Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang, 31 Mei 2016 (Selasa Malam)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Session I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 12:8
8  Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Daging domba Paskah yang dipanggang harus dimakan pada malam hari.
Malam hari menunjuk akhir jaman, kegelapan dunia. Makanan yang paling cocok di akhir jaman adalah makanan Paskah. Ada 3 macam makanan rohani yang cocok untuk akhir jaman:
  1. Daging panggang.
  2. Roti tidak beragi.
  3. Sayur pahit.
Ad 1. Daging panggang.
Sekarang menunjuk makan perjamuan suci dalam urapan Roh Kudus. Jangan sampai makan perjamuan suci tanpa urapan Roh Kudus, hanya untuk memuaskan daging, sehingga hanya menimbulkan kebanggaan, perbantahan, dll.
Ad 2. Roti tidak beragi.
Sekarang artinya makan firman yang murni, yang tidak enak bagi daging. Sama dengan makan firman pengajaran yang benar.
2 Timotius 4:2
2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Isi firman pengajaran yang benar:
  1. Menyatakan dosa yang tersembunyi, supaya kita bisa sadar, menyesal, mengaku dosa dan diampuni, tidak dihukum.
  2. Menegor dengan keras supaya bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
  3. Menasihati. Nasihat merupakan tuntunan tangan Tuhan supaya kita tetap hidup benar dan suci, sampai sempurna. Nasihat merupakan jalan keluar dari segala masalah.
Makan firman pengajaran dan perjamuan suci lewat ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Maka kita akan mengalami penyucian seluruh hidup kita: hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan.
Mazmur 24:3-5
3  "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
4  "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
5  Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Maka kita boleh naik ke gunung Allah, sama dengan menyembah Tuhan, sehingga kita mengalami hujan kemurahan Tuhan. Hasilnya:
1)      [Mazmur 24:5] kita mengalami hujan berkat Tuhan.
Hujan berkat jasmani, pemeliharaan hidup secara berlimpah di tengah padang gurun dunia yang tandus. Kita selalu mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain.
Hujan berkat rohani, kita mengalami damai sejahtera, ketenangan, sehingga semua menjadi enak dan ringan. 
Hujan berkat keselamatan dari Tuhan.

2)      Mengalami kemuliaan Tuhan.
Matius 17:1-2
1  Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2  Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Kemuliaan Tuhan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari wajah, menunjuk panca indera.
Telinga diubahkan, hanya untuk mendengar firman pengajaran yang benar dan dengar-dengaran. Jangan mendengar suara asing (ajaran lain, gosip, suara daging) yang membuat tidak bisa taat.
Mulut diubahkan, untuk mengaku dosa, berkata benar dan baik, bersaksi, menyembah Tuhan.
Markus 7:37
37  Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Maka Tuhan menjadikan segalanya baik.
Pakaian diubahkan menjadi putih berkilau, sama dengan perbuatan benar dan baik, tidak merugikan orang lain, tetapi menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.

3)      Mengalami kuasa Tuhan untuk menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil.
Matius 17:14-15
14   Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
15  katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Sakit ayan menunjuk penyakit secara jasmani (sakit tubuh, ekonomi, keuangan, dll), kehancuran nikah dan buah nikah, kepahitan hidup, penderitaan, air mata, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, kemustahilan, sampai binasa. 
Markus 9:22-24
22  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
23  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
24  Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Yang perlu diselesaikan lebih dulu adalah hati yang bimbang. Bimbang terhadap firman pengajaran yang benar (pribadi Tuhan). Bimbang terhadap kuasa Tuhan sehingga mencari jalan keluar sendiri di luar firman, sama dengan jalan buntu dan kebinasaan. Kita harus percaya (iman) dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, sama dengan mengulurkan dua tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasihNya. Iman ditambah belas kasihan sama dengan mujizat. Mujizat jasmani terjadi, semua diselesaikan oleh Tuhan secara ajaib, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Mujizat rohani terjadi, kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai sempurna saat Tuhan datang kedua kali.

Tuhan memberkati.