Ibadah Doa Surabaya, 18 Februari 2026 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan
kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan
datang), dan Yerusalem baru selamanya.
perjamuan kawin Anak
Domba adalah pntu masuk ke Firdaus dan Yerusalem baru. Jaga ikah
rumah tangga secara jasmani mulai dair permulaan nikah.
Ayat
21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Kasih karunia adalah
pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Jadi semua
orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau
tidak.
Kenyataannya, banyak yang menolak kasih karunia, mulai
dari zaman Nuh yang menerima kasih karunia hanya delapan
orang.
Mengapa
menolak kasih karunia?
Karena harus memikul salib.
1
Petrus 2: 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Praktik
hidup dalam kasih karunia:
rela sengsara daging karena kehendak Tuhan/firman pengajaran yang
benar; rela memikul salib bersama Yesus. Karena itu banyak yang
menolak kasih karunia Tuhan.
2
Korintus 4: 16-18 4:16.
Sebab itu kami tidak
tawar hati,
tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia
batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 4:17.
Sebab penderitaan
ringan
yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal
yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. 4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,
sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.
Mengapa
harus sengsara daging karena kehendak Tuhan? Untuk mengalami
pembaharuan
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sedikit demi
sedikit sampai menjadi sempurna seperti Yesus--mempelai wanita sorga
yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang
permai. Kemudian masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu
Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru
selamanya.
Pembaharuan dimulai dari:
-
Ayat 16=
pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang
baik.
Tawar hati, kecewa, putus asa, tersinggung, kebencian,
ketidaktaatan juga merupakan hati nurani yang tidak baik.
-
Ayat 18=
pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan
rohani--pandangan sorgawi.
Ini sama dengan pandangan salib.
-
Perasaan
daging.
Wahyu
6: 15-17 6:15.
Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira,
dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak
serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu
karang di gunung. 6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung
dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan
sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan
terhadap murka Anak Domba itu." 6:17. Sebab sudah tiba hari
besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
Perasaan
daging, yaitu ketakutan. Ketakutan
melanda dunia akhir zaman dan menjadi pembunuh utama manusia termasuk
pelayan Tuhan.
Lukas
21: 25-26 21:25.
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan
bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung
menghadapi deru dan gelora laut. 21:26. Orang akan mati
ketakutan
karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini,
sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Kalau
takut, secara jasmani akan timbul penyakit sampai meninggal
dunia. Secara rohani, kalau takut, tidak akan bergairah lagi dalam
perkara rohani--mati rohani--; hanya bergairah untuk erbuat dosa dan
puncaknya dosa yang membawa pad akebinasaan.
Puncak
ketakutan
adalah ketakutan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam
kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di
awan-awan yang permai. Mulai dari raja sampai budak dilanda
ketakutan. Tidak ada yang bisa mengatasi ketakutan untuk menyambut
kedatangan Yesus, berarti ketinggalan saat Yesus datang kembali. Ia
akan masuk penghukuman Tuhan mulai di dunia: tig akali tujuh
penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, sampai binasa selamanya di
neraka.
Oleh sebab itu, mulai
sekarang kita harus memanfaatkan panjang sabar Tuhan untuk bisa
melihat Yesus dalam kemuliaan.
Panjang sabar Tuhan artinya:
- Kita
masih diberi panjang umur.
- Yesus
belum datang kembali kedua kali.
Di
mana
kita isa melihat Yesus dalam kemulaian sebagai Raja dan Mempelai Pria
Sorga? Di dalam kandang penggembalaan; firman pengajaran yang
diulang-ulang.
Lukas
2: 20 2:20.
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan
Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar
dan mereka lihat,
semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Wahyu
1: 10, 12-13 1:10.
Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar
dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi
sangkakala, 1:12. Lalu aku berpaling untuk melihat
suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah
kepadaku tujuh kaki dian dari emas. 1:13. Dan di tengah-tengah
kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang
panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari
emas.
'bunyi
sangkakala'=
firman yang diulang-ulang. '
tujuh kaki dian dari emas'=
gereja Tuhan yagn sempurna. 'mendengar
dan melihat'=
pengalaman dalam penggembalaan.
Langkah-langkah
melihat Yesus dalam kemuliaan:
-
Melihat
mulut Yesus.
Wahyu
1: 16 1:16.
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari
mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua,
dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Dari
mulut Yesus keluar sebilah pedang tajam bermata dua--firman
pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Aritnya:
kita
mengalmai penyucian oleh firman pengajaran yang benar, yang lebih
tajam dari pedang bermata dua.
Penyucian
dimulai dari hati. Matius
15: 19 15:19.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1),
pembunuhan(2),
perzinahan(3),
percabulan(4),
pencurian(5),
sumpah palsu(6)
dan hujat(7).
Hati
manusia berisi tujuh kejahatan, kenajisan, dan kepahitan yang
membawa pada kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan--dosa
Babel.
Kalau hati disucikan, hasilnya:
-
Amsal
4: 23
4:23.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan.
(terjemahan lama) 4:23.
Peliharakanlah
hatimu
terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari
dalamnya terpancarlah
segala mata air hidup.
