Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2206 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.
Kalau
ketinggalan atau lengah, semua akan jadi sia-sia, bahkan binasa
selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya gerjea Tuhan selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut
kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari
dunia.
Tahun 2026 adalah tahun penantian--menantikan Tuhan
sekarang untuk kebutuhan kita sekarnag di dunia: mennati pertolongan,
kesembuhan dan sebagainya--sampai menanti kedatnagan Yesus kedua
klai--dan tahun kasih karunia. Di dalam kasih karunia tidak ada
yang mustahil. Orang mati bisa bangkit karena kasih karunia
Tuhan.
Keluaran
33: 12-17 33:12.
Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak
memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan
aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga
engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 33:13. Maka sekarang,
jika
aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
beritahukanlah
kiranya jalan-Mu
kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat
kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini
umat-Mu." 33:14. Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak
membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15.
Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak
membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. 33:16.
Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan
umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi
ini?" 33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal
yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah
mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal
engkau."
Keluarnya
gereja Tuhaqnd ari dunia sama dengan keluarnya Israel dari Mesir
menuju tanah Kanaan yang juga membutuhkan kasih karunia.
Tiga
bentuk kasih karunia Tuhan:
- Ayat
12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak terseat.
- Ayat
14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita.
- Ayat
16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.
AD.
1 1
Petrus 2: 19-21 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak
Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 2:20.
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena
kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu
harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 2:21.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita
untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu
mengikuti jejak-Nya.
Tuhan
hanya menunjukkan satu jalan,
yaitu jalan salib; jalan dengan tanda darah Yesus yang merupakan
kasih karunia Tuhan. Jalan salib adalah kasih karunia Tuhan.
Mengapa
Tuhan memberikan satu jalan yaitu jalan slib?
- Kita
tidak tersesat.
- Kita
tidak bisa dijamah, dihalangi, disesatkan, dan dijatuhkan oleh
Setan, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba. Setan paling takut
pada darah Yesus.
Kalau sampai gagal, itu adalah salahnya
sendiri.
Jalan
salib adalah rela sengsara daging karena kehendak Tuhan; sama dengan
jalan kematian dan kebangkitan bersama dengan Yesus.
Untuk
apa jalan salib?
Untuk membedakan antara orang Israel dan orang Mesir; sekarang
membedakan antara pelayan Tuhan dengan orang dunia.
Karena
itu, jangan sampai jadi sama dengan orang dunia! Sekarang malah cara
dunia dimasukan ke dalam gereja, sehingga gereja menjadi serupa
dengan dunia.
Keluaran
33: 16
33:16.
Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan
umat-Mu ini, dibedakan
dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
Praktik
jalan salib:
-
1
Petrus 4: 1-2
4:1.
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun
harus juga mempersenjatai
dirimu dengan pikiran yang demikian,
--karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah
berhenti
berbuat dosa--, 4:2.
supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan
manusia, tetapi menurut
kehendak Allah.
'mempersenjatai
dirimu dengan pikiran yang demikian'=
sebelum masuk jalan salib, harus memiliki piiran salib lebih
dulu. Hanya
pelayan Tuhan yang memiliki pikiran salib, yang bisa berjalan di
jalan salib.
Praktik
pertama: rela
sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa--mati
terhadap dosa; bertoat.
Prosesnya: rela sengsara daging untuk
mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. jika diampuni jangan berbuat
dosa lagi.
-
Rela
sengsara daging untuk melakukan kehendak Tuhan;
sama dengan hidup dalam kebenaran, sesuai dengan kehendak
Allah/firman pengajaran yang benar--ukuran kebenaran adalah
alkitab.
Rela sengsara daging karena Yesus--jalan salib--yang
paling ringan adalah baptisan
air yang benar.
Roma
6: 2, 4 6:2.
Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati
bagi dosa,
bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 6:4. Dengan
demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga
mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam urapan Roh
Kudus. Kita
memiliki pikiran salib,
sehingga kita bisa hidup
dalam kebenaran.
Hanya
orang yang memiliki pikiran salib yang bisa mengaku dosa, bertobat,
dan masuk baptisan air yang benar.
Amsal
12: 26 12:26.
Orang
benar mendapati tempat penggembalaannya,
tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Setelah
itu, kita bisa mendapt tempat penggembalaan, artinya bisa tergembala
dengan benar dan baik.
Kita selalu berad di dalam kadnang penggembalaan; ketekunan dalam
tig amacam ibadah pokok:
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Hanya
orang yang memiliki pikiran salib yang bisa tekun dalam
penggembalaan.
Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa,
dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa
dijamah, dijatuhkan, dan disesatkan oleh Setan tritunggal. Kita
mantap bahkan meningkat dalam kebenaran dan keselamatan, termasuk
berkat Tuhan--orang
benar diberkati oleh Tuhan.
"Saya
sempat putus asa saat baru tiba di Malang. Jemaat tidak
bertambah-tambah, tetapi tiga macam ibadah bertambah yang datang.
Setelah matnap, baru jiwa-jiwa bertambah. Begitu juga pengalaman di
sini. Saat baru mulai belum bertambah, tetapi setelah mantap
semuadigembalkan, baru terjadi peningkatan dari kebenaran menjadi
kesucian--ruangan suci."
Di
dalam kandang penggembalaan kita mengalami epnyucian terus menerus,
sehingga kita hidup
dalam kesucian.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Kalau
hidup suci, akan diperlengkapi dengan jabatan pelayuanan dan karunia
Roh Kudus--jubah indah--; diangkat jadi imam dan raja untuk dipakai
dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Kalau
tidak dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, pasti akan dipakai
dalam pembangunan Babel--gereja palsu--, mempelai wanita Setan yang
sempurna dalam kejahatan dan kenajsian.
Hidup
kita menjadi indah.
Inilah hidup di jalan salib. Akui dosa, buang dosa, baptis air,
hidup benar, tergembala, disucikan, kemudian melayani Tuhan.
-
2
Korintus 6: 3-5
6:3.
Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya
pelayanan kami jangan sampai dicela. 6:4. Sebaliknya, dalam
segala hal kami menunjukkan, bahwa kami
adalah pelayan Allah,
yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan,
kesesakan dan kesukaran, 6:5. dalam menanggung dera, dalam
penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga
dan berpuasa;
Praktik
ketiga: rela
sengsara daging untuk berjaga-jaga dan berpuasa dalam ibadah
pelayanan kepada Tuhan.
Kita
berjaga-jaga dan erpuas untuk:
- Tidak
tersandugn.
2
Petrus 1: 10-11 1:10.
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya
panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak
akan pernah tersandung. 1:11.
Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak
penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Ibadah
pelayanan kita speenuhnya untuk Tuhan; sampai garis akhir.
Dua
macam sandungan:
-
Dosa
dan puncaknya dosa, yaitu: waniTA, takhTA, harTA, dan dusTA.
Kalau
sudah kena dosa soal wanita atau harta atau takhta/kedudukan,
pasti akan berdusta.
Kita disucikan, sehingga tetap dipakai
oleh Tuhan. Harus banyak menyemah Tuhan! Ikuti doa
puasa! Selama hidup suci, pasti akan dipakai Tuhan. Sekalipun
sudah jatuh, kalau mau mengaku dan disucikan, juga akan dipakai
Tuhan.
Kita berdoa dan berpuasa supaya tidak tersandugn
dalam pelayanan, artinya: kita tetap melayani Tuhan dengan setia
berkobar-kboar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau
Yesus datang kembali.
Kita melayani Tuhan sampai
sepenuhnya.
Kita berjaga-jaga dan berpuasa untuk tetap
tekund alam kandang penggembalaan.
Imamat
21: 12 21:12.
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya
kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya,
yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya;
Akulah TUHAN.
Kita
selalu mengalami penyucian dan urapan Roh Kudus. Ini yang
membedakan pelayanan kita dengan di dunia.
Melayani
dengan kesucian dan urapan Roh Kudus, kita tidak akan pernah
menjadi sandunga.,
tetapi kita selalu berkenan pada Tuhan dan menjadi berkat bagi
sesama.
2
Petrus 1: 10-11 1:10.
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya
panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 1:11. Dengan
demikian kepada kamu akan dikaruniakan
hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus
Kristus.
Hasilnya:
kita mendpat hak penuh untuk hidup di dunia sampai masuk kerajaan
sorga selamanya.
- Tetap
berada dalam kandang penggembalaan.
-
Kolose
3: 5-14
3:5.
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,
yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga
keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 3:6. semuanya
itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 3:7.
Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di
dalamnya. 3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu
marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari
mulutmu. 3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu
telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 3:10. dan
telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 3:11.
dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang
bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit,
budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam
segala sesuatu. 3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan
Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan,
kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 3:13.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan
yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain,
sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah
demikian. 3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Praktik
keempat: jalan
kematian dan kebangkitan bersama Yesus.
