Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2026 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai; keluar dari
dunia menuju ke Yerusalem baru selamanya.
'Ya,
Aku datang segera'=
kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.
'Amin,
datanglah Tuhan Yesus'=
kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita
sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai.
Yesus dan gereja Tuhan sudah siap,
sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria
Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di
awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu
19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya
(Wahyu 21-22).
Salah satu bentuk siap sedia adalah menjaga
nikah dalam kebenaran, kesucian, dan kesatuannya sampai mencapai
kesempurnaan, supaya bisa keluar dari dunia menuju Yerusalem
baru.
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari dunia.
Keluaran
33: 12-17 33:12.
Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak
memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan
aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga
engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 33:13. Maka sekarang,
jika
aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
beritahukanlah
kiranya jalan-Mu
kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat
kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini
umat-Mu." 33:14. Lalu Ia berfirman: "Aku
sendiri hendak membimbing engkau
dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15. Berkatalah Musa
kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami,
janganlah suruh kami berangkat dari sini. 33:16. Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa
yang ada di muka bumi ini?" 33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena
engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal
engkau."
Keluarnya
gereja Tuhan dari dunia ke Yerusalem baru dinubuatkan oleh keluarnya
Israel dari Mesir menuju tanah Kanaan yang juga membutuhkan kasih
karunia.
Tiga
bentuk kasih karunia Tuhan:
-
Ayat
12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak tersesat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 11 Januari 2026).
Hanya ada satu jalan
yaitu jalan salib untuk bisa menuju Yerusalem baru.
-
Ayat
14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita (diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 13 Januari 2026).
Ini menunjuk
pada penggembalaan.
-
Ayat
16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.
AD.
2 Keluaran
33: 14-15 33:14.
Lalu Ia berfirman: "Aku
sendiri hendak membimbing engkau
dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15. Berkatalah Musa
kepada-Nya: "Jika
Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat
dari sini.
Tuhan
menutun dann membimbing adalah sistem
penggembalaan. Penggembalaan
adlaah kekejian bagi bangsa Mesir. Inilah yang membedakan antara
orang Israel--kristen--dan orang Mesir--orang dunia atau orang
kristen duniawi. Sekarang, baik gembala maupun jemaatnya tidak mau
digembalakan, sehingga diduduki oleh Babel.
Di
mana kita harus tergembala dengan benar dan baik?
Pada firman pengajaran yang benar; seperti rantingmelekat pada pokok
anggur yang benar atau seperti keledai tertambat pada pokok anggur
yang benar. Cepat atau lambat pasti akan berbuah manis; cepat atau
labmat akan dipakai oleh Tuhan. Sudah dipakai Tuhan, jangan
mundur. Kita tetap dipakai sampai masuk Yerusalem baru.
Syarat
tergembala dengan benar dan baik:
Kisah
Rasul 2: 41-42 2:41.
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan
pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
-
Ayat
41= kita harus mengalmai baptisan
air yang benar.
Syarat
baptisan air yang benar: percaya Yesus sebagai satu-satunya
Juruselamat dan bertobat. Iman adalah rem untuk tidak berbuat
dosa. Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada
Tuhan--mati terhadap dosa.
1
Petrus 2: 1 2:1.
Karena itu buanglah
segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan,
kedengkian dan fitnah.
Kita
bertobat dengan mulai membuang lima dosa utama.
Kejahatan=
akar kejahatan adalah cinta akan uang. Fitnah= salah jadi benar
dan sebaliknya.
Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah
orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap
dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar
dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup
sorgawi--langit terbuka--yaitu menjadi sama seperti bayi yang baru
lahir.
Menjadi sama seperti bayi yang baru lahir artinya
hidup
dalam kebenaran.
Kita selamat dan diberkati Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan
orang benar. kembali pada kebenaran!
-
1
Petrus 2: 2
2:2.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu
ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,
supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Yang
kedua: kita harus memiliki perasaan yang benar seperti bayi yang
baru lahir, yaitu selalu
ingin air susu yang murni dan yang rohani--firman penggemblaaan yang
benar dan dalam urapan Roh Kudus.
Gembala
harus menyampaikan firman penggembalaan yang benar dengan setia,
teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi
domba-domba. Domba-domba juga harus bisa menikmati firman
penggembalaan yang benar dan diurapi Roh Kudus--mendengar dan taat
dengar-dengaran apapun resikonya--, sehingga menjadi tertib dan
teratur.
Hasilnya:
- Tenang,
semua menjadi enak dan ringan.
