Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Februari 2026 (Sabtu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam sejahtera dalam kasih
sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Lukas
24: 36 => Yesus
menampakkan diri kepada semua murid 24:36.
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus
tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka:
"Damai
sejahtera bagi kamu!"
Kuasa
kebangkitan Yesus membawa damai sejahtera bagi kita semua.
Ayat
37-49= damai sejahtera
sanggup untuk menghadapi tiga hal
(diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 17 Januari 2026).
AD.
1 Lukas
24: 37-43 24:37.
Mereka
terkejut dan takut
dan menyangka
bahwa mereka melihat hantu. 24:38.
Akan
tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa
sebabnya timbul keragu-raguan
di dalam hati kamu? 24:39.
Lihatlah
tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah,
karena hantu
tidak ada daging dan tulangnya,
seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 24:40.
Sambil
berkata demikian, Ia
memperlihatkan tangan dan kaki-Nya
kepada mereka. 24:41.
Dan
ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran,
berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di
sini?" 24:42.
Lalu
mereka memberikan kepada-Nya sepotong
ikan goreng. 24:43.
Ia
mengambilnya dan memakannya
di depan mata mereka.
Yang
pertama: damai sejahtera sanggup menghadapi
ketakutan dan kebimbangan
(diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 17 Januari 2026).
Ketakutan
murid-murid saat melihat Yesus adalah seperti melihat hantu--sesuatu
yang menakutkan dan merugikan.
Cara
Tuhan menolong:
Ia memperlihatkan empat hal tentang diri-Nya (diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 17 Januari 2026).
- 'Aku
sendirilah ini'.
Ini menunjuk pada hadirat-Nya
(diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 17 Januari 2026).
Nama Yesus adalah nama yang kekal, dan kuasa-Nya tidak
berubah.
- Tangan
dan kaki-Nya
yang berlubang paku (diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 24 Januari 2026).
Ini
adalah kegenapan dari pekerjaan penebusan oleh Yesus di kayu salib,
yaitu penebusan dari daging, dosa, dan dunia, sehingga kita memiliki
emas rohani, perak rohani, dan pakaian mempelai.
- 'Daging
dan tulangnya'.
Ini
menunjuk pada wujud
pribadi Yesus
(diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 31 Januari 2026).
-
'makanan-Nya',
yaitu sepotong ikan goreng.
Makanan Yesus adalah sesuatu
yang bisa membuat Dia kenyang dan puas
(diterangkan pada Ibadah
Kaum Muda, 07 Februari 2026).
Yohanes
21: 9, 12 21:9.
Ketika
mereka tiba di darat, mereka melihat api
arang
dan di atasnya ikan
dan roti. 21:12.
Kata
Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada
di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah
Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
Yesus
makan sepotong ikan goreng--ikan bakar dalam bahasa inggris--da
murid-murid juga sarapan ikan bakar.
Yohaens
21: 15-17 21:15.
Sesudah
sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?"
Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku
mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah
domba-domba-Ku." 21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk
kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi
Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu,
bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya:
"Gembalakanlah
domba-domba-Ku." 21:17.
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus
karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau
mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau
tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."
Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Sesudah
sarapan, Yesus bertanya tiga kali tentang penggembalaan.
Jadi
makan sepotong ikan bakar artinya kita
harus masuk penggembalaan. Ini
yang bisa memuaskan hati Tuhan.
Praktik
masuk sistem penggembalaan:
-
1 Petrus 2: 21-25
2:21.
Sebab
untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita
untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu
mengikuti jejak-Nya. 2:22.
Ia
tidak
berbuat dosa,
dan tipu
tidak ada dalam mulut-Nya. 2:23.
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki;
ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya
kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 2:24. Ia sendiri telah
memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita,
yang telah mati
terhadap dosa,
hidup
untuk kebenaran.
Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 2:25. Sebab dahulu kamu
sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada
gembala dan pemelihara jiwamu.
Yang
pertama: mengikuti
jejak Gembala,
yaitu jejak kematian dan kebangkitan:
- Jejak
kematian= mati terhadap dosa; bertobat, artinya: tidak berbuat
dosa, tidak berdusta, dan tidak membalas kejahatan dengan
kejahatan tetapi kebaikan (ayat 23).
- Jejak
kebangkitan= hidup untuk kebenaran.
