Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 7-8
6:7. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi kegerakan kuda hijau kuning/kuda kelabu, yang mengakibatkan MAUT DAN KERAJAAN MAUT menguasai seperempat bagian dari bumi untuk membunuh penduduk bumi dengan pedang, kelaparan, sampar dan binatang buas (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 Juli 2017).

Ada tiga macam maut/kematian:




  1. maut/kematian secara tubuh/jasmani; karena sakit dan sebagainya. Ini tidka pentting bagi kita. Ini adalah urusan Tuhan; siapa yang menigngal, bagaimana caranya dan kapan meninggalnya. Itu urusan Tuhan. Yang penting selama hidup ktia mendnegar dan dengar-dengaran akan firman, sehingga kalau meinggalpun akan dibangktikan dalam tubuh kemuliaan.




  2. Maut/kematian secar rohani. Ini yang harus diperahtikan, yaitu terpisah dari Tuhan karena berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Juga karena tidak setia dalam ibadah pelayanan--dipengaruhi dunia0--; memimbulkan kutukan dan binasa.

    Ini yang akan membawa pada maut yang ketiga.




  3. Maut/kematian yang kedua; neraka selamanya. Orang yang mati rohaninya, itu yang akan masuk neraka selamanya.


Tiga macam maut ini bergentayangan; menguasai sepertempat dari dunia saat meterai keempat dibuka. Sudah pernah terjadi di dalam kitab Yehezkiel; sekarang merupakan nubuat, akan terjadi lagi di akhir zaman.

Yehezkiel 14: 19-21
14:19. Atau jikalau Aku mendatangkan sampar atas negeri itu dan Aku mencurahkan amarah-Ku atasnya sehingga darah mengalir dengan melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang,
14:20. dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.
14:21. Ya, beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang!

Ini pealjaran berharga. Ayub, Nuh dan daniel orang-orang hebat, tetapi keslamatan itu urusan pribadi. Kita masing-masing bertangung jawab atas keselamatan masing-masing.

Jelas, penghukuman Tuhan dengan empat cara: pedang, kelaparan, pedang dan sampar, sudah eprnah terjadi atas Yerusalem sehignga melenyapkan manuisa dan binatang. In imenubuatkan akan terjadi lagi di akhir zaman saat kuda hijau kuning datang. Kita harus hati-hati dan awaspada.

Tadi, di tengah hukuman yang berat, muncullah kehidupan yagn selamat yaitu Nuh, Daniel dan Ayub. Kita bisa belajar. Jika kita mau bebas dari maut yang akan terjadi di akhir zaman kita harus hidup seperti Nuh, Daniel dan Ayub. Biarpun anaknya, kalau tidak sama hidupnya dengan ayahnya, tidak akan bisa selamaat.
Kita juga, berdoa, boleh, tetapi keselamatan merupakan tanggung jawab masing-masing. Biarlah ktia mencotoh dan meneladni Nuh, Daniel dan Aybu supay akita selamat dari penghuuman atas dunia.

NUH
Kejadian 6: 5-8
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Pada zmaan Nuh, hati manusia cenderung jahat; tidak taat sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa--dari dalam hati keluar--yang memilukan hati Tuhan, memedihkan orang tua dan membuat keluh kesah seorang gembala, sampai terjadi penghukuman Tuhan dalam bentuk air bah.

Tetapi Nuh sekeluarga memiliki hati nurani yang baik, yang taat dengar-dengaran, dibuktikan waktu Tuhan perintahkan ia membuat bahtera padahal tidak ada angin dan hujan, ia lakukan; Tuhan perintahkan ia masuk bahtera bersama hewan-hewan sekalipun belum ada banjir, ia masuk. Ini hati nurani yan baik--hati yang taat dengar-dengaran, sehingga Nuh mendapat kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan sekeluarga--Nuh hidup dalam tangan kasih anugerah Tuhan.

Hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran adalah tempat kasih karunia anugerah Tuhan.
Ini menjadi contoh bagi kita. Sudah terjadi, manusia sudah mati karena aibr bah, tetapi Nuh selamat--dapat kasih kaurnia. Sekarang ktia mencontoh teladan Nuh.

