Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan
kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan
datang), dan Yerusalem baru selamanya.
perjamuan kawin Anak
Domba adalah pintu menuju Firdaus dan Yerusalem baru. Perhatikan
nikah jasmani dalam kebenaran--sesuai dengan alkitab--,
kesucian--tidak menglamai kmejatuhan--, dan kesatuan--saling
erdamai--sampai sempurna seperti Yesus untuk masuk perjamuan kawin
Anak Domba.
Nikah harus diperhatikan karena mneyan gkut
keturunan kita. Di dalam Kejadian 6 kalau kawin campur, akan
menghasilkan keturunan raksasa--hawa nafsu yang meraksasa--, sehingga
mneuju Antikris. Perhatikan nikah supaya menghasilkkan benih
ilahi!
Jadi, tujuan pengikutan kita kepada Tuhan adalah sampai
masuk Yerusalem baru selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai.
Kasih karunia adalah
pemerian Tuhan kepada orang yang tidak layak, sehingga semua manusia
bisa menerimanya. Tinggal mau atau tidak.
1
Petrus 2: 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Salah
satu praktik hidup dalam kasih karunia Yesus
adalah rela menderita secara daging; rela sengsara daging karena
kehendak Tuhan--tanpa berbuat dosa--; sama dengan rela memikul salib
Yesus.
Mengapa
kita harus memkul salib?
Matius
20: 20-23 20:20.
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada
Yesus, lalu sujud
di hadapan-Nya
untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 20:21. Kata Yesus: "Apa
yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya
kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang
di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 20:22.
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu
tidak tahu, apa yang kamu minta.
Dapatkah
kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?"
Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 20:23. Yesus
berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi
hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak
berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi
siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Yesus
meminum cawan, artinya sengsara daging sampai mati di kayu salib
untuk kemudian bangkit dan naik ke sorga; sama dengan membuka
jalan ke sorga.
Karena
itu kita juga harus meminum cawan Yesus, artinya: rela sengsara
daging karena kehendak Allah; rela memikul salib untuk bisa masuk
kerajaan Allah
karena Yesus sudah membuka jalan ke sorga.
Praktik
memikul salib Yesus:
doa penyembahan yang benar, ditambah dengan puasa dan doa semalam
suntuk untuk mempercepat proses perobekan daging--tadi ibu Yohanes
dan Yakobus sujud di hadalan Tuhan.
Waspada!
Ada doa yang dijawab oleh Tuhan, tetapi ada doa yang tidak dijawab
oleh Tuhan.
Ukuran
doa penyembahan dan tahbisan yang benar
adalah harus sesuai dengan kehendak Allah/firman pengajaran yang
benar.
Lukas
9: 28 9:28.
Kira-kira delapan hari sesudah
segala pengajaran itu,
Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung
untuk berdoa.
Doa
penyembahan harus dimulai dengan pemberitaan firman pengajaran yang
benar, supaya doa kita bisa sesuai dengan kehendak Allah.
Tadi,
Matiua 20: 20-23 adalah doa yang tidak dijawab Tuhan karena tidak
sesuai dengan kehendak Allah. Doa dari ibu Yohanes dan Yakobus
ditolak oleh Tuhan.
Mengapa
demikian?
- Meminta
anaknya untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan; sama dengan
mengesampingkan
Yesus;
tidak menempatkan Yesus sebagai kepala.
Penyembahan adalha
hubungan tubuh dengan Kepala, sehingga harus ada kepalanya, tetapi
di sini mengemsampikan Yesus.
- Hanya
mengutamakan kebutuhan daging, yaitu ingin paling menonjol, sehingga
mengabaikan kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar.
Praktiknya:
tidak taat dengar-dengaran. Beribadah melayani dan menyembah Tuhan
tanpa ketaatan hanya akan dtiolak oleh Tuhan.
Karena itu, kita
harus rela sengsara daging karena kehendak Allah; rela memikul salib
Yesus untuk merobek daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya,
sehingga kita
menjadi pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak
bersuara--tirai
terobek. Dengan demikian, ibadah pelaynaan dan doa kita akan
berkenan pada Tuhan, sehingga Tuhan menjawab doa kita.
