Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Februari 2026 (Sabtu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.



  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024 sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).



  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).



  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).



  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).



  5. Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)



  6. Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).



  7. Wahyu 22: 18-21
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:



    1. Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
      Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
      Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.



    2. Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).


AD. 7B

Ayat 20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

Ayat 21= gereja Tuhan harus menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya, supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Jadi semua orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau tidak.

Kenyataannya, banyak yang menolak kasih karunia, mulai dari zaman Nuh yang menerima kasih karunia hanya delapan orang.

Mengapa menolak kasih karunia? Karena salah satu praktik hidup dalam kasih karunia Tuhan yaitu rela sengsara daging karena kehendak Tuhan; rela memikul salib bersama Yesus.

Kisah Rasul 20: 28, 32

20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Ayat 28 bicara tentang penggembalaan.
Domba-domba yang digembalakan adalah seharga darah Yesus.
Gembala tidak boleh sembarangan dalam menggembalakan, terutama dua tugas pokok gembala tidak boleh diabaikan--memberi makan domba dan menaikkan doa penyahutan.
Kalau gembala tidak memberikan makanan, doa penyahutannya akan menjadi kekejian.
Sidang jemaat kalau mengabaikan penggembalaan, akan berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun; binasa selamanya di neraka.

Ayat 32= firman penggembalaan sama dengan firman kasih karunia Tuhan, yaitu firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat supaya kerohanian jemaat bertumbuh sampai dewasa rohani--menyucikan sampai sempurna seperti Yesus.

Firman penggembalaan adalah tongkat gembala untuk memberi komando bagi domba-domba untuk tahu apa yang harus dilakukan sampai mencapai tempat terakhir di Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir selamanya.
Atau, firman penggembalaan adalah tuntunan tangan Gembala Agung bagi domba-domba untuk mencapai Yerusalem baru.

Firman penggembalaan dipercayakan kepada seorang gembala.
Contoh: Musa menggembalakan jemaat Israel yang laki-laki saja berumur dua puluh tahun ke atas berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang--belum termasuk wanita dan anak-anak.

Proses firman penggembalaan menuntun menuju Yerusalem baru:



  1. Yehezkiel 20: 37-38
    20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
    20:38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.


    Yang pertama: tongkat gembala menuntun kita untuk masuk kandang penggembalaan.

    Kandang penggembalaan= ruangan suci.
    Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel.
    Ada tiga ruangan: halaman--selamat; percaya, bertobat, baptisan air, baptisan Roh Kudus--, ruangan suci, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.

    Tiga macam alat dalam ruangan suci menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:



    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.



    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.




    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.



    Mengapa harus tiga macam ibadah? Karena kita beribadah kepada Allah Tritunggal--tiga oknum dalam satu pribadi. Kita juga terdiri dari tubuh, jiwa dan roh dalam satu pribadi. Kalau tidak punya tubuh dan jiwa, hanya roh saja itulah malaikat atau Setan. Kalau punya tubuh dan jiwa, tetapi tidak punya roh itulah binatang. Setan juga tritunggal yaitu Setan, Antikris dan nabi palsu.

    Jika kita tekun dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga:



    • Tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal; tidak bisa dijatuhkan dalam dosa dan puncaknya dosa.
      Kenapa masih jatuh? Karena keras hati.

      Kita disucikan dan dipisahkan dari kambing--anak Tuhan yang berbuat dosa; tidak taat; gambaran dari gereja palsu.




    • Setelah itu kita dihitung oleh Tuhan. Sehelai rambut pun dihitung.
      Artinya: kita tidak berdaya dan tidak berguna, tetapi tetap dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.

      Secara rohani kita juga dipelihara sehingga selalu merasakan damai sejahtera di tengah goncangan dunia. Semua menjadi enak dan ringan.
      Dalam tabernakel dikelilingi papan-papan yang rapat, ada empat lapis tudung sehingga tidak ada hubungan dengan dunia luar. Sekalipun di luar badai, goncang tetapi kita merasa damai sejahtera dalam penggembalaan.

      Dulu saat Mesir dihukum, orang Israel di tanah Gosyen--penggembalaan--tetap tenang.

      Sekarang yang dihantam oleh Setan adalah supaya anak Tuhan tidak masuk dalam kandang penggembalaan--kebaktiannya seenaknya ke mana-mana. Gembalanya juga tidak masuk kandang penggembalaan.
      Kalau di luar kandang, tidak akan dihitung oleh Tuhan.
      Tetapi di dalam kandang, kita dibela oleh Tuhan sampai menjadi milik-Nya selamanya.

      Damai sejahtera itulah suasana sorga, sebab ada pembelaan dan pemeliharaan Tuhan.



