Ibadah Raya Surabaya, 15 Oktober 2017 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12a
144:12a. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Anak laki-laki tumbuh besar pada waktu muda dan berbuah sampai masa tua. Inilah manusia di dunia, sehebat apapun hanya seperti pohon yang hancur, kecuali kalau ditanam di tepi aliran air (Bait Allah), dia akan tumbuh dan berbuah sampai masa tuanya.

Mazmur 92: 13-16
92:13. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14. mereka yang
ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15.
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16. untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Ditanam di tepi aliran air artinya: tergembala enegan benar dan baik; harus berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga maca m ibadah pokok:




  1. pelita emas= ketekunan dlaam ibadah raya; persekutuan dengan Alah roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; ditanam di tepi aliran Roh Kudus.

  2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab; peresekutuan dengan Anak Allah di dalam firman dan kurban kristus; ditanam di tepi aliran firman.

  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; ditanam di tepi aliran kasih Allah.


Di sinilah tempat bertunas dan berbuah.
Bukti ditanam di tepi aliran air: taat dengar-dengaran, sehingga kita hidup dalam tangan anugerah Tuhan Gembala Agung.

Hasilnya:




  • Tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.
    Artinya: kuat tguh hati--pohon aras terkenal dengan kekuatannya.
    Kuat teguh hati artinya: tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan apapun yang dihadapi tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak berbuat dosa; tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat.
    Ini pohon sudah bertumbuh.




  • Bertunas seperti pohon korma. Pohon korma terkenal dengan buahnya yagn manis. Begitu kita tergembala dan kuat teguh hati, mau tidak mau hidup kita mulai ada kebahagiaan dan kemanisan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia.




  • Mulai berbuah.
    Mazmur 92: 15
    92:16. untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

    Berbuah= berubah; mengalami pembaharuan dari manjusia daigng menjadi manusia rohain seperti Yesus, mulai dari buah bibir yang baik: berkata benar, bersaksi dan hanya menyembah Tuhan.
    Inilah mujizat secara rohani kalau kita memiliki buah bibir yang manis.

    Dan mujizat jasmani juga terjadi: tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung diulukran untuk menyelesaikan segala masalah yang mustahil, sampai 'takkan kekurangan aku', artinya dipelihara oleh Tuhans ampai berkelimpahan--mengucap syukur--, bahkan sampai kesmpurnaan utnuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kit amasuk kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.


Sehebat apapun manusia hanya seperti pohon yang hancur. Jalan keluarnya adalah tergembala. Buktinya: taat dengar-dengaran; hidup dari tangan anugerah Gembala Agung yang besar. Dia akan mengalami pertumbuhan, bertunas sampai berbuah. Kita rasakan di dalam penggembalaan tidak ada kecurangan, Tuhan tidak pernah menipu.

Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17--kita masih membahas ayat 12-13 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017)
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:




  1. Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut= kasih Allah tidak bekerja lagi (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 01 Oktober 2017).

  2. Bulan menjadi merah seperti darah= penebusan oleh darah Yesus sudah tidak bekerja lagi; tidak ada pengampunan dosa lagi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017).




  3. Bintang-bintang berguguran (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017).


Ini semua akan terjadi secara jasmani, tetapi gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain. Ini yang menghantam kita sampai matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut--tidak ada kasih Allah lagi--, bulan menjadi merah seperti darah--tidak ada pengampunan dosa lagi--, dan bintang-bintang berguguran--Roh Kudus tidak berkerja lagi.
Ini yang akan terjadi dan melanda dunia akhir zaman.

AD. 3: BINTANG-BINTANG BERGUGURAN
Artinya: Roh Kudus tidak bekerja lagi.

Pekerjana Roh Kudus di akhir zaman adalah kegerkaan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembagunan tubuh Kristus yang sempruna mulai dari rumah tangga. Penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempruna; mempelai wanita yagn siap menyambut kedatnagan Tuhan di awan-awan.

