Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Ini sama dengan 7 surat yang ditujukan kepada 7 sidang jemaat bangsa Kafir, sama dengan sengsara daging yang harus dialami oleh 7 sidang jemaat bangsa Kafir atau sidang jemaat akhir jaman. Ini sama dengan penyucian terakhir yang Tuhan Yesus lakukan kepada 7 sidang jemaat bangsa Kafir atau sidang jemaat akhir jaman, supaya tidak bercacat cela dan sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Surga.

Wahyu 2:1-7 adalah tentang sidang jemaat di Efesus.
Wahyu 2:2-4
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Dalam ayat 2-3, Tuhan sangat memperhatikan, menghargai, dan mengingat apa yang telah dilakukan sidang jemaat Efesus untuk pekerjaan Tuhan.

Wahyu 22:12
22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Tuhan membalas semua yang kita lakukan untuk pekerjaan Tuhan, dengan upah untuk hidup sekarang sampai upah hidup kekal selamanya. Tuhan tidak pernah menipu kita.

Wahyu 2:4
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Tetapi Tuhan juga mencela sidang jemaat Efesus atau kita semua, karena banyak kekurangan-kekurangan kita. Memang sakit bagi daging, tetapi maksudnya adalah Tuhan mau menyucikan kita dari segala cacat cela dan kekurangan kita, sampai kita tidak bercacat cela dan sempurna seperti Dia.

Penyucian terakhir bagi sidang jemaat Efesus atau kita semua adalah kehilangan kasih mula-mula.
Kasih mula-mula adalah kasih Allah lewat korban Kristus/ salib Kristus. Kehilangan kasih mula-mula sama dengan tanpa kasih.

Semua yang kita lakukan tanpa kasih adalah sia-sia, tidak ada artinya, bahkan sampai binasa selamanya.

Mengapa bisa kehilangan kasih mula-mula?
  1. Karena memakai kebenaran diri sendiri.
    Prakteknya adalah
    1. Selalu menghakimi orang lain dan Tuhan.
      Lukas 7:36-38
      7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
      7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
      7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

      Prosesnya untuk menerima kasih mula-mula:
      1. Mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti firman, percaya dan yakin pada firman.
      2. Menyeka kaki Yesus dengan rambut, sama dengan menanggalkan kebanggaan-kebanggaan, merasa tidak layak, tidak mampu, merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah kaki Tuhan. 
      3. Mencium kaki Yesus, berdamai dengan Tuhan dan sesama, mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. 
      4. Mengalami minyak urapan Roh Kudus.
        Lukas 7:47,50
        7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
        7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

        Minyak urapan Roh Kudus adalah tanda selamat, tanda kehidupan kita berbau harum dan indah di hadapan Tuhan. Sehingga kehidupan kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, sama dengan membawa bau harum Kristus ke mana pun kita diutus, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

        Minyak narwastu ini mahal harganya. Ini menunjuk pada pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dll. Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan, yaitu firman pengajaran yang benar.

      Lukas 7:36
      7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

      Markus 14:3
      14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

      Lukas 7:39
      7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

      Simon orang Farisi sudah disembuhkan dari kusta, sudah diampuni dan dibenarkan oleh Tuhan, sudah menerima kasih mula-mula. Tetapi Simon selalu memakai kebenaran diri sendiri, selalu menghakimi orang lain dan Tuhan, juga firman pengajaran yang benar. Simon kehilangan kasih mula-mula.

    2. Tidak mau mengampuni dosa orang lain.
      Matius 18:23-27
      18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
      18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
      18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

      18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
      18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

      1 talenta = 6000 dinar.
      1000 talenta = 60.000.000 dinar.
      Upah bekerja 1 hari adalah 1 dinar. Upah bekerja 1 tahun kira-kira 300 dinar. Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk melunaskan hutangnya adalah 200.000 tahun. Ini menunjuk kemustahilan.
      Sehebat apa pun manusia di dunia, tidak bisa melunaskan hutang dosa, sehingga harus hidup dalam kutukan sampai kebinasaan.
      Yesus harus mati di kayu salib untuk menghapus segala dosa kita, sehingga kita bisa menerima kasih mula-mula.
      Dari sini bisa disimpulkan bahwa tidak ada dosa yang tidak bisa diselesaikan oleh Tuhan. Semua dosa sudah diselesaikan oleh korban Kristus di kayu salib, kecuali dosa tidak percaya dan dosa yang tidak diakui.

      Syarat mengalami pengampunan dosa adalah kita harus mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, dan hidup dalam kebenaran. Maka kita akan menerima kasih mula-mula.

