Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai. Kemudian masuk
perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang
akan datang), dan Yerusalem baru.
Kalau ketinggalan, semua
akan jadi sia-sia, bahkan binasa selamanya. Kerja keras, sekolah
keras, tetapi lebih keras lagi kita berusaha untuk bisa menyambut
kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
'Ya,
Aku datang segera'=
kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.
'Amin,
datanglah Tuhan Yesus'=
kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita
sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai.
Yesus dan gereja Tuhan sudah siap,
sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria
Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di
awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu
19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya
(Wahyu 21-22).
Inilah tujuan akhir pengikutan dan pelayanan
kita kepada Yesus.
Jaga nikah jasmani untuk bisa mencapai
nikah rohani. Nikah jasmani harus dijaga dalam kebenaran--sesuai
dengan firman--, kesucian, dan kesatuan--saling mengaku dan
mengampuni; saling mengasihi. Sampai nikah yang sempurna, masuk
perjamuan Kawin Anak Domba.
Ayat 21= persiapan gereja Tuhan
untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali adalah
menerima
dalam kasih karunia Tuhan dan hidup di dalamnya.
Praktik
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya:
bekerja lebih keras daripada yang lain sekalipun tadinya paling hina
dan tak berguna.
1
Korintus 15: 9-10 15:9.
Karena aku adalah yang
paling hina
dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 15:10.
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada
sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak
sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja
lebih keras dari pada mereka semua;
tetapi bukannya aku, melainkan kasih
karunia Allah yang menyertai aku.
Bekerja
lebih keras tidak sama dengan persaingan di dalam dunia yang saling
menjatuhkan--disalahkan, dijegal dan sebagainya--, tetapi di sini
artinya:
-
Beribadah
melayani Tuhan dengan setia dan baik
sesuai dengan jabatan dan karunia dari Tuhan.
Matius
25: 21 25:21.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai
hambaku
yang baik dan setia;
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu
tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam
kebahagiaan tuanmu.
Setia=
tidak mau dihalangi sampai satu waktu tidak bisa dihalangi. Halangan
yang besar dikecilkan, halangan yang kecil tidak dijadikan sebagai
halangan. Halangan selalu ada. Kesetiaan ini bergantung pada
kita sendiri.
Baik= melakukan perbuatan kebajikan; tidak
menyakiti dan merugikan orang lain. Dalam Matius 25 perbuatan
kebajikan dibandingkan antara kambing dan domba--kambing egois dan
domba mengasihi; 'Ketika
aku lapar kamu memberi makan, ketika aku di penjara kamu
mengunjungi'.
Perbuatan kebajikan sama dengan memberi dan mengunjungi
sesama yang membutuhkan--mulai keluarga dekat, keluarga jauh, teman
seiman dalam penggembalaan, dan fellowship. Inilah pelayanan
tubuh. Kalau memberi dan mengunjungi kita lakukan dengan setia
dan baik, itulah bekerja lebih keras dari yang lain.
Hasilnya:
- Kita
dipakai dalam kegerakan yang lebih besar--'tanggung
jawab dalam perkara yang besar'--,
yaitu pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Pembangunan tubuh
Kristus dimulai dari nikah--sebagai suami, istri, anak, orang tua,
kakak, adik--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel
dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
Kalau
setia dan baik, akan bisa melayani mulai dari dalam nikah.
- 'turutlah
dalam kebahagiaan tuanmu'=
kita merasakan kebahagiaan sorga yang bertambah-tambah. Mulai dari
nikah sudah bahagia, dalam penggembalaan lebih bahagia lagi
sekalipun hidup di dunia yang terkutuk--letih lesu, beban
berat.
Di dunia memang susah, tetapi Tuhan memberikan
kebahagiaan sorga kepada kita, melayani nikah bahagia, melayani
penggembalaan lebih bahagia, melayani fellowship lebih bahagia
lagi, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba--puncak kebahagiaan.
-
Beribadah
melayani dengan setia dan benar
sesuai dengan jabatan dan karunia yang Tuhan percayakan.
Lukas
17: 7-8 17:7.
"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang
membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada
hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 17:8.
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah
makananku. Ikatlah
pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum.
Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Ikat
pinggang menunjukkan kesetiaan dan kebenaran.
Yesaya
11: 5 11:5.
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran
dan kesetiaan,
seperti ikat
pinggang
tetap terikat pada pinggang.
Perikop:
Raja Damai yang akan datang. 'Ia'=
Yesus; Raja Damai.
Setia= tidak mau sampai tidak bisa
dihalangi. Gembala menjadi contoh terlebih dahulu. Jangan sampai
gampang terhalang dan harus melayani.
