Ibadah Raya Surabaya, 18 Februari 2018 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah dan menjadi mempelai wanita sorga? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel; masing-masing suku dua belas ribu orang.

Kalau kita baca, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan diganti oleh suku Manasye. Ini pelajaran, kita harus hati-hati, ada yang dimteraikan oleh Tuhan, tetapi ada yang tidak.
Mengapa suku Dan tidak masuk? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak; bertabiat ular beludak.
Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Ini yang harus kita waspadai.

Salah satu ciri/tabiat dari ular beludak--nanti menjadi naga merah padam--adalah




  1. Wahyu 12: 3-5
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
    12:5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

    Yang pertama: ekornya menyeret sepetiga bintang di langit, dan dilemeparkan ke bumi.

    Istilah menyeret ini seperti di Taman Eden, Hawa diseret oleh ular dan dicampakkan ke bumi.
    Menyeret ini aritnya ajaran palsu yang membuat kita tidak taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Tuhan berkata: semua buah phon di taman boleh kaumakan kecuali satu. Yang satu itu yang dimakan Hawa.
    Ekor ular= ajaran-ajaran palsu.




  2. Ayat 4= mau menelan anak laki-laki yang akan menggembalakan.
    Tugas anak laki-laki ini adalah menggembalakan. Kalau ditelan, berarti tidak bisa menggembalakan.
    Jadi mau menelan anak laki-laki yang akan menggembalakan artinya: tidak mau tergembala.


Setan tahu biar hebat hidup itu secara jasmani dan rohani kalau tidak taat dan tergembala, pasti hancur.
Matius 9: 36
9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Setan/ular membuat kehdiupan manusia tidak taat dan tergembala akibatnya:




  • menjadi lelah. Seperti Esau, ke sana ke mari dapat hewan buruan, tetapi akhirnya lelah dan minta kacang merah sehingga kehilangan hak kesulungan.
    Lelah= letih lesu, berbeban berat, susah payah, sengsara.




  • Terlantar=




    • lapar dan haus secara rohani. Yang bisa memberi makan hanya gembala.
      Esau tidak sadar, ia dapat ini itu, tetapi bukan makanan--hanya camilan. Saat kembali, ia terlambat dan hilang.
      Serignkali kita dibuat lapar dna haus secara rohani; tidak ada makanan firman. Kalau dibiarkan, akan sakit rohain--berbuat dosa dan pucnaknya dosa; sakitnya sudah parah--, kerign rohani, sampai mati rohani.

      Kalau jatuh dalam dosa, itu sakit tetapi bisa ditolong. Kalau sudah enjoy dalam dosa, itu sudah sakit parah, dan tinggal waktu kering rohani sampai binasa selamanya di neraka.




    • Tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan hidupnya. Hanya di penggembalaan yang memperhatikan keselamatan sampai kesemprunaan.




  • Sengsara= menderita lahir dan batin.


Inilah caranya ular--sekarang dalam bentuk naga--yaitu menyeret dari kehendak Tuhan (tidak taat pada suara Tuhan) dan menelan (tidak mau tergembala, sampai kering rohaninya bahkan binasa selamanya).

Zakharia 10: 2
10:2. Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Kebutuhan domba adalah gembala. Kalau ada gembala, semuanya ada.

Penggembalaan ini yang mau dirusak. Gembala 'dibunuh', artinya kerign, tidak bisa memberi makan. Akibatnya domba tercerai berai, tidak ada yang tanggung jawab. Karena itu kalau gembala kering, tidak ada artinya. Tolong doakan saya sungguh-sungguh.

Ada tiga saksi utama bahwa penggembalaan itu sangat penting--dua saksi sah, tiga saksi sempurna--:




  1. Bangsa Israel tigngal di Gosyen.
    Gosyen menunjuk pada penggembalaan. Mesir hebat, tetapi porak poranda karena sepuluh penghukuman, sedangkan Israel dalam keadaan damai sejahtera.

