Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Oktober 2014 (Senin Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, terkena pada tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian. Menunjuk pada penyucian terakhir yang Yesus lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya tidak bercacat cela, menjadi sempurna, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Tujuh sidang jemaat yang mengalami penyucian terakhir adalah :

  1. Sidang jemaat Efesus (sudah dipelajari).

  2. Sidang jemaat Smirna

AD. 2 SIDANG JEMAAT SMIRNA

Wahyu 2 : 10
2: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat Smirna (sidang jemaat akhir zaman) secara jasmani (ayat 9) adalah:




  • dalam kesusahan,

  • dalam kemiskinan,

  • difitnah.


Namun, jemaat Smirna kaya secara rohani.
Dalam ayat 10, keadaan jemaat Smirna masih ditambah lagi dengan puncak penderitaan, yaitu:




  • dalam suasana penjara,

  • dicobai,

  • mengalami kesusahan selama sepuluh hari.


Kalau digabungkan, sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging bersama Yesus / mengalami penderitaan bersama Yesus = mengalami percikkan darah.

Sikap yang benar saat mengalami penderitaan bersama Yesus adalah :

'jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita'
Sebab jika kita takut dalam penderitaan (takut secara daging), maka pasti melarikan diri dari Tuhan sampai telanjang, bahkan sampai menyangkal Tuhan seperti Petrus. Ini berarti kebinasaan.
Petrus adalah rasul / hamba Tuhan yang hebat, tetapi bisa menyangkal saat menghadapi penderitaan.

Markus 14 : 50-52, 70-71

ay. 52 = kalau takut dalam penderitaan, maka pasti melarikan diri dari Tuhan sampai telanjang, mulai dari tidak setia.

Praktik sehari-hari tidak takut menghadapi penderitaan bersama Yesus :

  1. 1 Petrus 4 : 1-2

    'mempersenjatai dirimu' = kalau tidak takut, maka penderitaan itu menjadi senjata bagi kita.

    Praktik yang pertama : menggunakan penderitaan bersama Yesus (salib) sebagai senjata untuk dua hal. Yaitu :

    1. Untuk berhenti berbuat dosa / mati terhadap dosa = bertobat.

    2. Untuk hidup menurut kehendak Allah.
      Kejadian 6 : 9

      Hidup menurut kehendak Allah artinya :

        • hidup dalam kebenaran dan

        • hidup dalam kejujuran (tulus hatinya).
          Kejujuran dimulai dari soal pengajaran (soal Tuhan), kalau ya katakan 'ya', kalau tidak katakan 'tidak'.

        • Hidup bergaul dengan Allah =menjadi senjata kebenaran, yaitu beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan benar.

        Kejadian 6 : 8

        Kalau kita hidup dalam kebenaran, hidup dalam kejujuran dan hidup bergaul dengan Allah maka kita mendapatkan kasih karunia Tuhan, seperti Nuh.

        Hasilnya :

        • Kasih karunia Tuhan sanggup untuk memelihara dan melindungi kehidupan kita secara jasmani di tengah kemustahilan dunia (bagaikan hidup di tengah air bah).

        • Kasih karunia Tuhan sanggup untuk memelihara dan melindungi kita secara rohani, yaitu kita bisa hidup benar dan hidup suci di tengah puncak dosa di akhir zaman.

        • Kasih karunia Tuhan sanggup untuk memelihara dan melindungi nikah dan buah nikah kita, dari kehancuran nikah supaya bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba.

          Korban perang dunia I dan perang dunia II bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur tidak terhitung jumlahnya.

        • Kasih karunia Tuhan sanggup untuk memelihara dan melindungi kita dari hukuman Allah yang akan menimpa dunia ini, yaitu api yang akan menghanguskan dunia dan api neraka. Berarti kita hidup kekal selamanya.




    3. Yakobus 5 : 8-11

      Praktik yang kedua
      : Sabar dan tekun dalam penderitaan bersama Yesus.

      Contoh : Ayub.

      Ayub 1 : 1-3

      Keadaan gereja Tuhan akhir zaman adalah seperti keadaan Ayub, yaitu jujur, saleh, takut akan Tuhan, diberkati nikah dan buah nikahnya, tetapi harus mengalami penderitaan bersama Yesus = percikkan darah / ujian habis-habisan.

      Sikap kita dalam menghadapi percikkan darah adalah sabar dan tekun.

      SABAR = kemampuan untuk menantikan waktu Tuhan.
      Saat dalam penderitaan jangan bersungut, sebab akan berhadapan dengan Hakim (=kita akan dihukum).

      Bukti kita sabar :

      1. tidak bersungut-sungut

      2. tidak menyalahkan orang lain

      3. tidak mencari jalan keluar sendiri di luar Firman.
        Jalan keluar sendiri di luar Firman bukanlah jalan keluar, tetapi merupakan jalan buntu dan jalan kebinasaan.

      4. Tetapi dalam penderitaan kita selalu mengucap syukur dan menyembah Tuhan.


      TEKUN =

      1. Ketekunan dalam iman / ketekunan dalam Firman pengajaran yang benar.

      2. Ketekunan dalam kandang penggembalaan / tiga macam ibadah pokok, yaitu :

        • Pelita Emas : ketekunan dalam ibadah raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-Nya.