"Tuhan
sudah membuka jalan. Mau melayani ke Medan tidak ada pesawatnya,
tetapi Tuhan sudah membuka jalan lewat luar negeri. Nanti pulangnya
juga lewat luar negeri lagi. Lewat Jakarta, Batam, Kuala Lumpur,
tidak ada semua pesawatnya. Mendadak Tuhan buka jalan lewat
Penang."
Benar=
sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Tahbisan/pelayanan yang
benar. Contoh pelayanan yang benar:
-
Wanita
tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki di dalam ibadah. Ini
yang seringkali dilanggar. Setia, tetapi tidak benar. Apalagi tidak
setia dan tidak benar. Celaka!
Kesetiaan mulai dari gembala.
Kalau gembala tidak setia dan tidak benar, bagaikan tidak memakai
ikat pinggang--kedodoran dalam pelayanan.
1
Timotius 2: 11-12 2:11.
Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan
patuh. 2:12. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga
tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam
diri.
Perikop:
mengenai sikap laki-laki dan perempuan dalam ibadah.
Kesetiaan
dan kebenaran dimulai dari seorang gembala.
Wanita mengajar
dan memerintah laki-laki dalam ibadah adalah contoh pelayanan yang
tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar.
-
Gembala
yang bertanggung jawab memberi makan domba-domba tepat pada
waktunya. Ini adalah tugas pokok gembala.
Lukas
12: 41-42 12:41.
Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan
perumpamaan itu atau juga semua orang?" 12:42. Jawab Tuhan:
"Jadi, siapakah pengurus
rumah
yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi
kepala atas semua hambanya untuk memberikan
makanan kepada mereka pada waktunya?
Pengurus
rumah Tuhan= gembala.
Apa yang gembala manusia korbankan
sangat jauh dibandingkan Yesus. Yesus Gembala Agung memberi makan
sampai mati di kayu salib untuk menjadi makanan dan minuman bagi
kita. Dalam memberikan makan domba-domba, gembala manusia hanya
berkorban waktu, tenaga, perlu berdoa, berpuasa dan lain-lain.
Harus bisa! Dan domba harus makan firman penggembalaan.
Pertanyaan Yesus kepada Petrus: Simon adakah engkau
mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-dombaku (beri makan
domba-dombaku).
Gembala yang tidak mau memberi makan dan
domba yang tidak mau makan firman penggembalaan sama dengan egois.
- Tidak
hanya benar soal pelayanan, tetapi segala perbuatan dan perkataan
kita harus benar di manapun kita berada; sesuai dengan firman
pengajaran yang benar.
Dalam keuangan, berlalu lintas, nikah
harus benar.
Lukas
17: 8 17:8.
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah
makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku
makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan
minum.
Melayani
Yesus dengan setia dan benar sama dengan memberi makan minum Yesus
sampai selesai--sampai kenyang/puas. Artinya: kita memuaskan hati
Tuhan dan menyenangkan hati sesama.
Hasilnya:
- 'engkau
boleh makan dan minum'
= Tuhan memuaskan hati kita, sehingga tidak perlu lagi mencari
kepuasan di dunia yang menjerumuskan dalam dosa Babel--dosa makan
minum dan kawin mengawinkan. Kepuasan di dunia tidak perlu lagi
masuk di dalam gereja.
Kalau kepuasan dunia masuk gereja,
cepat atau lambat peristiwa Hofni dan Pinehas akan terjadi lagi
dalam gereja Tuhan.
"Saya
ingat kesaksian seorang hamba Tuhan hebat di luar pulau. Dia
berkata : Salam kepada pak Widjaja, doakan saya jangan saya
berselingkuh seperti teman-teman saya. Ini karena kepuasan dunia
masuk dalam gereja Tuhan, seperti air sungai Nil masuk dalam
keranjang Musa. Tidak akan maju tetapi justru tenggelam."
- Kita
bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan kita bisa menjadi
saksi Tuhan.
Kalau kering, akan bergosip.
- Urusan
makan minum kita adalah urusan Tuhan, dan Dia selalu berhasil.
-
Beribadah
melayani Tuhan dengan setia berkobar-kobar
oleh urapan Roh Kudus.
2
Timotius 1: 6 1:6.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan
karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku
atasmu.
Roma
12: 11 12:11.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala
dan layanilah Tuhan.
Jangan
mengorbankan pelayanan! Sekarang banyak pelayan Tuhan yang pensiun,
bahkan gembalanya juga pensiun.
Daging memang lemah, tetapi
ada Roh Kudus, sehingga kita bisa lebih berkobar-kobar.
Kesimpulan:
pelayan Tuhan yang setia,
baik, benar, dan berkobar-kobar
adalah pelayan
bagaikan nyala api.
Ibrani
1: 7 1:7.
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat
malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya
menjadi nyala api."
Daniel
7: 9 7:9.
Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah
Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya
bersih seperti bulu domba; kursi-Nya
dari nyala api
dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
'kursi-Nya'
= takhta-Nya.
Takhta
Tuhan dari nyala api.
Jadi, pelayan Tuhan yang setia, baik,
benar, dan berkobar-kobar sama dengan takhta
Tuhan di bumi.
Kita
tidak melayani dengan sembarangan, tetapi harus menampilkan takhta
Tuhan di bumi, sehingga ada kemuliaan. Harus sungguh-sungguh! Inilah
bobot pelayanan kita, yaitu menampilkan takhta Tuhan di bumi.
Yesaya
57: 15 57:15.
Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang
bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku
bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga
bersama-sama orang yang remuk dan rendah
hati,
untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk
menghidupkan hati
orang-orang yang remuk.
Kita
bisa menjadi takhta Tuhan di bumi, kalau kita rendah
hati. Rendah
hati=
-
Kemampuan
untuk mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni
jangan berbuat dosa lagi. Berarti kita tidak boleh menghakimi orang
lain yang benar dan Tuhan/firman pengajaran yang benar.
Contohnya
Rasul Paulus mengakui: 'akulah manusia paling berdosa'
-
Menganggap
orang lain lebih utama dari diri sendiri.
Kalau menganggap diri
lebih hebat, akan meremehkan orang lain.
-
Hancur
hati; mengaku kita hanya tanah liat yang tidak layak, tidak berharga
apa-apa dan tidak mampu apa-apa.
Kalau
menjadi pelayan Tuhan yang setia baik, setia benar, setia
berkobar-kobar dan memiliki rendah
hati dan hancur hati,
kita akan jadi takhta Tuhan di bumi. Kita hanya bergantung pada kasih
karunia Tuhan. Kita tidak akan pernah sombong, kecewa, putus asa dan
menolak Tuhan.
Yesaya
6: 1 6:1.
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta
yang tinggi dan menjulang, dan ujung
jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
Kalau
menjadi takhta Tuhan di bumi, Tuhan akan memberikan ujung
jubah-Nya memenuhi Bait Suci--sidang
jemaat.
Wahyu
19: 13, 16, 6-7 19:13.
Dan Ia memakai
jubah
yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman
Allah." 19:16.
Dan pada jubah-Nya
dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan." 19:6.
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti
desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!
Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 19:7.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!
Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah
siap sedia.
Ayat
13 = salah satu arti jubah adalah firman Allah. Ayat 16 "Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
= mempelai.
Jubah Yesus menunjuk pada firman Allah, yaitu
kabar mempelai.
"Saya
bersyukur kepada Tuhan bisa menerima kabar mempelai. Tadinya mau
sekolah alkitab di luar negeri biar bagus, tetapi ayah saya tidak
mengizinkan: Kalau kamu mau sekolah alkitab di Indonesia saja. Untung
saya diterima di Johor. Saya dulu sulit diterima di Johor. Surat
panggilan saya hilang, lalu tante Pong bilang: Tidak usah. Saya dan
kakak saya mencari di kantor, di lemari, di kamar, tidak ketemu juga.
Akhirnya ketemu di ruang tamu, ada di bawah tempat biskuit. Lalu om
Pong bilang: kalau sekolah alkitab tidak usah tinggal di asrama. Saya
sedih lagi. Kalau tidak tinggal di asrama malam-malam didatangi
murid-murid bagaimana mau menjadi hamba Tuhan? Tapi akhirnya boleh di
asrama. Inilah perjalanan-perjalanan saya."
Kapan
ada kabar mempelai?
Saat kita semua jadi takhta Tuhan, yaitu setia, baik, benar, dan
berkobar-kobar, ditambah dengan rendah hati dan hancur hati. Kabar
mempelai--cahaya injil tentang kemuliaan Kristus; pengajaran mempelai
dalam terang tabernakel--adalah firman Allah yang memberitakan
tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja
segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Menerima
kabar mempelai dengan sungguh-sungguh sama dengan hidup dalam suasana
takhta sorga.
Ini yang kita doakan. Dalam ibadah pelayanan, nikah rumah tangga,
kehidupan pribadi akan merasakan suasana takhta sorga.
Markus
5: 25-29 5:25.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita pendarahan. 5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh
berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya,
namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya
makin memburuk. 5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang
Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari
belakang dan menjamah jubah-Nya. 5:28. Sebab katanya: "Asal
kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 5:29.
Seketika itu juga berhentilah
pendarahannya
dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Siang
ini, terima kabar mempelai. Jangan tunggu seperti perempuan ini yang
habis-habisan lebih dulu. Kita mendengar dan taat pada kabar
mempelai.
