Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2206 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.
Kalau
ketinggalan atau lengah, semua akan jadi sia-sia, bahkan binasa
selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya gereja Tuhan selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut
kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari
dunia.
Tahun 2026 adalah tahun penantian--menantikan Tuhan
sekarang untuk kebutuhan kita sekarang di dunia: menanti pertolongan,
kesembuhan, menyelesaikan semua masalah dan sebagainya--sampai
menanti kedatangan Yesus kedua kali--dan tahun kasih karunia. Di
dalam kasih karunia ada belas kasihan Tuhan, kemurahan Tuhan dan
tidak ada yang mustahil. Orang mati bisa bangkit karena kasih karunia
Tuhan.
Keluaran
33: 12-17 33:12.
Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak
memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan
aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga
engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 33:13. Maka sekarang,
jika
aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
beritahukanlah
kiranya jalan-Mu
kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat
kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini
umat-Mu." 33:14. Lalu Ia berfirman: "Aku
sendiri hendak membimbing engkau
dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15. Berkatalah Musa
kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami,
janganlah suruh kami berangkat dari sini. 33:16. Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa
yang ada di muka bumi ini?" 33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena
engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal
engkau."
Ayat
13= setelah bangsa Israel ke luar dari Mesir, di kaki gunung Sinai
malah menyembah berhala. Semestinya binasa semuanya, tetapi masih
mendapatkan kasih karunia Tuhan.
Keluarnya gereja Tuhan dari
dunia--menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang
permai--dinubuatkan oleh keluarnya Israel dari Mesir menuju tanah
Kanaan yang juga membutuhkan kasih karunia.
Tiga
bentuk kasih karunia Tuhan:
-
Ayat
12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak tersesat.
-
Ayat
14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita.
-
Ayat
16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.
AD.
1 1
Petrus 2: 19-21 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar
akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia
tanggung. 2:20.
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena
kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu
harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 2:21.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita
untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu
mengikuti
jejak-Nya.
'jejak-Nya'
= jalan-Nya.
Tuhan
hanya menunjukkan satu jalan,
yaitu jalan salib; jalan dengan tanda darah Yesus yang merupakan
kasih karunia Tuhan. Jalan salib adalah kasih karunia Tuhan.
Kalau sengsara karena berbuat dosa itu salah sendiri. Kalau
sengsara karena kehendak Tuhan itulah kasih karunia.
Mengapa
Tuhan memberikan satu jalan yaitu jalan salib?
-
Kita
tidak tersesat. Kalau dua atau tiga jalan, bisa tersesat.
-
Kita
tidak bisa dijamah, dihalangi, disesatkan, dan dijatuhkan oleh
Setan, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba. Setan paling takut
pada darah Yesus.
Kalau sampai gagal dan tidak mencapai tujuan,
itu adalah salahnya sendiri.
Jalan
salib adalah rela sengsara daging karena kehendak Tuhan; rela
sengsara daging karena berbuat baik--tanpa dosa--, sama dengan jalan
kematian dan kebangkitan bersama dengan Yesus.
Untuk
apa jalan salib?
Untuk membedakan antara orang Israel dan orang Mesir; sekarang
membedakan antara pelayan Tuhan dengan orang dunia.
Karena
itu, jangan sampai jadi sama dengan orang dunia! Sekarang malah cara
dunia dimasukkan ke dalam gereja--cara bernyanyi dan sebagainya--,
sehingga gereja menjadi serupa dengan dunia.
Keluaran
33: 16
33:16.
Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan
umat-Mu ini, dibedakan
dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
Dunia
ini tidak mau jalan salib, yang penting enak bagi daging.
Praktik
jalan salib:
-
1
Petrus 4: 1-2
4:1.
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun
harus juga mempersenjatai
dirimu dengan pikiran yang demikian,
--karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah
berhenti
berbuat dosa--, 4:2.
supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan
manusia, tetapi menurut
kehendak Allah.
'Jadi,
karena Kristus telah menderita penderitaan badani'
= sampai mati di kayu salib. 'mempersenjatai
dirimu dengan pikiran yang demikian'=
sebelum masuk jalan salib, harus memiliki pikiran salib lebih
dulu.
Hanya
pelayan Tuhan yang memiliki pikiran salib, yang bisa berjalan di
jalan salib.
Praktik
pertama:
- Rela
sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa--mati
terhadap dosa; bertobat.
Prosesnya: rela sengsara daging
untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan
berbuat dosa lagi.
