Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan
kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan
datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan
harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai.
1
Petrus 2: 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Salah
satu praktik hidup dalam kasih karunia Yesus
adalah rela menderita secara daging; rela sengsara daging karena
kehendak Tuhan--tanpa berbuat dosa.
Ini yang membuat banyak
yang menolak kasih karunia Tuhan pada zaman Nuh. Kasih karunia
adalah pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya.
Jadi semua orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau
tidak.
Bentuk kasih karunia memang memikul salib, tetapi di
baliknya ada kemuliaan kekal.
Mengapa
Tuhan izinkan kita mengalami sengsara daging karena kehendak
Tuhan--memikul salib--?
Matius
20: 20-23 20:20.
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada
Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu
kepada-Nya. 20:21. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?"
Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk
kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang
seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 20:22. Tetapi Yesus
menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.
Dapatkah
kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?"
Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 20:23. Yesus
berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi
hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak
berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi
siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Tuhan
izinkan kita mengalami sengsara daging bersama Yesus, karena Ia harus
meminum cawan--sengsara daging--sampai mati di kayu salib untuk
membuka jalan ke sorga. Ini sama dengan Yesus
menjadi Anak Domba Allah yang tersembelih
untuk bisa membuka pintu sorga.
Karena itu, kita juga meminum
cawan, artinya: rela sengsara daging tanpa dosa; sama dengan menjadi
domba sembelihan untuk bisa masuk kerajaan sorga selamanya
(ayat 22).
Bentuk sengsara daging tanpa dosa: baptisan air,
beribadah melayani, doa penyembahan, berpuasa, tidak salah disalahkan
dan sebagainya.
Mazmur
44: 23 44:23.
Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami
dianggap sebagai domba-domba sembelihan.
Hanya
satu langkah jaraknya kita dengan maut. Satu langkah= satu detak
jantung.
Kita seperti domba sembelihan--satu langkah jaraknya
dengan maut. Bagaimana bisa bebas dari maut? Kita
harus digembalakan dengan benar dan baik.
Zakharia
11: 4-7 11:4.
Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku: "Gembalakanlah
domba-domba sembelihan itu! 11:5.
Orang-orang yang membelinya menyembelihnya
dengan tidak merasa bersalah dan orang-orang yang menjualnya
berkata: Terpujilah TUHAN! Aku telah menjadi kaya! Dan orang-orang
yang menggembalakannya tidak mengasihaninya. 11:6. Sebab Aku tidak
lagi akan mengasihani penduduk bumi, demikianlah firman TUHAN,
melainkan sesungguhnya, Aku akan menyerahkan manusia masing-masing ke
dalam tangan gembalanya dan ke dalam tangan rajanya; mereka ini akan
menghancurkan bumi dan Aku tidak akan melepaskan seorangpun dari
tangan mereka." 11:7. Maka aku
menggembalakan domba-domba sembelihan itu
untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu
kusebutkan "Kemurahan" dan yang lain kusebutkan "Ikatan";
lalu aku menggembalakan domba-domba itu.
(terjemahan
lama) 11:7. Lalu aku yang menggembalakan segala domba sembelihan
ini, oleh karena mereka itu domba yang teraniaya
adanya,
maka sudah kuambil akan diriku tongkat gembala dua batang: sebatang
Kunamai Kasih, dan sebatang Tambatan; lalu aku menggembalakan domba
itu.
Ayat
4= domba yang tidak berdaya, sengsara, menghadapi maut. Ayat 5=
penggembalaan yang tidak benar, yaitu hanya mencari kekayaan.
Kita
sebagai domba sembelihan harus tergembala dengan benar dan baik.
Kenyataan yang ada, banyak penggembalaan tanpa kasih, yaitu sistem
jual beli untuk mencari keuntungan jasmani (ayat 5).
Tandanya:
-
Meja
roti sajian diganti dengan meja penukar uang.
Matius
21: 12-13 21:12.
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual
beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja
penukar uang
dan bangku-bangku pedagang merpati 21:13. dan berkata kepada
mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi
kamu menjadikannya sarang
penyamun."
