Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan
kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan
datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ayat 21= gereja Tuhan
harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Kasih karunia adalah
pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Jadi semua
orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau tidak.
1
Petrus 2: 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Praktik
hidup dalam kasih karunia:
rela sengsara daging karena kehendak Tuhan/firman pengajaran yang
benar; rela sengsara daging karena kebenaran.
2
Korintus 4: 16-18 4:16.
Sebab itu kami tidak
tawar hati,
tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia
batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 4:17.
Sebab penderitaan
ringan
yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal
yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. 4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,
sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.
'dibaharui
dari sehari ke sehari'
=sedikit demi sedikit diubahkan 'memperhatikan'
= memandang.
Mengapa
harus sengsara daging karena kehendak Tuhan? Untuk mengalami
pembaharuan
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; menjadi
manusia sempurna seperti Yesus--mempelai wanita yang siap untuk
menyambut kedatangan-Nya kembali di awan permai. Masuk perjamuan
Kawin Anak Domba, Firdaus sampai Yerusalem baru.
Pembaharuan
dimulai dari:
-
Ayat 16=
pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang
baik.
-
Ayat 18=
pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan
rohani--pandangan sorgawi.
Hanya
memiliki pandangan daging artinya: beribadah melayani Tuhan hanya
untuk mencari perkara jasmani: kekayaan, kedudukan, kepandaian, jodoh
dan sebagainya sama dengan buta
rohani.
Contoh:
Bartimeus.
Pengertian
dan penyebab buta rohani:
-
2
Korintus 4: 3-4
4:3.
Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup
untuk mereka, yang akan binasa, 4:4. yaitu orang-orang yang tidak
percaya, yang pikirannya
telah dibutakan oleh ilah zaman ini,
sehingga mereka tidak
melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah gambaran Allah.
Yang
pertama: buta artinya tidak
bisa melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah wujud Allah; sama dengan
tidak mau mengerti bahkan menolak firman pengajaran yang
benar.
Semua
gereja Tuhan mau menerima firman penginjilan--Yesus datang pertama
kali ke dunia mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia
berdosa--, tetapi tidak semua mau menerima dan mengerti firman
pengajaran, bahkan menolak firman pengajaran.
Mengapa
menolak firman pengajaran yang benar? Dibutakan oleh ilah zaman
ini. Dulu, Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima dua loh batu
dan Tabernakel, tetapi Israel di bawah gunung justru menyembah lembu
emas. Sampai hari ini, ilah zaman ini menunjuk pada lembu emas.
1
Raja-raja 12: 28 12:28.
Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua
anak lembu jantan dari emas
dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi
ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang
telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
Ilah
lembu emas ini berkembang dari satu lembu emas menjadi dua lembu
emas.
2
Raja-raja 10: 28-29 10:28.
Demikianlah Yehu memunahkan Baal dari Israel. 10:29. Hanya, Yehu
tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan
orang Israel berdosa pula, yakni dosa
penyembahan anak-anak lembu emas
yang di Betel dan yang di Dan.
Yehu
menghancurkan semua baal, tetapi lembu emas tidak dihancurkan. Lembu
emas tetap bertahan sampai pada akhir zaman.
Lembu emas
menunjuk pada kekerasan
hati dan Mamon/uang. Ini
yang seringkali menutup mata hati kita sehingga tidak bisa mengerti
bahkan menolak kabar mempelai.
Akibatnya:
tidak bisa melihat wujud Yesus sebagai Anak Allah. Artinya: tidak
mengalami penebusan dari dosa-dosa--Yesus mati di kayu salib untuk
menebus dosa manusia--; tidak mengalami kelepasan dari dosa tetapi
tetap hidup dalam dosa dan puncaknya dosa.
Ini berarti bulan
tidak kelihatan--bulan
menunjuk pada penebusan (Wahyu 12:1)--; tidak
ada gambar Anak Allah.
-
2
Petrus 1: 9
1:9.
Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta
dan picik, karena ia lupa,
bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
Yang
kedua: buta artinya tidak
teguh atau lupa pada pengampunan dosa,
sehingga jatuh bangun dalam dosa; selalu mengulangi dosa; tidak mau
sadar akan dosa.