- Rela
sengsara daging untuk melakukan kehendak Tuhan (1
Petrus 4: 2); sama dengan hidup dalam kebenaran, sesuai dengan
kehendak Allah/firman pengajaran yang benar--ukuran kebenaran
adalah alkitab.
Rela
sengsara daging karena Yesus--jalan salib--yang paling ringan adalah
baptisan
air yang benar.
Roma
6: 2, 4 6:2.
Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati
bagi dosa,
bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 6:4. Dengan
demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Ayat
2= syarat baptisan air yaitu percaya Yesus dan bertobat. Ayat 4=
pelaksanaan baptisan air.
Baptisan air yang benar adalah
orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap
dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar
dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup
sorgawi yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus. Kita
memiliki pikiran salib,
sehingga kita bisa hidup
dalam kebenaran.
Hanya
orang yang memiliki pikiran salib yang bisa mengaku dosa, bertobat,
dan masuk baptisan air yang benar--hidup dalam kebenaran.
Amsal
12: 26 12:26.
Orang
benar mendapati tempat penggembalaannya,
tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Setelah
itu, kita bisa mendapatkan tempat penggembalaan, artinya bisa
tergembala
dengan benar dan baik.
Kita selalu berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam
tiga macam ibadah pokok:
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Hanya
orang yang memiliki pikiran salib yang bisa tekun dalam
penggembalaan.
Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa,
dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa
dijamah, dijatuhkan, dan disesatkan oleh Setan tritunggal. Kita
mantap bahkan meningkat dalam kebenaran dan keselamatan, termasuk
berkat Tuhan--orang
benar diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan.
"Saya
sempat putus asa saat baru tiba di Malang. Jemaat tidak
bertambah-tambah, tetapi tiga macam ibadah bertambah yang datang.
Setelah mantap, baru jiwa-jiwa bertambah. Begitu juga pengalaman di
sini. Saat baru mulai belum bertambah, tetapi setelah mantap semua
digembalakan, baru terjadi peningkatan dari kebenaran menjadi
kesucian--ruangan suci."
Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian
tubuh, jiwa, roh secara terus menerus, sehingga kita hidup
dalam kesucian.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Ayat
11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan jabatan lainnya yaitu tim
doa, zangkoor, grup koor dan sebagainya.
Kalau hidup suci,
akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh
Kudus--jubah indah--; diangkat jadi imam dan raja untuk dipakai
dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna.
Pembangunan
rohani ada dua:
- Pembangunan
tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita yang sempurna dalam
kesucian.
- Pembangunan
Babel/gereja palsu--mempelai wanita Setan yang sempurna dalam
kejahatan dan kenajisan.
Kalau
tidak dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, pasti akan dipakai
dalam pembangunan Babel--gereja palsu--, mempelai wanita Setan yang
sempurna dalam kejahatan dan kenajisan. Tidak ada istilah netral!
Semua harus dipakai Tuhan dan Tuhan yang memberikan jabatan
pelayanan.
"Dalam
Lempin-EL Kristus Ajaib tidak ada jurusan rasul, guru penginjil dan
sebagainya. Karena jabatan berasal dari Tuhan. Tidak bisa dipelajari
sebab langsung dari Tuhan."
Hidup
kita menjadi indah.
Inilah hidup di jalan salib. Akui dosa, buang dosa, baptis air,
hidup benar, tergembala, disucikan, kemudian melayani Tuhan. Hidup
kita diselamatkan, diberkati, dan indah pada waktunya.
Yang
sudah dibaptis, syaratnya, caranya, hasilnya harus benar. Lanjutkan
tergembala, disucikan dan dipakai Tuhan.
-
2
Korintus 6: 3-5
6:3.
Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya
pelayanan kami jangan sampai dicela. 6:4. Sebaliknya, dalam
segala hal kami menunjukkan, bahwa kami
adalah pelayan Allah,
yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan,
kesesakan dan kesukaran, 6:5. dalam menanggung dera, dalam
penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga
dan berpuasa;
Praktik
kedua: rela
sengsara daging untuk berjaga-jaga dan berpuasa dalam ibadah
pelayanan kepada Tuhan.
Kita
berjaga-jaga dan berpuasa untuk:
-
Tidak
tersandung.
2
Petrus 1: 10-11 1:10.
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya
panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak
akan pernah tersandung. 1:11.
Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak
penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus
Kristus.
'panggilan
dan pilihanmu'
= jabatan pelayanan; ibadah pelayanan.