Jejak kematian dan
kebangkitan dimulai dari masuk baptisan air yang benar.
Roma
6: 4 6:4.
Dengan
demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan
Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus
sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam
urapan Roh Kudus.
Hidup dalam urapan Roh Kudus sama dengan
hidup dalam
kebenaran. Kita
selamat.
Amsal
12: 26 12:26.
Orang
benar mendapati tempat penggembalaannya,
tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Kalau
sudah hidup benar, kita
akan bisa tergembala dengan benar dan baik.
- Mendengar
suara Gembala,
yaitu firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada
seorang gembala, sehingga bisa menuntun kita untuk masuk
penggembalaan.
- Selalu
berada di kandang penggembalaan;
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah
pendalaman alkitab, dan ibadah doa.
Ini sama dengan tiga
kali pertanayan Yesus kepada Petrus.
Di dalam kandang
penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah
Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal,
tetapi kita mengalami penyucian terus menerus, dan kita mengalami
kasih Allah terus menerus.
Semakin
disucikan, kasih Allah akan semakin meningkat dalam hidup
kita. Kita bisa
mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama bahkan
mengasihi orang yang merugikan dan menyakiti kita.
Kasih
adalah kekal, sehingga kita bisa mencapai hidup kekal.
Mengapa
harus tergembala dengan benar dan baik?
-
1 Petrus 2: 25
2:25.
Sebab
dahulu kamu
sesat seperti domba,
tetapi sekarang kamu telah kembali
kepada gembala
dan pemelihara jiwamu.
Yang
pertama: kalau tidak
tergembala, kita akan tersesat dan disesatkan.
Kita tidak salah arah menuju Yerusalem baru.
Tersesat sama
dengan salah arah, sehingga tidak pernah menemukan Yerusalem baru
tetapi menuju neraka.
Matius
24: 3-5, 11, 24 24:3.
Ketika
Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya
kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka:
"Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan
apakah
tanda kedatangan-Mu
dan tanda kesudahan dunia?" 24:4. Jawab Yesus kepada
mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan
kamu! 24:5.
Sebab
banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah
Mesias, dan mereka akan menyesatkan
banyak orang. 24:11.
Banyak
nabi palsu akan muncul dan menyesatkan
banyak orang. 24:24.
Sebab
Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan
mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan
orang-orang pilihan juga.
Sebelum
Yesus datnag kembali, yang terjadi adalah penyesatan.
Empat
kali 'menyesatkan'menunjuk pada empat penjuru bumi. Artinya:
pada akhir zmaan akan terjadi penyesatan yang melanda seluruh dunia
sampai menyesatkan orang pilihan, yaitu kehidupan yang ada dalam
kabar mempelai.
Akibatnya:
tidak menuju Yerusalem baru tetapi neraka; binasa selamanya.
2
Timotius 4: 2-4 4:2.
Beritakanlah
firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah
apa yang salah,
tegorlah
dan nasihatilah
dengan segala kesabaran dan pengajaran. 4:3.
Karena
akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat,
tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk
memuaskan
keinginan telinganya. 4:4.
Mereka
akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya
bagi dongeng.
Isi
firman pengajaran yang benar
adalah menyatakan dosa kita, menegor, dan menasihiati--tuntunan
tangan Tuhan.
Ayat 3-4= kalau menolak firman pengajaran yang
benar, pasti akan mencari dongeng, yaitu ajaran palsu yang tidak
berdasarkan ayat-ayat dalam alkitab, termasuk melawak.
Hakim-hakim
16: 23, 25 16:23.
Sesudah
itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan
perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon,
allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah
diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh
kita." 16:25.
Ketika
hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah
Simson untuk melawak bagi kita."
Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka,
kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara
tiang-tiang.
Simson--gambaran
dari Roh Kudus--dipaksa melawak di kuil Dagon. Artinya:
pembeirtana firman dengan lawakan, maka Bait Allah akan jadi kuil
Dagon.
1
Timotius 4: 1-2 4:1.
Tetapi
Roh
dengan tegas
mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan
murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 4:2.
oleh
tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap
mereka.