  2. Yesus lahir di kandang Betlehem, bukan untuk mengentas kemiskinnan, tetapi untuk menunujukkan pentingnya sistem penggembalaan. Dan di situ terjadi kemuliaan Tuhan--malaikat datang, orang majus datang.
    Karena itu setan tahu di dalam kandang penggembalaan ada perlindungan, sehingga benar-benar berbeda dengan dunia (Mesir). Beda sekali.

    Di luar kandang, terjadi pembunuhan bayi yang berumur di bawah dua tahun.




  3. Waktu Yesus bangkit dan persiapan naik ke sorga, Ia menampakkan diri pada Petrus dan Ia bertanya tiga kali kepadanya. Tuhan menekankan penggembalaan kepada Petrus, sehingga ia bisa menuliskan surat Petrus.
    Yesus bertanya tiga kali: Adakah engkau mengasihi Aku....gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Tiga kali pertanyaan Yesus menunjuk pada tiga macam ketekunan dalam ibadah pokok.


Hati-hati! Sekalipun ada di kandang, kalau tidak taat, tidak bisa juga. Harus ada di kandang dan taat.
Ingat baik-baik! Kalau berani keluar kandang, berarti berani ditelan oleh ular. Serius! Tuhan tolong kita semua.

Biarlah kita sungguh-sungguh melihat penekanan dari Tuhan soal penggembalana. Tidak ada sistem lain di dunia ini yang bisa menjamin hidup kita di dunia, sampai hidup kekal, kecuali sistem penggembalaan.
Firaun pintar, kaya, tetapi di luar kandang, ia porak poranda--baru datang satu hukuman sudah habis.
Tetapi sekalipun kita sederhana, kalau ada di kandang, di situ ada jaminan untuk hidup sekarang, masa depan sampai hidup kekal. Sungguh-sungguh dalam ketekunan di penggembalaan dan taat dengar-dengaran pada suara gembala!

Tinggal ikuti saja suara gembala!

"Bukan suara gembala manusia. Sekarang main kasar: Om kemarin malam mimpi, kamu harus ini, kalau tidak, gawat kamu. Jawab saja: Saya belum mimpi om. Enak saja sekarang. Ada juga yang berkata: kamu jodoh dengan saya. Sudah lama terjadi. Jangan percaya mimpi-mmpi!"

Suara gembala adalah firman pengajaran yng benar.

Hasil tergembala:




  1. Mazmur 23: 2, 5
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
    23:5. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

    Hasil pertama: kita mendapatkan firman penggembalaan yang dobel:




    • ayat 2= firman penggembalaan dalam bentuk penginjilan, yang membuat kita damai sejahtera, sekalipun di tengah binatang buas.
      Kita menjadi damai, tenang, bahagia, enak dan ringan, sekalipunb anyak binatang buas sid padang gurun dunia, banyak goncangan. Tidak ada yang mustahil.

      Di tengah goncangan, Yesus tidur. Sekalipun semua bergoncang kita tetap damai, enak dan ringan.
      Itulah penggembalaan, ada yang bertanggung jawab.




    • Ayat 5= 'hidangan'= makanan keras= firman penggembalaan dalam bentuk pengajaran, yang menyucikan kehidupan kita.
      Makanan keras ini untuk:




      1. Meningkatkan pertumbuhan rohani kita sampai dewasa rohani dan kedewasaan penuh; sempurna seperti Yesus, tidak bercacat cela.
        Jadi pertumbuhan rohani sama dengan penyuciian. Semakin suci, kita semakin dewasa roahni.

        Jadi kesucian bisa dideteksi dari mulut yaitu banyak berdiam diri, artinya: banyak mengoreksi diri lewat ketajaman firman. Kalau ditemukan dosa, segera mengaku kepada Tuhan dan sesama. Jangan sampai dosa itu mengganggu pertumbuhan kita--dosa itu bagaikan ragi yang merusak; kata-kata yang tidak baik juga seperti racun. Jika diampuni janganb erbuat lagi.
        Kalau tidak salaqh, serahkan kepada Tuhan, jangan membela diri, Tuhan yang akan membela kita.

