Ibadah Raya Surabaya, 24 Juni 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 15b-16
7:15b. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.


Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018).

Kita masih belajar dari perjanjian lama, siapa yang berhak mendapatkan naungan sayap Tuhan? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018)
Mazmur 68: 6-7
68:6. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada
orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Yang berhak menerima naungan sayap Tuhan adalah:




  1. Orang sebatang kara= orang asing--putus hubungan dengan dunia; tidak terikat dengan dunia--(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018). Orang asing sama seperti Abraham, Ishak, dan Yakub yang tinggal di kemah. Esau di luar kemah--penggembalaan--, hilang selamanya.




  2. Anak yatim--putus hubungan dengan bapa yang lama--setan--, dan menjadi anak-anak Allah (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2018).

  3. Para janda.


AD. 3. PARA JANDA

Janda secara jasmani aritnya putus hubungan dengan suami--suami meninggal dunia.
Secara rohani janda artinya putus hubungan dengan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

Roma 8: 7-8
8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Keinginan daging membuat hamba/pelayan Tuhan tidak takluk kepada hukum Allah, artinya tidak taat dengar-dengaran pada firman Allah sehingga menjadi musuh Allah, yang hanya akan dibinasakan selamanya.
Dulu di Taman Eden, begitu Adam dan Hawa tidak taat diusir ke dunia. Sekarang di dunia tidak taat lagi, akan diusir ke neraka, binasa untuk selamanya.

Jadi, janda secra rohani adalah orang yang terlepas dari keinginan dan hawa nafsu daging, sama dengan taat dengar-dengaran pada firamn Allah sampai daging tidak bersuara lagi.

Prosesnya: lewat doa penyembahan. Baik janda-janda secara jasmani (maaf) harus banyak menyembah, dan kita janda secara rohani juga banyak emnaikkan doa penyembahan: doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk, seperti yang diajarkan oleh Tuhan.

Di dalam Tabernakel, tingkatan ketaatan:






Contoh kehidupan yang taat dengar-dengaran dari bangsa kafir: janda Sarfat.
Sebenarnya yang berhak menerima nauangan hanya janda Israel, tetapi karena sebagai Israel menlak, maka janda bangsa kafir juga mendapat kesempatan dan kemurahan Tuhan menerima naungan sayap Tuhan.

1 Raja-raja 17: 7-12
17:7. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9. "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
17:10. Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

Sidon= wilayah kafir.
Dunia akhir zaman akan sama seperti dulu terjadi pada janda Sarfat, yaitu terjadi kelaparan. Kita akan dilanda oleh kepalaran dobel:




  1. Kelaparan secara jasmani= krisis di segala bidang.
    Apa penyebabnya?




  2. Kelaparan secara rohani= kelaparan akan firman Allah.
    Amos 8: 11-14
    8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Sekarang kalau kita lihat di gereja-gereja, firman palign disingkirkan. Apalagi ibadah kaum muda. Kaum muda paling tidak suka firman. Firman tidak ada lagi, dan diganti sharing, bergurau. Sekolah minggu juga.

    "Saya menerima Wa, sekarang ada di komputer, sudah ada bahannya, tinggal jelaskan sedikit pada murid-murid. Bahannya sudah diatur semua. Arahnya pada kelaparan. Dibilang modern, tetapi setan mengarahkan pada kelaparan, yaitu supaya tidak mendengar firamn.
    Ada murid bertanya saya: Semua gereja sudah ikut, om. Saya mau jawab: Tidak usah ikut-ikut. Tetap persiapkan firman untuk anak-anak, bukan orang lain, guru-gurunya yang tahu kebutuhan muridnya."

    Kalau rohani tidak makan, akibatnya: rebah dan tidak banngkit-bangkit--jatuh dalam dosa bahkan sampai puncaknya dosa yaitu doas makan minun dan kawin mengawinkan. Dan celaknya, tidak bangkit-bangkit lagi; sudah enjoy dalam dosa. Pemain musik merokok dianggap biasa, yang penting pintar mainnya. Bayangkan kalau pelayannya rebah, bagaimana yang dilayani? Siapa saja, termasuk saya, hebat sekalipun kalau tidak makan, pasti satu waktu rebah. Biarpun dia bilang 'aku tidak apa-apa', dia sudah rebah. Tidak mungkin tidak. Semakin keras berkata: tidak apa-apa, semakin keras rebahnya.


