Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Desember 2014 (Kamis Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 2:9
9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Keadaan sidang jemaat di Smirna dalam kesusahan, kemiskinan dan difitnah, sama dengan mengalami pengalaman kematian/ salib bersama Yesus.
Mengapa Tuhan ijinkan kita mengalami pengalaman salib?
1 Petrus 2:19
19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Supaya mendapatkan kasih karunia Tuhan yang seharga korban Kristus, yang lebih dari apa pun.
Kejadian 6:7-8
7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
 8 ¶ Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Alkitab dibuka dengan kasih karunia Tuhan untuk melindungi Nuh sekeluarga dari penghukuman Tuhan.
Wahyu 22:20-21
20 ¶ Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Alkitab ditutup dengan kasih karunia Tuhan supaya gereja Tuhan siap sedia untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Jika kita bangsa kafir mendapat kasih karunia Tuhan, maka kita selamat dari penghukuman Tuhan dan kita bisa menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Ibrani 12:15
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Sikap terhadap kasih karunia Tuhan yaitu jangan menjauhkan diri dari kasih Tuhan atau jangan menolak kasih karunia Tuhan.
Jika kita menolak kasih karunia Tuhan, pasti timbul akar-akar yang negatif, yaitu:
1.     Akar busuk.
Yesaya 5:24
24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.
Karena menolak kasih karunia Tuhan dalam wujud firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Ada 2 macam pemberitaan firman:
a.     Injil keselamatan/ firman penginjilan/ susu/ kabar baik.
Efesus 1:13
13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Yaitu firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia, mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Tandanya: percaya/ iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat, bertobat (berhenti berbuat dosa, kembali kepada Allah), baptisan air dan baptisan Roh Kudus (lahir baru dari air dan roh), sama dengan hidup dalam kebenaran.
b.     Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/ firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ makanan keras/ Kabar Mempelai.
2 Korintus 4:3-4
3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja di awan-awan yang permai, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, supaya sempurna, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Menolak pedang firman pengajaran yang benar sehingga masuk dalam dosa-dosa, sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Masuk pembangunan tubuh Babel yang akan dibinasakan.
2.     Akar pahit.
Ibrani 12:15
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Yaitu iri hati dan dendam.
Iri hati sama dengan tidak menghargai berkat Tuhan, pemakaian Tuhan, kasih karunia Tuhan.
3.     Akar kejahatan.
1 Timotius 6:10
10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Cinta akan uang sehingga pribadi Tuhan tidak ada dalam hati kita. Prakteknya:
a.     beribadah melayani hanya untuk mendapat perkara jasmani.
b.     Tinggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara jasmani.
c.     Mencari uang dengan cara tidak halal.
d.     Kikir, tidak bisa memberi.
e.     Serakah, merampas milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
Maleakhi 3:8-9
8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
Akibatnya: hidup dalam kutukan sampai kebinasaan selama-lamanya.
Kisah Rasul 1:18
18 --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Jika akar busuk, akar pahit, akar jahat tidak disucikan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, tetapi ditimbun dalam hati, berakar dalam hati, maka suatu waktu akan pecah seperti Yudas Iskariot jatuh tertelungkup dan isi perutnya terburai keluar, sama dengan busuk, dipermalukan dan tidak ada pengampungan, binasa untuk selamanya.
2 Korintus 4:7-9
7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
8 ¶ Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Kita harus diisi oleh firman pengajaran yang benar sebab sehebat apa pun bangsa kafir, hanya seperti tanah liat yang rapuh dan hancur. Jika bejana tanah liat hanya diisi dengan perkara dunia (kepandaian, kekayaan, kedudukan, dll), akan tetap rapuh dan hancur. Oleh sebab itu bejana tanah liat harus diisi dengan harta rohani yaitu firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Maka kita akan mendapat kekuatan berlimpah dari Tuhan untuk:
a.     menghadapi segala perkara sehingga kita tidak kecewa/ putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
b.     menghadapi maut.
Pemberitaan firman pengajaran yang benar sama dengan pembagian harta Surga. Kita gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk bisa mengumpulkan harta Surga yang kekal.
Proses pengisian bejana tanah liat dengan firman pengajaran yang benar:
1.     mendengar firman pengajaran yang benar.
2.     Percaya/ yakin pada firman pengajaran yang benar. Sama dengan berakar dalam hati, menjadi iman dalam hati.
3.     Mempraktikkan firman pengajaran yang benar, taat dengar-dengaran.
Kita harus percaya dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, apa pun risikonya. Sama dengan kita mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tangan kepada kita, kita hidup dalam tangan kasih karunia Tuhan.
Hasilnya:
1.     Tuhan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan anak yang sakit ayan.
Markus 9:22-25
22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”
Bapak diijinkan Tuhan menghadapi anak yang mengalami sakit ayan/ gila babi, artinya kerusakan moral (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), kerusakan nikah, kemustahilan.
Supaya kita menyadari kekurangan kita yaitu sering tidak percaya, selalu mengandalkan kekuatan sendiri. Sering bimbang terhadap firman pengajaran yang benar.
Jika kita percaya dan taat dengar-dengaran, maka Tuhan akan mengulurkan tangan, melakukan mujizat untuk memulihkan nikah dan buah nikah yang hancur, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

2.     1 Raja-raja 17:11-13, 15
11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
12 Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”
13 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Janda Sarfat gambaran seorang ibu, seringkali saat krisis menjadi egois, kepentingan diri sendiri, sehingga tidak mempedulikan kepentingan tubuh Kristus. Akibatnya: mati rohani, sampai binasa.
Penyelesaian pembangunan tubuh Kristus terjadi pada saat krisis, supaya kita tidak bergantung pada sesuatu dari dunia, tetapi bergantung sepenuh pada kasih karunia Tuhan.
Kita harus mengutamakan Tuhan, mengutamakan pembangunan tubuh Kristus. Maka kita akan terpelihara, mulai hidup sekarang sampai hidup kekal.

3.     Lukas 1:37-38
37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Maria, gambaran kaum muda, menghadapi masa depan yang gelap, menghadapi penderitaan karena Yesus.
Lukas 1:34
34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Kaum muda sering ragu, sering bertanya-tanya. Namun akhirnya Maria bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, taat dengar-dengaran apa pun risikonya. Maka pintu rahim terbuka. Artinya, pintu masa depan yang indah terbuka, ada jalan keluar dari segala masalah, sampai pintu Surga terbuka bagi kita.

Tuhan memberkati.