Apa itu masuk bahtera?
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Sekarang kita harus masuk baptisan air yang benar. Hanya satu bahtera Nuh, berarti hany satu baptisan air yang benar, yaitu yang sesuaid engan alkitab--menurut kehendak Alllah; Nuh disruh membuat bahtera dan masuk bahtera menurut kehendak Allah--, dan sesperti Yesus dibaptis ktia harus dibaptis.

Syarat baptisan air yang benar: percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan bertobat. Kalau percaya, kita mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi--mati terhadap dosa.

Pelaksanaannya: dikuburkan.
Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar: orang yagn sudah mati terhadap dsoa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia keluar--bangkti dari dalam air--bersama Yesus dan dapat hati nurani yang baik; pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik/hati taat dengar-dengaran.
Kalau dulu, hanya delapan orang yang selamat. Sekarang, ada berapa orang kristen di dunia dan sudah baptisan air? Dulu juga banyak anak Tuhan, tetpai yang bisa naik bahtera Nuh (dapat kasih kaurnia) hanya delapan orang. Sekarang juga, banyak yang dibaptis, tetapi hanya sedikti juga yagn baptisannya benar.
Bukan berati kita paling benar, tetapi baca alkitab saja.
Yang lain ke mana? Di luar bahtera, itu berarti belum dibaptis. Harus dibaptis kalau mau menerima kasih karunia Tuhan.

Kalau sudah punya hati nurani yang baik/taat, hasilnya:




  1. Kejadian 6: 9
    6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    (terjemahan lama)
    6:9. Maka inilah anak buah Nuh. Maka Nuh itu seorang yang benar dan tulus hatinya di antara orang zamannya, dan Nuh itu hidup dengan Allah.

    Tidak bercela= tulus hati; tanpa pamrih, damai sejahtar; tidak ada kepahitan, iri, benci dan lain-lain.

    Kita hidup dalam kebenaran, tulus, dan tidak bercela, dan setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Hasilnya kita dapat uluran tangan kasih Tuhan yang besar untuk memberikan keselamatan mempelai--delapan orang adalah empat pasang mempelai; tidak tercemar oleh dosa sehingga tidak dihukum oleh Tuhan.

    Yang dihukum adalah dosa; upah dosa adalah maut.

    Di Sibolga, wakil bupati datang: Pak, mengalah ya ini menteri datang: Ok, jangan terlambat ya, kalau terlambat, saya masuk: Oh,t idak etis pak: Oh, kalau dengan Tuhan tidak etis ya? Biar bapak penjara saya silahkan. Biar Pak Joko Wi datang, saya tidak takut. Ini ibadah. Nuh tidak mau tercemar oleh dosa. Kami hamba Tuhan sungkan pada manusia, tetapi tidak sungka pada Tuhan. Keteraluan! Bukan berarti apa-apa, tetapi itu berarti hati nuraninya tidak baik; lebih memilih manusia dari pada Tuhan. Untung Nuh punya hati nurani yang baik, kalau tidak, ia ikut iparnya. Tidak tercemar oleh dosa dan tidak tercampur dengan ajaran-ajaran lain. Bukan berarti di sini yang paling benar, tetpai yang tidak sesuai, jangan campur. Saya kalau terangkan, kalau matematika kalau rumusnya dicampur-campur, biar pandai, tidak akan lulus sampai kiamat. Harus ada ketegasan.
    Bukan sombong, tetapi kita harus hargai Tuhan lebih dari smeua. Kita pilih untuk tidak terccemar oleh dosa dan tercampur dengan ajaran lain.

    Kita mengalami keselamatan mempelai dan ktia mengalami perlindungan Tuhan dari penghukuman atas dunia, sampai kiamat, dan neraka.




Inilah Nuh, mendapatkan keslemaatan mepelai; kebahagian memeplai. Kalau bercmapur dosa dan ajaran lain, percayalah tidak akan bahagia. Tetapi kalau sudah tidak tercampur dosa dan ajaran, keselamatan dijamin, dan perlindungan Tuhan nyata.
Mari, belajar dari Nuh klaua mau dapat kasih karunia. Maut boleh bertentayangan,t etapi ktia ada di dlam tangan anugerah Tuhan yang besar.

