Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 5: 5-10
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Siapa yang dapat membuka tujuh meterai dari gulungan kitab/rahasia firman? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)



  1. Ayat 5= Yesus sebagai singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud yang telah menang.

  2. Ayat 6-9= Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih.


AD. 1. YESUS SEBAGAI TUNAS DAUD DARI SUKU YEHUDA
Yesus sebagai tunas Daud dari suku Yehuda, sama dengan Yesus sebagai singa dari Yehuda. Berkaitan dengan penyucian bangsa kafir, yaitu keledai harus digembalakan dan disucikan.

Yesus sebagai tunas Daud yang telah menang artinya orang yang selalu berkemenangan, yaitu selalu diurapi Roh Kudus.

Yesus sebagai tunas Daud artinya belajar dari pohon ara yang melembut supaya bisa berbuah.

Yesus sebagai singa dari suku Yehuda; sebagai tunas Daud yang telah menang. Pembukaan rahasia firman Allah adalah ayat menerangkan ayat, sama dengan firman pengajaran yang benar.

Ada 2 macam pemberitaan firman:



  1. Firman penginjilan: memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali di kayu salib, untuk menyelamatkan manusia berdosa.



  2. Firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua: memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai sebaga Mempelai pria Sorga--kepala/suami--, untuk menyucikan kita sampai sempurna, layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai.

    2 Korintus 4 : 3-4

    Firman pengajaran= cahaya injil kemuliaan Kristus.


Jadi, pembukaan firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sama dengan cahaya injil kemuliaan Kristus; ini ada kaitan dengan Yesus sebagai tunas Daud yang menang.

Wahyu 22 : 16

Pembukaan rahasia firman=firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua; dikaitkan dengan Yesus sebagai tunas Daud yang telah menang atau Bintang Timur yang gilang gemilang.

Sebenarnya ada Bintang Timur yang terdahulu, itulah Lucifer. Tetapi karena dia sombong, tidak taat dan melawan Tuhan, maka dia jatuh dan menjadi setan--berkuasa dalam kegelapan. Posisi di kerajaan sorga tidak boleh kosong, oleh karena itu posisi tersebut digantikan oleh Yesus.
Yesus telah merendahkan diri, bahkan taat sampai mati di kayu salib, oleh karena itu Dia diangkat menjadi Bintang timur yang gilang gemilang.

Kita juga, jika kita menerima pembukaan rahasia firman, sama dengan menerima cahaya injil kemuliaan Kristus--kita mendengar dengan sungguh-sungguh dan dengar-dengaran--, kita akan mengalami pekerjaan dari cahaya injil kemuliaan Kristus yang menerangi hidup kita, sampai kita ditampilkan menjadi bintang timur yang gilang gemilang; sempurna seperti Yesus.

Bagaimana proses manusia berdosa yang gelap dan hina, bisa menjadi bintang timur yang gilang gemilang?:
Harus disinari dengan cahaya injil kemuliaan Kristus. Firman penginjilan juga penting, tetapi kita harus meningkat kepada cahaya injil kemuliaan Kristus.

2 Korintus 4 : 6

Saat kita mendengar firman pengajaran benar, itu bagaikan hati kita yang gelap disinari oleh cahaya injil kemuliaan Kristus. Kalau hati gelap, semua gelap, tidak mungkin menjadi bintang timur yang gilang gemilang.

Matius 15 : 19

'pikiran jahat'= prasangka buruk dan pikiran najis.

Yang ada di dalam hati manusia adalah 7 kegelapan--keingingan jahat dan najis--, yang membuat seluruh kehidupan manusia menjadi gelap bahkan sampai menuju kegelapan yang paling gelap di neraka.

Jika hati kita disinari oleh cahaya injil kemuliaan Kristus, maka hati menjadi terang dan akan dipancarkan keluar, sehingga seluruh hidup kita menjadi terang. Terus disinari, terus meningkat sampai sama mulia seperti Yesus; itulah menjadi terang dunia--bintang timur yang bercahaya= Bintang Timur yang gilang gemilang.

Yesus adalah kepala/Mempelai Pria sorga--suami yang rohani.
Kita adalah tubuh/mempelai wanita sorga--isteri yang rohani.
Kepala dan tubuh tidak boleh berpisah; kekal selamanya.

Ada 3 macam tingkatan terang:



  1. Tingkatan terang yang pertama: menjadi pelita di dalam nikah rumah tangga.
    Semiskin-miskinnya rumah tangga, harus punya pelita. Terutama pelita dalam arti rohani.

