Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Juli 2015 (Sabtu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-13
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia.
9:11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”
9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”

Menghadapi kekejaman Herodes, Yesus menyingkir. Herodes adalah gambaran setan, jadi kekejaman Herodes adalah kekejaman setan dalam bentuk:
  1. Dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin-mengawinkan.
  2. Pencobaan-pencobaan, masalah yang mustahil sehingga membuat kita kecewa.
  3. Kebencian tanpa alasan, sampai aniaya antikris selama 3,5 tahun.
Sikap kita menghadapi kekejaman setan adalah menyingkir seperti Yesus. Praktik-praktik menyingkir:
  1. Doa penyembahan.
  2. Pelayanan.
ad.2. Pelayanan.

Lukas 9:13

9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”

Kita harus menjadi hamba Tuhan, pelayan Tuhan, imam-imam dan raja-raja.
Imam adalah seorang yang suci, seorang yang memangku jabatan pelayanan, melayani dengan setia dan benar.

1 Petrus 2:5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kita dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, kita menjadi Mempelai Wanita Surga, dan akan diberi dua sayap burung nasar untuk menyingkir dari antikris.
Wahyu 12:12-14
12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


Mempelai wanita diberi dua sayap burung nasar untuk menyingkirkan kita di padang gurun, jauh dari antikris.
Dua sayap burung nasar juga akan mengangkat kita bertemu dengan Tuhan di awan-awan.

Ada 3 macam halangan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan:
  1. Tempatnya sunyi.
    Lukas 9:12
    9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”

    Tempat menunjuk pada pengaruh dunia, yaitu krisis di segala bidang (krisis ekonomi, kesehatan, studi), kesibukan, kesukaan, kesusahan di dunia.

    Yakobus 4:4
    4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Pengaruh dunia membuat kita menjadi tidak setia, sering terhalang dalam ibadah pelayanan. Tidak setia dalam ibadah pelayan menjadikan kita musuh Allah.

  2. Waktu malam.
    Lukas 9:12
    9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”

    Malam hari menunjuk pada kegelapan dosa, puncaknya dosa.

    Roma 13:12-13
    12:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    12:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.


    Praktik-praktik puncaknya dosa:
    • Pesta pora dan kemabukan, merokok.
    • Percabulan, yaitu dosa kawin-mengawinkan.
    Jika kita melayani dalam kegelapan, kita pasti tersandung dan jatuh, tidak setia dalam pelayanan sampai tinggalkan pelayanan seperti Yudas Iskariot. Akibatnya, perutnya pecah, tidak indah hidupnya, busuk, sampai binasa selama-lamanya.

  3. Daging.
    Lukas 9:12
    9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”

    Tabiat daging artinya egois, hanya memerhatikan kepentingan diri sendiri, tidak memerhatikan kepentingan sesama.
    Pikiran daging sering mengecilkan Tuhan, merasa mampu dan lebih hebat dari Tuhan, artinya hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan.
    Pikiran daging juga mengecilkan kuasa Tuhan dan membesarkan masalah, memustahilkan pekerjaan Tuhan.
Lukas 9:13
9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”

Keadaan kita di akhir zaman seperti anak kecil yang hanya memiliki lima roti dan dua ikan dan harus melayani 5000 orang, artinya kita sangat tidak berdaya, tidak ada kemampuan, tidak berarti bagi dunia. Namun demikian, jangan berputus asa, menyerah kalah, mundur, tetapi serahkan seluruh hidup kita dalam tangan Tuhan. Kita menyembah, mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan hanya berharap pada Tuhan.

Seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali, seperti Daud menghadapi Saul, kita tidak mampu melakukan apapun, hanya dapat menyembah Tuhan.

Mazmur 123:1-3
123:1 Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

123:3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;

Tuhan mampu menyelesaikan semua masalah kita, tangan belas kasihan anugerah Tuhan sanggup mengubahkan semuanya berhasil. Tuhan memakai kita bukan untuk menyengsarakan kita tetapi untuk mengubah hidup kita menjadi berhasil dan indah.
Suatu waktu, saat kedatangan Tuhan kedua kali, Tuhan akan mengubahkan hidup kita menjadi sempurna, sama mulia seperti Dia.

Tuhan memberkati.