Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2026 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai; keluar dari
dunia menuju ke Yerusalem baru selamanya.
'Ya,
Aku datang segera'=
kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.
'Amin,
datanglah Tuhan Yesus'=
kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita
sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai.
Yesus dan gereja Tuhan sudah siap,
sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria
Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di
awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu
19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya
(Wahyu 21-22).
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari dunia.
Keluaran
33: 12-17 33:12.
Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak
memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan
aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga
engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 33:13. Maka sekarang,
jika
aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
beritahukanlah
kiranya jalan-Mu
kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat
kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini
umat-Mu." 33:14. Lalu Ia berfirman: "Aku
sendiri hendak membimbing engkau
dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15. Berkatalah Musa
kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami,
janganlah suruh kami berangkat dari sini. 33:16. Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa
yang ada di muka bumi ini?" 33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena
engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal
engkau."
Keluarnya
gereja Tuhan dari dunia ke Yerusalem baru dinubuatkan oleh keluarnya
Israel dari Mesir menuju tanah Kanaan yang juga membutuhkan kasih
karunia.
Tiga
bentuk kasih karunia Tuhan:
-
Ayat
12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak tersesat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 11 Januari 2026).
Hanya ada satu jalan
yaitu jalan salib untuk bisa menuju Yerusalem baru.
-
Ayat
14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita (diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 13 Januari 2026 sampai Ibadah
Doa Surabaya, 14 Januari 2026).
Ini menunjuk pada
sistem penggembalaan.
-
Ayat
16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.
AD.
3 Keluaran
33: 16-17 33:16.
Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan
dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?" 33:17.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan
ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."
Yesus
berjalan bersama dengan kita, menunjuk pada perjalanan
mempelai--Yesus,
Mempelai Pria Sorga, dan kita mempelai wanita sorga.
Syarat
perjalanan mempelai:
kita harus berpakaian putih. Salah satu bentuk pakaian putih
adalah jubah
pelayhanan. Artinya;
kita menjadi imam-imam dan raja-raja yang beribadah melayani
Tuhan.
Tidak melayani Tuhan pasti akan melayani Setan.
Markus
10: 23-27 10:23.
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata
kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke
dalam Kerajaan Allah." 10:24. Murid-murid-Nya tercengang
mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi:
"Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan
Allah. 10:25. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari
pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:26.
Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika
demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 10:27.
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak
mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala
sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Ibadah
pelayanan dikaitkan dengan dua hal:
- Keselamatan;
tidak binasa tetapi hidup kekal.
- Menghapus
segala kemustahilan.
Jangan
ragu-ragu utkmelayani!
Setan
berusaha menjadikan keselamatan ebagai sesuatu yang mustahil bagi
pelayan Tuhan.
Tetapi
Yesus
tampil untuk menghapus kemustahilan dan menyelamatkan kita.
Tiga
kali Yesus tampil untuk menghapus kemustahilan:
-
Keluaran
14: 30
14:30.
Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari
tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati
terhantar di pantai laut.
Yang
pertama: Yesus menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir lewat membelah
laut Kolsom, sementara bangsa Mesir mati.
Tuhan membelah laut
Kolsom artinya Tuhan menyelamatkan
umat Tuhan yang terdiri dari bangsa Israel dan bangsa kafir dari
pengaruh dunia.
Keluaran
12: 38 12:38.
Juga banyak orang dari
berbagai-bagai bangsa
turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan
lembu sapi.
Yakobus
4: 4 4:4.
Hai kamu, orang-orang yang tidak
setia!
Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan
dengan dunia
adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi
sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Bukti
terlepas dari pengaruh dunia: kita menjadi pelayan Tuhan yang setia
berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
Kalau tidak setia,
akan mengarah pada Babel--tidak setia adalah tabiat dari Babel,
pelacur besar.
1
Timotius 4: 8-10 4:8.
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah
itu berguna dalam segala hal,
karena mengandung
janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan
datang. 4:9.
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 4:10. Itulah
sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh
pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia,
terutama mereka yang percaya.
Kalau
setia bahkan memperjuangkan ibadah pelayanan kepada Tuhan, kita akan
menikmati janji dobel dari Tuhan,
yaitu janji untuk hidup sekarang di dunia smapai hidup kekal di
sorga--selamat bahkan sempurna.
-
Matius
1: 21
1:21.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia
Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan
umat-Nya dari dosa mereka."
Yang
kedua: Yesus
tampil sebagai Juruselamat untuk menyelamatkan umat-Nya dari
dosa.
Bagaimana
caranya? Yesus harus turun ke dalam dunia sebagai satu-satunya
manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk
menyelamatkan umat-Nya--bangsa Israel--dari dosa.
Bagaimana
dengan bangsa kafir? Yohanes
19: 31-34 19:31.
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab
Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi
kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu
dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 19:32. Maka datanglah
prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki
orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 19:33.
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah
mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 19:34. tetapi seorang
dari antara prajurit itu menikam
lambung-Nya
dengan tombak, dan segera mengalir
keluar darah dan air.
Yesus
sudah mati di kayu salib dengan empat luka utama untuk menyelamakatn
bangsa Israel. Luka kelima--luka terbesar dan terdalam di
lambung--untuk menyelamatkan bangsa kafir.