  2. Yohanes 10: 3-4, 16
    10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
    10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
    10:16. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.


    'suara-Ku' = suara gembala; firman penggembalaan.

    Ayat 3-4= firman penggembalaan menuntun domba masuk dalam kandang untuk dipelihara dan sebagainya, setelah itu dituntun ke luar.

    Yang kedua: firman penggembalaan menuntun kita ke luar kandang penggembalaan untuk:



    • Menuju kandang domba yang lain; sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir--persekutuan antar kandang penggembalaan--, sehingga kita menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.

      Persekutuan antar kandang yaitu dari berbagai organisasi gereja atau penggembalaan.



    • Secara internasional; menuju kandang domba di luar negeri sampai Israel dan kafir menjadi satu kawanan dengan satu Gembala; satu tubuh Kristus dengan satu Kepala.

      Domba-domba lain juga termasuk bangsa kafir. Di dunia ini ada dua bangsa: bangsa Israel--domba-Nya Tuhan--dan bangsa kafir--anjing dan babi. Tetapi lewat penggembalaan bangsa kafir bisa diangkat menjadi domba.



    • Menuntun Israel dan kafir yang sudah menjadi satu kawanan dengan satu Gembala; satu tubuh dengan satu kepala sampai masuk ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.

      Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      'mereka' = bangsa Israel dan kafir.

      Tidak ada lagi air mata, tetapi hanya ada mata air kehidupan (Wahyu 22: 1 sungai air kehidupan mengalir dari takhta Yerusalem baru) .
      Kita merasakan kepuasan dan kebahagiaan selamanya. kita bisa bersaksi.



    Inilah caranya kita bisa dituntun sampai ke Yerusalem baru. Mulai dari kandang penggembalaan, tekuni, lalu dibawa ke luar ke kandang yang lain sampai Internasional; Israel dan kafir menjadi satu kesatuan untuk masuk Yerusalem baru. Tidak boleh egois!

    Yerusalem baru adalah ruangan maha suci. Dari ruangan suci--kandang penggembalaan di dunia--menuju ruangan maha suci--kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru--harus melewati pintu tirai.
    Waktu Yesus mati di kayu salib, maka pintu tirai terobek.

    Ukuran kesempurnaan adalah pintu tirai terobek, artinya: mengalami perobekan daging sepenuhnya; tidak ada lagi keinginan daging tetapi mengikuti kehendak Tuhan, tidak ada lagi tabiat daging.

    Firman penggembalaan sama dengan tongkat pengukur, apakah sudah mencapai pintu tirai terobek atau belum. Kalau tirai sudah terobek, berarti sudah masuk Yerusalem baru.
    Kalau masih ada di dunia berarti belum mencapai. Harus ditingkatkan!
    Mungkin masih suka berdusta, marah tanpa alasan sampai benci, harus dirobek sepenuhnya sampai sempurna seperti Yesus.

    Firman penggembalaan adalah tongkat pengukur supaya kita bisa memenuhi ukuran tirai terobek sampai sempurna seperti Yesus.

    Tiga macam tongkat pengukur:



    • Yehezkiel 40: 5
      40:5. Lihat, di luar bangunan itu ada tembok, seluruh keliling bangunan itu. Dan di tangan orang itu ada tongkat pengukur, yang panjangnya enam hasta. -- Hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa --. Ia mengukur tembok itu, tebalnya satu tongkat dan tingginya satu tongkat.

      Yang pertama: tongkat pengukur mengukur tembok rumah Tuhan dengan tongkat pengukur enam hasta.
      Bait Allah secara rohani adalah kita semua.

      Angka 6 menunjuk pada angka daging--manusia diciptakan pada hari keenam.
      Binatang-binatang diciptakan pada hari keenam. Yang bersifat daging diciptakan pada hari keenam.

      Jadi, tongkat pengukur enam hasta artinya: firman penggembalaan yang sanggup merobek daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.
      Kalau keinginan daging, masih bisa ditegor. Kalau sudah tidak bisa ditegor lagi itu berarti hawa nafsu.

      Yang dirobek terutama:



      1. Keinginan jahat--cinta akan uang; mengasihi uang, sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan dan sesama--yang membuat kikir dan serakah.

        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Juga mencuri milik sesama--korupsi, warisan dalam keluarga.

        Cinta akan uang membuat manusia lebih mencintai uang daripada Tuhan.
        Keinginan jahat dirobek sehingga kita lebih bahagia memberi daripada menerima.