Ibadah pelayanan
kita sepenuhnya untuk Tuhan; sampai garis akhir.
Salah satu
sandungan adalah dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu: waniTA,
takhTA, harTA, dan dusTA. Kalau sudah kena dosa soal wanita atau
harta--kekayaan--atau takhta--kedudukan, kesombongan-- pasti akan
berdusta.
Kita disucikan, sehingga tetap dipakai oleh
Tuhan. Harus banyak berdoa menyembah Tuhan! Ikuti doa puasa!
Selama hidup suci, pasti akan dipakai Tuhan. Sekalipun sudah
jatuh, kalau mau mengaku--diampuni--, kembali hidup suci, juga akan
dipakai Tuhan.
Kita
berjaga dan berpuasa supaya tidak tersandung dalam pelayanan,
artinya: kita tetap beribadah melayani Tuhan dengan setia
berkobar-kobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau
Yesus datang kembali.
Kita melayani Tuhan sampai
sepenuhnya.
Kita
berjaga-jaga dan berpuasa untuk tetap tekun dalam kandang
penggembalaan--tekun
dalam tiga macam ibadah pokok.
Imamat
21: 12 21:12.
Janganlah
ia keluar dari tempat kudus,
supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena
minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan,
ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
'tempat
kudus'
= ruangan suci; kandang penggembalaan.
Kita selalu mengalami
penyucian dan urapan Roh Kudus. Ini yang membedakan pelayanan kita
dengan di dunia. Kalau dunia mengandalkan kepandaian dan
sebagainya.
Melayani
dengan kesucian dan urapan Roh Kudus, kita tidak akan pernah
menjadi sandungan bagi orang lain,
tetapi kita selalu berkenan pada Tuhan dan menjadi berkat bagi
sesama.
2
Petrus 1: 10-11 1:10.
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya
panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 1:11. Dengan
demikian kepada kamu akan dikaruniakan
hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
'kamu
tidak akan pernah tersandung'
= dan tidak menjadi sandungan. 'dikaruniakan'
= berasal dari kasih karunia.
Hasilnya:
kita mendapat hak penuh untuk hidup di dunia--Tuhan memelihara
kehidupan kita di dunia ini--, sampai masuk kerajaan sorga
selamanya.
- Tetap
berada dalam kandang penggembalaan.
-
Kolose
3: 5-14
3:5.
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,
yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga
keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 3:6. semuanya
itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 3:7.
Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di
dalamnya. 3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu
marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari
mulutmu. 3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu
telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 3:10. dan
telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 3:11.
dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang
bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit,
budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam
segala sesuatu. 3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan
Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan,
kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 3:13.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan
yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain,
sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah
demikian. 3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Ayat
5 = enam perbuatan dosa--secara lahir (kelihatan). Ayat 6 =
kebinasaan. Ayat 8-9= enam dosa secara batin. Ayat 10= kalau
sudah mengalami jalan kematian, pasti mengalami jalan kebangkitan.
'telah
mengenakan manusia baru'
= bangkit dalam hidup baru. Ayat 12-14= manusia baru. Ayat
13= saling mengampuni.
Praktik ketiga: jalan
kematian dan kebangkitan bersama Yesus.
Jalan
salib adalah jalan
kematian:
firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata
dua bekerja dalam hidup kita untuk memotong dosa-dosa--tajam
pertama--; menyucikan kita dari enam dosa secara lahir dan enam dosa
secara batin. Inilah dua belas dosa yang mendarah daging dalam hidup
kita--melekat bahkan jadi tabiat. Oleh pekerjaan firman yang lebih
tajam dari pedang bermata dua bisa dibebaskan.
Didoakan
supaya dalam setiap ibadah ada pedang yang ditampilkan.
Kita
mendengar dan dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar,
sehingga mengalami pekerjaan pedang firman tajam kedua, yaitu kita
dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti
Yesus.
Hasilnya:
(ayat 12-14) menerima tujuh pembaharuan. Belas kasihan= tidak
menghakimi orang berdosa, dan tidak menyetujui orang berdosa, tetapi
membawa orang berdosa datang kepada Tuhan untuk
diselamatkan. Menyetujui dosa sama dengan ikut berbuat
dosa.
Kemurahan= suka memberi.
Kerendahan hati=
kemampuan untuk mengaku dosa. Kalau diampuni jangan berbuat dosa
lagi.
