Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Desember 2016 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 4:8
8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Empat makhluk bersayap 6 dan penuh dengan mata, artinya kita harus mengalami naungan sayap Tuhan dan memiliki pakaian putih bermata-mata (pakaian kesucian) supaya bisa terangkat ke Surga seperti 4 makhluk.
Kegiatan di tahta Surga:
1.     Kegiatan penyucian.
2.     Kegiatan penyembahan.
Wahyu 4:9-10
9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

Kita mempelajari kegiatan penyucian. Penyucian dikaitkan dengan pribadi Tuhan yaitu yang sudah ada (= masa lalu), yang ada (= masa sekarang), dan yang akan datang (= masa yang akan datang).
1)     Penyucian masa lalu.
1 Yohanes 1:7-9
7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
8  Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Yaitu penyucian terhadap dosa masa lalu yang sudah dilakukan/ dikatakan/ dipikirkan, oleh kuasa darah Yesus. Prosesnya: mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama. Maka darah Yesus aktif untuk:
a.     Mengampuni segala dosa kita, menutupi dosa sampai tidak berbekas, seperti tadinya kita tidak pernah berbuat dosa itu.
b.     Menyucikan kita, mencabut akar-akar dosa, sehingga kita tidak berbuat dosa lagi dan hidup dalam kebenaran (terang). Kita bisa bersekutu dalam persekutuan yang terang/ benar.
Jika tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain, tidak bisa masuk persekutuan yang benar, terpisah untuk selamanya.
Matius 3:8-11
8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Jika akar dosa sudah dicabut, maka bangsa kafir bisa memiliki akar yang baik. Praktiknya:
a)     percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa.
b)     baptisan air. Orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikubur dalam air bersama Yesus dan bangkit/ keluar dari air untuk menerima hidup baru, hidup Surgawi, hidup yang diurapi Roh Kudus, yaitu hidup dalam kebenaran. Hidup dari iman, mengalami suasana tahta Surga.
Galatia 3:7, 14
7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Orang benar akan menerima berkat Abraham sampai ke anak cucu, berkat jasmani dan rohani, sampai berkat hidup kekal.

2)     Penyucian masa sekarang, dengan 2 hal:
a.     Firman yang Yesus katakan.
Yohanes 15:3
3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Yaitu firman yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Mazmur 119:15-16, 11, 18
15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.
11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
18  Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.
Prosesnya: mendengar firman pengajaran benar dengan sungguh-sungguh (menikmati, bergemar) sampai mengerti. Kita percaya/ yakin pada firman sehingga menjadi iman di dalam hati. Firman menjadi rem sehingga kita tidak berpikir/ berkata/ berbuat dosa lagi, sampai tidak bisa berbuat dosa lagi (Jika berbuat dosa, sama dengan menabrak firman, pasti rusak dan hancur). Sampai praktik firman dalam setiap langkah hidup kita sehingga kita mengalami keajaiban firman.
Mazmur 119:105
105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Firman menjadi pelita supaya kita tidak tersandung/ terjatuh oleh jerat-jerat dosa, tetapi tetap hidup benar dan suci. Ini keajaiban firman. Jerat dosa dipasang di tempat-tempat yang biasa kita lalui. Terjerat yaitu jika kita mulai menaruh perhatian/ suka pada sesuatu yang salah.
Tidak tersandung dalam panggilan dan pilihan, kita tetap beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir, sehingga memiliki hak penuh untuk masuk kerajaan Surga.
2 Petrus 1:10-11
10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Firman menjadi terang bagi jalan kita, artinya memberi arah yang pasti untuk masuk kota terang, Yerusalem Baru.
b.     Hajaran.
Ibrani 12:10
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
Setiap pemberitaan firman pengajaran yang benar merupakan uluran tali kasih Tuhan untuk menarik kita dari kegelapan dosa kepada terang yang ajaib. Jika diabaikan, maka akan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar. Ini pun merupakan kasih Tuhan supaya kita bisa kembali pada kebenaran dan kesucian.
Matius 21:12-13
12  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Yang disucikan adalah roh jual beli, memperjualbelikan korban Kristus, artinya jatuh bangun dalam dosa, mengulang-ulang dosa. Yang dijual adalah merpati, sehingga tidak jujur, mulai tidak jujur dalam pengajaran. Tidak ada damai sejahtera, yang ada hanya iri hati, dendam, takut, kuatir, stres. 
Jika mau disucikan, maka kita menjadi rumah doa, mengalami suasana tahta Surga. Seperti ranting yang berbuah manis, kebahagiaan Surga, dan kita akan melihat keajaiban Tuhan.
Jika tetap menolak hajaran Tuhan, akan dibiarkan, hanya menunggu hukuman sampai binasa.

