Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.



  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024 sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).



  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).



  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).



  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).



  5. Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)



  6. Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).



  7. Wahyu 22: 18-21
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:



    1. Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
      Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
      Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.



    2. Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).


AD. 7B

Ayat 20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai; keluar dari dunia menuju ke Yerusalem baru selamanya.

'Ya, Aku datang segera'= kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.

'Amin, datanglah Tuhan Yesus'= kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Yesus dan gereja Tuhan sudah siap, sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya (Wahyu 21-22).

Ayat 21= gereja Tuhan harus menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya, supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari dunia.

Keluaran 33: 12-17
33:12. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.
33:13. Maka sekarang,
jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
33:14. Lalu Ia berfirman: "
Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."
33:15. Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
33:16. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."

Keluarnya gereja Tuhan dari dunia ke Yerusalem baru dinubuatkan oleh keluarnya Israel dari Mesir menuju tanah Kanaan yang juga membutuhkan kasih karunia.

Tiga bentuk kasih karunia Tuhan:



  1. Ayat 12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak tersesat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2026).
    Hanya ada satu jalan yaitu jalan salib untuk bisa menuju Yerusalem baru.



  2. Ayat 14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Januari 2026 sampai Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2026).
    Ini menunjuk pada sistem penggembalaan.



  3. Ayat 16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.


AD. 3
Keluaran 33: 16-17
33:16. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."


'dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?'= orang yang menerima kasih karunia berbeda dengan yang tidak menerima kasih karunia.
Contoh: pada zaman Nuh, hanya Nuh sekeluarga yang selamat karena menerima kasih karunia, sedangkan seluruh dunia tenggelam dalam air bah karena tidak menerima kasih karunia.

Yesus berjalan bersama dengan kita, menunjuk pada perjalanan mempelai--Yesus, Mempelai Pria Sorga, dan kita mempelai wanita sorga.

Syarat perjalanan mempelai: kita harus berpakaian putih.

Wahyu 3: 4
3:4. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

Roma 3: 23
3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Kenyataan yang ada, sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan telanjang sehingga diusir ke dalam dunia, semua manusia di dunia sudah berbuat dosa.
Akibatnya: kehilangan kemuliaan Allah dan telanjang.

Dari mana kita mendapatkan pakaian putih? Dari atas kayu salib.

Yohanes 19: 23
19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Di atas kayu salib Yesus rela ditelanjangi sampai mati di kayu salib untuk memberikan pakaian putih kepada kita.

Ada tiga macam pakaian putih:



  1. Ayat 23= pakaian Yesus yang dibagi menjadi empat bagian.
    Ini menunjuk pada pakaian keselamatan/kebenaran yang bisa diterima oleh manusia berdosa di empat penjuru bumi--pakaian Yesus dibagi menjadi empat bagian. Tinggal mau atau tidak.
    Kita semuanya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakaian keselamatan/kebenaran.

    Prosesnya:
    Roma 3: 24-25
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
    3:25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.



    • Berdamai.
      Artinya: mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--mati terhadap dosa--; sama dengan bertobat.



    • Masuk baptisan air yang benar.
      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus; kita mengalami baptisan Roh Kudus.

      Hidup dalam urapan Roh Kudus= hidup dalam kebenaran.
      Inilah pakaian putih. Kita selamat dan diberkati Tuhan.

      Tidak benar akan mengarah pada kutukan. Hidupnya tetap letih lesu. Harus benar dulu, baru diberkati dan selamat.



    • Sudah hidup benar, tetapi Setan masih bisa melepas pakaian putih kita. Karena itu kita harus tergembala dengan benar dan baik.

      Amsal 12: 26
      12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

      Kita selalu berada dalam kandang penggembalaan--ruangan suci--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa.

      Hidup benar dan diberkati menunjuk pada halaman tabernakel. Masih bisa terkena panas, hujan dan sebagainya, sebab itu harus masuk dalam ruangan suci.

      Di dalam penggembalaan kita mengalami empat lapis tudung:



      1. Tudung pertama= gembala manusia yang selalu mengasuh dan merawat domba-domba, yaitu memberi makan domba-domba--firman penggembalaan--dan menaikkan doa penyahutan.



