Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7
Dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu 7 terkena pada buli-buli emas berisi manna--salah satu alat di dalam tabut perjanjian.
Manusia darah daging adalah bejana tanah liat/buli-buli tanah liat yang rapuh, gampang berbuat dosa, kecewa, putus asa, bangga dan lain-lain, sampai hancur binasa selamanya.

Oleh sebab itu harus diisi dengan manna, sekarang artinya harus diisi dengan firman penggembalaan/firman pengajaran yang benar, yagn diulang-ulang sehingga bisa menjadi buli-buli emas berisi manna.

Buli-buli emas artinya iman yang sempruna dan kehidupan yang mengalami keubahan hidup sampai sempurna seperti Yesus.

Seluruh wahyu 7 masih merupakan pembukaan meterai yang keenam.
Jadi, ada tiga hal yang terjadi pada pembukaan meterai yang keenam:




  1. Wahyu 6: 12-17= hukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus yaitu terjadi gempa bumi secara jasmani terutama secara rohani: dunia dengan segala pengaruhnya, yang mengakitbatkan:




    • kegelapan (ayat 12-13).

    • Kegoncangan (ayat 14).

    • ketakutan (ayat 15-17).




    Semua ini menuju pada kebinasaan.




  2. Wahyu 7: 1-3
    7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
    7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
    7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

    Yang kedua: angin tidak beritup lagi di darat.




  3. Wahyu 7: 4-8= pemeteraian bangsa Israel menjadi inti mempelai wanita Tuhan.
    Wahyu 7: 9-17= pemeteraian bangsa kafir menajdi kelengkapan mempelai wanita Tuhan.

    Kalau digabung, bangsa kafir dan israel menadi satu tubuh Kristus/mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.


Jadi, memang ada penghukuman, tetapi juga ada pemeteraian.
Kita sudah mempelajari bagian I.

AD. 2 ANGIN TIDAK BERTIUP
Wahyu 7: 1-3
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Pengertian angin secara rohani:




  1. Yohanes 3: 5-8
    3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Yang pertama: angin adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh; mengalami baptisan air dan Roh Kudus sehingga bisa menghampakan/merendahkan diri.

    Angin itu hampa; ada tetapi tidak ada; ada tetapi mengaku tidak ada. Bukan dibalik, kalau tidak ada tetapi megnaku ada, berarti sombong, itu sama dengan setan. Pencipta dunia adalah Tuhan tetapi setan berkata: Sembah aku, dan dunia aku berikan pada-Mu.




  2. 2 Korintus 4: 7, 11
    4:7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4:11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

    'harta'= firman pengajaran yang benar.
    'hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini'= buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.

    Yang kedua: angin adalah kehidupan yang dibaharui oleh kekuatan firman Tuhan sehingga bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib; sama seperti angin, ke mana kita tiup ke sana dia pergi.


Jadi, contoh angin adalah Yesus.
Filipi 2: 5-8
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus menghampakan diri sampai mati di kayu salib sehingga menjadi utusan dari sorga--angin dari sorga yang ditiupkan ke bumi ini, untuk memberikan kehidupan, keharuman, dan kesegaran di bumi yang dikuasai setan. Bumi inisudah mati oleh dosa, dipengaruhi setan, tidak ada kematian dan semua mati di dalam dosa. Bumi sudah busuk--perempuan Samari asudah lima kali kawin cerai dan berikutnya tidak ada ikatan lagi.
Bumi juga sudah kering, letih lesu, susah payah, air mata, karena itu Tuhan berikan kesegeran.

Yesus dibaptis dalam air lalu keluar dari air dan Ia menerima Roh Kudus. Seharusnya Ia tidak perlu dibaptis, tetapi Ia menghampakan diri.
Yesus adalah firman--pada mulanya adalah firman--; bejana tanah liat tetapi diisi firman sehingga bisa taat sampai mati di kayu salib--kita taat sampai daging tidak bersuara.