    Praktiknya:
    Praktik yang pertama: pelita harus diletakkan di atas kaki dian [gambar pelita emas].
    Artinya kedudukan dalam nikah harus tepat, tidak boleh salah; yaitu:



    1. Suami: menjadi kepala dari isteri.
      Artinya:



      • Bertanggung jawab untuk aliran yang jasmani, yaitu kebutuhan sehari-hari isteri dan anak.



      • Juga secara rohani, kalau rumah tangga mau benar, maka suami harus benar dahulu. Aliran kebenaran dan kesucian harus dari suami, aliran ibadah pelayanan juga harus dari suami.
        Kalau suami menjadi ekor, bahaya, sebab dalam kitab Yesaya, ekor adalah nabi palsu.



      • Suami mengambil keputusan dalam rumah tangga.



      • Suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri.
        Kalau suami kasar kepada isteri--memukul isteri--, sama dengan memukul dirinya sendiri, seperti orang tidak waras yang memukuli dirinya sendiri dan tinggal di kuburan. Nikah rumah tangga bersuasana kuburan.



    2. Isteri: tunduk kepada suami dalam segala sesuatu.
      Penundukan tergantung dari leher; menunjuk doa penyembahan. Ini adalah tugas isteri, yaitu banyak menaikkan doa penyembahan kepada Tuhan untuk memohon perlindungan Tuhan atas kelemahan suami dan anak-anak.

      Kalau isteri tidak tunduk, suka berbantah, bahaya!

      Amsal 21 : 9

      Kalau isteri suka bertengkar, suami akan naik ke sotoh seperti raja Daud dan akhirnya jatuh ke dalam dosa.



    3. Anak-anak: taat dengar-dengaran kepada orang tua.
      Anak-anak adalah anggota tubuh, tugasnya meringankan beban orang tua. Anak yang taat, meringankan beban orang tua.

      Amsal 30 : 17

      Mata dipatuk= tidak mempunyai biji mata; artinya masa depan yang gelap. Kalau tidak taat pada orang tua, hidup kita akan gelap.


    Kalau ada terang dalam nikah rumah tangga--pelita di atas kaki dian--, maka kegelapan gantang dan tempat tidur tidak bisa masuk.
    Kegelapan gantang: kegelapan ekonomi, juga dosa makan minum.
    Kegelapan tempat tidur: dosa kawin mengawinkan--dosa percabulan dan nikah yang salah.




  2. Tingkatan terang yang kedua: bintang yang bercahaya--terang di depan semua orang.

    Daniel 12 : 3

    Arti bintang:

    1. Secara khusus: gembala sidang jemaat.
      Kapan gembala menjadi bintang dalam sidang jemaat? Jika gembala menjadi teladan dalam sidang jemaat, terutama teladan iman.

      Ibrani 13 : 7-9

      Gembala menjadi teladan iman artinya:



      • berpegang teguh kepada firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman hidup;



      • hidup dalam kebenaran.



      • Saat menghadapi pencobaan, hanya percaya dan berharap Tuhan.




      Wahyu 1 : 20

      Gembala juga adalah malaikat sidang jemaat. Kapan gembala menjadi malaikat sidang jemaat? Jika gembala memberi makan jemaat dengan roti malaikat yang berlimpah-limpah.

      Mazmur 78 : 23-25

      roti= firman.
      Malaikat= gembala.

      Roti malaikat artinya firman penggembalaan.

      Selain memberi makan, tugas gembala adalah menaikkan doa penyahutan.



    2. Secara umum: kehidupan yang dipakai Tuhan.
      Syarat menjadi bintang bercahaya adalah bijaksana.

      Daniel 12 : 3

      Bijaksana artinya:



      • Taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar.
        Kalau kita betul-betul taat kepada firman pengajaran yang benar, kita akan menjadi kehidupan yang tahan uji. Jangankan manusia, setan tritunggal pun tidak bisa menjatuhkan kita.

        Oleh karena itu harus mendengar yang benar. Kalau tidak benar, akan melenceng arahnya.



      • Tahu batas kebenaran dan kemurnian; seperti bintang yang tetap dalam orbitnya.
        Begitu menyimpang sedikit dari batas, akibatnya akan hancur.



      • Perbuatan benar dan baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Itu bintang yang paling bercahaya.


      Bijaksana di sini artinya hikmat dari Tuhan, dari firman.

      Amsal 24 : 14

      Hasilnya: ada jaminan masa depan yang berhasil dan indah dari Tuhan.



  3. asdf


TUHAN memberkati.