Kalau Roh Kudsu tidak bekerja lagi--bintang berguguran--, bahaya, yang ada adalah masuk pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan yagn akan dibinasakan selamanya.

Wahyu 17: 4-5
17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Tanda perempuan Babel/mempelai wanita setan/gereja palsu adalah:




  1. Hanya mengutamakan perkara-perkara jasmani di dalam ibadah pelayanan: kekayaan, kedudukan dan lain-lain sehingga tidak mengutamakan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Akbiatnya: tidak megnalami penyucian dan pembaharuan; sidang jemaat tetap bertahan dalam dosa dan puncaknya dosa..




  2. Tidak etia dalam ibadah pelayanan.


Mari, selama Roh Kudus masih bekerja, biarlah kita aktif dalam pelayanan pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna.
Bagaimana supaya kita aktif? Kita harus menjadi imamat kudus; imamat rajani; imam-imam dan raja-raja.

1 petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Imam adalah seorang yang suci dan memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Ini kehidupan yang mengikuti geraknya Roh Kudus di akhir zaman, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

Imam dan raja adalah bintang-bintang di hadapan Tuhan. Begitu luar biasa. Di dunia saja, bintang ini dicari: bintang pelajar, bintang lapangan hijau dan sebagainya, tetapi cepat pudar.

"Di Malang ada jemaat juara All Englang tujuh kali berturut-turut. Anak kaum muda sekarang tidak kenal. Begitu cepat pudar."

Tetapi bintangnya Tuhan tidak akan pernah pudar, bahkan sampai sempurna seperti Tuhan. Ini bedanya dengan bintang dunia.

Sebenarnya bintang adalah keturunan Abrhama, bangsa israel asli. Bangsa kafir hanya anjing dan babi.
Kejadian 15: 5
15:5. Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Tetapi oleh kemurhaan Tuhan, oleh anugerah Tuhan yang besar lewat kurban-Nya, Dia membuka kesemaptan bagi bangsa kafir untuk bisa menjadi bintang--keturunan Abraham secara rohani.

1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu
bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Proses bangsa kafir bisa menjadi bintang-bintang lewat jalur kasih karunia Tuhan yagn seharga kurban Kristus:




  1. Titus 2: 11
    2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

    'semua manusia'= termasuk bangsa kafir.

    Proses pertama menjadi bintang: menerima dan mempertahankan keselatamatan lewat kurban Kristus.

    Jalannya:
    Kisah Rasul 19: 3-6
    19:3. Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4. Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.




    • Iman/percaya pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman. Itu iman yang benar.

    • Bertobat. Kalau imannya benar, akan diikuti dengan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa. Harus mendengar firman!

      Ada yang bilang dengar kesaksian lalu percaya Yesus. Baik, tetapi kalau tidak dilanjutkan dengan mendengar firman, langkah selanjutnya tidak bertobat. Harus dengar firman baru bisa bertobat.

      Yohanes 4: 41-42
      4:41. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
      4:42. dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."




    • Baptisan air. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehignga ia bangkit dari dalam ari bersama Yesus untuk mendaptkan hidup baru, yaitu seperti bayi yang baru lahir. Inilah bangsa kafir.
      Hidup baru= hidup yang diurapi Roh Kudus; mengalami baptisan Roh Kudus dan hidup dalam kebenaran.

      Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman, itulah keturunan Abraham.
      Galatia 3: 7
      3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

      Kita hidup benar, jadi senjata kebenaran dan dipeluk tangan anugerah Tuhan yang besar; diberkati sampai anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain, bahkan hidup kekal.
      Mazmur 5: 13
      5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.




    Inilah langkah pertama. Kita dipagari supaya tidak keluar lagi, tetapi hidup benar; menerima dan mempertahankan keselamatan. Hidup benar= hidup dari iman, jadi keturunan Abraham/bintang-bintang. Kita dipagari, dipeluk dan diberkati sampai jadi berkat; kita dipindahkan dari suasana kutukan ke Firdaus; dulu dari Firdaus diusir ke dunia.