        • Meja Roti Sajian : ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran dan kurban Kristus.

        • Mezbah Dupa Emas : ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.




      Jadi, sabar dan tekun artinya :

      1. Tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.
        Maka setan tidak bisa menjamah kita dan satu waktu pasti berbuah manis.

      2. Yakobus 5 : 11

        = kita sedang bergaul erat dengan Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang Maha Penyayang dan penuh belas kasihan.


      Hasilnya :

      1. Ibrani 2 : 17

        Hasil pertama : Tangan Imam Besar diulurkan untuk mendamaikan dosa-dosa kita = penyucian terakhir terhadap dosa-dosa yang seringkali tidak kita sadari.
        Dosa Ayub yaitu kebenaran diri sendiri.

        Ayub 32 : 1-2

        Dosa kebenaran diri sendiri artinya :

        • kebenaran di luar Alkitab (dalam segala hal).
          Sekalipun secara umum dikatakan benar, tetapi kalau tidak sesuai dengan Alkitab, maka tidak benar.

        • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan (pengajaran benar). Tidak pernah menyalahkan diri sendiri.

        Ayub 42 : 5-6

        Setelah melewati percikkan darah, maka Ayub bisa menyadari dosanya. Dosa kebenaran diri sendiri banyak terdapat dalam perkataan-perkataan yang salah.
        Lewat percikkan darah / ujian habis-habisan, maka Ayub disucikan dari dosa yang tidak disadari = dosa kebenaran diri sendiri, sehingga dia mencabut perkataan-perkataan yang salah.
        Mencabut perkataan yang salah artinya bisa berkata yang baik dan benar sampai satu waktu tidak salah dalam perkataan (= seluruh hidupnya sempurna).

        Yakobus 3 : 2




      2. Ibrani 2 : 18

        'dapat' = tidak bisa dibatasi.
        'tepat' = tepat pada waktunya.

        Ibrani 4 : 16

        Hasil kedua : Tangan Imam Besar dan Gembala Agung diulurkan untuk dapat menolong dan menyelesaikan segala masalah kita yang mustahil dan tepat pada waktunya.




    1. 2 Korintus 4 : 16-18

      Praktik yang ketiga
      : Tidak tawar hati menghadapi penderitaan bersama Yesus = tidak kecewa, tidak putus asa, tetapi berbahagia dalam penderitaan bersama Yesus.
      Mengapa berbahagia dalam penderitaan ? Sebab kita tidak layak.

      Kisah Para Rasul 5 : 41

      Ay. 41= Rasul-rasul yang hebat, merasa tidak layak untuk menderita. Apalagi kita bangsa kafir.

      Sebenarnya sehebat apapun manusia berdosa, tidak layak untuk menderita bersama Yesus. Hanya karena kasih karunia Tuhan, maka kita dilayakkan untuk menderita bersama Yesus dan kita harus berbahagia / bergembira.
      Sebab kita juga akan dianggap layak untuk dipermuliakan bersama Dia selamanya.

      Mulai sekarang kita dipermuliakan.

      2 Korintus 4 : 16-17

      Ingat !
      : penderitaan yang ringan jangan diberat-beratkan. Kita harus ingat pada penderitaan Yesus di kayu salib, maka semua menjadi enak dan ringan.
      Penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan penderitaan Yesus. Oleh sebab itu jangan mundur !
      Penderitaan yang kita alami sekarang adalah penderitaan ringan, tetapi nanti kita akan mendapatkan kemuliaan yang besar dan kekal, jauh dari penderitaan yang sekarang.

      Jadi, lewat penderitaan daging bersama Yesus, maka kita mengalami shekinah glory / sinar kemuliaan untuk mengubahkan / membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      2 Korintus 4 : 18

      Manusia rohani / manusia baru, yaitu dimulai dari pembaharuan perhatian = pandangan jasmani diubahkan menjadi pandangan yang rohani.
      Kalau hanya pandangan jasmani, akan membuat rohani kita bungkuk seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di Bait Allah, dicap 666 oleh antikris, tetap menjadi manusia darang daging, menjadi sama dengan antikris dan binasa selamanya.
      Ini kelicikan antikris, sekalipun berada di bait Allah (aktif melayani dan lain-lain) tetapi semua dinilai dengan uang / berkat-berkat jasmani, sehingga bungkuk rohani.

      Biarlah kita semua berada dalam penderitaan bersama Yesus, mengalami pembaharuan dari pandangan jasmani menjadi pandangan yang rohani.

      Praktik pandangan rohani :
      Yohanes 4 : 35

      = pandangan ke arah ladang Tuhan. Artinya aktif dalam kegerakan menabur dan menuai (ay. 36).

      Yohanes 4 : 36

      MENABUR
      =
      Kegerakan Roh Kudus hujan awal = kegerakan dalam injil keselamatan / firman penginjilan / kabar baik (Efesus 1 : 13) untuk membawa orang-orang berdosa percaya pada Yesus, diselamatkan, dibenarkan dan diberkati Tuhan.