Ayat
13= saling mengampuni.
Jalan
kematian:
firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata
dua bekerja dalam hidup kita untuk memotong dosa-dosa--tajam
pertama--; menyucikan kita dari enam dosa secara lahir dan enam dosa
secara batin. Inilah dua belas dosa yang mendarah daging dalam hidup
kita--melekat bahkan jadi tabiat. Oleh pekerjaan firman yang lebih
tajam dari pedang bermata dua bisa dibebaskan.
Tajam kedua
membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti
Yeuss.
Hasilnya:
(ayat 12-14) menerima tujuh pembaharuan. Belas kasihan= tidak
menghakikmi orang berdosa, dant idak menyetujui orang berdosa,
tetapi membawanya kepada Tuhan untuk diselamatkan. Menyetujui
dosa sama dengan ikut berbuat dosa.
Kemurhaan= suka
memberi. Kerendahan hati= kemampuan untuk mengaku dosa. Kalau
diampuni janjgan berbuat dosa lagi. Kelemahlembutan= kemampuan
untuk menerima firman pengajaran sekeras dan setajam apapun;
kemapmuan untuk mengampuni dosa orang lain.
Kesabaran= sabar
dalam menunggu waktu Tuhan. Jangan mengambil jalan sendiri di luar
alkitab!
Kasih= taat dengar-dengaran. Kalau memiliki kasih
Allah, kita akan taat dengar-dengaran pada firman. Inilah yang
memeprsatukan dan menyermpuanakan. Tidak taat sama dengan memecah
belah, sehingga dipakai dalam pembangunan Babel dan binasa
selamanya.
Bukti
memiliki kasih adalah taat dengar-dengaran.
Contoh
kehidupan yang pernah menolak jalan salib:
-
Petrus.
Sebelum
tergembala, saat menghadapi jalan salib, ia hadapi dengan emosi.
Ini berarti tidak punya kasih.
Boleh marah, tetapi harus
dengan kasih.
Kemudian Petrus menyangkal Yesus tiga
kali--Petrus berdusta.
Tetapi setelah digembalakan, ia
menerima kasih Allah. Dan saat menghadapi salib, ia rela mati bagi
Yesus.
Yohanes
21: 18-19 21:18.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja
kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan
mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan
membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 21:19.
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
Petrus akan mati dan memuliakan Allah.
Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah
Aku."
Petrus
mengulurkan tangan saat menghadapi salib, artinya: menyerah sepenuh
pada Tuhan, sehingga ia dipulihkna. Ia dikembalikan pada kebenaran
dan kesucian, bahkan ia dipermuliakan--dipakai Tuhan sampai
akhrihidupnya. Nama Petrus terttulis di Yerusalem baru.
-
Musa.
Musa
sudah tergembala. Di dalam penggembalaan ia melihat pemandangan
yang hebat, yaitu kayu ada nyala api tetapi tidak
terbakar.
Mungkin kita sudah bersaksi dalam
penggembalaan. Tetapi saat menghadapi salib, masih ada
kekurangan. Ketika Musa menghadapi laut Kolsom, ia
berseru-seru--menyalahkan Tuhan--; sama dengan tidak ada
kasih.
Keluaran
14: 15-16 14:15.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau
berseru-seru
demikian kepada-Ku?
Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 14:16.
Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas
laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari
tengah-tengah laut di tempat kering.
Menghadapi
salib jangan saling menyalahkan.
Musa mengulurkan tangan,
dan Tuhan mengulurkan Roh Kudus, sehingga laut Kolsom terbelah.
Musa berseru dan berserah kepada Tuhan. Ada jalan keluar dari
segal amasalah. Yang mati jadi hidup. Tangan kasih karunia Tuhan
sanggup memelihara kita di tengah kesultian dunia sampai Antikris
berkuasa di bumi tangan kasih karunai menyingkirkan kita ke padang
gurun.
Yang mustahil jadi tidak mustahil. Semua ada jalan
keluar dari masalah yang mustahil. Musa dipakai dalam kegerakan
ke Kanaan, sekarang kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna.
Ada masa depan berhasil dan indah. Kita
bersykur dan menyembah Tuhan.
Jika Yesus datang kembali kita
akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut
kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita
bersorak: Haleluya.
Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang), dan Yeruslem baru selamanya.
ada
kekurangan dan kelemahan baik yang sudah digembalkaan maupun yang
belum digembalakan. Datang kepada Tuhan! Ulurkan tangan kepad
aTuhan. Tuhan akan menolong kita smeua.
Tuhan memberkati.
|