  1. Filipi 2: 12-15
    2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu
    bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Proses kedua menjadi bintang: kita harus menjadi bintang yang bercahaya, jangan jadi bintang yang gugur.

    Tadi kita menerima dan mempertahankan keselamatan. Sekarang untuk jadi bintang bercahaya, syaratnya:




    • Kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar sampai kesempurnaan. Kalau tidak dikerjakan, keselamatan juga akan habis.

      Takut dan gentar= kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan dapat dipercaya oleh Tuhan
      ; setia dan bertanggung jawab pada Tuhan; setia berkobar-kobar sampai garis akhir. Kalau berhenti dit engah jalan, berarti gugur. Kalau tidak setia, bitnang mulai redup dan gugur.




    • Syarat kedua: ayat 14: kita beribadah melayani dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan. Kalau bersungut, berbantah atau bergosip, bintang dengan bintang akan tabrakan terus, dan lama-lama gugur juga.
      Mari sungguh-sungguh hari-hari iini!

      Tadinya anjing dan babi bisa jadi bintang, kalau ada gesekan kita selalu mengucap syukur pada Tuhan dan selalu koreksi diri. Kalau tidak koreksi diri, akan terjadi juga perbantahan dan pertengkaran mulai dari rumah tangga. Di dalam penggembalaan kalau hamba Tuhan selalu salahkan jemaat, memang mudah bicara, tetapi gugur.. kalau semua koreksi diri, tidak akan ada perbantahan. Tetapi kalau mulai koreksi orang lain, akan terjadi perbantahan dan pertengkaran.

      Kalau ditemukan salah, kita mengaku pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada kesalahan orang lain kita ampuni dan lupakan. Kita tidak akan pernah berbantah, tetapi semua menjadi damai sejahtera, enak dan ringan.




    • Syarat ketiga menjadi bintang bercahaya: ibadah yang benar.
      Roma 12: 1
      12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

      Bintang hanya bersinar terus, artinya berkorban, yaitu mengorbankan tubuh yagn kuduh, hidup dan berkenan pada Tuhan. Mulai dari mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tiuhan, berrkobrban utnuks esma utnuk membutuhkan, sampai mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah.

      Dulu israel mempersembahkan korban tidak boleh ada yang cacat. Kalau beli di pasar tidak mungkin, jadi dia harus menggembalakan sendiri sampai jadi persembahan yang tidak bercela. Jadi mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan bereknan pada Allah terjadi dalam penggembalaan:




      • Tubuh yang hidup= dikuasai Roh Kudus lewat ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh kudus di dalam urapan dan kariunia-Nya. Bukti hidup: setia.

      • Tubuh yang kudus= dikuasai firman pengajaran yang benar lewat ketekunan dalam biadah pendalaman alktiab dan perjamuans uci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Ini yang menjamin kesucian.




      • Tubuh yang berkenan pada Allah= 'Inilah anak yang Kukasih, kepadanyalah Aku berkenan'= dikausai oleh kasih Allah lewat ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.




      Kalau kita digembalkan, selalu ada firman, Roh Kudus dan kasih di dalam hidup kita, hasilnya:




      • kepuasan sorga, tidak pernah haus, sehingga tidak butuh sampai tidak mau lagi mencari kepuasan di dunia yang membuat jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.




      • 'Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku'= dipelihara sampai mengucap syukur.




    Inilah proses bangsa kafir bisa menjadi bintang bercahaya. Yang pertama: pertahankan keselamatan. Kita seperti bayi yang tidak berbuat dan tidak mengenal dosa. Kita hidup dari iman/kebenaran, jadi keturunan Abraham kita melayani Tuhand engan benar. Ktia dipagari dan berkat dicurahkan.
    Kemudian mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, syaratnya: tidakb oleh berbantah-bantah/bersungut, takut dan akan Tuhan, dan mempersembahakan tubuh yagn hidup, kudus dan berkenan pada Tuhan.




  2. 1 Petrus 2: 18-19
    2:18. Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah
    menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Tunduk pada orang bengis, itulah penundukan yang sejati.
    Saat diberkati Tuhan kita bisa tunduk pada Tuhan, tetapi saat belum diberkati, bagaimana?