      MENUAI =
      Kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan dalam cahaya injil kemuliaan Kristus / firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Kabar Mempelai, untuk memilih orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna menjadi Mempelai Wanita Tuhan / memilih orang-orang yang sudah selamat untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

      Jadi, mulai dari sekarang kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah, lalu dalam penggembalaan, antar-penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

      Untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus, kita harus berkorban.

      Yohanes 2 : 19-21

      'tiga hari' = Yesus harus mengorbankan nyawa-Nya untuk bisa terjadi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Berarti kita juga harus mengorbankan segalanya untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan, yaitu firman pengajaran yang benar (pribadi Tuhan). Sebab kalau mengorbankan pengajaran benar = menginjak-injak kurban Kristus.

      Matius 6 : 26

      Matius 10 : 29-31

      Burung pipit yang tidak menabur dan menuai dipelihara oleh Bapa di Surga. Apalagi kita yang akitf menabur dan menuai. Kita lebih dari burung pipit, kalau kita aktif menabur dan menuai maka kita dihitung oleh Tuhan.
      Ay. 30 = sehelai rambut kepala kitapun akan dihitung oleh Tuhan.

      Sehelai rambut =

      1. Kehidupan yang tidak berdaya apa-apa, tidak mampu apa-apa.

      2. Kehidupan yang tidak layak (banyak licin /liciknya)

      3. Kehidupan yang tidak berharga apa-apa.




      Tetapi kalau sehelai rambut aktif dalam kegiatan menabur dan menuai, maka kita (sehelai rambut) akan dihitung oleh Tuhan, artinya Tuhan memperdulikan, mengerti keadaan kita, dan selalu bergumul untuk kita.

      Tiga kali kesempatan rambut dihitung oleh Tuhan :

      1. Kisah Para Rasul 27 : 33-34
        Yang pertama : sehelai rambut di tengah badai dan gelombang yang menenggelamkan =kita menghadapi pencobaan di segala bidang yang membinasakan.
        Bidang jasmani : menghadapi penyakit, kesulitan ekonomi, sekolah, nikah dan lain-lain.
        Bidang rohani : dosa-dosa sampai puncak dosa,ajaran-ajaran palsu.

        Jalan keluarnya adalah :

        • Nasihat yang diulang-ulang / Firman pengajaran (wahyu) yang diulang-ulang.

        • Makan roti di hari yang ke-14 = makan Paskah / perjamuan suci.
          Keluaran 12 : 5-6


        Firman pengajaran dan perjamuan suci adalah uluran dua tangan Gembala Agung memegang sehelai rambut di tengah gelombang untuk memelihara dan melindungi kita di tengah kemustahilan dunia, memberi masa depan yang indah, berhasil dan bahagia.
        Oleh sebab itu, kita harus setia dan tekun dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci supaya dipegang oleh Gembala Agung.




      2. Matius 10 : 29-31

        Perikop : Penganiayaan yang akan datang
        .

        Yang kedua : sehelai rambut menghadapi antikris.

        Wahyu 11 : 3

        'dua burung pipit' = dua saksi yang bernubuat untuk menguatkan orang-orang yang tertinggal pada zaman antikris supaya tidak menyembah antikris, tetapi tetap menyembah Tuhan sekalipun dipancung kepalanya.

        Kalau sekarang takut untuk menderita, maka nanti akan diperhadapkan dengan antikris dan harus dipancung kepalanya. Saat Yesus datang kedua kali akan dibangkitkan dan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

        Dua saksi akan dibunuh dan mayatnya akan dipertontonkan kepada seluruh dunia selama 3,5 hari = lewat internet.

        Kita lebih dari burung pipit, artinya kita disingkirkan ke padang gurun dengan kekuatan dua sayap burung nasar yang besar, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan selama 3,5 tahun. Semua menjadi fulltimer, melayani Tuhan.

        Menyingkir artinya mengutamakan Tuhan lebih dari sekolah dan pekerjaan. Kita harus bekerja dan sekolah yang keras, tetapi jangan terikat.




      3. Yang ketiga : Menghadapi kedatangan Yesus kedua kali, maka sehelai rambut tidak akan rontok, utuh / sempurna.
        Artinya kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Yesus. Mulai dari kuat dan teguh hati.

        Kisah Para Rasul 27 : 22

        Kuat teguh hati = 4 pilar
        , yaitu :

        • berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran pada pengajaran benar,

        • tetap hidup benar (ibadah, nikah, semua benar) apapun resikonya,

        • tidak kecewa dan tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apapun juga, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan sampai garis akhir,

        • tetap menyembah Tuhan = percaya dan berseru pada Tuhan.


        Maka Tuhan akan menolong dan menyempurnakan kita, tidak ada yang rontok, semua kuat dan teguh hati. Kalau kuat dan teguh hati, maka pembangunan Tubuh Kristus selesai.

        1 Tawarikh 28 : 20

        = semua masalah selesai, tidak ada air mata lagi setetespun.

        Dalam Yohanes 4 : 36, penabur dan penuai akan sama-sama bersuka-cita karena nama kita sama-sama tertulis di Yerusalem Baru.


        Tuhan memberkati.