Manfaatkan kesempatan ini. Biar kita berguna agak tiap ibadah pelayanan kita bisa makan firman dan menikmatinya sampai merdarah daging dalam hidup kita.
Sebaliknya, apapun keaddaan kita sekarang--sudah rebah, kacau, gagal--, kalau masih mau mendnegar firman Allah yang benar dna menikmatinya, kita masi bisa dibangkitkan, karena dalamf iramn ada kuasa kebangkitan. Kita bisa dipulihkan, bahkan suci sampai sermpurna. Tuhan tolong semua. Sungguh-sungguh manfaatkan!

"Ada yang mengajarkan tidak perlu kerja dan ku.iah keras. Saya tidak mau. Yang jasmani tetap, kerja dan kulah keras, tetapi lebih keras ibadah pelayanan. Makan itu yang nomor satu. Kalau tidak makan, jangan bicara soal masa depan dan pelayanan."

Kalau sudah makan, kuasa firamn mampu membangkitkan, memulihkan, menyucikan sampai menyermpuankan kita.

Mengapa Tuhan izinkan kelaparan dobel terjadi? Kita belajar dair zaman Yusuf. Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya. Secara logika tidak akan bertemu, berarti dua belas suku tidak bertemu. Tuhan pakai cara, sehingga dua belas suku Israel bisa menjadi satu. Begitu juga dengan kita sekarang.

Sekarang Tuhan izinkan supaya terjadi pembangunan atau kesatuan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Itu tujuannya. Krisis terjadi supaya kita merindu untuk mencari firman dengan sungguh-sungguh.

Jangan tunggu nanti kalau sudah diberkati baru mau setia. Justru di saat krisis kita setia. Di kitab Hagai, rumah Allah selesai justru saat krisis. Itu adalah nubuatan. Saat krisis adalah saat kita aktif mencari firman Tiuhan; mengumpulkan firman sebagyak-banyaknya dan mempraktikkannya.

Satu waktu gairah untuk mencari firman tidak bisa ditahan lagi. Sama seperti dulu saudara Yusuf didorong terus oleh Yakub--gambaran dari Roh Kudus. Sekarang, gairah bangsa kafir adalah mencari firamn pengajaran yang benar. baru mendnegar satu kali sudah ingin dengar lagi. Nanti akan menggairahkan bangsa Israel juga. Firman penginjilan akan ditolak di Israel,t etapi berita Yesus akan datang, itulah yang ditugngu di Israel.

Bagaimana cara mengatasi kelaparan?
1 Raja-raja 17: 11-12
17:11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

Bangasa kafir banyak menggunakan cara sendiri untuk menghadapi kelaparan/krisis di dunia, yaitu mengandalkan tepung dan minyak dari dunia--hal-hal jasmani dari dunia, seperti ijazah, modal, gaji. Itu semua hanya sarana, tetapi tidak bisa diandalkan. Ini kesalahan bangsa kafir, dan pada akhirnya akan mati.
Segala yang ada di bumi tidak mampu menolong bangsa kafir untuk keluar dari kriis jasmani apalagi krisis rohani. Hanya berakhir dengan jalan buntu--kematian, kegagalan, mati rohani, dan kebinasaan selamanya.

Cara yang benar adalah memakai cara Tuhan. Cara Tuhan memang di luar logika. Sama seperti Petrus semalam-malaman tidak menangkap ikan, lalu siang hari Tuhan suruh tebarkan jala. Cara Tuhan adalah iman, di luar logika. Kalau iman bisa menerima maka logika juga bis amenerima karena iman lebih tinggai dari pengetahuan apapun.
1 Raja-raja 17: 13-16
17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
17:15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

'buatlah lebih dahulu bagiku'= sepertinya kejam sekali. Firman untuk menyucikan seringkali seperti tidak ada kasih. Kalau firamn memperbolehkan berbuat dosa dibilang: hebat. Salah!

Cara Tuhan untuk mengatasi kelaparan jasmani dan rohani adalah:




  1. Tepung dan minyak dikaitkan dengan Tuhan= firman Allah dan urpaan Roh Kudus.
    Kalau dikaitkan dengan diri sendiri--'untukku dan anakku'--, akan mati. Jadi segala sesuatu di dunia harus dikaitkan dengan Tuhan.