    Proses ketiga menjadi bintang: harus memikul salib/mengalami percikand arah; rela menderita daging dan perasaan karena Yesus--ruangan maha suci.

    Mungkin di kantor tuannya pelit sekali, tetapi utnuk jadi saksi Tuhan kita harus tunduk. Jangan pilih yang baik-baik baru tunduk. Di rumah tangga juga, jangan pilih-pilih! Sudah berani masuk rumah tangga, jangan pilih-pilih. Karena itu sebelum masuk rumah tangga, hati-hati! Jangan sudah masuk nikah baru pilih-pilih! Sungguh-sungguh!

    2 Krointus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Kemuliaan sama dengan kebuhanah hidup.
    Tuhan izinkan ktia memikul salib supaya ktia mengalami kebauahan hidupd ari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

    1 Petrus 3: 3-5
    3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

    Keubahan hidup sama dengan perhiasan mempelai, yaitu:




    • Lemah lembut= kemampuan utnuk menerima firman yang keras, dan kemampuan utnuk menerima sesma dalam kekurangan dan kelebihannya. Kalau ada kurangnya, ampuni, doakan. Kalua ada lebinya, akui dan teladani. Ini hati yang lembut.

      Kalau hamba Tuhan, fellowship. Saya dengan pdt Pong begitu. Saya lihat tiap ibadah penuh, kami masih susah. Fellowship saja, bersandar saja, tahu-tahu jiwa bertambah-tmambah juga. Om Pong memperluas gereja, kami juga mau memperluas gereja. Tidak ada ruginya lemah lembut.




    • Pendiam= koreksi diri oleh ketajaman pedang firman, dan bisa dikoreksi orang lain.

      Karena itu tiap Lempin-El terakhir saya suruh sampaikan pesan dan kiritik. Panas juga, teapi ada benarnya juga dia. Aku belajar dan koreksi diri. Jangan hanya koreksi orang lain. Kalau bisa mengoreksi diri baru bisa koreksi orang.

      Pendiam juga berarti tidak banyak komentar atau mencampuri urusan orang lain.




    • Penurut= tunduk/taat sampai daging tidak bersuara.
      Mulai dengan berpegang pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.

      Filipi 2: 15-16
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
      2:16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Jangan jadi bintang gugur! Percuma!
      Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dnegaran, itu berpegang pada firman kehidupan. Kalau bintang sudah berpegang pada firman kehidupan, Tuhan akan memegang bintang dengan tangan kanan-Nya. Kita tidak akan pernah gugur.

      Wahyu 1: 16
      1:16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

      Hasilnya:




      • Mazmur 118: 15-16
        118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
        118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

        Hasil pertama: tangan kanan Tuhan menyelesaikan masalah yang mustahil. Ini keperkasaan Tuhan.




      • Hasil kedua: tangan kaan Tuhan meninggikan kita: yang jatuh dipulihkan, mengangkat kita jadi berhaisl dan indah, memakai kita dalam kegerkaan Roh Kudus hujan akhri, mengubahkan kita smapai sempruna kalau Tuhan datang kembali.

        Kalau yang rohani terjadi, mujizat jasmnai jgua terjadi. Sampai kalau Tuhan datang kembali kita jadi sempruna seperti Dia. Tidak percuma kita menjadi bintang. Sudah dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali. Kita bisa menyambut kedatagna-Nya di awan-awan yang permai.


Tadinya anjing dan babi. Bisa jadi bintang, sudah dipagari. Pertahankan kesselamatan, berkat Tuhan sudah dicurahkan dan kita jadi berkat. Lalu kerjakan keselamatan, beribadah melayani hari-hari ini! Jangan undur! Itu bintang mulai redup! Kerjakan keselamtan. Dan terakhir, pikul salib.
Kita angkat tangan pada Tuhand an kita tidak pernah jatuhs elamanya.
Yagn sudah jatuh, gagal, angkat tangan pada Tuhan.

Tuhan memberkati.