Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Maret 2026 (Sabtu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 24: 36 => Yesus menampakkan diri kepada semua murid
24:36. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Kuasa kebangkitan Yesus membawa damai sejahtera bagi kita semua.

Ayat 37-49= damai sejahtera sanggup untuk menghadapi tiga hal (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda, 17 Januari 2026):



  1. Ayat 37-43= damai sejahtera sanggup menghadapi ketakutan dan kebimbangan (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda, 17 Januari 2026 sampai Ibadah Kaum Muda, 21 Februari 2026).

    Ketakutan murid-murid saat melihat Yesus adalah seperti melihat hantu--sesuatu yang menakutkan dan merugikan.

    Kalau takut, akan salah lihat dan salah pilih, terutama masalah jodoh karena hanya mengajukan keinginan daging sendiri. Bahkan salah dalam memilih pengajaran.

    Untuk menghadapi ketakutan, Yesus menunjukkan empat hal, yaitu hadirat-Nya, tangan dan kaki-Nya, daging dan tulang-Nya, dan makanan-Nya.



  2. Lukas 24: 44-45
    24:44. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
    24:45. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

    'perkataan-Ku'= firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Yang kedua: damai sejahtera sanggup menghadapi pikiran yang tertutup sehingga tidak mengerti kitab suci--firman pengajaran yang benar (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda, 28 Februari 2026).


AD. 2
Matius 15: 19
15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

Mengapa tidak mengerti Kitab Suci? Karena hatinya tidak damai.

Kalau hati diisi dengan kejahatan, kenajisan, dan kepahitan, hati tidak akan bisa diisi oleh urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya, sehingga hati menjadi tidak damai.

Kalau hati tidak damai, pikiran akan menjadi tertutup.
Artinya:



  1. Tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus karena pikiran ditutup dengan ilah zaman ini yaitu kekerasan hati (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda, 28 Februari 2026).



  2. Pikiran yang disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus/firman pengajaran yang benar.

    2 Korintus 11: 2-4

    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Ini sama seperti Hawa yang diperdaya ular dengan kelicikannya.

    Sekarang, banyak pelayan Tuhan yang menjadi sama seperti Hawa.

    Praktiknya: menafsirkan nubuat kitab suci menurut kehendak dan keinginan dagingnya sendiri.

    2 Petrus 1: 20
    1:20. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

    Contoh: baptisan air sering ditafsirkan.
    Sebenarnya, satu tubuh Kristus sama dengan satu baptisan air, karena Yesus adalah kepala--satu tubuh dengan satu Kepala hanya satu baptisan.

    Baptisan air yang benar: menurut kehendak Allah--sesuai dengan alkitab--; dibaptis seperti Yesus dibaptis.

    Matius 3: 13-17
    3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
    3:14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
    3:17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

    Ayat 14= menggunakan kehendak sendiri.

    Baptisan air yang benar ditandai dengan Yesus segera keluar dari air--keluar dari kuburan air--, sehingga langit terbuka.
    Kalau baptisannya salah, langit tidka akan terbuka, sehingga kita tetap dihukum.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Hidup dalam urapan Roh Kudus= hidup dalam kebenaran. Kita bebas dari keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan bebas dari dosa-dosa. Kita diakui sebagai anak-anak Allah (ayat 17); sama dengan diakui sebagai pewaris kerajaan sorga. Kita bisa masuk kerajaan sorga yang kekal.

    Baptisan air yang ditafiskan mneurut kehendak sendiri:



    • Tidak dikuburkan dalam air.

    • Tidak dibaptiskan di dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yeuss Kristus.



    Akibatnya: tetap mengikuti hawa nafus daging, sehingga dikubur di Kibrot-Taawa, binasa selamanya.

    Bilangan 11: 33-34

    11:33. Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
    11:34. Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

    Ada juga ajaran tentang kawin cerai yang ditafsirkan.

    1 Korintus 7: 8-10
    7:8. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
    7:9. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.
    7:10. Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.

    Yang seringkali ditafsirkan adalah janda dan duda.
    Janda dan duda yang bercerai, lalu dinikahkan lagi. Salah! Yang dimasud janda dan duda di sini adalah yang ditinggal mati pasangannya, bukan yang bercerai.

    Markus 10: 2-11
    10:2. Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
    10:3. Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
    10:4. Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
    10:5. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
    10:6. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
    10:7. sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
    10:8. sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
    10:9. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
    10:10. Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
    10:11. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.

    1 Korintus 7: 17-23
    7:17. Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
    7:18. Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
    7:19. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
    7:20. Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
    7:21. Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
    7:22. Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
    7:23. Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

    'tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah'= banyak ditafsirkan, yaitu kalau dulu bercerai, kemduian saat melayani Tuhan tetap kawin cerai. Salah! Pelayan Tuhan harus bebas dari kesalahan.

    'tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah', yang benar adalah keadaan secara jasmani--seperti kalau tidak bersunat tidak perlu bingung untuk bersunat. Secara rohani, kalau ada kesalahan harus diperbaiki lewat bebas oleh darah Yesus (ayat 23) dan taat dengar-dengaran pada firman.

    2 Petrus 1: 21
    1:21. sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

    Yang benar tentang firman pengajaran yang benar adalah Roh Kudus membukakan rahasia firman Allah, yaitu ayat yang satu menerngkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Sikap terhadap firman pengajaran yang benar: memperhatikan firman pengajaran yang benar seperti memperhatikan pelita di tengah kegelapan.

    2 Petrus 1: 19
    1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Artinya: kita mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, sehingga kita bisa mengerti, percaya--menjadi iman--, dan praktik firman.
    Iman adalah rem untuk tidak berbuat dosa.

    2 Korintus 4: 4-6
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
    4:5. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
    4:6. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

    Saat mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai praktik firman, terang kemuliaan akan bercahaya dari hati kita.
    Bentuknya: perkataan dan perbuatan yang suci, benar, dan baik, sehingga hidup kita mnejadi terang yang semakin meningkat sampai kita menjadi terang dunia seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna.

    Tiga macam peningkatan terang:



    • Pelita dalam nikah.
      Markus 4: 21
      4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

      Kalau kita jadi pelita dalam rumah tanggan, nikah akan menjadi terang.

      Menjadi pelita dalam rumah tangga yaitu taat pada orang tua. Kalau tidak taat, akan tetap dalam kegelapan.
      Kita taat pada orang tua jasmani, orang tua rohani, dan orang tua sorgawi.

      Kalau taat pada orang tua, kita akan meringankan beban orang tua.

      Kalau menjadi pelita dalam rumah tangga, kegelapan gantang dan tempat tidur tidak akan bisa masuk dalam rumah tangga.

      Kegelapan gantang= kegelapan ekonomi, dan dosa makan minum.
      Kegelapan tempat tidur= dosa kawin mengawinkan.

      Menjadi pelita dalam rumah tangga, rumah tangga akan bahagia.



    • Menjadi bintang bercahaya di langit.
      Daniel 12:3
      12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Syaratnya: bijaksana, yaitu



      1. Taat pada firman pengajaran yang benar.



      2. Tahu batas. Batasi semuanya dengan kebenaran dan kemurnian!



      3. Hanya berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan, sehingga bisa menuntun orang berdosa kepada keselamatan bahkan kesempurnaan.



      Amsal 24: 14
      24:14. Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

      Hasilnya: ada masa depan berhasil dan indah; dan kita tidak pernah putus harapan.

      Amsal 30: 17
      30:17. Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali.

      Kalau tidak taat, akan buta di dalam kegelapan. Hidupnya gelap sampai masuk dalam kegelapan yang paling gelap.



    • Menjadi bintang timur yang gilang-gemilang.
      Daniel 12: 3
      12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Wahyu 22: 16
      22:16. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

      Sebenarnya, yang menjadi bintang timur aadalah Lucifer, tetapi ia sombong, sehingga ia dicapakkan ke bumi, dan Yesus tampil sebagai bintang timru yang gilang-gemilang karena sorga tidak boleh kosong.

      Wahyu 21: 9-11
      21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
      21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
      21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

      Untuk menjadi bintang timur yang gilang-gemilang kita harus memancarkan terang kemuliaan.
      Artinya: kita harus diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari seperti permata yaspis.

      Permata yaspis artinyakerinduan yang menyala-nyala; setia berkobar-kobar dlaam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Dan jernih seperti kristal, artnya: jujur. Kita jujur mulai dari soal pengajaran, jujur dalam mengaku dosa, sampai jujur dalam segala hal.

      Setia dan jujur sama dengan mengulurkan tangan kepad aTuhan, dan Dia akan mengulrukan tangan setia dan kasih-Nya kepada kita.

      Hasilnya:



      1. Ibrani 2: 16-18
        2:16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
        2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
        2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

        Yang pertama: tangan setia dan belas asih Tuhan mendamaikan segala dosa kita; mengampuni segala dosa kita sampai kita merasa damai sejahtera. Semua menjadi enak dan ringan karena semua yang berat sudah ditanggung Yesus di kayu salib.

        Hati damai adalah landsan yang kaut untuk menunggu pertolongan Tuhan. Semua masalah yang mustahil selesai tepat pada waktunya.



      2. 1 Tesalonika 5: 23-24
        5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
        5:24. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

        Yang kedua: tangan setia dan menggenapi janji Tuhan memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi.

        Secara rohani kita disucikan sampai sempurna seperti Yeuss. Ktai tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatnagan-Nya kedua kali. Kita bersorak: Haleluya. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem aru selamnaya.


Jujur dan setia! Tuhan akan setia dan menggneapijanji-Nya sesuai dengan kebutuhan kita. Gagal dibuat berhasil, jatuh diangkat kembali.

Tuhan memberkati.