      2. Tiga lapis tudung yang lain adalah tudung Allah Tritunggal, sehingga Setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Kita mantap dalam keselamatan, kebenaran dan berkat Tuhan.
        Kita mantap bahkan meningkat dalam berkat Tuhan dan keselamatan.

        Jangan beredar-edar! Kalau beredar-edar akan sama nasibnya seperti Dina--anak Yakub--, yaitu diperkosa.
        Artinya: jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa; diterkam binatang buas sampai binasa selamanya.

        Tetap di dalam kandang sekalipun sudah diberkati sampai mantap dalam penggembalaan. Satu waktu pasti akan meningkat.

        "Saya sudah pernah cerita, saat saya baru dikirim ke Malang: Jemaat tidak bertambah. Tetapi yang datang dalam kebaktian pendalaman alkitab dan doa penyembahan semakin bertambah. Inilah mantap dulu. Setelah mantap terjadi penambahan jumlah. Inilah pengalaman saya."

        Demikian juga kita, mantap dalam kebenaran, keselamatan, berkat Tuhan--tidak menurun lagi--, pasti akan meningkat.



  2. Jubah Yesus yang tidak berjahit dan harus diundi.
    Ini menunjuk pada jubah kesucian.

    Yohanes 19: 23-24
    19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita
    membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Jubah kesucian artinya:



    • Wahyu 19: 13-14, 16
      19:13. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
      19:14. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai
      lenan halus yang putih bersih.
      19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "
      Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

      "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." = Yesus sebagai kepala; Mempelai Pria Sorga.

      Yang pertama: firman Allah yang ditulisi Raja segala raja, Tuan segala tuan, dan Mempelai Pria Sorga; sama dengan firman mempelai/kabar mempelai.

      Kabar mempelai= firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita dari segala hal yang menjadi kekejian bagi Tuhan, supaya kita bisa berjalan dengan Dia.

      Amsal 6: 16-19
      6:16. Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
      6:17. mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
      6:18. hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
      6:19. seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

      Tujuh hal yang menjadi kekejian dan kebencian Tuhan:



      1. Mata sombong= pandangan daging, yaitu hanya memandang perkara-perkara dunia sampai mengorbankan perkara rohani, termasuk hanya melihat kesalahan orang lain--tidak pernah koreksi diri.

        Contoh: Esau menjual hak kesulungan untuk dapat perkara jasmani, sehingga ia meraung-raung.

        Yang benar adalah hanya memandang Yesus.



      2. Lidah dusta= berdusta.

      3. Tangan yang menumpahkan darah orang tak bersalah= perbuatan yang merugikan orang lain yang tidak bersalah; perbuatan yang tidak adil.



      4. Hati yang membuat rencana jahat= hati yang penuh kejahatan, kenajisan, dan kepahitan.
        Ini adalah pusatnya.



      5. Kaki yang segera lari menuju kejahatan= solah tingkah laku yang jahat.



      6. Saksi dusta--'seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan'--: bersaksi tetapi berdusta.

        Seperti orang-orang yang dipakai bersaksi oleh imam-imam kepala saat menangkap Yesus.



      7. Orang yang menimbulkan pertengkaran saudara= tidak membawa damai tetapi menimbulkan pertengkaran mulai dari keluarga.

        Hati-hati soal uang termasuk warisan! Saudara yang ada kelebihan, ingat pada yang kurang. Kalau tidak, akan bertengkar.



      Ini adalah tujuh hal yang membuat pelita padam sehingga ada dalam kegelapan. Kalau berjalan pasti akan tersandung, terjatuh, tersesat, bahkan terhilang selamanya.

      Kalau disucikan, pelita akan menyala. Kita akan berjalan dengan Yesus, dan tidak pernah tersandung dalam dosa dan pelayanan--hidup suci--sampai mencapai kesempurnaan.



    • Jubah pelayanan.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan lagi seperti tim musik, tim doa, tim besuk, zangkoor, grup koor dan sebagainya.

      Kalau sudah disucikan dan hidup dalam kesucian, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Jubah Yesus tidak berjahit, hanya satu tenunan artinya satu kesatuan tubuh Kristus.

      Yohanes 19: 23
      19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

      Tidak berjahit= tidak ada campur tangan manusia.
      Artinya: Yesus sendiri yang memberikan jabatan pelayanan kepada kita.

