnya: kita dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan yang besar. Kita dipindahkan dari suasana kutukan menjadi suasana Firdaus.  

2.   Memikirkan dan mencari perkara Surga lebih dari perkara dunia.
Kolose 3:1-2

1  Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Matius 6:31-34
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara. Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.
Hasilnya:
a.       tidak ada kekuatiran/ ketakutan untuk hidup sekarang sampai masa depan, kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
b.      Semua akan ditambahkan, tidak pernah kekurangan, kita hidup dari salib. Sekalipun kita kecil tidak berdaya, kita hidup dari anugerah Tuhan yang besar. Kita hidup dalam kelimpahan, sampai bisa mengucap syukur.
c.       Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Wahyu 19:11
11  Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

3. Menyembah Tuhan.
Hubungan tubuh dan Kepala adalah leher, menunjuk doa penyembahan.
Yohanes 9:34-35, 37-38
34  Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35  Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
37  Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38  Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
Saat kita seorang diri, tidak ada yang menolong/ memperhatikan, merupakan saat yang tepat untuk kita menikmati doa penyembahan.
Dalam doa penyembahan, mata hanya memandang Tuhan, mulut berkata-kata kepada Yesus, mulut menyeru nama Yesus, tangan diangkat kepada Tuhan, percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk:
a.       Menolong kita tepat pada waktunya.
Ibrani 4:14-16
14  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
16  Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah kita tepat pada waktunya.
b.      Menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya [Pengkhotbah 3:11].
c.       Mengangkat kita pada waktunya.
1 Petrus 5:6
6  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Tuhan, layak duduk bersanding dengan Tuhan di tahta Surga.
Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Tuhan, layak duduk bersanding dengan Tuhan di tahta Surga.
Ruth 3:18
18  Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."
Yesus tidak akan berhenti sebelum semua selesai pada waktunya.

Tuhan memberkati.