    Segala yang kita dapat di dunia ini harus mendorong kita untuk mencari firman. Semakin diberkati kita semakin tekun mencari dan makan firamn. Kalau menjauhkan kita dari firman, berarti memakai cara sendiri.

    Tempayan= kehidupan kita, manusia tanah liat yang ahncur dan binasa. Harus diisi dengan tepung dan minyak.
    Manusia tanah liat yang ahncur, rapuh, dan biansa harus diisi dengan firman Allah, urapan Roh Kudus, dan kasih Allah--tiga hal ini tidak bisa dipisahkan. Saat-sat ibadah semacam ini adalah saat yang paling tepat untuk diisi dengan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.

    Kita sudah percaya Yesus dan bertobat--firman penginjilan. Yang bukan keturunan kristen sangat bisa mengerti firman penginjilan--susu. Tetapi sekarang untuk menghadapi lapar harus ada makanan keras, itulah firman pengajaran, supaya tidak lapar.

    Proses diisi firman Allah--terutama firamn pengajaran/kabar mempelai--:
    Roma 10: 17-19, 21
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    10:18. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."
    10:19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
    10:21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

    Kristus= Yang diurapi.




  2. Cara yang kedua: kita mempersembahkan roti bundar yang kecil.
    1 Raja-raja 17: 13-14
    17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:14. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."

    Bundar= tidak ada ujung pangkalnya.
    Prktik firman sama dengan hidup kekal.

    Yohanes 8: 51
    8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

    Kalau kita taat pada firman, selain hidup dalamt angan Tuhan kita juga tidak dikuasi maut.

    Roti bundar kecil= ketaatan dimulai dari perkara kecil. Jangan abaikan yang kecil-kecil! Kalau yang gampang saja tidak taat, apalagi yang lebih sulit.
    Begitu tidak taat, habis. Yosua melawan Yerikho yang besar, menang. Tetapi melawan Ai yang kecil, kalah, karena Akhan tidak taat.

    Rumus kerajaan sorga; tidak ada jadi ada; kecil jadi besar. Kita taat mulai dari perkara yang kecil.
    Perkara kecil= milik Tuhan yang kecil adalah persepuluhan. Akhan mencuri milik Tuhan yang harus dibawa ke rumah Allah.
    Hati-hati dengan persepuluhan dan persembahan khusus.

    Kalau kita mengembalikan milik Tuhan kita akan masuk rumus sorga: tidak ada jadi ada, kecil jadi besar. Kalau tidak taat, akan hancur. Orang yang mendngar firamn tetap tidak melakukannya, ia seperti membangun rumah di atas pasir, akan hancur dan tidak bisa diperbaiki.
    Tidak taat pada perkara kecil, perkara besarpun akan hancur. Biar perusahaan besar, kalau tidak taat dari perkara kecil, akan hancur.

    Tadi yang pertama; kaitkan semua dengan firman. Kedua: ketaatan.




  3. Cara yang ketiga: roti bundar kecil harus dibakar.
    1 Raja-raja 17: 12
    17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

    Sudah taat tetapi masih harus dibakar. Itulah cara mengatasi krisis di dunia.
    Artinya: mengalami percikan darah; sengsara daging tanpa dosa.

    Sudah diisi firman, sudah setia, tetapi masih sengsara, untuk apa? Membakar daging yang egois--'untukku, untuk anakku, lalu mati'. Kehidupan yang egois akan menjadi kikir dan serakah, sehingga tidak bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
    Tidak bisa memberi= tidak bisa melayani.

    Biarlah kita mau dibakar, sehingga kita bis amengasihi Tiuhan lebih dari smeua; mngutamakan Tuhan, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita memperhatikan kepentingan Tuhan dan sesama. Mulai dari rumah tangga, jangan egois. Dalam penggembalaan, perhatikan, antar penggembalaan, korban waktu.
    Daging apapun--malas, najis--, bakar, supaya jadi roti bundar kecil yang matang, yang memuaskan Tuhan. Dan ia akan memuaskan kita dalam ibadah pelayanan.

    1 Timotius 6: 6
    6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

    Rasa puas= keuntungan besar. Sekalipun kecil tetapi kalau kita bisa mengenyangkan Tuhan, kita akan mendapatkan keuntungan besar, itulah dua sayap burung nasar yang besar--naungan sayap Tuhan.

    Kegunaan dua sayap burung nasar yang besar:





Tuhan memberkati.