DANIEL
Daniel 6: 11
6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Daniel tekun menyembah Tuhan. Dia diancam supaya menyembah raja, kalau tidak menyembah akan dimasukkan gua singa. Tetpai dia justru masuk kamar dan berdoa. Ini namanya kuat teguh hati dalma menghadapi gua singa.
Tadi, pertahankan hati nurani yang baik/hati yang taat dengar-dengaran. Semoga ktia selamat sekeluarga, ada keselamatan mempelai dan perlindungan Tuhan nyata.

Lalu, Daniel kuat teguh hati menghadapi gua singa, lewat doa penyembahan. Tadi lewat baptisan air, hati nurani yagn cenderung jahat jadi hati nurani yang baik.
Pada zaman Daniel, banyak yang hatinya lemah dan menyembah raja. Ini pentingnya doa penyembahan.

Lewat doa penyembahan ktia mengalami pembaharuan hati nurani yang sering lemah, bimbang, menjadi kuat teguh hati. Hati nurani ini sering lemah. Mungkin di pekerjaan diancam PHK, jadi lemah. Jangan! Karena itu banyak menyembah. Itu kuncinya! Memang harus menghadapi seperti yang dihadapi Nuh, kita akan hadapi; seperti yang dihadapi Daniel, kita juga hadapi. Daniel ini juga berhutang budi, dari orang buangan, dia diambil oleh raja, dijadikan pegawai istana, digaji; seharusnya orang buangan tidak ada harapan. Hati-hati dengan hutang budi! Jangan dibalas dengan yang tidak benar. Hutang budi dibalas hutang budi!

Saya tanya murid-murid: Boleh felloship?: boleh: Salah, harus. Tetapi dengan fellwoship yang enar. Kalau mau fellowship yang salah karena hutang budi saya katakan: hutang budi balas hutang budi,b ukan dengan fellowship yagn salah.

Prkatik kuat teguh hati:




  • tetap pegang teguh pengajaran yang benar apapun resikonya.

  • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan apapun reiskonya. Nanti ktia akan diperhadapkan. Sekarang mungin dengan waktu, tetapi nanti dengan gua singa.
    Kuat teguh hat ini mengalahkan rasa capek. Saya kadang juga begitu. Kalau sudah capek, saya ingat Tuhan dan ingat jemaat yang berusaha untuk ibadah. Jadi semangat lagi.




  • Tetap meneymbah Tuhan; tetap percaya dan berharap Tuhan apapun yang dihadapi.


Jangan lemah harihari ini; jangan bimbang mengahadpi apapun!

Hasilnya: Tuhan mengulurkan tangan kasih karunia-Nya yang besar utnuk mengatupkan mulut singa. Artinya: tangan kasih karunia Tuan sanggup memeliihara hidup ktia di tengah kesuitan dunia. Dunia memang makin sulit, maksud Tuhan adalah supaya kita bergantung pada anugerah Tuhan yang besar, seperti Daniel.

Daniel diperhadapkan mula-mula makanan jasmani, di amenolak karena mugnkin makanan rja mengandung anggur. Sampai tukang masaknya takut, tetapi mulai berani. Mulai dari perkara kecil harus tegas kalau salah,s ampai nanti berhadapan dengan gua singa.

Kita juga mengalami perlindungan Tuahn dari celaka marabahaya, dosa-dosa, dan puncaknya dosa, ajaran palsu, sampai antirksi berkuasa di bumi. Kita tetap hidup benar.

Semakin besar kuasanya antikris di bumi, kita harus merasakan semakin besar anugerah Tuhan yang kita terima. Kita suliit, tetapi ada jalan, itulah anugerah dan perlindungan Tuhan. Nanti di zmaan antirkis, semua diblokir, hanya yang menyembah antikris yang boleh berjual beli. Di situlah kita baru merasa sepennuhnya kita hidup dari anugerah Tuhan yang besar; ktia dipelihara di padang gurun--seperti dulu Israel dipeliihara dengan manna.