      2. Keinginan najis juga harus dirobek.
        Keinginan najis mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (menonton, mendengar, ucapan yang tidak baik, percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

        Pada zaman Nuh, anak-anak Allah melihat anak manusia. Yang dilihat adalah anak manusia, ini tidak sepadan dan sejodoh. Ini salah, berarti daging belum dirobek.
        Kalau anak Allah melihat anak Allah ini yang benar--sejodoh dan sepadan.

        Kalau melihat anak manusia, salah besar. Nanti menjadi kawin campur; terang dengan gelap tidak bisa menyatu akhirnya bercerai. Setelah bercerai lalu kawin lagi dengan yang lainnya, menjadi busuk.

        Bercerai= mati; kepala dan tubuh terpisah.
        Kawin lagi dengan yang lain= busuk; hancur.

        Keinginan najis dirobek sehingga kita hanya berbuat yang benar, suci dan baik.



      3. Kepahitan hati juga harus dirobek.
        Kepahitan hati= iri hati, benci, dan dendam.
        Tidak boleh ada lagi. Harus dirobek sehingga bisa saling mengasihi.



      Kisah Rasul 20: 32-35
      20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
      20:33.
      Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
      20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."


      'firman kasih karunia-Nya' = firman penggembalaan.
      'membangun'= membangun kerohanian; mendewasakan; menyucikan.
      'Perak atau emas atau pakaian...' = keinginan jahat harus disucikan. Kikir dan serakah harus disucikan.

      Hati-hati kalau ada keinginan jahat! Kalau ada keinginan jahat, pasti akan mengarah pada kenajisan dan kepahitan.
      Orang yang terikat keinginan akan uang, pasti najis dan pahit.

      Kalau keinginan jahat disucikan oleh firman penggembalaan, semua akan disucikan sampai kita lebih bahagia memberi daripada menerima. Kita bisa memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan keuangan kepada Tuhan sampai memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--seperti keledai ditunggangi oleh Yesus dalam perjalanan terakhir untuk menuju Yerusalem.

      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Dalam nikah suami mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar; istri tunduk pada suami; anak-anak taat pada orang tua.

      Lakukan kewajiban masing-masing, dan hak kita akan terjamin dalam tangan Tuhan.
      Sebab itu dalam memilih jodoh, tanya kepada Tuhan, kepada orang tua, gembala. Jangan menyesal saat terakhir!

      Kemudian layani dalam penggembalaan, baik sebagai zangkoor, grup koor, pemain musik, tim doa, tim besuk dan sebagainya.

      Kemudian, melayani antar penggembalaan. Sampai satu waktu bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.



    • Wahyu 11: 1
      11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

      'Bait Suci Allah' = kehidupan kita.
      'mezbah'= mezbah dupa emas; penyembahan.
      'beribadah'= menyembah.

      Yang kedua: tongkat pengukur seperti sebatang buluh.

      Sebatang buluh mengingatkan kita pada buluh terkulai.
      Nabi Yohanes Pembaptis adalah nabi terbesar di dunia ini, tetapi saat di dalam penjara ia menjadi buluh yang terkulai karena ragu, bimbang, kecewa pada pribadi Yesus.

      Jadi, firman penggembalaan sanggup untuk meneguhkan iman kita, sehingga tidak diombang-ambingkan oleh ajaran palsu, gosip, pencobaan yang mustahil. Kita tetap berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar.

      Pengajaran yang benar mendorong kita untuk teguh dalam penyembahan yang benar.
      Lukas 9: 28
      9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

      Pengajaran palsu mendorong pada penyembahan yang palsu--penyembahan kepada Antikris--, yaitu hanya meminta kekayaan, kedudukan, kehebatan, kepandaian dan sebagainya tetapi tidak pernah meminta keubahan hidup. Yang diminta hanya perkara jasmani.

      Wahyu 19: 1, 3-4, 6
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19: 3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
      Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
      Haleluya."
      9:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "
      Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Ayat 1,3, 4= penyembahan dengan kata Haleluya di sorga.

      Penyembahan yang benar adalah penyembahan kepada Yesus, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga dengan kata: Haleluya.

      Penyembahan di bumi harus merupakan pantulan dari penyembahan di sorga.
      Tiga kali penyembahan di sorga adalah penyembahan kepada Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus.
      Di bumi kita juga menyembah dengan kata: Haleluya, sampai saat tubuh Kristus yang sempurna terbentuk, kita naik ke awan-awan permai dengan satu suara yaitu Haleluya untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Inilah penyembahan terbesar.

      Kita bersorak sorai Haleluya bersama dengan empat penjuru bumi--dari segala bangsa, suku, bahasa--yang sudah disucikan, teguh pada pengajaran yang benar, teguh pada penyembahan yang benar.

