Ibadah Doa Surabaya, 13 Februari 2026 (JUmat Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan
kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan
datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan
harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Kasih karunia adalah
pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Jadi semua
orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau
tidak.
Kenyataannya,banyak yang menolak kasih karunia, mulai
dari zaman Nuh yang menerima kasih krunia hanya delapan
orang. Mengapa
menolak kasih karunia?
Karena harus memikul salib.
1
Petrus 2: 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Praktik
hidup dalam kasih karunia:
rela sengsara daging karena kehendak Tuhan/firman pengajaran yang
benar; rela memikul salib bersama Yesus. Karena itu banyak yang
menolak kasih karunia Tuhan.
2
Korintus 4: 16-18 4:16.
Sebab itu kami tidak
tawar hati,
tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia
batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 4:17.
Sebab penderitaan
ringan
yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal
yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. 4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,
sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.
'dibaharui
dari sehari ke sehari'
=sedikit demi sedikit diubahkan. 'memperhatikan'
= memandang.
Mengapa
harus sengsara daging karena kehendak Tuhan? Untuk mengalami
pembaharuan
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sedikit demi
sedikit sampai menjadi manusia sempurna seperti Yesus--mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di
awan-awan yang permai.
Pembaharuan dimulai dari:
-
Ayat 16=
pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang
baik.
Kecewa, putus asa, kebencian, ketidak taatan juga merupakan
hati nurnai yang tidak baik.
-
Ayat 18=
pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan
rohani--pandangan sorgawi.
Hanya
memiliki pandangan daging artinya: beribadah melayani Tuhan hanya
untuk mencari perkara jasmani: kekayaan, kedudukan, kepandaian, jodoh
dan sebagainya sama dengan buta
rohani.
Matius
20: 29-30 20:29.
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang
banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 20:30. Ada dua
orang buta
yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka
berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
Buta
rohani sama dengan dua orang buta yang duduk di pinggir jalan di
Yerikho.
Matius
20: 34 20:34.
Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata
mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu
mengikuti Dia.
'lalu
mengikuti Dia',
artinya saat buta tidak bis a ikut Tuhan masuk ke Yerusalem.
Dua
orang buta menunjjuk pada suami istri yang buta. Dua orang buta
tidka bis amengikuti Yesus dalam perjalanan Yesus yang terkahir ke
Yerusalem. Setelah bisa melihat, mereka bisa mengikut Yesus ke
Yerusalem.
Artinya: gereja
Tuhan yang buta rohani tidak akan bisa mengikuti kegerakan
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Pembangunan
tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan,
sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang
sempurna. Kalau suami istri buta rohani, tidak akan bisa melayani
dalam nikah--terjadi pertengkaran, perselingkuhan, kawin cerai--,
berarti tidak akan bisa melayani dalam pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna.
Bercerai sama dengan mati; kawih lagi sama dengan
busuk.
Oleh karena itu kita harus memiliki pandangan rohani,
yaitu bisa memandang cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Artinya:
bisa
mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar,
sehingga kita mengalami penyucian dan aktif dalam kegerakan Roh Kudus
hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Mulai
dari nikah kita bisa melayani karena sama-sama suci. Begitu juga
dalam penggembalaan dan persekutuan sampai Israel dan kafir menjadi
satu tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatnagan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Kit amasuk perjamuan kawin Anak
Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan
Yerusalem baru selamanya. kita bisa mengikut Yesus sampai ke
Yerusalem baru.
Mengapa
gereja Tuhan harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna?
Matius
8: 20 8:20.
Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang
dan burung
mempunyai sarang,
tetapi Anak
Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
- Yesus
rindu untuk menjadi kepala atas tubuh-Nya.
Kalau kita aktif dalam
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, Yesus akan menjadi kepala
yang bertanggung jawab atas tubuh-Nya sampai mati di kayu salib.
- Kalau
tidak aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, serigala
dan burung yang akan menjadi kepala.
Serigala dan burung
sudah punya tempat tetapi Yesus belum punya tempat.
Serigala
dan burung= roh jahat dna roh najis. Kalau serigala dan burugn
jadi kepala, kita akan diarahkan pad apembangunan Babel; gereja
palsu; mempelai wanita Setan yang sempurna dalam kejahatan dan
kenajsian untuk dibinasakan selamanya.
Bukti
serigala dan burung jadi kepala dalam gereja Tuhan:
- Pelayan
Tuhan termasuk gembala tidak setia dalam ibadah pelayanan.
- Tidak
suci; jahat dan najis.
Daud jatuh dengan Batsyeba--najis--, dan
suaminya dibunuh--jahat. Inilah akibatnya kalau roh Babel
bekerja.
- Hanya
menggembaar-gemborkan perkara jasmani yaitu kemakmuran dan hiburan
jasmani.
Hati-hati!
Serigala dan burung lebih cepat berkembang dalam gereja Tuhan.
Karena
itu kita harus menerima kabar mempelai; firman pengajaran yang
benar.
Praktik
aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sehingga
menempatkan Yesus sebagai kepala:
gemar menyembah Tuhan--hubungan kepala dan tubuh yang palig erat
adalah leher.
Bagaimana sikap kita dalam menyembah Tuhan itu
yang menentukan siapa yang menjadi kepala kita.
Keluaran
28: 32 28:32.