Kemudian ada pertolongan Tuhan; keajiaban Tuhan menyelesaikan masalah yang mustahil--Daniel bisa keluar dari gua singa. Dan Daniel justru lebih diangkat lagi. Kalau saran orang lian mungkin: Sembah saja sekali Daniel, nanti dapat keududukan. Tetapi Daniel tidak mau. Justru orang pikir tamatlah riwayatnya, tetpai ternyata rencana Tuhan bukan rencana manusia. Rencana Tuhan justru Daniel dapat masa dpean yang berhasil dan indah; ia dipaakai oleh Tuhan jadi saksi--semua mengakui Allahnya Daniel. Kalau sekarang ktia jadi saksi tentang kabar baik-untukornag berdosa di luar Tuhan--dan kabar mempelai--untuk orang-orang yang sudha selamat supaya bisa digembalkaan dan masuk pembangunan tubuh Kristus.

Dulu, Daniel dipakai, ktia sekarang kuat teguh hait. Jangan bimbang hari-hari ini! Banyak meneymbah, itu kuncinya.
Tadi, masuk baptisan air, itu adalah dasarnya. Baptisan air ini penentuan utnukd apat hati nurani yang baik. Ditingkatkan dengan doa peneybmahan utnukd apat kuat teguh hati; hati yagn lemah jadi kuat teguhh hati. Kita akan hidup dalma tangan anugerah Tuhan yagn bear: ada pemeliiharaan, perliindungan, pertolongan dan pemakaian Tuhan untuk memulikan nama-Nya.

Kita bersyukur kalau dipakai bersaksi,t etapi angan lupa bersakasi tentang kabar mempelai. Ini bukti lepas dari gua singa.

Sudah dihitung-hitung, satu tahun berapa milyar, sepuluh tahun sudah dapat tempat iini. Inilah bukti kita terlepas dari cengkeraman singa/antikris, yait kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

Maut bergentayangan hanya bisa dihadapi dengan hati: hati nurani yagn baik dan kuat teguh hati. Kesulitan apapun hadapi dengan hati. Tangan anugerah Tuhan yang bekerja.
Pembukaan alktiab dimulai dengan kasih kaurnia, dan alktiab ditutup dengan kasih karunia; ikita tidak bisa lepas dari kasih karunia. Siapkan hati! Menghadpai dosa, siapkan hati! Kalau sudah dibaptis dengan benar, periksa hasilnya. Kalau belum benar, mohon pada Tuhan. Menghadapi tantanngan seperti Daniel, banyak menyembah, sampai mulut singa dikatupkan.

Tadi, Nuh menunjuk pada halaman.
Daniel, ruangan suci; penggembalaan akan memuncak pada penyembahan. Kita tekun dalam ibadah raya, pendalaman alkitab, sampai ibadah doa.

AYUB
Menunjuk pada ruangan maha suci--percikan darha. Jadi semua alkitab itu mau diapakan juga Tabernakel, tidak bisa lepas dari Tabernakel.

Ayub 1: 1-3
1:1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
1:2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
1:3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Ayub hebat secara jasmani dan rohani, tetapi ada kekurangan.

Ayub 32: 1-2
32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Kelemahan Ayub adalah hatinya keras.
Zaman Nuh, hati cederung jahat. Zaman Daniel, hati lemah, jadi kuat teguh hati lewat peneymbahan.

Sekarang hati yang keras/kebenaran diri sendiri; selalu menyalahkan orang lain dan Tuhan. Ini melawan salib. Hanya salib yang bisa membenarkan kita; kalau merasa lebih benar dari Tuhan dan sesama, berarti melawan salib Tuhan.
Kalau Yesus, Ia benar, tetapi ia mengakui dosa-dosa kita. Itu kebenaran dari Tuhan. Di sini Ayub sombong, tidka pernah koreksi diri.

Cara Tuhan menolong: Tuhan izinkan Ayub mengalami ujian habis-habisan--percikan darah--sampai Ayub bisa melembut; hati keras menjadi hati yang lembut.