      Dulu manusia diciptakan satu bahasa--satu logat. Tetapi karena membangun Babel, bahasa manusia kacau.
      Tetapi kalau kita membangun tubuh Kristus, dari berbeda-beda, kita bisa kembali pada satu suara.

      Yohanes 1: 29
      1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

      Kuat teguh hati= percaya kepada Tuhan.
      Di sini, Yohanes Pembaptis yakin dengan pribadi Tuhan.

      Matius 11: 1-7
      11: 1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
      11.2. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
      11:3. lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
      11:4. Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes
      apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
      11:5. orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
      11:6. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
      11:7. Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?


      Tetapi di dalam penjara, Yohanes Pembaptis menjadi ragu pada pribadi Yesus. Buluh yang tegak menjadi buluh yang terkulai, karena ajaran palsu, gosip, pencobaan yang mustahil.

      Ayat 4= yang didengar dan dilihat menunjuk pada firman penggembalaan.

      Lukas 2: 20
      2:20. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

      Firman penggembalaan sanggup menguatkan Yohanes Pembaptis, sehingga ia kembali kuat teguh hati. Tidak kecewa dan putus asa apapun yang dihadapi karena Yesus; tetap percaya dan berharap Yesus sampai rela dipancung kepalanya--memenuhi ukuran tirai terobek, yaitu daging tidak bersuara lagi.

      Tadi, kejahatan, kenajisan, dan kepahitan disucikan.
      Sekarang buluh yang terkulai kembali tegak.



    • Wahyu 21: 15
      21:15. Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

      Yang ketiga: tongkat pengukur dalam bentuk tongkat emas.

      Tongkat emas= kuasa Roh Kudus; kasih karunia Tuhan kepada bangsa kafir.
      Alat-alat dalam tabernakel terbuat dari kayu, tetapi banyak yang dilapisi dengan emas. Artinya: daging--kayu--harus diurapi Roh Kudus.

      Tanpa Roh Kudus, bangsa kafir hanya seperti perempuan Samaria yang najis--lima kali kawin cerai--dan dalam kepahitan hati--orang Samaria dan Yahudi tidak bergaul.
      Orang Samaria ini peranakan antara bangsa Yahudi dan bangsa kafir. Tetapi dianggap sebagai bangsa kafir.

      Siang ini kita mohon supaya tongkat emas diberikan kepada kita; kuasa Roh Kudus dicurahkan bagi kita.
      Salah satu perempuan yang menerima tongkat emas adalah Ester--'kalau aku harus mati, biarlah aku mati'

      Kalau dikuasai Roh Kudus, kita akan menjadi kuat teguh hati. Kita hanya berseru dan berserah kepada Tuhan.
      Roh Kudus akan bekerja dalam hidup kita:



      1. Mengubahkan kita.
        Titus 3: 5
        3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

        'permandian kelahiran kembali' = baptisan air.

        Kita dibaharui lewat baptisan air dan Roh Kudus.
        Roh Kudus sanggup membaharui kehidupan kita dari manusia daging--kayu--menjadi manusia rohani seperti Yesus--emas.

        Kita dibaharui mulai dari jujur dan taat--emas.
        Jujur artinya ya katakan ya, tidak katakan tidak apapun resikonya.
        Kita menjadi rumah doa; kita gemar menyembah Tuhan.



      2. Zakharia 4: 6-9
        4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

        4:7.Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

        4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:

        4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

        Yang kedua: Roh Kudus meratakan gunung-gunung.
        Artinya: gunung dosa diratakan sehingga kita tetap hidup dalam kesucian dan tetap dipakai Tuhan; kita tetap menjadi batu hidup, yaitu imam-imam dan raja-raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

        Batu hidup artinya kita hidup oleh Roh Kudus, sehingga kita bisa hidup di mana saja, kapan saja, dan situasi apa saja.

        Gunung pencobaan--masalah yang semakin bertambah-tambah--diratakan, artinya: semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh kuasa Roh Kudus. Roh Kudus sanggup menyembuhkan semua penyakit yang mustahil.

        Jika gunung rata, maka kelihatan jalan di depan, artinya Roh Kudus sanggup memberikan masa depan berhasil dan indah.
        Kalau jatuh dan gagal, Roh Kudus akan mengangkat kita.

        Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak salah dalam perkataan. Kita bersorak: Haleluya.
        Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya


Penggembalaan sangat penting, karena menuntun kita sampai ke Yerusalem baru. Keinginan daging harus dirobek, dan mengalami keubahan sampai sempurna seperti Yesus. Ada masalah, ada tangan Tuhan. Roh Kudus bekerja di tengah kita. Yakinlah Roh Kudus bisa melakukan apa saja! Jangan kecewa dan putus asa!

Tuhan memberkati.