Di
atas meja roti sajian ada dua belas roti yang disusun menjadi dua
bagian, enam buah sesusun--66 kitab dalam alkitab, itulah firman
pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala
untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur,
berkesinambungan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi
sidang jemaat.
Memberi makan sidang jemaat adalah tugas
gembala, bukan orang lain. Meja roti sajian diganti dengan meja
penukar uang, artinya: gembala tidak mau lagi memberi makan
domba-domba; tetapi menjadi menghitung uang.
- Rumah
doa menjadi sarang penyamun, artinya: tidak ada lagi doa penyahutan
seorang gembala.
Tugas
pokok gembala
adalah memberi makan firman penggembalaan dan menaikkan doa
penyahutan sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan sidang
jemaat terutama keselamatan jiwanya.
Dua tugas pokok ini
tidak bisa dialihkan kepada orang lain.
Kalau gembala tidak
lagi menaikkan doa penyahutan, Bait Allah akan jadi sarang
penyamun--tempatnya Setan--, dan tidak ada tudung keselamatan dalam
jemaat--angin, ular akan masuk--, sehingga jemaat hancur dan binasa.
Kalau merpati dijual yang ada hanyalah ular.
Yehezkiel
34: 14-16 34:14.
Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas
gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya;
di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan
rumput
yang subur menjadi makanannya
di atas gunung-gunung Israel. 34:15. Aku sendiri akan
menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka
berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 34:16. Yang
hilang akan Kucari,
yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit
akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku
akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
Ayat
14= gembala memberi makanan rohani. Ayat 16= gembala menaikkan doa
penyahutan, sebagai tanggung jawab keselamatan domba.
"Kalau
dikirim pesan atau ditelepon: Silakan datang beribadah, jangan marah.
Ini termasuk bagian dari doa penyahutan yaitu mencari domba yang
hilang."
Kalau
ada dua tugas gembala, maka jemaat akan menerima tudung keselamatan,
sehingga domba-domba bisa berbaring di padang rumput yang hijau.
Artinya: merasa damai sejahtera; semua menjadi enak dan ringan;
aman dan tenteram.
Siapa
yang bisa tergembala dengan benar dan baik?
Kehidupan yang masuk dalam baptisan air yang benar.
1
Petrus 3: 20-21 3:20.
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat
kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh
sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan
orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 3:21. Juga kamu
sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya
bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk
memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus
Kristus,
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus yaitu Tuhan
Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus
sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang
jahat dibaharui menjadi hati nurani yang baik.
"Harus
dicek akta baptisannya. Dulu mungkin masih belum mengerti dan yang
penting ikut baptisan, apakah sudah lengkap baptisannya: Dalam nama
Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kalau
belum lengkap berarti belum dibaptis. Kalau belum dikubur berarti
belum dibaptis. Baptisan yang benar menurut alkitab contohnya yaitu
Yesus keluar dari dalam air (sungai Yordan)."
Roma
6: 4 6:4.
Dengan demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Hati
nurani yang baik= taat
dengar-dengaran. Kalau
hati taat, kita akan bisa digembalakan dengan benar dan
baik--penggembalaan adalah masalah hati, bukan lainnya. Kita bisa
taat dengar-dengaran pada suara gembala atau tongkat gembala.
Suara
gembala/tongkat gembala mengarahkan kita untuk masuk kandang
penggembalaan di dunia sampai masuk kandang penggembalaan terakhir di
Yerusalem baru; kerajaan sorga selamanya.
"Saya
pernah ke New Zealand, dua pengalaman yang saya lihat dengan mata
saya sendiri. Pertama, domba-domba makan di gunung seperti yang
tertulis di Kidung Agung 'Rambutmu
bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead.'
Kalau domba-domba makan di gunung menunduk semuanya. Kedua, saat
domba-domba digiring masuk dalam kandang. Waktu itu gembalanya adalah
seekor anjing. Anjingnya mengarahkan domba-domba untuk masuk dalam
kandang. Saat itu ada satu domba yang keluar kandang dan langsung
diterkam binatang. Ini gambaran bagi saya: Kalau tidak mau masuk
pintu kandang akan langsung diterkam."