Kalau
gembala diurapi Roh Kudus, ia akan tegas untuk menyampaikan firman
pengajaran yang benar, yaitu ayat menerangkan ayat dalam alkitab;
ia sanggup memberikan makanan yang benar kepada sidang
jemaat. Kalau sidang jemaat diurapi Roh Kudus, kita akan tegas
untuk hanya mendengar firman pengajaran yang benar.
-
Matius 9: 36
9:36.
Melihat
orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada
mereka, karena mereka lelah
dan terlantar
seperti domba yang tidak
bergembala.
Yang
kedua: kalau tidak
tergembala, akan lelah dan terlantar.
Lelah=
leti hlesu, beban berat, susah payah, dan air mata. Terlantar=
tidak ada yang tanggung jawab terutama untuk keselamatan jiwanya;
tidak ada kepastian hidup di dunia dan hidup kekal.
Di dalam
penggembalana, tugas pokok gembala adalah memberi makanan yang
benar kepada domba-domba, dan menaikkan doa penyahutan kepada Tuhan
untuk keselamtan domba-domba.
Kalau gembala melakukan
tugasnya, di dalam sidang jemaat akan ada tudung
keselamatan. Artinya: domba-domba menjadi aman, tenteram,
selamat, dan mengalami damai sejahtera sehingga semua jadi enak dan
ringan.
-
Yohanes 10: 27-28
10:27.
Domba-domba-Ku
mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut
Aku, 10:28.
dan
Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka
pasti tidak akan binasa
sampai selama-lamanya dan seorangpun
tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Yohanes
21: 18-19 21:18.
Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja
kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan
mengulurkan
tanganmu
dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat
yang tidak kaukehendaki." 21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya
untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.
Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah
Aku."
Yang
ketiga: di dalam
penggembalaan kita bisa hidupd alam tangan bela skasih Tuhan yang
kuat dan ajaib.
Mendengar
dan dengar-dengaran pada suara Gembala sama dengan mengulurkant
angan kepada Tuahn, dan Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya
kepad akita, sehingga kita hidupd alam hidup dalam tangan
kemurahan-Nya.
Hasilnya:
-
'mereka
pasti tidak akan binasa'=
jaminan kepastian
untuk hidup jasmani di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia
sampai Antikris berkuasa di bumi kita disingkrikan ke padang
gurun, jauh dair mata Antirkis. Kita dipeilhara langsung oleh
Tuhan lewat firman pengajaran dan kurban Kristus.
Secara
rohani, tangan kasih Tuhan membeirkan jaminan kepastian untuk
tidak berbuat dosa, tidak tersesat, dan tidak menyangkal Tuhan di
tengah dosa dna puncaknya dosa, ajaran palsu, dan pencobaan yang
mustahil.
Kita tetap menyembah Tuhan, sehingga kita bisa
hidup dalam kesucian. Kalau suci, kita akan diperlengkapi
dengan jabatan pelayuanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--utk
dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan
Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12.
untuk
memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Kalau
suci, kita kaan bisa melayani mulai dari nikah, penggembalaan,
antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh
Kristus yang sempurna.
Dipakai dalam pembangunan tubuh
Kristus yang sempurna hidup kita akan menjadi indah.
- 'seorangpun
tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'=
tangan kasih Tuhan memberikan kemeneangan
atas musuh-musuh.
Semua
masalah yang mustahil selesai. serahkan semua pada Tuhan!
-
Wahyu 7: 17
7:17.
Sebab
Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan
mereka
dan akan menuntun
mereka
ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata
dari mata mereka."
Yang
ketiga: tangan kasih Gembala Agung sanggup menuntun kita ke
penggembalaan terakhir di Yerusalem baru. Artinay: tangan kasih
Tuhan sanggup membaharui
kita dari manusia
daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur
dan taat.
Kita
mengalami suasana Yeruslem baru. Kita tidak akan dipermalukan,
tetapi dipermuliakan mulai di dunia. Air mata dihapus dan diganti
kepuasan sorga. Kita bisa bersaksi.
Kalau tidak jujur dan
tidak taat, akan dipermalukan--telanjang.
Jika Yesus datang
kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk
layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan
yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan
Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru
selamanya.
Serahkan
hidup kepada Tuhan! Jagnan putus asa kalau jatuh atau gagal. Jangan
sombong kalau berhasil! Semua kembali dalam tangan Tuhan.
Tuhan
memberkati.
|