Perkembangan
ketaatan dari zmaan ke zmaan:
-
Zaman
Allah Bapa--dari Adam sampai Abraham, kurang lebih dua ribu tahun--,
diwakili oleh Nuh.
Kejadian
6: 22 6:22.
Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan
Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Nuh
taat untuk membuat bahtera sesuai dengan kehendak Tuhan.
Kejadian
7: 5, 16 7:5.
Lalu Nuh
melakukan segala yang diperintahkan TUHAN
kepadanya. 7:16. Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari
segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu
TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
Nuh
taat untuk masuk dalam bahtera sekalipun tidak ada hujan.
Bagi
kita sekarnag artinya:
-
Masuk
baptisan air yang benar.
1
Petrus 3: 20-21 3:20.
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak
taat
kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh
sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu
delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 3:21. Juga
kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya
bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk
memohonkan
hati nurani yang baik
kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Matius
3: 14-16 3:14.
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu
dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" 3:15.
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu
terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita
menggenapkan seluruh kehendak Allah."
Dan Yohanespun menuruti-Nya. 3:16. Sesudah dibaptis, Yesus
segera keluar dari air
dan pada waktu itu juga langit
terbuka
dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke
atas-Nya,
Yohanes
menggunakan logika, sehingga ia tidak mau membaptis Yesus, tetapi
akhirnya ia taat melakukan kehendak Allah.
Jadi, masuk
baptisan air yang benar sama dengan melakukan kehendak Allah--taat
dengar-dengaran.
Tadi, Yesus keluar dari air, baru langit
terbuka.
Roma
6: 4 6:4.
Dengan demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga
mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup
dalam urapan Roh Kudus.
Kalau sudah bertobat tetapi tidak
mau dikuburkan dalam air, akan busuk. Atau belum bertobat tetapi
dikuburukan dalam air, akan memberontak. Inilah dua kesalahan
yang sering terjadi dalam baptisan air.
Hidup dalam urapan
Roh Kudus sama dengan hiudp
dalam kebenaran--jalan
lurus dan sempit.
Mazmur
37: 25-26 37:25.
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah
kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta
roti; 37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi
pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Hasilnya:
Tuhan akan beserta kita; kita tidak dihukum tetapi malah
diberkati. Hidup benar adalah warisan kekal kepada anak
cucu.
Masuk dalam nikah harus tanggung jawab! Cek mulai dari
kebenaran--baptisan air harus benar--, kemduian hidup harus benar.
ini berarti tanggung jawab untuk masuk nikah, sehingga saat
memiliki anak bisa mewariskan hidup kekal, bahkan bisa dierkati
sampai anak cucu; tidak menyusahkan anak cucu.
Menikah untuk
menyusahkan anak cucu sama dengan egois. Suami istri harus satu
bahtera--satu baptisan--, kalau tidak, akan terpisah.
Perbaiki
semua yang tidak benar demi anak cucu dan hidup kekal!
-
Masuk
ruangan suci--kandang penggembalaan--;
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Kejdian
6: 16 6:16.
Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai
sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah
bahtera itu bertingkat
bawah, tengah dan atas.
(terjemahan
lama) 6:16. Maka hendaklah kauperbuatkan tingkap pada bahtera
itu, sehasta dari atas hendaklah kauhabiskan dia, dan pintu bahtera
itupun hendaklah
kaukenakan pada sebelah iringannya, dan hendaklah kauperbuatkan
bahtera itu dengan tingkap yang di bawah dan yang kedua dan yang
ketiga.
'hendaklah'=
sama dengan perintah Tuhan untuk membuat Tabernakel. 'bertingkat
bawah, tengah dan atas'=
tiga tingkat.
Tabernakel juga ada tiga ruangan: halaman,
ruangan suci, dan ruangan maha suci. Kita sudah selamat, tetapi
belum sempurna. Karena itu kita harus ada dalam ruangan suci;
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Lakukan
dulu kehendak Allah, dan nanti Dia yang menyelesaikan
semuanya!