Salah satu bukti kalau Yesus menjadi angin adalah saat Ia sudah bangkit, murid-murid ketakutan dan mengunci pintu. Nanti kita akan menghadapi juga, yaitu kebencian tanpa alasan, bukan hanya masalah rohani tetapi jgua masalah jasmnani: pekerjaan, sekolah dan sebagainya, sampai kita ketakutan. Di situlah Yesus tampil. Itulah angin yang tidak bisa dihlalangi oleh apapun.

Yohanes 20: 19-23
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

'damai sejahtera'= kesegaran.
'Aku mengutus kamu'= Yesus mengutus murid-murid sebagai angin.
Pada saat murid-murid ketakutan dan mengunci diri karena menghadapi kebencian tanpa alasan, Yesus sebagai utusan sorga/angin dari dsorga bertiup di tengah murid-murid, untuk membebaskan murid-murid dari segala ketakutan, letih lesu dan beban berat, dan sekaligus mengutus mereka sebagai angin yang ditiupkan oleh Tuhan--utusan Tuhan dalam pekerjaan dan urapan Roh Kudus.
Murid-murid ini semua dari bangsa Israel. Mereka harus menghampakan diri dan taat untukb isa bertiup ke mana-mana.

Tetapi bersyukur, kita juga melihat bangsa kafir juga bisa menjadi angin--menghampakan diri dan taat dengar-dengaran. Oleh kemurahan Tuahn bangsa kfir juga bisa menjadi angin--utusan Tuhan yang dipakai dalam pekerjaan Roh Kudus ke manapun untuk membawa keharuman dan kesegaran sorga.

Salah satu contoh: Lukas 7: 1-10
7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5. sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6. Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7. sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9. Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10. Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Yahudi dengan kafir bermusuhan, tetapi perwira ini mengasihi bangsa Yahudi.
Orang bilang: Dia layak ditolong, tetapi dia sendiri berkata: Aku tidak layak. Inilah angin, layak tetapi merasa tidak layak; ada tetapi merasa tidak ada.
Kita seringkali begitu, baru berdoa dua kali sudah merasa layak ditolong. Bangsa kafir yang tidak lahir baru malah terbalik, dia tidak layak--seperti anjing dan babi--tetapi merasa layak.

Bangsa kafir juga bis amenjadi angin. Seorang perwira bangsa kafir punya kedudukan cukup tinggi, banyak jasanya, mengasihi orang Israel dan membangun Bait Allah, dan sangat menghargai hambanya (orang kecil). Benar-benar hebat secara jasmani darn rohani.
Tetapi dengan kehebatannya tidak bisa menyelesaikan masalah. Bangsa kafir dengan segala kehebatannya tidak bisa menyelesaikan masalah. Masalah penyakit tidak bisa, apalagi masalah dosa, tambah tidak mampu apa-apa, sehingga tetap harus binasa selamanya sekalipun hebat--tetap buli-buli tanah liat yng retak, hancur dan binasa.

Buli-buli tanah liat harus diubah menjadi buli-buli emas lewat mendengar sepatah kata firamn--perwiratadi berkata: katakan sepatah kata saja. Ini adalah iman, artinya mendengar dengan sungguh-sungguh, dan dalam pengahargaan yang setinggi-tingginya.
Keubahan hidup adalah menjadi angin, baru menajdi buli-buli emas.

Bagaimana sikap kita dalam mendengar firman? Firman yang dkatakan Yesus adalah firman pengajaran yang benar. Jangan sembarnag mendenga firman! Kalau salah, hancur juga kita.
Kita diubahkan lewat mendengar firamn dengan sungguh-sungguh dan penghargaan setinggi-tinginya--seperti anjing menjilat remah-remah roti.

Kita sudah dibaptis air dan Roh Kudus, lanjutkan dengan keubahan lewat firman. Firman terus diulang-ulang untuk mengubahkan ktia sampai menajdi angin dan buli-buli emas berisi manna, sempurna seperti Yesus--kehidupan Yesus nyata dalam kehidupan kita.

Menjadi angin, berarti menghampakan diri, biar hebat tetapi merasa tidak hebat. Dengan sepatah kata firman,b angsa akfir bisa diubhakan jadi angin.
Kemudian taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara pada Allah Tritunggal.

