Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Januari 2026 (Sabtu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 24: 36 => Yesus menampakkan diri kepada semua murid
24:36. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Kuasa kebangkitan Yesus membawa damai sejahtera bagi kita semua.

Ayat 37-49= damai sejahtera sanggup untuk menghadapi tiga hal.

AD. 1
Lukas 24: 37-43
24:37. Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
24:38. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
24:39. Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40. Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42. Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Yang pertama: damai sejahtera sanggup menghadapi ketakutan dan kebimbangan.

Ketakutan murid-murid saat melihat Yesus adalah seperti melihat hantu.
Artinya: ketakutan untuk melihat pribadi Yeuss/firman pengajaran yang benar.
Hantu adalah sesuatu yang menakutkan, merugikan, membinasakan dan sebagainya, sehingga tidak bisa bahkan menolak penyucian oleh firman pengajaran yang benar.

Akibatnya: hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, tontonan yang tidak baik, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

Kalau sudah takut mendengar firman, pasti akan takut yang lain, yaitu stres sampai mati secara jasmani.

Lukas 21: 25-26
21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Kalau dibiarkan, akan mati rohani, artinya: tidak bergairah dalam perkara rohani, sampai masuk kematian kedua; binasa di neraka selamanya.

Keragu-raguan atau kebimbangan artinya:



  1. Bimgang terhadap pribadi Yesus, sehingga menyangkal pribadi Yesus.



  2. Bimbang saat menghadapi masalah yang mustahil, sehingga tidak percaya pada kuasa Tuhan bahkan bherarap pada yang lain.


Akibatnya:
Yakobus 1: 6-8
1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.



  1. Hidupnya tidak tenang seperti gelombang laut; tidak ada damai, sehingga hidupnya letih lus, beban berat, susah payah, dan air mata.



  2. Tidak mendapat apa-apa, artinya: tidak mendapat berkat dan pertolongan. Benar-benar ia dalam kesulitan dan menghadapi kemustahilan, bahkan kehancuran.

    Ia juga tidak mendapat apa-apa secara rohani. Hidupnya tidak ada kepuasan, sehingga hanya bersungut-sungut. Ia mencari kepuasan semu di dunia atau kepuasan di dunia dibawa masuk dalam gereja, sehingga jatuhd alam dosa dan puncaknya dosa.

    Kalau dibiarkan, akan tenggelam di lautan api dan belerang; binasa selamanya.


Jadi, ketakutan dan kebimbangan sama-sama membawa pada kebinasaan di neraka selamanya.

tuhan tidak rela kita selalu dalam ketakutan dan kebimbangan.

Cara Tuhan menolong: Ia memperlihatkan empat hal tentang diri-Nya.

Yang pertama: 'Aku sendirilah ini'. Ini menunjuk pada hadirat-Nya.

Lukas 24: 39
24:39. Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Keluaran 3: 13-14
3:13. Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14. Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Tuhan menunjukkan haidrat-Nya sama dengan Dia menunjukkan nama-Nya yaitu AKU ADALAH AKU.
Ini menunjuk pada pribadi yang kekal; nama yang tidak berubah.

Matius 1: 21
1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Dulu, AKU ADALAH AKU melepaskan Israel dari Mesir untuk menuju Kanaan.
Sekarang, nama Yesus melepaskan kita dari dunia untuk masuk Yerusalem baru.

Nama Yesus inilah yang bisa melepaskan kita dari ketakutan dan kebimbnagan saat menghadapi badai di tengah lautan dunia.

Matius 14: 23-27
14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Yesus menampilkan hadirat-Nya sebagai Imam Besar yang menaikkan doa. Ia tampil dengan nama 'Aku ini'. Dulu untuk menolong murid-murid, sekarang untuk menolong kita semua yang menghadapi badai di lautan dunia, yaitu pencoaan yang mustahil, ajaran palsu, dosa dan sebagainya.

Badai lautan dunia berusaha menenggelamkan bahkan membinasakan kita.

Oleh sebab itu, gereja Tuhan harus menerima nama Yesus dan menyeru nama-Nya dalam menghadapi badai lautan dunia.

Bukti menerima hadirat Tuhan dan menyeru nama-Nya:



  1. 1 Petrus 4: 7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Yang pertama: kita bisa menguasai diri dan jadi tenang.
    Artinya:



    • Tidak berharap pada yang lain, tetapi hanya Yesus; kita hanya menyeru nama Yesus.



    • Tidak takut dan bimbang, sehingga bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada pribadi Yesus.



  2. Yohanes 7: 6
    7:6. Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

    Yang kedua: sabar menunggu waktu Tuhan.
    Artinya: tidak mengambil jalan sendiri di luar firman.

    Jalan di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan.

    Tuhan belum menolong berarti Ia masih sibuk dengan kerohanian kita. Rohani dulu yang harus ditolong baru jasmaninya.
    Kalau yang roahni sudah selesai, pasti yang jasmani akan ditolong Tuhan.

    Bagi kita:



    • Selalu ada waktu untuk koreksi diri kalau Tuhan elum menolong. Kita koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Ditemukan dosa, kita harus mengaku pada Tuhan dan sesama. jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; sama dengan bertobat.



    • Selalu ada waktu untuk berseru dan berserah pada Tuhan.



  3. Filipi 2: 8-9
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Yang ketiga: kita selalu taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan.

    Taat sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan.


Jadi, cara kita menghadapi badai lautan dujnia adalah berseru, berserah, dan mengulurkan tangan kepada Yesus, Imam Besar. Dia akan mengulurkan tnagan belas kasih dan kuasa-Nya kepada kita.

Hasilnya:



  1. Matius 14: 32
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Yang pertama: angin reda dan laut teduh.
    Artinya:



    1. Tangan kuasa Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah kesultian dunia dan ketidakberdayaan kita sampai Antikris berkuasa di bumi.
      Tuhan memelihara kita sampai berkelimpahan--mengucap syukur dan menjadi berkat agi orang lain.



    2. Tangan kuasa Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.



  2. Matius 14: 30-31
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"


    Yang kedua: tangan kuasa Tuhan sanggup mengangkat kita dari ketenggelaman.

    Tenggelam artinya terjadi kemerosotan dalam pekerjana, sekolah dan sebagainya. Tangan Tuhan mampu mengangkat semuanya.

    Kemerosotan dalam perkara rohani--jatuh dalam dsoa--, berseru kepada Tuhan malam ini. Dia akan mengangkat kita sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kesucian untuk dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Hidup kita menjadi indah di hadapan Tuhan.

    Kegagalan jadi berhasil dan indah pada waktunya.

    Tangan Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita, mulai dari jujur.
    Kita jujur mengaku bahwa kita tidak bisa apa-apa, tidak layak, dan tidak berharga apa-apa. Jujur kepada Tuhan apa yang jadi ketenggelaman kita!

    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.


Apa badai yang kita hadapi? Apakah hampir tenggelam atau sudah tenggelam? Jujur di hadapna Tuhan! Kita hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan. Kita menyeru nama Tuhan. Kita sabar menunggu waktu Tuhan, dan ditambah dengan taat dengar-dengaran. Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita.

Tuhan memberkati.