Kita
harus tergembala dengan benar dan baik, sehingga tubuh, jiwa, dan
roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa
dijatuhkan dan disesatkan oleh Setan tritunggal kecuali kalau keras
hati karena iri hati dan sebagainya.
Kita
mantap untuk hidup dalam kebenaran--mantap dalam keselamatna dan
berkat Tuhan--dan menignkat dalam kesucian. Kita
seperti ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar sehingga
mengalami penyucian terus menerus, dan kita bisa hidup dalam
kesucian.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Kalau
suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayuanan dan karunia
Roh--jubah indah--untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh
Kristus yang sempurna.
Pembangunan tubuh Kristus dimulai
dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan
kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
Hidup
kita menjadi indah dan semakin indah,
bukan layu sebelum berkembang.
Kalau keluar dari
penggembalana, jubahnya akan diambil sampai perutnya pecah seperti
Yudas Iskariot. Tidak ada keindahan sama sekali. Waspada! Jangan
tinggalkan jabatan pelayhanan!
Di dalam penggembalaan, kita
mengalami ketenangan/damai
sejahtera.
Semua menjadi enak dan ringan.
Satu
olrang dalam rumah tangga yang menerima kasih karunia seperti Nuh,
bisa dipakai untuk menyelamatkan satu rumah tangga.
-
Zaman
Anak Allah--dari Abraham sampai kedatrangan Yesus pertama kali,
kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh Daud.
Kisah
Rasul 13: 22 13:22.
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja
mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud
bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan
segala kehendak-Ku.
Daud
taat pada kehendak Tuhan, sehingga ia mengalami pengangkatan. Dari
gembala dua tiga ekor domba bisa diangkat jadi raja atas
Israel.
Artinya:
-
Kita
melakukan kehendak Tuhan sehingga kita bisa hidup
dalam kesucian dan saling mengasihi.
1
Petrus 1: 22 1:22.
Karena kamu telah menyucikan
dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran,
sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus
ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling
mengasihi
dengan segenap hatimu.
- Kita
diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
Kita
diangkat untuk jadi tawanan Roh.
Menjadi
tawanan Roh artinya:
-
Kisah
Rasul 20: 22-23
20:22.
Tetapi sekarang sebagai tawanan
Roh
aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi
atas diriku di situ 20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh
Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara
menunggu aku.
Yang
pertama: ayat 23= pelayanan
yang ditandai dengan pengorbanan
waktu, tenaga, keuangan, pikiran dan sebagainya sampai
mengorbnakan seluruh hidup kita kepada Tuhan oleh dorongan firman
pengajaran yang benar.
jangan sampai didorong oleh
manusia!
Yesus mati di kayu salib untuk melakukan kehendak
Bapa--dorongan firman.
Kita berkorban, dan arahnya untuk
pembangunan tubuh Kristus. Abraham menyerahkan Ishak di gunung
Moria, dan di sanalah Salomo membangun Bait Allah.
Segala
pengorbanan kita untuk tubuh Kristus tidak akan hilang, justru
kita bertemu dengan Jehovah
Jireh--Abraham
taat untuk mempersembahkan Ishak, tetapi saat akan disembelih,
Tuhan menggantinya dengan domba. Tuhan menyediakan dari tidak ada
menajdi ada; yang mustahil jadi tidak mustahil.
-
Kisah
Rasul 20: 24
20:24.
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku
dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang
ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian
tentang Injil kasih karunia Allah.
Yang
kedua: beribadah
melayani Tuhan dengan setia berkobar-kboar sesuai dengan jabatan
pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai
meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
Kisah
rasul 1: 16-17, 20 1:16.
"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang
disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas,
pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 1:17. Dahulu ia
termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan
ini." 1:20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur:
Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada
penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang
lain.
Pelayanan
Yudas Iskariot gugur di tengah jalan; tidak sampai garis akhir
karena terlalu perhitungan kepada Tuhan--kikir dan serakah kepada
Tuhan. Ada orang yang meminyaki kaki Yesus, tetapi ia yang
marah.
