Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.



  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024 sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).



  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).



  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).



  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).



  5. Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)



  6. Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).



  7. Wahyu 22: 18-21
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:



    1. Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
      Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
      Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.



    2. Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).


AD. 7B

Ayat 20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

'Ya, Aku datang segera'= kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.
Tuhan tidak akan ingkar janji. Sedikit aktu lagi Dia akan datang kembali.

'Amin, datanglah Tuhan Yesus'= kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Yesus dan gereja Tuhan sudah siap, sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya (Wahyu 21-22).

Ayat 21= gereja Tuhan harus menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya, supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Kita tidak lengah sedikitpun apalagi ketinggalan.

2 Timotius 2: 1
2:1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Kita butuh kasih karunia Tuhan karena kasih karunia Tuhan sanggup membeirkan kekuatan ekstra bagi gereja Tuhan untuk menantikan kedatnagan Yesus kedua kali. Kita tidak akan pernah bosan untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kali.

Tiga macam kekuataan ekstra dari kasih karunia:



  1. 2 Timotius 2: 3-4= kekuatan seorang prajurit.



  2. 2 Timotius 2: 5
    2:5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

    Yang kedua: kekuatan ekstra seorang olahragawan untuk mendapatkan mahkota di dunia.



  3. 2 Timotius 2: 6
    2:6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

    Yang ketiga: kekuatan ekstra seorang petani.


AD. 2
2 Timotius 2: 5
2:5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

1 Korintus 9: 25
9:25. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Olahragawan di dunia berlatih untuk mendaptkan mahkota yang fana, tetapi kita, pelayan Tuhan bertanding untuk memperoleh mahkota yang abadi, yaitu mahkota mempelai/mahkota hidup kekal.

Proses untuk mendapatkan mahkota abadi: kita harus bertanding sesuai dengan aturan pertandingan.
Artinya: beriadah melayani Tuhan sesuai dengan tahbisan yang benar.

Jika tidak sesuai dengan tahbisan yang benar pasti akan diusir oleh Tuhan.

Salah satu contoh tahbisan yang benar adalah wantia tidak boleh mengajar laki-laki.
Pada jemaat Tiatira ada wanita mengajar, kelihatannya maju, tetapi Tuhan berkata: Aku mencela engkau. Artinya: masih ada cacat cela.

Praktik berada di tahbisan yang benar:



  1. Ibrani 12: 1
    12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

    Yang pertama: menanggalkan semua beban dosa dan melintatasi dosa-dosa yang merintangi/menjerat.

    Beban dosa adalah dosa yang sudah dilakukan, dikatakan, dan diangan-angkan.

    Cara menanggalkan beban dosa:



    • Percaya Yesus dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat; mati terhadap dosa.
      Semua dosa bisa diselesaikan oleh darah Yesus, kecuali dosa tidak percaya dan tidak mau mengaku dosa.



    • Masuk baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

      Beban dosa benar-benar sudah selesai.



    kalau belum dibatis, tidak akan isa melayani; Yesus masuk baptisan air dulu baru Ia melayani.

    Jerat dosa adalah dosa yang dipasang oleh Setan di jalan yang sering kita lalui atau di depan kita, supaya kita jatuh dalam dosa dan puncaknya doa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    Amsal 3: 26
    3:26. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

    Ibrani 12: 2
    12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Cara terlepas dari jerat dosa: bersandar kepada Tuhan; sama dengan mata hanya tertuju kepada Yesus, Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. kita tidak akan tersandung dan terjatuhd alam dosa. Kita bisa menghindar dari jerat dosa.

    Jangan melihat manusia siapapun! Pandang hanya kepada Yesus! Dosa dan manusia tidak akan bisa memengaruhi kita, sehingga kita tetap melayani Tuhan.
    Kita tetap hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebanaran.

    Senjata kebenaran= pelayan Tuhan yang beriadah melayani Tuhan dengan setia dan enar.

    Jadi, dalam tahbisan yang benar tikda boleh ada dosa, baik dosa di belakang maupun jerat dosa. Kita melayani Tuhan dengan setia dan benar.