Dia perwira, jadi mengerti komando. Dia tahu kalau memberi perintah, prajurit harus taat, dan dia juga taat kalau diperintah atasannya.

"Dulu kami punya kenalan tentara yang ke Timor Timur, kalau prajuritnya tidak taat, ditembak sendiri oleh komandannya."

Jenderal= Allah Bapa; Tuhan.
Perwira= Anak Allah; Yesus.
Prajurit= Allah Roh Kudus; Kristus.

Praktik taat dengar-dengaran pada Allah Tritunggal sampai daging tidak bersuara:




  1. Pekerjaan Allah Bapa yaitu mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.
    Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat, yaitu satu-satunya manusia yang tidak berosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusai berdosa.

    Manusia lain termasuk rasul dan nabi tidak bisa karena semua manusia sudha berbuat dosa.

    Sikap kita: harus percaya dan taat pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Tidak boleh bimbang! Inilah ketaatan kita kepada Allah Bapa.




  2. Pekerjaan Anak Allah yaitu mengatakan sepatah kata:




    • Yohanes 19: 30
      19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

      Di atas kayu salib Yesus berkata sepatah kata: Sudah selesai! Artinya Ia sudah menanggung dosa-dosa kita, kutukan dosa dan hukuman, dan menyelesaikannya sehingga manusia berdosa bisa diselamatkan, tidak dikutuk dan dihukum.

      Sikap kita: kita harus berkata: Sudah selesai, pada dosa-dosa, artinya kita harus menyelesaikan dosa-dosa sampai puncaknya dosa lewat berdamai--saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah kita mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni janganb erbuat dosa lagi. Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Hasilnya: darah Yesus mengampuni dosa ktia sehingga kita bisa bertobat dan hidupd alam kebenaran. Kita mulai merasakan kebahagiaan--berbahagia orang yang diampuni dosanya. Kita minum anggur manis. Dosa ini yang membuat pahit getir hidup kita. Yang pahit Dia minum, yang manis Dia berikan pada kita.

      Kalau ada pahit getir dan susah payah, bagaimana melayani? Harus bebas dulu baru bisa diutus.




    • Lukas 7: 8
      7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

      Yang kedua: Yerus berkata: Pergi!

      Yohanes 16: 7
      16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

      'Yesus pergi' artinya: Ia harus mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga, sehingga Ia bisa mengutus Roh Kudus ke dalam dunia, mulai dari loteng Yerusalem sampai sekarang.

      Kemudian: 'datang', artinya: Roh Kudus datang dalam kehidupan ktia, masuk dalam kehidupan ktia. Kita mengalami baptisan Roh Kudus, kepenuhan dan urapan Roh Kudus sehingga bisa berseru Ya Abba, ya Bapa, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--menjadi angin.

      Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      kita percaya Yesus, selesaikan dosa, hiudp benar, baru bisa diutus--jadi angin. Kalau berdosa, bagaimana bisa diutus? Kita harus sudah menyelesaikan dosa-dosa. Kemudian taat dengar-dengarna. Kalau tidak taat, bagaimana bisa diutus? Yunus disuruh ke Niniwe, tetapi lari ke Tarsis, sehingga ditelan ikan. Untung Tuhan tolong, kalau tidak, mati dia.
      Kalau tidak taat bukan membantu pekerjaan Tuhan tetapi menyusahkan, bukan melayani, tetapi dilayani.

      Taat sama dengan berhasil, tidak taat sama dengan gagal--ditelan ikan. Sekalipun menghadapi yang sulit dan mustahil, kalau taat, akan berhasil. Cerita Yunus adalah pelajaran bagi kita semua.

      Kemudian Roh Kudus membuat kita damai sejahtera; ketenangan, sehingga smeua menjadi enak dan ringan.
      Damai= tidak ada iri, benci, jahat, najis, takut dan kuatir, serahkan semua pada Tuhan; tidak merasakan lagi apa yang daging rasakan. Daging sering merasa kuatir, najis, jahat, pahit. Tidak ada lagi, itulah damai, daging pergi, Roh Kudus datang.