Dua
macam tongkat gembala: Zakharia
11: 7 11:7.
Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk
pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu
kusebutkan "Kemurahan"
dan yang lain kusebutkan "Ikatan";
lalu aku menggembalakan domba-domba itu.
-
Tongkat
kemurahan.
Yohanes
10: 11 10:11.
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi
domba-dombanya;
Sebenarnya,
dombanya Tuhan adalah bangsa Israel asli dan keturunannya--keturunan
Abraham, Ishak, Yakub secara jasmani. Di luar itu semuanya adalah
bangsa kafir--anjing.
Matius
15: 24 15:24.
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang
dari
umat Israel."
Dalam
cerita ini Tuhan berkata kepada perempuan Kanaan: 'Tidak
patut mengambil roti untuk anak-anak (domba) lalu diberikan kepada
anjing'
Bangsa kafir hanya anjing.
Tetapi
sebagian besar domba Israel terhilang dalam dosa dan tersesat oleh
suara asing. Yesus datang ke dunia sebagai satu-satunya manusia
yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk mencari
domba yang hilang, artinya: menyelamatkan domba Israel yang hilang,
bukan bangsa kafir.
Tetapi sebagian besar bangsa Israel
menolak Yesus sebagai Juruselamat, karena itu terbuka kesempatan
bagi bangsa kafir--anjing dan babi--untuk menjadi dombanya
Tuhan.
Roma
11: 25 11:25.
Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai,
aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah
menjadi tegar sampai jumlah
yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
'tegar'
= keras hati. 'bangsa-bangsa
lain'=
bangsa kafir. Domba dari bangsa Israel dan kafir akan menjadi
satu kawanan dengan satu gembala.
Yohanes
10: 16
10:16.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini;
domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan
suara-Ku dan mereka akan menjadi satu
kawanan dengan satu gembala.
'domba-domba
lain'
= inilah bangsa kafir yang mendapat kemurahan Tuhan sehingga bisa
percaya Yesus, bertobat, baptis air, diselamatkan dan diangkat
menjadi dombanya Tuhan.
Tongkat
kemurahan berguna untuk menuntun kita masuk ke kandang
penggembalaan.
Yehezkiel
20: 37 20:37.
Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan
memasukkan
kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
'tongkat
gembala-Ku'
= suara gembala. Kegunaan tongkat gembala/suara gembala yaitu
memasukkan domba dari bangsa Israel dan domba dari bangsa kafir
untuk masuk ke kandang penggembalaan.
Tabernakel--gambaran
kerajaan sorga--terdiri dari tiga ruangan: halaman, ruangan suci dan
ruangan maha suci. Kita sudah selamat--halaman--tetapi belum
sempurna--ruangan maha suci--, berarti kita harus berada di ruangan
suci--kandang penggembalaan. Terdapat tiga macam alat dalam ruangan
suci, menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Di
dalam kandang, kita baru dihitung oleh Tuhan. Kalau
di luar kandang, akan diterkam binatang buas.
Karena itu,
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah kebutuhan kita,
supaya kita dihitung oleh Tuhan, bahkan sehelai rambut pun
dihitung.
Matius
10: 30
10:30.
Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Sekalipun
kita tidak berdaya, tidak bisa apa-apa, dan tidak berguna, tetapi
kalau digembalakan, satu waktu kita akan dimuliakan.
Yakinlah!
Dihitung oleh Tuhan artinya
- Kita
dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan secara ajaib di tengah
kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di dunia tiga setengah
tahun.
- Dimiliki
oleh Tuhan.
Kemurahan
Tuhan terus bekerja di dalam kita, sampai satu waktu kita menjadi
milik-Nya yang tidak bisa diganggu gugat.
Kehidupan yang
jatuh bangun dalam dosa bagaikan anjing--perkataan sia-sia--dan
babi--dosa kenajisan--masih bisa ditolong Tuhan; dihitung, dimiliki
oleh Tuhan.
- Tongkat
ikatan.
Tongkat
ikatan berguna untuk mempersatukan domba-domba,
mulai dari nikah rumah tangga.
