Ibadah Doa Surabaya, 30 Juli 2014 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita bersyukur pada Tuhan bahwa di tengah-tengah hiruk pikuk di dunia ini, Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk beribadah melayani Tuhan.

Kita masih belajar Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk pada tujuh percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan pada tujuh sidang jemaat bangsa kafir dalam Wahyu 1: 11.
1:11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."

Artinya sekarang, penyucian terakhir yang dilakukan oleh Yesus kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti

Yesus.

kita membahas satu persatu, dimulai dari penyucian terhadap sidang jemaat di EFESUS (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Wahyu 2: 4
2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

= penyucian terhadap sidang jemaat Efesus, yaitu harus KEMBALI PADA KASIH MULA-MULA.
Kasih mula-mula adalah kasih Allah (kasih agape) lewat kurban Kristus di kayu salib.
Dalam Filipi 2: 8, Yesus taat sampai mati di kayu salib untuk memberikan kaasih Alllah/kasih mula-mula kepada manusia berdosa.

Jadi, kembali kepada kasih mula-mula sama dengan TAAT DENGAR-DENGARAN sampai daging tidak bersuara lagi.

Yohanes 14: 15
14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Kalau kita mengasihi Tuhan (menerima kasih agape), kita akan taat dengar-dengaran.

Kenyataannya, dari jaman ke jaman, manusia tidak taat dengar-dengaran, yaitu:



  1. zaman Allah Bapa (zaman permulaan).
    Diwakili oleh Adam dan Hawa tidak taat, sehingga telanjang.
    Pada jaman Nuh, banyak manusia yang tidak taat, bahkan anak kecil juga tidak taat dan hanya 8 orang yang selamat.
    Ini pelajaran bagi kita. Jangan gampang-gampangkan. Dari satu dunia, hanya 8 orang yang selamat.



  2. zaman Anak Allah (zaman pertengahan).
    Diwakili oleh Petrus, dari penjala manusia menjadi penjala ikan lagi, sehingga telanjang.



  3. zaman Allah Roh Kudus (zaman akhir).
    Diwakili oleh pelayan-pelayan Tuhan.
    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir
    banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    'banyak'= di jaman akhir justru banyak anak Tuhan yang tidak taat dan diusir oleh Tuhan, binasa selama-lamanya.


Lalu, bagaimana supaya kita bisa taat dengar-dengaran?
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Caranya adalah lewat baptisan air.
Baptisan air yang benar adalah pembaharuan dari hati yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik, yaitu taat dengar-dengaran.
Lewat baptisan air, hati yang tidak taat ditenggelamkan untuk mendapatkan hati nurani yang baik.
Kita tinggal pilih, tenggelam dalam baptisan air yang benar atau tengggelam dalam penghukuman Allah.

Roma 10: 17-21
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
10:18. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."
10:19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel
menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
10:20. Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
10:21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada
bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

= proses/langkah-langkah taat dengar-dengaran, yaitu:



  1. ay. 17= 'pendengaran oleh firman Kristus'= mendengar Firman Kristus (Firman yang diurapi Roh Kudus).
    Roh Kudus mendorong kita untuk gemar/menikmati Firman Tuhan.

    Mazmur 119: 92
    119:92. Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

    Waspada! Jika tidak gemar saat mendengar Firman Alllah, kehidupan itu akan mengalami sengsara, mati rohani/kering rohani sampai binasa.



  2. ay. 19= 'menanggapi'= menanggapi Firman dengan positif.
    Saat menanggapi dengan positif, Roh Kudus mengurapi pikiran kita supaya kita bisa mengerti Firman (Firman ditulis di dahi).
    Sesudah itu, Roh Kudus mengurapi hati, sehingga kita yakin pada Firman (Firman ditulis dalam hati= menjadi iman).

    Roma 10: 19
    10:19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."

    'bukan umat'= bangsa kafir.
    Sebenarnya, yang boleh mendengar Firman hanya bangsa Israel. Tetapi, karena bangsa Israel menangggapi dengan negatif (pikirannya keras), maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk mendengar Firman, yakin dan diselamatkan.

    Kisah Rasul 13: 46-47
    13:46. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
    13:47. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan
    sampai ke ujung bumi."

    'ujung bumi'= bangsa kafir.
    Kalau bangsa kafir mengabaikan saat mendengar Firman Allah (menolak kemurahan Tuhan), maka tidak ada bahasa lain, yaitu sengsara dan kebinasaan.