  2. 2 Timotius 4: 7-8
    4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    4:8. Sekarang telah tersedia bagiku
    mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    Yang kedua: kita harus memelihara iman.

    Artinya: dalam menghadapi pencobaan dan lain-lain kita tidak kecewa dan tinggalkan Tuhan tetapi:



    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita tidak berbuat dosa.
      Jangan lihat pencobaan! Yang penting saat menghadapi pencobaan adalah jangan berbuat dosa.

      Jatuh dalam pencobaan artinya berbuat dosa saat menghadapi pencobaan.
      Contoh: korupsi karena tidak bisa bayar uang sekolah.



    • Kita tetap percaya dan berharap Tuhan; tidak menyangkal nama Yesus.



    Inilah praktik memelihara iman.

    Mengapa Tuhan izinkan imam-imam menghadapi pencobaan bahkan yang mustahil?



    • Kita bisa jadi pelayan Tuhan yang taat dan setia.
      Kita tidak menyangkal nama Yesus.

      Wahyu 3: 8
      3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      'menuruti firman-Ku'= taat.
      'tidak menyangkal nama-Ku'= setia.

      Taat dan setia, pintu sorga akan terbuka.
      Artinya: kita mengalami suasana sorga di dunia, dan kita mengalami pembukaan rahasia firman Allah yang menjadi makanan rohani bagi kita semua. Kita bisa mengalami kepuasan. Kita tidak perlu mencari kepuasan dunia, dan kepuasan dunia tidka perlu dibawa masuk dalam gereja. Kita hanya mengucap syukur dan menyemabh Tuhan; kita menjadi saksi Tuhan.
      Kalau kering, pasti akan bergosip.

      Ada pembukaan firman berarti kita mengalami tuntunan tangan Tuhan smapai ke Yerusalem baru selamanya.

      Pintu sorga terbuka, berarti pintu-pintu dunia juga terbuka bagi kita.



    • Iman kita teruji menjadi iman yang teguh bahkan sempurna--emas murni.

      1 Petrus 1: 6-7
      1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
      1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk
      membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

      Iman inilah yang dibutuhkans aat Tuhan datang kembali.

      Lukas 18: 8
      18:8. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

      Kita bisa menyambut kedatnagan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.



  1. 2 Petrus 4: 7
    4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

    Yang ketiga: melayani sampai garis akhir.

    Kita harus menjadi pelayan Tuhan yang beribadah melayani Dia sampai garis akhir. Kita harus memelihara jabatan pelayanan sampai garis akhir.

    Kisah Rasul 20: 24
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Garis akhir kita adlaah meninggal dunia atau Tuhan datang kembali.

    Tuhan bukan melihat bentuk pelayanan tetapi pelayanan kita sampai di garis akhir atau tidak.

    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan
    dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    'berusahalah sungguh-sungguh'= hanya oleh kasih karunia kita bis aberusaha sungguh-sungguh.

    Memelihara jabatan pelaynaan sampai garis akhir arintya jangan sampai tersandung oleh apapun juga dalam ibadah pelayanan.

    Kalau tersandung, kita akan tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
    Contoh: Yudas Iskariot tersandung dengan keingian akan uang sehingga ia menjual Yesus. Akibatnya: jabatannya diambil orang lain, dan perutnya pecah.

    Kita harus melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku.
    Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Melayani Tuhan dengan berikatpinggang kesetiaan dan kebenaran.

    Yeaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Tersandung dalam pelayhanan sama dengan kehilangan tiket untuk masuk kerajaan sorga, berarti tidak boleh menggunakan mahkota--tidak mencapai garis akhir.

    Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar sama dengan memberi makan minum Yesus, sehingga memuaskan hati-Nya dan berkenan pada-Nya.
    Hasilnya: Tuhan jgua memuaskan kita, dan urusan makan minum adalah urusan Tuahn.