      "Contohnya adalah saya sendiri. Setelah saya melihat gembala saya dikata-katai orang, saya berjanji kepada Tuhan: Saya siap dipakai sepenuhnya, tetapi jangan menjadi gembala, saya menjadi guru saja supaya bisa mengajar sekolah alkitab di mana saja. Inilah permohonan saya kepada Tuhan. Tetapi Tuhan menghendaki saya menjadi gembala. Saya menjadi gembala karena Tuhan yang menunjuk saya."

      Pelayanan kita harus berasal dari Tuhan sendiri, bukan manusia. Berdoa boleh, tetapi tidak boleh memaksa.

      Jubah Yesus tidak dibagi-bagi tetapi diundi--dari sekian banyak hanya satu yang menerimanya--, artinya: tidak semua mendapat jubah pelayanan. Hanya kehidupan yang mendapat kepercayaan dan kasih karunia Tuhan yang bisa dipercayakan jubah pelayanan.

      Setiap pemberitaan firman penggembalaan adalah saatnya Tuhan membagikan jabatan pelayanan dan karunia--jubah pelayanan.
      Yang belum melayani akan digerakkan Tuhan untuk melayani.

      Penggembalaan adalah tempat menumbuhkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
      Persekutuan yang benar adalah tempat persemaian dari jabatan pelayanan dan karunia untuk terus bertumbuh ke arah kesempurnaan.
      Yang ikut kebaktian persekutuan silakan! Yang tidak ikut, tetap berdoa, lakukan apa yang bisa dilakukan sesuai gerakkan Tuhan. Jangan pasif!

      Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sama dengan jubah indah dari Yusuf.
      Jadi, sebelum melayani Tuhan hidup tidak akan pernah indah.

      Kemudian, meninggalkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, hidup itu tidak indah, bahkan hancur binasa seperti Yudas Iskariot.

      Mari, tetap melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Kita harus mempertahankan bahkan meningkatkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sampai garis akhir.



    Pakaian putih yang pertama: pakaian keselamatan dan berkat Tuhan. Digembalakan, mantap dan meningkat.

    Yang kedua: jubah kesucian; jubah firman dan jubah yang indah--jabatan pelayanan dan karunia. Harus dipertahankan dan ditingkatkan sampai Tuhan datang kembali.
    Contohnya seperti para pendahulu kita. Mereka tidak lemah tetapi makin kuat sampai dipanggil Tuhan.



  3. Pakaian putih berkilau-kilauan= jubah mempelai.

    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Dari mana kita mendapat jubah mempelai?



    • Doa penyembahan ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.

      Matius 17: 1-2

      17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
      17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan
      pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

      Ini sama dengan mempersembahkan dupa berbau harum di hadapan Tuhan.
      Dulu imam besar Harun masuk ke ruangan maha suci satu kali dalam setahun dengan membawa dupa. Inilah doa penyembahan.

      Dari dua belas murid, hanya tiga murid yang diajak--seperempat bagian.
      Artinya: tidak semua doa penyembahan berkenan dan diterima oleh Tuhan.

      Penyembahan yang benar didorong oleh firman pengajaran yang benar, sehingga seluruh hidup kita disucikan.

      Setelah mengajar, Yesus menyembah.
      Lukas 9: 28
      9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

      Sekarang, banyak yang mengatakan: Tidak ada pengajaran, tidak ada pembukaan rahasia firman.
      Mengerikan! Karena Yesus sendiri mengajar.

      Matius 11: 1
      11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

      Yesus memberitakan injil dan pengajaran. Harus tetap ada penginjilan dan pengajaran.

      Penginjilan untuk menambah jumlah tubuh Kristus. Buktinya masih ada baptisan air.

      Pengajaran untuk menambah kualitas tubuh Kristus. Buktinya: disucikan dan semakin bertambah jumlah imam-imam--kehidupan yang melayani Tuhan.

      Lewat penyembahan yang benar kita mengalami proses perobekan daging--'setelah enam hari', angka 6 menunjuk pada daging--, sehingga perbuatan kegelapan dimatikan dan digantikan dengan perbuatan terang.