Kalau yang dimakan sama--satu
makanan--, suami istri akan menjadi satu--di atas meja roti sajian
ada dua susun roti. Meja menunjuk hati pikiran manusia, jika diisi
66 kitab dalam alkitab--satu pengajaran yang benar--, maka bisa
suami isteri bisa menjadi satu. Kalau satu, akan jadi rumah doa.
Inilah kesatuan dalam nikah.
Kemudian kesatuan dalam
penggembalaan--tidak ada gosip-gosip, malah rindu menolong orang
lain--, dan antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi satu
tubuh Kristus yang sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk kandang
penggembalaan yang terakhir di Yerusalem baru selamanya.
Tiga
macam tongkat ikatan:
-
Firman
pengajaran yang benar; firman yang dibukakan
rahasianya--remah-remah roti.
Matius
15: 21-28 15:21.
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan
Sidon. 15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari
daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud,
karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat
menderita." 15:23. Tetapi Yesus sama sekali tidak
menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya:
"Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan
berteriak-teriak." 15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus
hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 15:25.
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:
"Tuhan, tolonglah aku." 15:26. Tetapi Yesus menjawab:
"Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
melemparkannya kepada anjing." 15:27. Kata perempuan itu:
"Benar
Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja
tuannya." 15:28.
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar
imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan
seketika itu juga anaknya sembuh.
Ini
yang mampu menyatukan kita. Tanpa
firman pengajaran yang benar, bangsa kafir hanya akan kerasukan
Setan dan menderita.
Kalau
ada firman, Setan tidak akan masuk; dosa tidak bisa masuk.
Jika
kita menerima satu firman pengajaran yang benar dalam nikah,
penggembalaan, dan persekutuan, sekalipun kita ada banyak perbedaan
kita akan menjadi satu kesatuan, dan kita
mengalami keubahan.
"Saya
bilang kepada kaum muda: Secara jasmani antara laki-laki dan
perempuan banyak perbedaannya. Yang bisa menyatukan adalah yang
rohani, terutama firman pengajaran."
Yang
jasmani banyak berbeda, karena itu yang rohani tidak boleh berbeda,
supaya bisa menjadi satu.
Apa
yang diubahkan?
- Anjing
yang menjilat muntah diubahkan jadi menjilat remah-remah roti.
Kita bisa menikmati firman pengajaran yang benar, sehingga lidah
anjing menjadi lidah domba.
Lidah anjing yaitu perkataan
sia-sia: dusta, gosip, fitnah, dan hujat. Lidah domba yaitu
perkataan benar dan baik.
Jika perkataan kita benar dan
baik, menjadi berkat bagi orang lain, bisa memuliakan Tuhan, maka
semua yang hancur bisa jadi baik.
Hancur
atau baik bergantung pada lidah!
Kalau lidah hanya menjilat muntah, semua akan hancur. Tetapi kalau
lidah menjilat remah-remah roti--perkataan yang sesuai firman;
benar, baik, jujur--semua akan jadi baik. Yang hancur jadi baik.
- Tabiat
anjing yaitu tidak taat dengar-dengaran diubahkan menjadi taat
dengar-dengaran.
Kalau
nikah kita disatukan oleh satu firman pengajaran yang benar,
kesatuan nikah akan menjadi kesatuan yang kekal--firman itu
kekal--sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba dan Yerusalem baru.
Begitu juga dengan penggembalaan dan antar penggembalaan.
-
Pelayanan.
Efesus
4: 15-16 4:15.
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita
bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah
Kepala. 4:16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih
tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya,
sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima
pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Pelayanan
mampu menyatukan kita, itulah pelayanan pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna--pelayanan yang mengarah pada Yesus sebagai kepala.
Kalau kepalanya satu, maka tubuhnya juga satu.
Kepala
adalah firman pengajaran yang benar, yang mengatur segala gerak
pelayanan kita
Pelayanan pembangunan tubuh Kristus ditandai
dengan pengorbanan mulai dari berkorban
hak dan hanya melakukan kewajiban.
Ini yang mengarah pada Yesus sebagai kepala.