        Seringklai kita membela diri, padahal tidak ada gunanya, sehingga merosotikan diri.




      2. 'di hadapan lawanku'= makanan keras memberikan kekuatan ekstra untuk menghadapi musuh-musuh yang lebih kuat. Sehebat apapun domba, tidak akan bisa melawan serigala; tambah gemuk tambah tidak bisa lari--seperti Daud melawan Goliat.
        Untuk itu Tuhan memberikan kekuatan ekstra supaya kita menjadi lebih dari pemenang. Kita lemah tetapib isa menang atas musuh-musuh yang lebih kuat, karena Tuhan yang berperagn ganti kita.

        Kalau kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri, seratus persen kekuatan dari Tuhan. Daud tidak menggunakan kekuatannya sendiri, kedudukan, pengalaman, tetapi murni mengandalkan firman pengajaran yang benar.




      'mengurapi dengan minyak'= kalau suci, kita mengalami minyak urapan Roh Kudus sehingga pelita tetap menyala, tidak akan eprnah tersandung dan terjatuh tetapi tetap ikut Yesus sampai Tuhan datang kembali kedua kali.




    Inilah sistem penggembalaan. Yang berat sudah ditanggung Yesus. Serahkan semua pada Dia! Tuhan membela kita, bahkan memberikan kemenangan kepada kita, dan kita memiliki pelita yang tetap menyala. Kalau suci, kita akan diurapi,d an kita tidak akan pernah tersnadung dan terjatuh.
    Mari berperang dengan kekuatan Tuhan!




  2. Kejadian 37: 2-3, 12-13
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:12. Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
    37:13. Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."

    Sejak umur dua belas tahun Yesus sudah ada di Bait Allah.
    Usia dua belas sampai tujuh belas tahun adalah usia pancaroba, gawat-gawatnya hidup remaja muda, penentuan mau ke mana kaum muda ini selanjutnya: ke Yerusalem baru atau kegelapan paling gelap.
    Karena itu bawa ke kandang!

    'biasa menggembalakan'= tekun dalam penggembalaan.
    Umur dua belas sampai tujuh belas tahu kalau benar, akan diberi jubah indah.

    "Saat usia itu, saya ini terhilang, pergaulan tidak baik. Untunglah masih ada panggilan Tuhan. Saya percaya panggilan Tuhan sejak kandungan. Kalau tidak ada panggilan Tuhan, saya tidak ada di sini. Sungguh-sungguh ini usia penentuan."

    Kalau tidak benar, akan layu sebelum berkembang, benar-bena rhancur.

    Hasil kedua: mengalami penyucian terus menerus sampai penyucian hati dan mulut--dari hati keluar di mulut--sehingga mendapatkan tabiat Tuhan, bukan ular.

    Yusuf tekun dalam penggembalaan dan ia mengalami penyucian terus menerus sampai hati dan mulut; tidak kompromi dengan dosa.

    "Saya bilang pada lempin-El: kamu tahu kan temanmu yang salah? Tetapi kamu tidak lapor karana jaga-jaga, nanti kalau kamu salah, jangan dilaporkan juga. Dulu saya dengan dkakak saya begitu, saling menutupi dan menguntungkan secara daging. Tetapi itu sebenarnya kehancuran kalau tidak Tuhan tolong."

    Kalau kompromi dengan dosa, akan bertabiat ular yang tidak bisa dimeterikan oleh Tuhan tetapi ular/antikris.
    Sebaliknya, kalau kita mau mengalami penyucian sampai hati dan mulut--akan di hati dan buah di mulut--, kita akan memiliki tabiat Tuhan yaitu:




    • Jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.

    • Tanggung jawab.
      Kejadian 37: 12-13

      37:12. Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.