Ayub 42: 5-6
42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Hati yang lembut= hanya merasa seperti tanah liat; hanya mengaku sebagai tanah liat, aritnya: mengaku tidak layak, banyak kekurnagan dan kelemahan sehingga banyak koreksi diri, mengaku tidak mampu, tidak berdaya apa-apa, tidak berharga apa-apa sehingga hanya bergantung pada kasih kaurnia Tuhan yang besar. Sekalpun punya smeua, tetapi Ayub merasa sebagai debu yang tidak punya apa-apa.

Itulah kalau mau selamat dari maut. Dulu Yerusalem dihukum dengan smapr, kelaparan, pedang dan binatanga buas. Nanti akan terjadi lagi. Kalau ada Ayub, Nuh dan Daniel, hanya meereka yang selamat. Karena itu kalau kit amau selamat ktia meneladani mereka bertiga.

Praktik hati yang lembut: (ayat 6) mencabut perkataan yang salah. Banyak berdiam diri hari-hari ini.
Perkataan salah: dusta, gosip, fitnah dan lain-lain. Lepaskan semua, cabut kata-kata yagn salah.

Memang ada harga yang harus dibayar untuk mencabut perkataan yagn salah. Pelajaran opa Totaijs: bawa bantal kapuk, lalu bawa pisau, buka jendela di lantai tujuh, robek bantal itu, buang kapuknya dan pilih lagi kapuknya. Itulah harga utnuk mencabut perkataan. Karena itu hati-hati dengan perkataan! Saya ngeri dengarnya.

Mari sekarang banyakb ediam diri dan menhembah Tuhan.
Juga mencabut perbuatan-perbuatan yagn salah: jahat, najis; kita saling mngaku dan mengampuni. Kalau salah, berani mengaku pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau oran glain salah mengaku pada ktia, ampuni dan jangan ungkit-ungkit lagi. Maka darah Yesus akan mengampuni kita.

Kalau kita masih mengaku manusia tanah liat, kita butuh salib.
Di Mazmur 103, Tuhan ingat kita debu karena itu Dia membuang dosa kita sejauh timur dari barat. Saling mengaku dan mengampuni hari-hari ini! Darah Yesus akan mencaubt akar-akar dosa dan ktia bis ahidup dalam kebenaran. Tuhan tolong kita.

Jangan tunggu ujian habis-habisan! Pembaharuan bisa ktia almai lewat pedang firman dan perjamuan suci--tanda darah--dan ujian habis-habisan. Jangan tunggu sampai ujian habis-habisan, karena bisa tidak tahan seperti satu penjahat yang disalib bersama Yesus. Kalau sudah terlanjur, mari kembali. Tetapi kita lebih baik mengalami pembaharuan lewat firman dan perjamuan suci; kita bis amelembut.

Saat sengsara ingat Tuhan, dan melembut! Ingat kita hanya debu tanah liat, datang pada Tuhan!
Hati yang lembut adalah tempat uluran tangan anugerah Tuhan yagn besar utnuk memulihkan dua kali lipat: jasmani dan rohani dipulihkan. Semua baik, berhasil dan indah, sampai kalau Tuhan datang semua sempruna seperti Dia, utnuk layak menyambut kedatnagan-nya kedua kali. Tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: Haleluya dari keempat penjuru bumi. Kita menyambut kedatnagan Yesus kedua kali. Maut tidak berkuasa lagi. Termasuk yang sudah mendahulu kita, aada tanada hati nurani yang baik seperti NUh, ada doa penyembahan seperti Daniel, dan rela megnalami percikan darah, merka jgua akna dibangkitkan dan ktia menjadi satu.
Setetes air mata tidak ada lagi, itu bukti maut tidak berkuasa. Ktia bersama Dia elamanya.

Pegang hati ktia masing-masing. Ini yang menetukan nasib kita mulai sekarang sampai hidup kekal. Mugnkin cenderung jahat, sering lamah, ragu, dan lain-lain, mungkin masih keras seperit Ayub, marilah kita mengalami pembaharuan lewat Tabernakel, supaya tangan anugearh Tuhan aygn besar memeluk kita. Begitu ada hati nurani yagn baik, kuat teguh hati dan hati yagn lembut, Tuhan harus mengulurkant angan anugerah yang bwsar utnuk melmeluk ktia dan melakukan segala sesuatu bagi kita sampai kesempurnaan.

Tuhan memberkati.