Hanya menuntut
hak sama dengan suka dilayani, bukan melayani, sehingga timbul
pertengkaran-pertengkaran.
Contoh dalam rumah tangga:
kewajiban suami adalah mengasihi isteri. Isteri bagaimanapun
kasihi, maka satu waktu hak kita berada dalam tangan Tuhan--isteri
menjadi hak dari suami yaitu isteri tunduk kepada suami. Harus
berkorban!
Kalau hanya melakukan kewajiban, satu waktu
Tuhan akan memberikan hak kita.
Markus
4: 35-37, 39 4:35.
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada
mereka: "Marilah
kita bertolak ke seberang." 4:36.
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa
Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 4:37. Lalu
mengamuklah
taufan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu
mulai penuh dengan air. 4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu
dan berkata kepada danau itu: "Diam!
Tenanglah!"
Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Pelayanan
pembangunan tubuh Kristus adalah bagaikan naik kapal menghadapi
angin gelombang. Ini adalah suatu pengorbanan, tetapi jangan takut!
Yesus yang bertanggung jawab kalau kita menempatkan Dia sebagai
kepala. Kalau Yesus tampil sebagai kepala, Dia akan berkata: 'Diam
Tenang!'
Semua masalah yang kita hadapi akan selesai. Masalah dalam
nikah, penggembalaan, fellowship diselesaikan oleh Tuhan.
Sebaliknya, kalau tidak mau menyeberang, ia akan berhadapan
dengan Antikris karena Antikris tinggal di pantai laut.
Wahyu
12: 17-18 12:17.
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi
keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan
memiliki kesaksian Yesus. 12:18. Dan ia
tinggal berdiri di pantai laut.
Kalau
tinggal di pantai akan menjadi sasaran dari Antikris.
Jika
kita ikut dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, kita
berkorban, maka Yesus sebagai kepala akan meneduhkan segala angin
gelombang; masalah apapun diselesaikan oleh Tuhan.
-
Kasih
yang mampu mengikat dan menyempurnakan.
Kolose
3: 14 3:14.
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah
kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Apa
yang kita lakukan untuk Tuhan dan sesama harus berdasarkan kasih.
Itu yang bisa menyatukan dan menyempurnakan kita.
Yesaya
40: 11 40:11.
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan
menghimpunkannya
dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya,
induk-induk domba dituntun-Nya
dengan hati-hati.
Kalau
tergembala dengan benar dan baik, tangan kasih karunia Gembala
Agung akan diulurkan kepada kita.
Hasilnya:
- Tangan
Tuhan menghimpunkan kita dalam tangan-Nya, artinya: tangan kasih
karunia Tuhan sanggup untuk memeluk kita. Yang tercerai berai
dijadikan satu kesatuan.
Tangan kasih karunia Tuhan
menghangatkan kita, sehingga tidak masuk musim dingin rohani,
tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada
Tuhan.
Tangan kasih karunia Tuhan melindungi dan memelihara
kita secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai Antikris
berkuasa di bumi, bahkan sampai hidup kekal.
- Tangan
Tuhan memangku kita--istilah memangku berarti semua berat badan
ditanggung.
Artinya: kasih karunia Tuhan sanggup menanggung
semua letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata yang kita
hadapi, sampai kita menjadi damai sejahtera. Semua jadi enak dan
ringan.
Masalah yang mustahil ditanggung oleh Tuhan sampai
selesai tepat pada waktunya.
- Tangan
Tuhan menuntun kita ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan
terakhir.
Artinya: mengubahkan kita sampai sempurna seperti
Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk
menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai. Kita
masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Inilah
caranya masuk sorga. Yesus harus menjadi Anak Domba Allah yang
tersembelih untuk membuka jalan ke sorga. Dan kita menjadi domba
sembelihan yang tak berdaya. Kita harus tergembala dengan benar dan
baik. Ada dua tongkat: tongkat kemurahan (masuk kandang
penggembalaan) dan tongkat ikatan (menyatukan kita menjadi satu tubuh
Kristus yang sempurna). Serahkan hidup ke dalam tangan kasih
karunia Tuhan!
Tuhan memberkati.
|