    Kesaksian:
    "saya melihat pengalaman dengan mata kepala sendiri. Sementara kami dulu menjaga parkir di luar. Saat Firman, kaum muda keluar ke warung sebelah. Tetapi saya lihat, maaf, bukan saya menghakimi, nasibnya payah. Bahkan yang jadi hamba Tuhan juga payah. Benar-benar mengabaikan saat pemberitaan Firman."



  3. praktik Firman= taat dengar-dengaran.
    Roh Kudus mengurapi kita untuk bisa melakukan Firman Alllah sekalipun bertentangan dengan logika dan menanggung resiko apapun.

    Taat dengar-dengaran= mengulurkan tangan kepada Tuhan.


Kisah Rasul 5: 32
5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

Kalau kita taat dengar-dengaran, maka Roh Kudus/Roh Kemuliaan dicurahkan dalam kehidupan kita.
Roh Kudus juga merupakan uluran tangan Tuhan. Kita hidup dalam tangan Tuhan (dalam urapan Roh Kudus).
Malam ini, kita sangat butuh Roh Kudus. Kalau kita tidak taat, biarlah kita kembali pada ketaatan. Kalau sudah taat, kita tinggal tunggu waktu pertolongan Tuhan.
Tanpa Roh Kudus, manusia daging ini rapuh dan hancur.
Malam ini, biarlah kita mengulurkan tangan (taat) dan Tuhan mengulurkan tangan (mencurahkan Roh Kudus) kepada kita.

Kegunaan Roh Kudus:



  • 1 Petrus 4: 14
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan pertama: memberi kekuatan extra kepada kita, sehinggga kita tidak kecewa/putus asa dan tinggalkan Tuhan menghadapi apapun juga, tetapi kita berbahagia dan setia berkobar-kobar di tengah penderitaan.
    Ini ujian bagi kita. Kalau kita bisa bahagia dalam penderitaan, berarti ada Roh Kemuliaan dan kita tidak akan hancur.



  • Hasil kedua: Roh Kudus sama dengan Roh Penolong yang mengadakan mujizat-mujizat secara jasmani.

    Keluaran 16: 3, 7-8
    16:3. dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
    16:7. Dan besok pagi kamu
    melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
    16:8. Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

    = Roh Kudus menolong kita menghadapi krisis jasmani (lapar) dan rohani (tidak ada kepuasan).
    Roh Kudus mampu memberikan makanan jasmani di tengah krisis/kemustahilan dan bisa memuaskan kehidupan, sehingga kita selalu mengucap syukur.

    Keluaran 14: 21-22
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
    14:22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

    'angin timur'= Roh Kudus.
    Saat menghadapi laut Kolsom (jalan buntu), sudah mustahil, Roh Kudus mampu membuka jalan bagi kita dan memberikan masa depan yang indah, berhasil pada waktunya.
    Roh Kudus juga mampu memberikan karunia-karunia kepada kita sehingga kita bisa dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus.

    Pertolongan-pertolongan Tuhan yang kita alami harus kita inventaris dalam bentuk bersaksi, sehingga kesaksian kita makin besar dan kita dipakai dalam kegerakan hujan akhir.

    Matius 17: 14-18
    17:14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
    17:15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
    17:16. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
    17:17. Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
    17:18. Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.

    = Yesus naik ke gunung dan wajahNya bercahaya (Roh Kemuliiaan), tetapi di bawah ada penyakit ayan. Dan saat Yesus datang dengan Roh Kemuliaan, penyakit ayan disembuhkan.
    Artinya: Roh Kudus sanggup menyembuhkan penyakit secara jasmani dan ayan rohani (dosa-dosa sampai puncaknya dosa, kehancuran nikah dan buah nikah).
    Nikah dan buah nikah yang hancur mampu dipulihkan oleh Roh Kudus.



  • Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Hasil ketiga: Roh Kudus membaharui kita (mujizat rohani).
    Kita dibaharui sedikit demi sedikit dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sampai sempurna.
    Pembaharuan dimulai dari mulut yang berseru 'ya Abba, ya Bapa'= taat sampai daging tidak bersuara sampai nanti hanya berseru 'haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


Malam ini, biarlah kita kembali pada ketaatan dan Roh Kudus akan dicurahkan di tengah-tengah kita untuk memberi kekuatan extra, mengadakan mujizat jasmani sampai mengubahkan kita jadi sempurna seperti Dia.

Tuhan memberkati.