Ibadah Doa Malang, 21 April 2015 (Selasa sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:13-21
14  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
15  Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
16  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
17  Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
18  Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
19  Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
20  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
21  Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Untuk mengalami mujizat, maka kita harus mengikuti perintah Tuhan yaitu duduk di rumput. Artinya, kita harus mantap dalam penggembalaan.
Mulai dari laki-laki, menunjuk gembala harus mantap dalam penggembalaan, dan diikuti seluruh sidang jemaat. Laki-laki juga menunjuk suami harus mantap dalam penggembalaan, baru diikuti istri dan anak-anak.
Mantap dalam penggembalaan, artinya:
1.       Mantap dalam ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Kisah Rasul 2:42
42 ¶  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2.       Mantap dalam ketaatan.
Filipi 2:12
12 ¶  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Merupakan bukti bahwa kita sudah makan firman penggembalaan. Supaya bisa taat, kita harus disucikan dari:
a.       Perbuatan-perbuatan dosa.
Roma 13:12-13
12  Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13  Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
b.      Perbuatan daging.
Galatia 5:19-21
19  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
20  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
21  kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
c.       Ajaran-ajaran sesat.
1 Timotius 4:1-2
1 ¶  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2  oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Wahyu 2:20
20  Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
Ajaran Izebel yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.
Wahyu 17:1-5
1 ¶  Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
2  Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
3  Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
4  Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
5  Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Ajaran Babel yang menawarkan kemakmuran dan hiburan jasmani.
Wahyu 2:14-15
14  Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
15  Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
Ajaran Bileam mengejar upah jasmani. Ajaran Nikolaus menghalalkan segala cara untuk menarik banyak jiwa, supaya mendapatkan banyak uang.

Jika kita disucikan, kita bisa tekun dalam 3 macam ibadah pokok dalam penggembalaan. Tubuh, jiwa, roh kita menjadi tenang, terpelihara, sampai sempurna.
1 Tesalonika 5:23
23 ¶  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Filipi 2:12, 14
12 ¶  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
14 ¶  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
Kita bisa mantap dalam ketaatan, tidak takut kepada sesuatu tetapi takut akan Tuhan, tidak bersungut-sungut tetapi bisa bersyukur dalam segala hal. Tetap berharap kepada Tuhan dan tidak berharap kepada yang lain.
1 Petrus 3:5
5  Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
Tetap hidup benar dan suci, apa pun risiko yang kita hadapi.
Roma 8:13
13  Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Jika kita mantap dalam ketekunan dan ketaatan, maka kita bisa menyembah kepada Tuhan.
Roma 8:15
15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
2 Korintus 1:20
20  Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.
Hasilnya: kita mengalami semua janji-janji Tuhan.
Kejadian 28:15
15  Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
Janji penyertaan Tuhan, janji perlindungan, janji kelimpahan. Tuhan sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tuhan sanggup melindungi kita dari segala celaka marabahaya, memberi masa depan yang indah. Sampai kita disempurnakan, masuk kota Yerusalem Baru.
Roma 4:19-21
19  Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
20  Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
21  dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Tuhan memberkati.