3)     Penyucian masa yang akan datang.
1 Yohanes 3:2-3
2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Kita selalu mengharapkan kedatangan Yesus kedua kali sehingga kita bisa hidup suci seperti Yesus suci. Praktiknya:
a.     Tekun menanti kedatangan Tuhan kedua kali.
Roma 8:24-25
24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Kisah Rasul 2:41-42
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Ketekunan dikaitkan dengan angka 3000, sama dengan ruangan suci (panjang 20, lebar 10, tinggi 10 = 20 x 10 x 10 = 2000) dan ruangan maha suci (panjang 10, lebar 10, tinggi 10 = 10 x 10 x 10 = 1000).
Artinya kita harus tekun mulai dalam ruangan suci/ kandang penggembalaan, tekun dalam 3 macam ibadah pokok:
i)               pelita emas, ketekunan dalam kebaktian umum, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia = domba diberi minum.
ii)              Meja roti sajian, ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan korban Kristus = domba diberi makan.
iii)            Mezbah dupa emas, ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih = domba bernafas.
Maka tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal, tidak jatuh/ tersandung. Kita bertumbuh secara rohani menuju kesempurnaan (ruangan maha suci).
Tekun dalam ruangan suci yaitu percikan darah. Ini merupakan penyucian terakhir untuk menyucikan dosa-dosa yang sering tidak disadari, yaitu kebenaran diri sendiri (kusta), merasa benar tetapi tidak sesuai Alkitab. Menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain. Suam-suam rohani, hanya mengutamakan perkara jasmani. Tidak taat pada firman.
Matius 7:21-23
21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Efesus 4:11-12, 7, 15
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Jika kita sudah disucikan, maka kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dari Anak Allah, karunia dari Allah Roh Kudus dan kasih dari Allah Bapa, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita disertai oleh Allah Tritunggal, Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala yang bertanggungjawab atas hidup kita.
Matius 28:19-20
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Penyertaan Yesus sebagai Kepala (Mempelai Pria) terhadap gereja Tuhan (mempelai wanita) ditunjukkan oleh tabut perjanjian. Tutup dengan 2 kerub menunjuk Allah Tritunggal. Tabut menunjuk gereja Tuhan yang sempurna. Tutup dengan peti tidak boleh bergeser sedikit pun.
Mazmur 132:8
8 Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
Tuhan memberi kekuatan ekstra kepada kita sehingga kita menjadi kuat dan teguh hati. Berpegang teguh pada firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran. Tidak kecewa/ putus asa, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apa pun, tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan, tetap menyembah Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua. Percaya dan berharap Tuhan lebih dari semua, seperti Yohanes bersandar di dada Tuhan.
Yohanes 13:23
23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Hasilnya:
1)     Membawa ke tempat perhentian.
Mazmur 132:8
8 Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
Kita hidup dalam damai sejahtera, semua enak dan ringan.
2)     Tuhan menjadikan semua baik, berhasil dan indah.
1 Tawarikh 19:13
13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."
3)     Tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
1 Tawarikh 28:20
20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Tangan Tuhan sanggup menyucikan sampai selesai pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali, sampai masuk ke tahta Surga.

Tuhan memberkati.