Kalaumelawan firman, hidup
akan tambah berat. Nikmati firman penggembalaan! Cepat atau
lambat kita akan mulai tenang. Hidup yang berat mulai jadi ringan.
- Kenyang.
Artinyha:
kita dipelihara sampai berkelimpahan--sellau mengucap syukur dan
menjadi berkat bagi orang lain. saat kita membutuhkan selalu
tersedia.
Secara rohani, kita mengalami kepuasan,shg tidak
perlu mencari kepuasan di dunia. Kita tidak akan jatuh dalam dosa
dan puncaknya dosa. Kepuasan di dunia juga tidak perlu dimasukkan
ke dalam gereja.
Kalau kepuasan dunia masuk dalam gereja,
peristiwa Hofni dan Pinehas akan terjadi lagi.
Kita harus
tetap mengucap syukur dan menjadi saksi Tuhan. Jangan menjadi
ranting yang kering! Ranting kering hanya akan dibinasakan.
-
Bertumbuh.
1
Petrus 2: 2-3 2:2.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin
akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu
bertumbuh
dan beroleh keselamatan, 2:3.
jika kamu benar-benar telah mengecap
kebaikan Tuhan.
Artinya:
mengalami pertumbuhan rohani ke arah:
- Kebenaran/keselamatan.
Artinya:
mantap dalam kebenaran, keselamatan, dan berkat Tuhan.
- Kesucian--ruangan
suci.
Kisah
Rasul 2: 42 2:42.
Mereka bertekun
dalam pengajaran
rasul-rasul
dan dalam persekutuan.
Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan
roti
dan berdoa.
Ruangan
suci= kandang penggembalaan= ketekunan dalam tiga macam ibadah
pokok:
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
Dulu bertekun dalam pengajaran
sarul-rasul dan pemecahan roti.
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
Dulu, betekun dalam
persekutuan.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Dulu, bertekun dalam berdoa.
Di
dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat
pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan
tritunggal. Kita tidak bisa dijatuhkan dalam dosa, ajaran palsu
termasuk gosip, tetapi kita mengalami penyucian
tubuh--perbuatan--, jiwa--pikiran--, dan roh--hati--secara terus
menerus, sehingga kita bisa hidup
dalam kesucian.
Yesus
adalah batu hidup, kita juga adalah batu hidup.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Kalau
suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia
Roh Kudus--diangkat jadi imam dan raja--untuk dipakai dalam
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Pembangunan tubuh
Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan,
sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang
sempurna.
Semakin disucikan, kita akan semakin dipakai
Tuhan. Kita menempatkan Yesus sebagai kepala yang bertanggung
jawab atas hidup kita smapai mati di kayu salib.
Hubungan
kepala dengan tubuh adalah leher. Matius
21: 15-16 21:15.
Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat
mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru
dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka
sangat jengkel, 21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau
dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada
mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari
mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu
Engkau telah menyediakan
puji-pujian?"
Leher
menunjuk pada penyembahan, seperti bayi-bayi yang
menangis. 'anak-anak
yang menyusu'=
hanya domba-domba yang tergembala yang doanya didengar
Tuhan.
Kita hanya menangis kepada Tuhan; memuji dan
memuliakan Tuhan; menyembah Tuhan dengan hancur hati. Kita
mengaku bahwa kita tidak layak--banyak dosa dan kekuangan--, tidak
mampu apa-apa, tidak berharga, dan tidak ada yang
memperhatikan. Kita hanya berharap kepada belas kasih
Tuhan.
Kita mutlak hidp dalam kasih karunia Tuhan untuk
bisa keluar dari dunia.
Hasilnya:
- Tangan
kasih karunia Tuhan sanggup melindungi
dan memelihara kita
di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi.
- Tangan
kasih karunia Tuhan sanggup menolong
kita.
Dia bisa mengerjakan apa yang tidak bisa kerjakan.
Tuhan
memberikan masa depan berhasil dan indah pada waktunya.
- Tangan
kasih karunia Tuhan sanggup menyucikan
dan mengubahkan kita
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai
dari tulus/jujur.
Akui
semua yang kita alami. Kita menangis kepada Tuhan. Ktai menjadi
ruamh doa, dan mujizat akan terjadi.
Jika Yesus datang
kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk
layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang
permai. Kita keluar dari dunia. Kita bersorak: haleluya.
Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamnaya.
Mari,
kita harus jadi bayi,yaitu hidup benar, masuk kandang penggembalaan,
dan menangis kepada Tuhan.
Tuhan memberkati.
|