      Bilangnya ke Sikhem, tetapi di Dotan. Ini sifatnya ular. Kalau sekarang: bilang les, tetapi ada di tempat bilyar.

      Sikhem= bahu= tanggung jawab.
      Kakak Yusuf tidak tanggung. Kalau tidak jujur, tidak akan tanggung jawab.
      Jujru dalam pengajaran, nikah dan keuangan, kita akan bertanggung jawab dalam pelayanan.




    • Taat dengar-dengaran sampai dagign tidak bersuara.
      Kejadian 37: 13
      Kejadian 37: 12-13
      37:12. Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
      37:13. Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."





    Kalau kita mengalami penyucian, kita akan diperlengkapi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--, untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Hidup itu mulai indah, seperti bunga yang sedang mekar. Kalau belajar dari tongkat Harun: bertunas--hidup--, berbunga--melayani.

    Kita sudah melayani dan disucikan tetapi hidup tidak indah, mengapa? Sringkali ada kelalaian, ketidaksetiaan. Itu yang membuat tidka indah.
    Tidak setia berkobar-kobar juga sama dengan lalai. setia tetapi tidak benar atau benar tetapi tidak setia, itu juga kelalaian.

    Biarlah siang ini semua jadi indah pada waktunya.




  1. 1 Petrus 5: 6-9 => pasal penggembalaan
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
    5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
    5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
    5:9. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

    Sungguh-sungguh untuk tergembala. Memang butuh pengorbanan, tetapi ingat, Gembala yang baik sudah mengorbankan segala-galanya. Kita juga berkorban apa sjaa untuk bisa tergembala, kecuali firman pengajaran yang benar jangan dikorbankan.

    Hasil ketiga: kita bisa merendahkan diri di bawah tangan Tuhan aygn kuat; kita menyembah Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan. Itu saja.

    Tadi penggembalaan itu makan, setelah itu kita disucikan sampai hati dan mulut, kita melayani Tuhan. Jangan bersungut, tetapi sampai berkata: tidak lebih indah kumelayani Yesus.

  2. Dan terakhir sampai kita bisa menyembah; berserah dan berseru kepada Tuhan.

    Artinya:




    • ayat 7= bisa menyerahkan segala kekuatiran dan kebimbangan kepada Tuhan sehingga kita bis amengutamakan ibadah pelayanan elbih dari semua.
      Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya= utamakan Tuhan! Itu urusan kita. Dan semua akan ditambahkan kepada kita; Tuhan sanggup memberikan semuanya lewat salib.

      Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya, pasti Dia memberikan segala yang kita butuhkan. Tidak mungkin negatif.

      Kita bukan menyerahkan kehebatan kita, tetapi kelemahan kita. Sudah setia dalam ibadah, tahu-tahu terjadi yang tidak baik, lemas, jangan, serahkan pada Tuhan! Tetap setia-benar, setia-berkobar! Tuhan janjikan pemeliharaan dari salib.




    • Menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Kita menyerahkan seluruh hidup yang tidak berdaya, bukan yang hebat. Petrus ingat bagaimana ia menyangkal dan tneggelam, memotong telinga Malkus; hanya kelemahannya. Petrus yang hebat mengaku dia hanay bejana tanah liat.

      Mari, serahkan segala kekurangan dan kelemahan kita di bidang apa saja. Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita. Dia akan meninggikan pada waktunya, aritnya:




      1. membuat yang gagal jadi berhasil.

      2. Menyelesaikan semua masalah.

      3. Memakai kita menjadi bejana kemuliaan; dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      4. Menycuikan dan mengubhakan terus menerus sampai kita sempurna dan kita terangkat di awan-awan yang permai saat Dia datang.


Serahkan kekuatiran dan kelemahan kita! Pakai jubah indah, kita jadi indah. Dan banyak menyembah Tuhan. Serahkan semua, biar Dia mengangkat tepat pada waktunya.

Tuhan memberkati.