      Efesus 5: 8-9
      5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9. karena terang hanya berbuahkan
      kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

      Buah terang yaitu: kebenaran, keadilan--tidak memihak siapapun kecuali Tuhan/pengajaran yang benar--, dan kebaikan--tidak merugikan orang lain tetapi berbuat baik bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Kebenaran tidak akan bisa dikalahkan oleh politik, fitnah, gosip.

      Saat turun dari gunung Sinai, umat Israel menyembah lembu emas.
      Tetapi Musa berkata: Siapa memihak Tuhan, sandang pedang!
      Saat itu umat Israel sudah rusak akal budinya dan jadi sama dengan binatang.
      Kalau memihak Tuhan, kita pasti akan menang dalam hal apapun.

      Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah pakaian putih berkilau-kilauan.

      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      (terjemahan lama)
      19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
      segala kebajikan orang-orang suci itu."



    • Jubah harus dicelup dalam darah--seperti jubah Yusuf dicelup dalam darah.
      Artinya: mengalami percikan darah yang menghasilkan keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Percikan darah= sengsara daging karena Yesus.
      Contohnya: hari Minggu semestinya istirahat, tetapi kita beribadah. Ada beras di rumah, tetapi berpuasa. Malam hari semestinya tidur, tetapi kita doa malam. Tidak salah disalahkan (difitnah) dan sebagainya.

      Darah ditambah dengan dupa--doa penyembahan--akan terjadi shekinah glory.
      Diubahkan oleh Tuhan sama dengan kita dihiasi oleh Tuhan.

      1 Petrus 3: 3-5
      3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
      3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang
      lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
      3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
      tunduk kepada suaminya,

      Ayat 3 = boleh memakai perhiasan untuk memuliakan Tuhan. Bukan untuk dipertontonkan dan sebagainya.

      Kita diubahkan jadi:



      1. Lemah lembut= kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras dan selama apapun; kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.



      2. Pendiam= berdiam diri= koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa, mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        Pendiam juga berarti tidak memberikan komentar negatif dalam pekerjaan Tuhan.



      3. Tunduk= taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi.
        Contoh: Sarah tunduk kepada Abraham meskipun diberikan kepada laki-laki lain. Tetapi Tuhan melindungi Sarah.

        Ini adalah pakaian putih berkilau-kilauan dari dalam hati.



    Hasilnya: Tuhan memberikan kunci Daud, yaitu kemurahan dan kebajikan Tuhan untuk membuka pintu-pintu yang tertutup.

    Wahyu 3: 7-8
    3:7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku
    (taat) dan engkau tidak menyangkal nama-Ku(setia).



    • Pintu pembukaan firman Allah dibukakan, kita makan makanan rohani yang memuaskan kehidupan kita. Kita tidak mencari kepuasan di dalam dunia dan kepuasan dari dunia tidak perlu masuk dalam gereja. Kita tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa; tetap hidup suci dan dipakai oleh Tuhan.



    • Tuhan memelihara dan melindungi kita secara jasmani. Di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.



    • Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam hidup kita.



    Tangan Tuhan juga menutup pintu bagi kita.
    Artinya:



    • Tuhan melindungi kita dari badai lautan dunia: krisis jasmani, krisis rohani, krisis nikah dan buah nikah.
      Semuanya tidak bisa masuk seperti Tuhan menutup pintu bahtera Nuh, di mana tidak ada setetespun air yang bisa masuk.
      Tuhan melindungi dari celaka, mara bahaya di dunia ini.



    • Tuhan juga melindungi kita dari Antikris yang berkuasa di bumi, penghukuman Tuhan yang akan datang: tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, dan neraka.



    Terakhir, Tuhan membuka pintu sorga bagi kita.
    Wahyu 3: 12
    3:12. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Tangan kemurahan Tuhan sanggup mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Kita tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk terangkat ke awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.


Pakai jubah putih: kebenaran, pegang kabar mempelai dan praktikkan, jubah pelayanan, dan naikkan darah dan dupa. Banyak menyembah ditambah sengsara bersama Yesus--doa puasa, doa semalam suntuk. Kemuliaan Tuhan akan turun. Kita dihiasi--taat, setia, tunduk--dan kunci Daud diberikan kepada kita apapun keadaan kita.

Tuhan memberkati.