Yang
pertama: hati yang suci memancarkan air kehidupan sorgawi, yaitu
Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, sehingga kita mengalami
kepuasan sorga. Kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan
menjadi saksi Tuhan.
-
Amsal
4: 24-27
4:24.
Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang
dolak-dalik dari padamu. 4:25. Biarlah matamu memandang terus ke
depan dan tatapan matamu tetap ke muka. 4:26. Tempuhlah jalan
yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 4:27. Janganlah
menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari
kejahatan.
Ayat
24= perkataan disucikan. Ayat 25= mata disucikan, sehingga mata
hanya memandang Yesus, artinya rela mengorbakan perkara jasmani
untuk mendapatkan perkara rohani.
Contoh: Abraham rela
meninggalkan keluarganya untuk mendapatkan negeri perjanjian; ia
rela mengorbankan anaknya, sehingga bertemu dengan Jehovah
Jireh--dari
tidak ada menjadi ada.
Ayat 27= perjalanan hidup disucikan
sampai mencapai kesempurnaan seperti Yesus; tidak bercacat cela.
-
Melihat
mata Yesus.
Wahyu
1: 14 1:14.
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan
mata-Nya
bagaikan nyala api.
Mata
Yesus bagaikan nyala api menunjuk pada kuasa Roh Kudus.
Melihat
mata Yesus artinya: mengalami
pekerjaan Roh Kudus,
sehingga kita bisa setia berkobar-kboar dalam ibadah pelayanan
sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan
percayakan kepada kita.
Roma
12: 11 12:11.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala
dan layanilah Tuhan.
Yang
menentukan kita bsia setia berkobar-kboar dalam ibadah pelayanan
bukan fisik kita, tetapi ada tidaknya urapan Roh Kudus. Kalau ada
urapna Roh Kudus, meskipun sudah tua akan tetap setia
berkobar-kboar. Tanpa urapan, meskipun muda akan tidak setia bahkan
meninggalkan Tuhan.
Kalau memandang perkara lain, urapan akan
hilang,s hg bosan bahkan meinggalkan ibadah pelayanan seperti Yudas
Iskariot.
Suci dan stia berkobar-kboar sama dengan menjadi
biji mata Tuhan sendiri. Kita dikhususkan oleh Tuhan. Kita dipakai
dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna. Kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuahn mulai
sekarang sampai Antikris berkausa di bumi.kita tidak bisa dijamah
apalagi dilihat oleh Antikris, sampai kita mendapat hidup kekal. Kit
amenjadi milik Yesus selamanya.
-
Melihat
wajah Yesus yang bagaikan matahari terik.
Wahyu
1: 16 1:16.
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya
keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya
bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Melihat
wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari yang terik. Artinya:
kita
harus gemar menyembah Tuhan--di
atas gunung saat berdoa wajah Yesus berubah menjadi bercahaya.
Kit
amenyembah dengan kerelaan hati dan sukacita; tidak terpaksa,
memakasa, dan dipaksa. Kalau terpaksa menyembah, nanti akan
dipaksan menyembah Antikris.
Tadi, yang pertama adalah
firman, yang kedua adalah Roh Kudus. Firman dan Roh Kudus mendorong
kita untuk menyembah Tuhan.
Hasilnya:
-
Bilangan
6: 26
6:26.
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai
sejahtera.
Yang
pertama: kita mengalami
damai sejahtera.
Tidak ada ketakutan, kekuatiran, kejahatan, kenajisan dan
sebagainya; tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan,
tetapi hanya merasakan kasih Allah.
Kalau damai, semua akan
menjadi enak dan ringan, karena segala yang berat sudah ditanggung
oleh Yesus smapai Ia rela menjadi buruk di kayu salib.
-
Bilangan
6: 25
6:25.
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih
karunia;
Yang
kedua: sinar kasih karunia Tuhan menolong
kita tepat pada waktunya.
Semua
masalah yang mustahil selesai. Tuhan memelhiara kita mulai di
dunia, ada masa depan berhasil dan indah, sampai hidup kekal
selamanya.
Tanpa kasih karunia, sehebat apapun kita akan
menjadi tidak berguna.
- Sinar
kemuliaan yang mengubahkan
kita
dari manusia daging menjadi manusia orhani seperti Yesus, mulai
dari taat
sampai daging tidak bersuar alagi dan jujur.
Taat
dan jujur sama dengan menjadi rumah doa. Doa kita dijawab oleh
Tuhan, sehingga semua menjadi indah pada waktunya.
Jika
Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti
Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di
awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba,
kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan
Yerusalem baru.
Apa
yang terjadi pad ahidup kita, pandang wajah Yesus. Pandang
mulut-Nya--penyucian--, mata-Nya--setia bekobar-kboar--, dan
wajah-Nya. Pasti akan ada damai sejahtera, kasih karunia yang
memnyelesaikan semuanya, dan kemuliaan wajah-Nya. Kita diubahkan
sampai menjadi sempurna seperti Dia. Kita memandang Dia muka dengan
muka di Yerusalem baru selamanya.
Tuhan memberkati.
|