Kelemahlembutan= kemampuan untuk menerima firman
pengajaran sekeras dan setajam apapun; kemampuan untuk mengampuni
dosa orang lain.
Kesabaran= sabar dalam menunggu waktu Tuhan.
Jangan mengambil jalan sendiri di luar alkitab!
Kasih= taat
dengar-dengaran. Kalau memiliki kasih Allah, kita akan taat
dengar-dengaran pada firman. Inilah yang mempersatukan dan
menyempurnakan. Tidak taat sama dengan memecah belah, sehingga
dipakai dalam pembangunan Babel dan binasa selamanya.
Bukti
memiliki kasih adalah taat dengar-dengaran.
"Kalau
ada orang yang melanggar firman dan minta dilayani oleh gembala,
saya tidak mau. Itulah kasih, karena saya taat kepada firman. Kalau
saya tetap melayani, berarti menyetujui berbuat dosa dan mendorong
menuju neraka."
Yesus
taat sampai mati di kayu salib, sehingga Dia dimuliakan sampai di
takhta sorga.
Contoh kehidupan dalam menghadapi jalan
salib:
-
Petrus.
Sebelum
tergembala, saat menghadapi jalan salib--ketika Yesus ditangkap di
Taman Getsemani--, ia
hadapi dengan emosi--memotong
telinga Malkus. Ini berarti tidak punya kasih.
"Saya
dulu begitu kalau difitnah oleh pengerja, saya emosi dan sombong.
Sebenarnya tidak perlu. Tetapi dihadapi dengan kasih."
Boleh
marah, tetapi harus dengan kasih.
Kemudian Petrus menyangkal
Yesus tiga kali--Petrus
berdusta.
Tetapi
setelah digembalakan, ia menerima kasih Allah. Dan saat menghadapi
salib, ia rela mati bagi Yesus.
Yohanes
21: 18-19 21:18.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja
kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan
mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan
membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 21:19.
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
Petrus akan mati dan memuliakan Allah.
Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah
Aku."
Ayat
15-17: tiga kali pertanyaan Yesus kepada Petrus ini menunjuk
ketekunan dalam tiga macam ibadah. Dan Petrus menerima kasih.
Petrus mengulurkan dua tangan kepada Tuhan saat menghadapi
salib, artinya: menyerah sepenuh pada Tuhan--taat
dengar-dengaran--, sehingga ia dipulihkan. Ia dikembalikan pada
kebenaran dan kesucian, bahkan ia dipermuliakan--dipakai Tuhan
sampai akhir hidupnya. Nama Petrus tertulis di Yerusalem baru.
-
Musa.
Musa
sudah tergembala. Di dalam penggembalaan ia melihat pemandangan
yang hebat, yaitu ada nyala api pada kayu tetapi tidak
terbakar.
Mungkin kita sudah bersaksi dalam
penggembalaan. Tetapi saat menghadapi salib, masih ada
kekurangan kelemahan.
Ketika Musa menghadapi laut
Kolsom--mau maju, mundur, kiri, kanan sudah tidak bisa lagi;
mati--, ia berseru-seru--menyalahkan Tuhan--; sama dengan tidak ada
kasih.
Keluaran
14: 15-16, 21-22 14:15.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau
berseru-seru
demikian kepada-Ku?
Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 14:16.
Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas
laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari
tengah-tengah laut di tempat kering. 14:21. Lalu Musa
mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN
menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras,
membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
14:22.
Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat
kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok
bagi mereka.
Menghadapi
salib jangan saling menyalahkan.
Musa mengulurkan tangan,
dan Tuhan mengulurkan Roh Kudus, sehingga laut Kolsom terbelah.
Musa berseru dan berserah kepada Tuhan. Ada jalan keluar dari
segala masalah. Yang mati jadi hidup. Tangan kasih karunia Tuhan
sanggup memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai Antikris
berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Tangan kasih karunia
menyingkirkan kita ke padang gurun.
Yang mustahil jadi tidak
mustahil. Semua ada jalan keluar dari masalah yang mustahil. Musa
dipakai dalam kegerakan ke Kanaan, sekarang kita dipakai dalam
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Ada masa depan
berhasil dan indah. Kita bersyukur dan menyembah Tuhan.
Jika
Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti
Dia; menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut
kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita
bersorak: Haleluya.
Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ada
kekurangan dan kelemahan baik yang sudah digembalakan maupun yang
belum digembalakan. Datang kepada Tuhan! Ulurkan tangan kepada
Tuhan. Tuhan akan menolong kita semua.
Tuhan memberkati.
|