Wanita gambaran dari gereja Tuhan. Keadaan gereja
Tuhan akhir zaman adalah seperti perempuan yang pendarahan dua belas
tahun. Artinya:
-
Hidup
dalam kebusukan; kenajisan; nikah yang salah--kawin cerai, kawin
campur, dan kawin mengawinkan--dan dosa makan minum--merokok, mabuk,
narkoba.
-
Perpecahan--perdarahan
terjadi karena ada pembuluh darah yang pecah--dalam nikah rumah
tangga dan antar gereja; tidak ada damai sejahtera.
Kalau tidak
ada damai, akan ada suasana kutukan: letih lesu, beban berat, susah
payah, dan air mata.
-
Penderitaan.
-
Ketakutan/stres.
-
Kemustahilan,
makin buruk, bahkan binasa selamanya.
Serahkan
semua kepada Tuhan! Ada ujung jubah Tuhan di tengah-tengah
kita.
Wanita ini sudah banyak menempuh cara, tetapi keadaannya
semakin buruk karena ia memakai cara-cara dunia; mengandalkan
kekayaan, manusia dan sebagainya. Tidak akan bisa! Pasti lebih
memburuk bahkan mustahil.
Mohon ampun kepada Tuhan kalau kita
sudah salah cara seperti wanita ini. Satu-satunya cara yang Tuhan
bukakan bagi kita adalah merendahkan diri untuk berusaha menjamah
ujung jubah, artinya mendengar
dan dengar-dengaran pada kabar mempelai apapun resikonya.
Contoh:
Maria taat untuk mengandung bayi Yesus, sekalipun ia belum
menikah--resikonya dirajam batu dan mati. Seringkali logika kita
tidak bisa menerima. Semakin mustahil firman yang kita praktikkan,
maka segala kemustahilan diselesaikan oleh Tuhan.
Proses
menjamah ujung jubah:
-
Tidak
berharap pada apapun di dunia, tetapi hanya kepada Yesus.
-
Tidak
putus asa dan kecewa menghadapi tantangan dan halangan, tetapi tekun
untuk berusaha mendekati Yesus; tekun untuk mendengar dan
dengar-dengaran pada kabar mempelai.
Mendengarkan firman itu
mendekati Yesus. Taat dengar-dengaran bagaikan menjamah Yesus.
-
Merendahkan
diri dan hancur hati--ujung jubah itu di bawah, di tanah--; merasa
tidak berdaya, tidak layak, dan tidak berharga. Kita hanya
bergantung pada kasih karunia Tuhan, sehingga kita bisa menyembah
Tuhan. Kita berseru dan berserah kepada Dia.
Hasilnya:
-
Yesaya
6: 1
6:1.
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta
yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait
Suci.
Yang
pertama: Tuhan mengulurkan tangan kasih karunia-Nya untuk memenuhi
Bait Suci. Artinya:
Tuhan melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dunia dan
ketidakberdayaan kita sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga
setengah tahun.
-
Mazmur
62: 12-13
62:12.
Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari
Allah asalnya, 62:13. dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya
Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut
perbuatannya.
'kasih
setia'
= kemurahan.
Yang kedua: kita mengalami
uluran tangan kasih karunia dan kuasa Tuhan
untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam pribadi,
perekonomian dan nikah, buah nikah. Sakit menjadi sembuh. Yang
mustahil menjadi tidak mustahil.
-
Keluaran
28: 33
28:33.
Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu
tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis
itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,
Pada
ujung jubah ada giring-giring emas--lonceng emas--dan buah
delima.
Yang ketiga: tangan Tuhan menghiasi
kehidupan kita. Artinya:
menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia
rohani seperti Yesus.
1
Petrus 3: 3-5 3:3.
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan
mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan
mengenakan pakaian yang indah-indah, 3:4. tetapi perhiasanmu
ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak
binasa yang berasal dari roh yang lemah
lembut
dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah. 3:5. Sebab demikianlah
caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu
perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
tunduk
kepada suaminya,
Perhiasan
kita adalah lemah lembut, pendiam--tenteram--, dan
penurut--tunduk.
Lemah
lembut=
kemampuan untuk menerima firman sekeras apapun; kemampuan untuk
mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
Tenteram=
berdiam diri; tidak komentar yang negatif= banyak koreksi diri lewat
ketajaman pedang firman. Ditemukan dosa, harus mengaku. Jangan
menuduh orang lain! Kabar mempelai membuat kita rendah hati;
banyak koreksi diri dan mengakui dosa-dosa.
Tunduk=
taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi, sama dengan
menjamah ujung jubah Tuhan, dan kuasa Tuhan bekerja atas kehidupan
kita.
Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi
sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita yang siap untuk
menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang
permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun
Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Apapun
keadaan kita, jamah ujung jubah Tuhan!
Tuhan memberkati.
|