Lehernya
haruslah di tengah-tengahnya;
lehernya
itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya,
buatan tukang tenun, seperti
leher baju zirah
haruslah lehernya itu, supaya jangan
koyak.
Dua
ketentuan tentang leher dari gamis baju efod:
- Leher
harus di tengah-tengah.
Ini menunjuk pada keadilan
Tuhan.
Doa
penyembahan adalah keadilan Tuhan. Mengapa? Siapa saja, di mana
saja, kapan saja, dan situasi apa saja bisa menyembah Tuhan.
Kalau
sampai dihukum karena kurang menyembah, itu adalah salahnya
sendiri.
Leher adalah jalannya kepala ke tubuh. Artinya:
segala sesuatu bis adikaruniakan Tuhan kepada kita sesuai dengan
kebutuhan kita lewat doa penyembahan.
Leher juga merupakan
jalannya tubuh ke kepala. Artinya: lewat doa penyemjbahan kita
manusia berdosa bisa diubakan jadi smepurna seperti Yesus.
Banyak
menyembah Tuhan! Tuhan akan menologn kita.
- Leher
harus kuat sampai tidak bisa koyak.
Artinya:
-
Dalam
penyembahan kita menerima kuasa kebangkitan Yesus untuk mengalahkan
musuh sampai musuh terkahir yaitu maut--dosa.
1
Korintus 15: 26 15:26.
Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
Kita
bisa hidup
benar dan suci. 1
Korintus 15: 56-58 15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 15:57.
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita
kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15:58. Karena itu,
saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan
giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam
persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Banyak
menyembah, kita kaan menang atas dosa/maut. Kita akan sieta
berkobar-kobar
dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Kalau musuh terakhir
sudah dikalahkan, berarti semua musuh sudah dikalahkan.
- Kita
harus tekun;
kuat teguh hati; gemar dalam menyembah Tuhan.
Kita
tidak lemah apalagi berhenti menyembah Tuhan lalu menyembah yang
lain.
Kalau
penyembahan menurun, leher akan koyak, berarti akan bnayak yang
koyak,
yaitu jala koyak--pelayanan menurun; pekerjaan menurun--dan jubah
koyak--kering rohani.
Mari,
kita tetap tekun dan gemar menyembah Tuhan menghadapi apapun juga
seperti Daniel.
Daniel
6: 7-11 6:7.
Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu
menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius,
kekallah hidup tuanku! 6:8. Semua pejabat tinggi kerajaan ini,
semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah
mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan
ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh
hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia
kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam
gua singa. 6:9. Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan
itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah,
menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat
dicabut kembali." 6:10. Sebab itu raja Darius membuat surat
perintah dengan larangan itu. 6:11. Demi
didengar Daniel,
bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.
Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah
Yerusalem; tiga kali sehari ia
berlutut, berdoa serta memuji Allahnya,
seperti yang biasa dilakukannya.
Daniel
tetap yakin untuk menyembah Tuhan; tidak ada keraguan. Daniel
tetap tekun; kuat teguh hati; dan gemar menyembah Tuhan skealipun
diperhadapkan pada gua siang dengan singa yang lapar.
Artinya:
Daniel mengulrukan tangan iman kepada Tuhan, dan Tuhan mengulurkan
tangan belas kasih-Nya kepadanya dengan mengatupkan mulut
singa.
Daniel
6: 22-23 6:22.
Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! 6:23.
Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut
singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena
ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap
tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."
Mujizat
terjadi, yaitu tangan kasih Tuhan sanggup mengatupkan mulut
singa. Aritnya:
-
Kuasa
pembaharuan.
Amsal
17: 28 17:28.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan
disangka berpengertian kalau ia mengatupkan
bibirnya.
Tangan
kasih Tuhans anggup mengatupkan bibir kita, sehingga kita bnayak
berdiam diri; koreksi diri lewat ketajaman pedang firman saat
menghadapi yang mustahil. Ditemukan dosa harus mengaku, kalau tidak
ada dosa, harus berdiam diri.
- Tangan
kasih Tuhasn anggup memelihara kita di tengah kesulitan dan
kemustahilan dunai sampai Antikris berkausa di bumi.
- Tangan
kasih Tuhan sanggup menyelesaikan smeua masalah yang mustahil dalam
hidup kita.
-
Daniel
dipakai menjadi saksi Tuhan.
Daniel
6: 27-28 6:27.
Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang
kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab
Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya;
pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan
berakhir. 6:28. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan
tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan
Daniel dari cengkaman singa-singa."
Kita
juga dipakia dalam bersaksi tentang kabar baik dan kabar mempelai.
-
Tangan
kasih Tuhans anggup menjamin masa depan berhasil dan indah.
Daniel
6: 29 6:29.
Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan
Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.
Jika
Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti
Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di
awan-awan yang permai. Kita bersorak: Haleluya.
Sekrang banyak berdiam diri. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba,
kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan
Yerusalem baru selamnaya.
Jangan
buta rohani! Lihat kabar mempelai! Kita akan disucikan. Kita aktif
dlaam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menempatkan Yesus
sebagai kepala. Kita tekun; kuat teguh hati; dan gemar menyembah
Tuahn apapun yang kita lihat. Tangan kasih Tuhan sangup menologn kita
apapun keadaan kita.
Biar tangan belas kasih Tuhan yang
bekerja dalam hdiup kita hari-hari ini.
Tuhan membmerkati.
|