    Urusan kita sekarang adalah jadi pelayan Tuhan yang benar, taat dan setia, kemudian taat dan benar.

    Tuhan memelhara kita dari salib-Nya.
    Matius 6: 33
    6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    'emuanya itu akan ditambahkan kepadamu'= kita menjadi berkat bagi orang lain; tidak pernah minus.

    Wahyu 19: 11
    19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    Setia danb enar, kita akan dipakai dalam kegerakan kuda putih, yaitu pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Kita mendpat hak untuk masuk kerajaan sorga--mendapatkan mahkota.



  2. 2 Timotius 4: 8
    4:8. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    Yang keempat: kita harus merindukan dan menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Praktiknya:



    • Roma 8: 25
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      Yang pertama: tekun dalam kandang penggembalaan; tiga macam ibadah pokok:



      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
        Kalau tekun, akan jadi mahkota dua belas bintang--karunia yang semurna.



      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
        Kalau tekun, akan jadi bulan di bawah kaki mempelai--penebusan yang sempurna.



      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
        Kalau tekun, akan jadi selubung matahari--kasih yang sempurna.



      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita tidak bisa dijatukan dan disesatkan oleh Setan tritugngal, tatapi kita smeakin mengalami penyucian.

      Di dalam kandang segal akebutuhan kita disediakan oleh Gembala Agung.

      Ibrani 10: 36
      10:36. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

      Banyak kebutuhan kita di dalam dunia, tetapi semuanya tercakup di dalam ketekunan dalam kandang penggemblaaan. Tuhan akan menolong kita.



    • 1 Yohanes :3: 2-3
      3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
      3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,
      menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

      Yang kedua: kita harus mengalami penyucian secara terus menerus lewat firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, aygn diulang-ulang oleh seorang gembala.

      Kita teurs disucikans ampai tidak ada sedikitpun dosa dan kegelapan. Kita suci seperti Yesus; kita tampil sebagai mempelai wanita sorga dari golongan yang hidup sampai Tuhan datng kembali. Kita suci seperti Yesus suci; sempurna seperti Yesus sempurna.

      Wahyu 12: 1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Kalau suci, kita kaan mendapt anugerah Tuhan, yaitu:



      1. Wahyu 12: 14
        12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        (terjemahan lama)
        12:14. Maka
        dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

        Yang pertama: kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk menyingkirkan ktai ke padang gurun, jauh dari mata Antikris yang berkuasa di bumi.

        Kedua sayap dari burung nasar yang besar mengangkata kita ke awan-awan yang permai untuk bertemu Yesus.



      2. Mazmur 103: 4
        103:4. Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

        (terjemahan lama)
        103:4. Yang menebus jiwamu dari pada kebinasaan serta memakotai engkau dengan
        kemurahan dan beberapa rahmat.

        Yang kedua: Tuhan memberikan mahktao kebenaran, amhktoa kemuliaan, mahkota sukacita yang sama dengan mahkota mempelai.

        Artinya: saat Yesus datang kembai, yang mati akan dibangkitkan dan yang hidup akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan.
        Keudnya jadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk terangkat ke awan-awan yang permai. Kita mendapatkan mahkota mempelai untuk bertemu Yeuss di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.


kita butuuh kasih karunia Tuhan. Ini yang memberikan kekuatan esktra untuk mebmuang dosa dan hidup benar, kemudian memelara iman--tetap pegang teguh pengajaran sampai Tuan datang--, memelihara pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya, dan merindukan kedatnagna Tuahn.
Yang hidup akan diubahkan, yang mati akan dibangktikan dlam tubuh kemuliaan.
Keduanya diangkat oleh kedua sayap dari burung nasar yang esar untuk menerima mahkot amempelai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba sampai Yerusalem baru.

Ini rencana besar Tuhan dalam hidup kita. Bisa diwujudkan oleh kasih karunia. Berarti semua masalah bis adiatasi.
Terima dan hidup dalam kasih karunia Tuhan! Kita akan menerima kkeuatan ekstra dari Tuhan.

Tuhan membberkati.