  3. Pekerjaan Allah Roh Kudus, yaitu 'kerjakanlah'.
    Lukas 7: 8
    7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Pekerjaan Roh Kudus adalah menolong kita untuk mengatasi kelemahan-kelemahan daging.
    Siang ini juga Roh Kudus dicurahkan. Yesus sudah ditus, mari percaya Dia sebagai Juruselamat lewat mendengar firman, supaya kita bisa diutus.

    Kemudian Yesus mengutus Roh Kudus.
    Apa kelemahan daging--sekalipun hebat, daging ini lemah--?




    • Selalu berbuat dosa; kalah dengan dosa; tempat virus dosa yang membusuk, selalu mendorong untuk berbuat dsoa sehingga selalu kalah.
      Tetapi kalau ada Roh Kudus, Ia mematikan dosa sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

      Roma 8: 13
      8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      Sementara kita ada dosa, kita tidak bis amelayani. Harus dimatikan dulu oleh Roh Kudus baru bisa diutus oleh Tuhan sebagai angin, bukan angin berbau busuk tetapi angin yang membawa keharuman.

      Mungkin kita sudah busuk, Roh Kudus menolong utnuk membuat harum.




    • Tidak mau beribadah melayani Tuhan; tidak setia dalam ibadah sampai tidak bisa beribadah melayani Tuhan.

      Wahyu 22: 3
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Hanya ibadah pelayanan satu-satunya aktifitas di dunia yagn bisa sampai ke takhta sorga. Kalau tiadk mau beribadha melayani, tidak akan sampai ke sorga.

      "Saya dulu mengalami juga, 'gambling dengan kakak saya, kalau menang datang ibadah, kalau kalah tidak ibadah. Jadi berharap kalah. Kalau yang lain bisa berjam-jam."

      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Roh Kudus sanggup membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhans ampai garis akhir--sampai meninggal atau samapi Tuahn datang.

      Di mana letak kelemahan daging saat ini? Kita sudah percaya, taat, tetapi masih ada kelemahan daging. Roh kudus menolong kita.




    • Tidak bisa berdoa menyembah Tuhan.
      Roma 8: 26
      8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

      Roh Kudus menolnog sehingga kita bisa meneymbah dengan keluhan tak terucapkan--dengan hancur hati.
      Karena itu seringkali Tuhan izinkan sesuatu yagn luar biasa terjadi atas kita, yaitu supaya kita bisa hancur hati. Kalau semua ada, sering lupa doa, bahkan berdoapun kering.
      Setelah ada yang luar biasa terjadi, baru bisa berdoa. Kalau sudah terjadi, mari berdoa. Tetapi yang belum, hargai korban Yesus sungguh-sungguh.




    Contoh: perempuan Kanani anaknya dirasuks etan, baru datang pada Tuhan dengan hancur hati--mengaku tidak layak, dan hanya butuh belas kasih Tuhan.
    Markus 7: 25-29
    7:25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
    7:26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
    7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    Dirasuk setan, artinay:




    • gangguan dalam nikah dan buah nikah. Karena perempuan ini kata-katanya terlalu kering, tidak bisa berdoa sehingga Tuhan izinkan gangguan nikah supaya ia bisa tersungkur dan Tuhan tolong.
      Iman ditambah belas kasih, mujizat terjadi.
      Nikah buah nikah dipulihkan, mustahil jadi tidak mustahil. Tuhan sanggup menolong kita asal kita bisa berdoa. Jangan kecewa, putus asa saat ini tetapi menyeru Dia dengan hancur hati. Yang hancur jadi baik, ada masa depan yagn berhasil dan indah. Semuanya Tuhan mampu menolong.
      Sampai kalau Tuahnd atang ktia benar-benar diubahkan menjadi sempurna seperti Dia ,sampai selamanya.


bangsa akfir hebat, tetapi tidak cukup, apalagi seperit ibu ini. Hebat tidak hebat, datang pada Tuhan, Dia akan menolgon.

Tuhan memberkati.