Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7
Dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu 7 terkena pada buli-buli emas berisi manna--salah satu alat di dalam tabut perjanjian.
Manusia darah daging adalah bejana tanah liat/buli-buli tanah liat yang rapuh, gampang berbuat dosa, kecewa, putus asa, bangga dan lain-lain, sampai hancur binasa selamanya.

Oleh sebab itu harus diisi dengan manna, sekarang artinya harus diisi dengan firman penggembalaan/firman pengajaran yang benar, yagn diulang-ulang sehingga bisa menjadi buli-buli emas berisi manna.

Buli-buli emas artinya iman yang sempruna dan kehidupan yang mengalami keubahan hidup sampai sempurna seperti Yesus.

Seluruh wahyu 7 masih merupakan pembukaan meterai yang keenam.
Jadi, ada tiga hal yang terjadi pada pembukaan meterai yang keenam:




  1. Wahyu 6: 12-17= hukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus yaitu terjadi gempa bumi secara jasmani terutama secara rohani: dunia dengan segala pengaruhnya, yang mengakitbatkan:




    Semua ini menuju pada kebinasaan.




  2. Wahyu 7: 1-3
    7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
    7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
    7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

    Yang kedua: angin tidak beritup lagi di darat.




  3. Wahyu 7: 4-8= pemeteraian bangsa Israel menjadi inti mempelai wanita Tuhan.
    Wahyu 7: 9-17= pemeteraian bangsa kafir menajdi kelengkapan mempelai wanita Tuhan.

    Kalau digabung, bangsa kafir dan israel menadi satu tubuh Kristus/mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.


Jadi, memang ada penghukuman, tetapi juga ada pemeteraian.
Kita sudah mempelajari bagian I.

AD. 2 ANGIN TIDAK BERTIUP
Wahyu 7: 1-3
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Pengertian angin secara rohani:




  1. Yohanes 3: 5-8
    3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Yang pertama: angin adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh; mengalami baptisan air dan Roh Kudus sehingga bisa menghampakan/merendahkan diri.

    Angin itu hampa; ada tetapi tidak ada; ada tetapi mengaku tidak ada. Bukan dibalik, kalau tidak ada tetapi megnaku ada, berarti sombong, itu sama dengan setan. Pencipta dunia adalah Tuhan tetapi setan berkata: Sembah aku, dan dunia aku berikan pada-Mu.




  2. 2 Korintus 4: 7, 11
    4:7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4:11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

    'harta'= firman pengajaran yang benar.
    'hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini'= buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.

    Yang kedua: angin adalah kehidupan yang dibaharui oleh kekuatan firman Tuhan sehingga bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib; sama seperti angin, ke mana kita tiup ke sana dia pergi.


Jadi, contoh angin adalah Yesus.
Filipi 2: 5-8
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus menghampakan diri sampai mati di kayu salib sehingga menjadi utusan dari sorga--angin dari sorga yang ditiupkan ke bumi ini, untuk memberikan kehidupan, keharuman, dan kesegaran di bumi yang dikuasai setan. Bumi inisudah mati oleh dosa, dipengaruhi setan, tidak ada kematian dan semua mati di dalam dosa. Bumi sudah busuk--perempuan Samari asudah lima kali kawin cerai dan berikutnya tidak ada ikatan lagi.
Bumi juga sudah kering, letih lesu, susah payah, air mata, karena itu Tuhan berikan kesegeran.

Yesus dibaptis dalam air lalu keluar dari air dan Ia menerima Roh Kudus. Seharusnya Ia tidak perlu dibaptis, tetapi Ia menghampakan diri.
Yesus adalah firman--pada mulanya adalah firman--; bejana tanah liat tetapi diisi firman sehingga bisa taat sampai mati di kayu salib--kita taat sampai daging tidak bersuara.

Salah satu bukti kalau Yesus menjadi angin adalah saat Ia sudah bangkit, murid-murid ketakutan dan mengunci pintu. Nanti kita akan menghadapi juga, yaitu kebencian tanpa alasan, bukan hanya masalah rohani tetapi jgua masalah jasmnani: pekerjaan, sekolah dan sebagainya, sampai kita ketakutan. Di situlah Yesus tampil. Itulah angin yang tidak bisa dihlalangi oleh apapun.

Yohanes 20: 19-23
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

'damai sejahtera'= kesegaran.
'Aku mengutus kamu'= Yesus mengutus murid-murid sebagai angin.
Pada saat murid-murid ketakutan dan mengunci diri karena menghadapi kebencian tanpa alasan, Yesus sebagai utusan sorga/angin dari dsorga bertiup di tengah murid-murid, untuk membebaskan murid-murid dari segala ketakutan, letih lesu dan beban berat, dan sekaligus mengutus mereka sebagai angin yang ditiupkan oleh Tuhan--utusan Tuhan dalam pekerjaan dan urapan Roh Kudus.
Murid-murid ini semua dari bangsa Israel. Mereka harus menghampakan diri dan taat untukb isa bertiup ke mana-mana.

