Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2026 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.



  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024 sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).



  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).



  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).



  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).



  5. Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)



  6. Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).



  7. Wahyu 22: 18-21
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:



    1. Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
      Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
      Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.



    2. Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).


AD. 7B

Ayat 20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

Ayat 21= gereja Tuhan harus menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya, supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Praktik hidup dalam kasih karunia: rela sengsara daging karena kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar.
menderita karena dosa berarti salahnya sendiri.

2 Korintus 4: 16-18
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab
penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang
tak kelihatan adalah kekal.

Penderitaan bersama Yesus adalah ringan dan seketika lamanya jika dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan kita terima. Semua penderitaan tidak ada artinya.

Mengapa harus sengsara daging karena kehendak Tuhan? Untuk mengalami embaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

Pembaharuan dimulai dari:



  1. Ayat 16= pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik.



  2. Ayat 18= pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan rohani--pandangan sorgawi.


Hati dan pandangan diubahkan, semua akan diubahkan sampai kita mencapai kesempurnaan.

Seringkali kita mengorbankan perkara rohani untuk mendapat perkara jasmani seperti Esau. Ini benar-benar pandangan daging dan memiliki nafsu cabul.
Korbankan perkara daging untuk dapat yang rohani!

Gereja Tuhan yang hidup dalam kasih karunia memiliki pandngan rohani sehingga hanya memandang Yesus/pengajaran yang benar.
Buktinya: menyembah Tuhan.

Yohanes 9: 37-38
9:37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu
ia sujud menyembah-Nya.

Hanya kehidupan yang memiliki pandangan rohani yang bisa menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.

Tanda penyembahan yang benar:



  1. Yohanes 4: 23-24
    4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus
    menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Yang pertama: didorong oleh kebenaran dan roh, yaitu firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh KUdus.

    Kebenaran= firman pengajaran yang benar.
    Roh= Roh Kudus.

    Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang sanggup menyucikan hati--gudangnya dosa--, tangan--perbuatan--, damulut--perkataan--kita.

    Kalau sudah disucikan, kita akan bisa naik ke gunung penyembahan.

    Mazmur 24: 3-4
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang
    bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    Semakin disucikan penyembahan kita akan semakin meningkat sampai puncaknya yaitu tirai terobek--perobekan daging sepenuh.



  2. Wahyu 19: 6-7, 1, 3-4
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "
    Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
    Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
    Haleluya."

    Yang kedua: menyembah Tuhan dengan kata: Haleluya.
    Ini yang menentukan.

    Menyembah Tuhan tanpa kata Haleluya, kesucian akan merosot.

    Dua puluh empat tua-tua= dua belas rasul hujan awal san dua belas rasul hujan akhir.
    Empat makhluk= Henokh, Musa, Elia, dan Yesus.

    Jadi, penyembahan yang benar akan mengarah pada pribadi Yesus sebagai Raja segala dan Mempelai Pria Sorga dengan kata: Haleluya.
    Penyembahan yang benar di bumi harus merupakan pantulan penyembahan di sorga, yaitu dengan kata: Haleluya.



  3. Matius 28: 9-10
    28:9. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:10. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

    Yang ketiga: menyembah Tuhan sampai mengalami perobekan daging, sehingga kita mengalami pembaharuan dair manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Pembaharuan dimulai dari takut secara daging menjadi takut akan Tuhan.
    Takut secara daging jstruu melawan Tuhan.

    Takut akan Tuhan sama dengan hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya.

    Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN
    (1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah
    takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    (terjemahan lama)
    11:3. Bahkan, iapun akan
    bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

    Kalau bernafas delam takut akan Tuhan, Setan tidak akan bisa masuk dalam hidup kita.

    Praktik takut akan Tuhan:



    • Membenci dosa dan dusta.
      Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Kita bisa hidup suci.




    • Beribadah melayani Tuhan dengan setia, tulus, dan berkobar-kboar apapun yang dihadapi.

      Yosua 24: 14
      24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

      Suci dan setia berkobar-kobar sama dengan menjadi biji mata Tuhan.



    • Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun resikonya.

      Pengkhotbah 12: 13
      12:13. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.



    Takut akan Tuhan--suci, setia berkobar-kboar, dan taat--, sekalipun kita hanya seperti tunggul--tidak ada harapan--, akan bisa bertunas dan berbuah.

    Yesaya 11: 1
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

    Bertunas= kita bisa hidup secara rohani, yaitu hidup dalam kebenaran dan kesucian.

    Roma 8: 13
    8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Kita mengalami damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

    Mazmur 133: 2-3
    133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
    133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah
    TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

    Kita juga hidup secara jasmani.
    Tuhan memerintahkan berkat yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun termasuk Setan; tidak bisa ditiru siapapun termasuk Setan.
    Yang penting jaga urapan Roh Kudus! Tetap jadi penyembah yang benar sampai kita takut akan Tuhan--suci, setia, dan taat.
    Roh Kudus yang akan menolong kita.

    Berbunga= Roh Kudus membeirkan karunia-karunia Roh Kudus yang menentukan karunia dan jabatan pelayanan, sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Berbuah= Roh Kudus mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai sempurna. Kita menghasilkan sembilan buah Roh--gambar Allah Tritunggal. Kita kembali pada ciptaan semula; sama mulia dengan Allah Tritunggal. Kita siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Tiga buah pertama= gambar Allah Bapa.
    Tiga buah kedua= gambar Anak Allah.
    Kebaikan= hanya berbuat baik bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Tiga buah ketiga= gambar Allah Roh Kudus.
    Kelemahlembutan= bisa mengampuni kesalahan orang lain.

    kita kembali pada gambar Allah Tritugngal. Kita sempurna seperti Yesus untuk siap menyambut kedatnagan Yesus kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.


kita butuh Roh Kudus.
Sucikan semua yang ada di dalam hati, perbuatan, dan peraktaan. Kita menyembah Tuhan dengan kata: Haleluya.
Dan kita mengalami pembaharuan sampai menjadi takut akan Tuhan--suci, setia, dan taat.
Sekalipun kita hanya tunggul, Roh Kudus bisa menolong kita.

Tuhan memberkati.