      Jika kita sudah mengalami belas kasih Tuhan, sudah mengalami kasih mula-mula, maka kita juga harus mengampuni dosa orang lain.

      Matius 18:28-30,34-35
      18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
      18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
      18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
      18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
      18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."


      Tetapi sayang, kehidupan yang sudah diampuni ini tidak mau mengampuni dosa orang lain. Ini sama dengan kehilangan kasih mula-mula. Dia menjadi hamba yang jahat. Akibatnya:
      • Leher dicekik artinya tidak bisa menyembah Tuhan, kering rohani, tidak ada kepuasan dari Surga. Akibatnya adalah mencari kepuasan-kepuasan lain di dunia, sampai jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
      • Dimasukkan penjara, artinya suasana letih lesu, beban berat, sampai kebinasaan selamanya.


  2. Karena egois, hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.
    Matius 25:41-45
    25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
    25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
    25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
    25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

    Nanti akan terjadi pemisahan antara kambing dan domba.
    Kambing menunjuk pada kehidupan yang sudah menerima kasih mula-mula, sudah diampuni dosa-dosanya, sudah dipakai dan diberkati Tuhan, tetapi egois dan mementingkan diri sendiri karena tidak tergembala dengan benar dan baik. Tidak tergembala berarti tidak mengalami penyucian hati dari keinginan jahat dan najis, sehingga menjadi egois, kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain dan hak Tuhan). Akibatnya adalah menjadi rawa, hanya puas untuk menerima tetapi tidak bisa memberi. 

    Yesaya 14:23
    14:23  "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Arah kehidupan yang egois adalah menuju tubuh Babel, yaitu kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan, menjadi mempelai perempuan Babel yang akan dibinasakan selamanya.

    Domba menunjuk pada kehidupan yang sudah menerima kasih mula-mula, yaitu sudah diampuni dosanya, sudah selamat, sudah dipakai dan diberkati oleh Tuhan, dan mau tergembala dengan benar dan baik.
    Hati-hati, sebab ada gembala pandir, yaitu menambah dan mengurangi firman, merasa lebih pandai dari Tuhan, firman ditafsirkan hanya untuk kepentingan diri sendiri.
    Juga ada gembala pedagang, yaitu tidak memberi makan sidang jemaat, tetapi hanya mencari keuntungan jasmani dari sidang jemaat.
    Seorang gembala yang benar dan baik akan menerima pembukaan firman dari Tuhan, sehingga firman bisa menyucikan hati kita dari kepentingan diri sendiri, dari keinginan jahat dan najis, sehingga kita bisa memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan.

    Yohanes 10:16
    10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

    Kita bisa memberi dan mengunjungi kandang penggembalaan yang lain, sampai menjadi satu kawanan dengan satu Gembala, satu tubuh dengan satu Kepala. Artinya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, bagaikan keledai yang ditunggangi oleh Yesus menuju Yerusalem.

    Jika bangsa Kafir bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, itu semata-mata hanya karena kemurahan dan belas kasih Tuhan yang seharga korban Kristus. Ini tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditukar oleh apa pun juga.
    Langkah-langkah keledai yang ditunggangi Yesus adalah langkah-langkah kemurahan dan belas kasih Tuhan. Ini lebih dari apa pun juga di dunia.

    Hasilnya:
    1. Kita melayani Tuhan dengan langkah-langkah pertobatan, langkah-langkah hidup benar, langkah-langkah keselamatan.
      Roma 2:4
      2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

    2. Langkah-langkah pemeliharaan Tuhan secara ajaib, baik secara jasmani maupun rohani.
      Markus 6:34-37
      6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
      6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
      6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
      6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!"


      Apa yang kita peroleh di dunia (gaji, dll) ditambah dengan pemeliharaan Tuhan akan menjadi berlimpah, sehingga kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan dari Tuhan, selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    3. Langkah-langkah mujizat, baik secara jasmani maupun secara rohani.
      Titus 3:5
      3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Mujizat rohani adalah kita mengalami keubahan hidup dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dimulai dengan taat dengar-dengaran "Ya Abba, ya Bapa". Kalau keledai tidak taat, maka pasti akan terjerumus ke lubang yang dalam.

      Matius 14:14
      14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

      Mujzat jasmani adalah kesembuhan dari penyakit yang sudah mustahil.

      Lukas 7:13-15
      7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
      7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
      7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

      Juga kuasa kebangkitan untuk membangkitkan apa yang sudah mati, dalam pekerjaan, nikah, dll.

      Sampai mujizat terakhir kita diubahkan menjadi sama dengan Dia dan bersama Dia selamanya.



Tuhan memberkati.