Mengapa
buta? Karena keras
hati. Kisah
Rasul 7: 51 7:51.
Hai orang-orang yang keras
kepala
dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang
Roh Kudus,
sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
'keras
kepala'
= keras hati.
Yang
membuat kita sadar akan dosa adalah Roh Kudus. Yohanes
16: 7-8 16:7.
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi
kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu
tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan
mengutus Dia kepadamu. 16:8. Dan kalau Ia datang, Ia
akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman;
'Penghibur'
= Roh Kudus. Ayat 8 = kegunaan Roh Kudus. Yesus pergi artinya
Ia mati, bangkit, dan naik ke sorga.
Tidak mau insaf akan
dosa sama dengan
menolak pekerjaan Roh Kudus; kehilangan gambar Roh Kudus;
bintang
tidak kelihatan. Roh
Kudus menunjuk mahkota dua belas bintang.
-
1
Yohanes 2: 11
2:11.
Tetapi barangsiapa membenci
saudaranya,
ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak
tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan
matanya.
Yang
ketiga: buta artinya tidak
mengasihi sesama bahkan membenci sesama sampai membenci tanpa
alasan.
Hati-hati
dalam rumah tangga! Kalau ada yang tidak berkenan, cepat selesaikan.
Kalau tidak, akan menjadi gunung kebencian bahkan kebencian tanpa
alasan.
1
Yohanes 4: 20-21 4:20.
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia
membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa
tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi
Allah, yang tidak dilihatnya. 4:21. Dan perintah ini kita terima
dari Dia: Barangsiapa mengasihi
Allah,
ia
harus juga mengasihi saudaranya.
Tidak
mengasihi sesama sama dengan tidak mengasihi Tuhan.
Ini
artinya menolak kasih Tuhan.
Mengapa
menolak kasih Allah? Keras hati, yaitu tidak taat dengar-dengaran
pada firman pengajaran yang benar.
Yohanes
14: 15 14:15.
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala
perintah-Ku.
Kalau
taat, pasti akan mengasihi Tuhan.
Akibatnya:
kehilangan
gambar Allah Bapa;
matahari
tidak kelihatan.
Kasih Tuhan menunjuk matahari. Tuhan menyinarkan matahari baik
kepada orang benar, orang tidak benar, orang baik, orang jahat.
Kesimpulan:
buta rohani artinya menolak firman pengajaran yang benar--tanpa
bulan--, menolak Roh Kudus--tanpa bintang--, dan menolak kasih
Allah--tanpa matahari.
Tanpa bulan= kehilangan gambar Anak
Allah. Tanpa bintang= kehilangan gambar Allah Roh Kudus. Tanpa
matahari= kehilangan gambar Allah Bapa.
Akibatnya:
-
Kisah
Rasul 27: 20
27:20.
Setelah beberapa hari lamanya baik matahari
maupun bintang-bintang tidak kelihatan,
dan angin
badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami,
akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri
kami.
'Setelah
beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak
kelihatan'
= ini berarti bulan tidak ada juga.
Yang
pertama: menghadapi
angin badai di lautan dunia.
Angin
badai artinya: pencobaan dan masalah di segala bidang yang mustahil,
dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok,
mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (tontonan tidak baik,
percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri
sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur,
kawin cerai, dan kawin mengawinkan), dan ajaran palsu termasuk
gosip.
Kalau menolak pengajaran yang benar, pencobaan akan
mulai datang.
Dibandingkan lautan dunia, kita terlalu
kecil. Setan melancarkan angin dan gelombang untuk menenggelamkan
kita, sehingga kita tidak mencapai pelabuhan damai sejahtera; tidak
bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, dan Yerusalem baru,
tetapi ketinggalan saat Yesus datang kembali. Berarti tenggelam di
lautan dunia sampai lautan api dan belerang; binasa selamanya.
Jaga
kasih, pengajaran, dan Roh Kudus! Jangan sampai kehilangan
semuanya!
-
Kisah
Rasul 27: 20
27:20.
Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang
tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus
mengancam kami, akhirnya putuslah
segala harapan kami
untuk dapat menyelamatkan diri kami.