Karena itu bangsa
kafir harus memiliki tanda darah--peracaya Yesus dan bertobat--dan
tanda air--baptisan air. Bertobat= mati terhadap dosa.
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga
mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu mengalami aptisan Roh
Kudus.
Kita diurapi Roh Kudus sehingga bisa hidup
dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran. Senjata
kebenaran= beribadah melayani Tuhan dengan setia dan
benar.
Hasilnya:
-
Kita
dipagari dengan anugerah Tuhan.
Mazmur
5: 13 5:13.
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau
memagari
dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Artinya:
kita dilindungi dan diberkati Tuhan sampai Antikris berkuasa di
bumi. Secara rohani kita dilindungi dari dosa dan puncaknya
dosa, sehingga tetap hidup benar dan suci--berpakaian putih.
Kita
tidak kena kutukan tetapi kembali pada suasana Firdaus.
-
Kita
dipakai dalam kegerkaan kuda putih, yaitu pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna.
Wahyu
19: 11 19:11.
Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda
putih;
dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang
Setia dan Yang Benar",
Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
Utamakan
dan perjuangkan ibadah lebih dari semua! Kemudian bertobat dan jadi
senjata kebenaran.
-
Ibrani
9: 27-28
9:27.
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja,
dan sesudah itu dihakimi, 9:28. demikian pula Kristus hanya satu
kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.
Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung
dosa untuk menganugerahkan
keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Yang
ketiga: Yesus
harus datang kembali kedua kali untuk memberikan keselamatna
penuh/kesempurnaan.
Yesus
datang kembali sebagai kepala atas tubuh-Nya.
Jadi, kita
harus mempersiapkan tubuh-Nya untuk menyambut kedatnagan Tuhan kedua
kali. Artinya: aktif
dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kegerakand
alam firman pengajaran.
Ini sama seperti Tuhan menunggangi
keledai muda--bangsa kafir--untuk masuk kota Yerusalem.
Markus
11: 1-2, 7 11:1.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat
Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh
dua orang murid-Nya 11:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung
yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera
menemukan seekor
keledai muda tertambat,
yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan
bawalah ke mari. 11:7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada
Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik
ke atasnya.
Syarat
untuk dipakai Tuhan: harus tertambat pada pokok anggur yang benar;
seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar.
Kejadian
49: 11 49:11.
Ia akan menambatkan
keledainya pada pohon anggur
dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci
pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah
anggur.
Artinya:
tergembala pada firman pengajaran yang benar; selalu berada di dalam
kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Di
dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada
Allah Tritunggal. Sehingga tidak bisa dijamah oelh Setan tritunggal,
tetapi kita justru mengalami dua hal:
-
Penyucian
terutama dari dosa Yudas Iskariot.
Yohaens
15: 3 15:3.
Kamu
memang sudah bersih
karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohaens
13: 10-11 13:10.
Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah
membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih
seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 13:11.
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia
berkata: "Tidak
semua kamu bersih."
Dosa
Yudas adalah keinginan akan uang yang membuat kikir dan
serakah. Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dans
esama yang membutuhkan. Serakah= mencuri milik orang lain
terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan
khusus.
Kikir
dan serakah adlaah perjalanan hidup yang paling kotor. Kalau
ada akar kejahatan, pasti akan ada kenajisan dan kepahitan.
Harus
dibersihkan lewat kandang penggembalaan.
-
Percikan
darah; sengsara daging bersama Yesus, supaya kita mengalami
kemuliaan Tuhan. Karena itu menghadapi percikan darah kita harus
banyak menyembah.
Roma
8: 15 8:15.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi
takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu
anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya
Abba, ya Bapa!"
Kita
mengalmai kemuliaan Tuhan yaitu jujur
dan taat sampai daging tidak bersuara. Kita
dipenuhi Roh kudus. Roh Kudus yang bekerja dalam hidup kita. Roh
Kudus menghapus kemustahilan.
Hasilnya:
-
Roma
15: 16
15:16.
yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi
bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil
Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah
sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan
oleh Roh Kudus.
Yang
pertama: Roh Kudus menyucikan kita dari tabiat anjing dan
babi. Perkataan sia-sia jadi perkataan suci dan baik. Perbuatan
najis jadi perbuatan suci dan baik.
Kekuatiran jadi percaya
dan memeprcayakan diri kepada Tuhan. Kita tetap dipakai
Tuhan.
Jaga kesucian, supaya kta tetap dipakai Tuhan.
-
Roma
12: 11
12:11.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Yang
kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah
pelayanan kepada Tuhan sampai Tuhan datang kembali. Kita
menjadi biji mata Tuhan.
-
Roma
8: 11
8:11.
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang
mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan
Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga
tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Yang
ketiga: Roh Kudus mampu membangkitkan apa yang sudah
mati. Artinya: Roh Kudus sanggup memelihara kita di tengah
kemusthailan dunai dan ketidakberdayaan kita sampai Antikris
berkuasa di bumi.
Yang mustahil jadi tidak musathil. Roh
Kudus mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam hidup
kita. Roh Kuduss sanggup memberikan masa depan berhasil dan
indah pada waktunya.
Jika Yesus datang kembali kita akan
diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut
kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita
masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Pegang
teguh pengajaran! Tuhan akan menolong kita. Minta Roh Kudus malam
ini!
Tuhan memberkati.
|