Sampai akhirnya Yudas tidak dihitung oleh Tuhan, dan
jubahnay diambil orang lain, sehingga ia binasa selamnaya.
Tetapi
kalau kita melayani sampai garis akhir, kita akan dihitung oleh
Tuhan, bahkan sehelai rambutpun dihitung oleh Tuhan. Artinya:
kita tidak berdaya, tidak bisa apa-apa, tetapi kalau melayani
Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus sampai garis akhir, Tuhan
yang akan memelihara dan menolong kita. Dia melakukan apa yang
tidak bisa kita lakukan.
-
Kisah
Rasul 20: 35
20:35.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa
dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah
dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah
mengatakan: Adalah
lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
Yang
ketiga: lebih
bahagia memberi daripada menerima.
Kita
bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan;
sama dengan kitahanya berbuat baik sampai membalas kejahatan
dengan kebaikan.
Inilah jubah putih berkilau-kilauan--jubah
mempelai. Wahyu
19: 8 19:8.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai
kain lenan halus yang berkilau-kilauan
dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah
perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang
kudus.)
(terjemahan lama) 19:8. Maka dikaruniakanlah
kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus
yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
segala
kebajikan
orang-orang suci itu."
Kita
siap untuk menyambut kedatnagan Yesus kedua kali di awan-awan yang
permai.
-
Zaman
Allah Roh Kudus--dari kedatrangan Yesus pertama kali sampai
kedatnagan Yesus kedu akali, kurang lebih dua ribu tahun--diwakili
oleh Yesus.
Sekarang adalah perpanjaangan sabar Tuhan, aritnya: Tuhan
belum datang kembali, dan kita masih diberi perpanjangan
umur.
Filipi
2: 8 2:8.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
taat
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Yesus
taat dan setia sampai mati di kayu salib. Kita juga harus taat
dan setia sampai daging tidak bersuara lagi.
Taat
dan setia sama dengan mengulurkan tangan iman kepada Tuhan; hanya
percaya dan berharap Dia. Kita hidupd alam tangan belas kasih dan
kuasa Tuhan yang ajaib.
Wahyu
3: 8-10 3:8.
Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku
telah membuka pintu
bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa
kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti
firman-Ku dan
engkau tidak
menyangkal nama-Ku. 3:9.
Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang
menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak
demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya
Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan
mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. 3:10. Karena engkau menuruti
firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi
engkau dari hari pencobaan
yang akan datang atas seluruh dunia
untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
'menuruti
firman-Ku '=
taat. 'tidak
menyangkal nama-Ku'=
setia. 'pencobaan
yang akan datang atas seluruh dunia'=
masa Antirkis.
Hasilnya:
Ayat
8= Tuhan
membuka pintu bagi kita. Sekalipun
kita kecil tak berdaya tetapi kalau taat dan setia, Tuhan yang akan
membuka pintu perlindungan dan pemeliharaan bagi kita di tengah
kesulitan dunia sampai Antirkis berkuasa di bumi selama tiga
setngah tahun (ayat 10).
Dunia akan semakin sulit karena
Antikris semakin berkuasa. Kita hanya bisa hidup dari tangan kasih
karunia Tuhan. Karena itu Alkitab dibuka dan ditutup dengan
kasih karunia Tuhan.l dari awal sampai akhir hidup kita harus
berada dalam kasih karunia Tuhan apapun keadaan kita.
- Tuhan
memberikan jalan keluar dari segala masalah.
Tuhan
menyelesaikan segala masalah yang mustahil dalam hidup kita.
- Tuhan
membuka pintu masa depan berhasil dan indah.
Jika
Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti
Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di
awan-awan yang permai. Pintu sorga benar-benar terbuka bagi kita.
Taat
pada Tuhan, gembala, dan orang tua jasmani! Itulah hidup kita, dan
kita ada dalam tnagaa kasih karunia Tuhan. Sehelai rambut
diperhatikan oleh Tuhan. Kehidupan yang lemah hari-hari ini, ada
tangan kasih karunia Tuhan.
Tuhan membekrati.
|