Tetapi bersyukur, kita juga melihat bangsa kafir juga bisa menjadi angin--menghampakan diri dan taat dengar-dengaran. Oleh kemurahan Tuahn bangsa kfir juga bisa menjadi angin--utusan Tuhan yang dipakai dalam pekerjaan Roh Kudus ke manapun untuk membawa keharuman dan kesegaran sorga.

Salah satu contoh: Lukas 7: 1-10
7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5. sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6. Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7. sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9. Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10. Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Yahudi dengan kafir bermusuhan, tetapi perwira ini mengasihi bangsa Yahudi.
Orang bilang: Dia layak ditolong, tetapi dia sendiri berkata: Aku tidak layak. Inilah angin, layak tetapi merasa tidak layak; ada tetapi merasa tidak ada.
Kita seringkali begitu, baru berdoa dua kali sudah merasa layak ditolong. Bangsa kafir yang tidak lahir baru malah terbalik, dia tidak layak--seperti anjing dan babi--tetapi merasa layak.

Bangsa kafir juga bis amenjadi angin. Seorang perwira bangsa kafir punya kedudukan cukup tinggi, banyak jasanya, mengasihi orang Israel dan membangun Bait Allah, dan sangat menghargai hambanya (orang kecil). Benar-benar hebat secara jasmani darn rohani.
Tetapi dengan kehebatannya tidak bisa menyelesaikan masalah. Bangsa kafir dengan segala kehebatannya tidak bisa menyelesaikan masalah. Masalah penyakit tidak bisa, apalagi masalah dosa, tambah tidak mampu apa-apa, sehingga tetap harus binasa selamanya sekalipun hebat--tetap buli-buli tanah liat yng retak, hancur dan binasa.

Buli-buli tanah liat harus diubah menjadi buli-buli emas lewat mendengar sepatah kata firamn--perwiratadi berkata: katakan sepatah kata saja. Ini adalah iman, artinya mendengar dengan sungguh-sungguh, dan dalam pengahargaan yang setinggi-tingginya.
Keubahan hidup adalah menjadi angin, baru menajdi buli-buli emas.

Bagaimana sikap kita dalam mendengar firman? Firman yang dkatakan Yesus adalah firman pengajaran yang benar. Jangan sembarnag mendenga firman! Kalau salah, hancur juga kita.
Kita diubahkan lewat mendengar firamn dengan sungguh-sungguh dan penghargaan setinggi-tinginya--seperti anjing menjilat remah-remah roti.

Kita sudah dibaptis air dan Roh Kudus, lanjutkan dengan keubahan lewat firman. Firman terus diulang-ulang untuk mengubahkan ktia sampai menajdi angin dan buli-buli emas berisi manna, sempurna seperti Yesus--kehidupan Yesus nyata dalam kehidupan kita.

Menjadi angin, berarti menghampakan diri, biar hebat tetapi merasa tidak hebat. Dengan sepatah kata firman,b angsa akfir bisa diubhakan jadi angin.
Kemudian taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara pada Allah Tritunggal.

Dia perwira, jadi mengerti komando. Dia tahu kalau memberi perintah, prajurit harus taat, dan dia juga taat kalau diperintah atasannya.

"Dulu kami punya kenalan tentara yang ke Timor Timur, kalau prajuritnya tidak taat, ditembak sendiri oleh komandannya."

Jenderal= Allah Bapa; Tuhan.
Perwira= Anak Allah; Yesus.
Prajurit= Allah Roh Kudus; Kristus.

Praktik taat dengar-dengaran pada Allah Tritunggal sampai daging tidak bersuara:




  1. Pekerjaan Allah Bapa yaitu mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.
    Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat, yaitu satu-satunya manusia yang tidak berosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusai berdosa.

    Manusia lain termasuk rasul dan nabi tidak bisa karena semua manusia sudha berbuat dosa.

    Sikap kita: harus percaya dan taat pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Tidak boleh bimbang! Inilah ketaatan kita kepada Allah Bapa.




  2. Pekerjaan Anak Allah yaitu mengatakan sepatah kata:




  3. Pekerjaan Allah Roh Kudus, yaitu 'kerjakanlah'.
    Lukas 7: 8
    7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Pekerjaan Roh Kudus adalah menolong kita untuk mengatasi kelemahan-kelemahan daging.
    Siang ini juga Roh Kudus dicurahkan. Yesus sudah ditus, mari percaya Dia sebagai Juruselamat lewat mendengar firman, supaya kita bisa diutus.

    Kemudian Yesus mengutus Roh Kudus.
    Apa kelemahan daging--sekalipun hebat, daging ini lemah--?




    Contoh: perempuan Kanani anaknya dirasuks etan, baru datang pada Tuhan dengan hancur hati--mengaku tidak layak, dan hanya butuh belas kasih Tuhan.
    Markus 7: 25-29
    7:25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
    7:26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
    7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    Dirasuk setan, artinay:





bangsa akfir hebat, tetapi tidak cukup, apalagi seperit ibu ini. Hebat tidak hebat, datang pada Tuhan, Dia akan menolgon.

Tuhan memberkati.