Yang
kedua: putus
asa, kecewa, sampai meninggalkan Tuhan.
Meninggalkan
Tuhan bisa dalam bentuk tidak mau beribadah melayani Tuhan lagi,
tidak percaya kepada pribadi Tuhan, berpindah ke agama lain, dan
sebagainya.
-
Kisah
Rasul 27: 21
27:21.
Dan karena mereka beberapa lamanya tidak
makan,
berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata:
"Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya
kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari
kesukaran dan kerugian ini!
Yang
ketiga: tidak makan, artinya mengalami
krisis ekonomi;
secara rohani: suam-suam
kuku.
Artinya: tidak setia berkobar-kobar lagi. Kalau dibiarkan, akan
masuk kelaparan rohani terutama pada zaman Antikris berkuasa di bumi
selama tiga setengah tahun. Ia akan mengalami aniaya Antikris.
Sampai kebinasaan di neraka.
- Kehilangan
gambar Allah Tritunggal.
Yang
ada hanya gambar anjing dan babi bahkan gambar Setan.
Anjing
dan babi= kehidupan yang membabi buta; hanya berbuat dosa dan
puncaknya dosa; enjoy
dalam dosa yang akan menuju kegelapan yang paling gelap di neraka
selamanya; terpisah dari Tuhan selamanya.
Jalan
keluarnya:
Tuhan datang di tengah-tengah kita dengan membawa remah-remah
roti.
Matius
15: 24, 26-27 15:24.
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang
dari umat Israel." 15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak
patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
melemparkannya kepada anjing." 15:27. Kata perempuan itu:
"Benar Tuhan, namun
anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Ayat
24= dombanya Tuhan adalah bangsa Israel. Bangsa kafir hanya anjing
dan babi.
Roti hanya untuk anak-anak, yaitu bangsa Israel;
tidak patut dilemparkan kepada anjing. Tetapi perempuan
ini--bangsa kafir--menjawab bahwa anjing makan remah-remah yang jatuh
dari meja tuannya.
Pengertian remah-remah roti:
- Kurban
Kristus di kayu salib; tubuh dan darah Yesus.
Yesus sebagai
Gembala yang baik menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, supaya kita yang
sudah menjadi anjing dan babi bisa mengalami penebusan oleh darah
Yesus, dan diangkat menjadi domba-domba yang digembalakan dengan
benar dan baik.
Kita selalu berada di dalam kandang
penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
- Pelita
emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh
Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
Kalau tekun, karunia Roh
Kudus akan semakin ditambahkan sampai sempurna dan menjadi mahkota
dua belas bintang--bintang
kelihatan.
Gambar
Allah Roh Kudus muncul.
- Meja
roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan
perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman
pengajaran dan kurban Kristus.
Kalau tekun, kita akan mengalami
penebusan dari dosa-dosa sampai sempurna dan menjadi bulan di bawah
kaki--bulan
kelihatan. Gambar
Anak Allah muncul lagi.
- Mezbah
dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah
Bapa di dalam kasih-Nya.
Kalau tekun, kasih akan bertambah
sampai sempurna dan menjadi selubung matahari--matahari
kelihatan.
Kita bisa mengasihi Tuhan dan sesama. Gambar
Allah Bapa muncul lagi.
Tidak
ada yang lebih hebat dari kandang penggembalaan. Bahkan Firaun
mengaku bahwa penggembalaan--tanah Gosyen--adalah tempat yang
terbaik (Kejadian 47). Karena itu Setan menghantam penggembalaan
mulai dari menghantam gembalanya dulu. Kalau gembala sudah tidak
mau memberi makan jemaat, tinggal tunggu waktu penggembalaan akan
hancur--'gembala
dipukul/dibunuh, maka domba-domba tercerai berai.'
"Pesan
guru dan gembala saya: Penggembalaan harus diurus nomor satu.
Pelayanan ke luar silakan, setelah itu langsung cepat kembali ke
penggembalaan. Tuhan tolong kita semuanya."
-
Pembukaan
rahasia firman Allah yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain
dalam alkitab; firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang oleh
seorang gembala; sama dengan firman penggembalaan--suara
gembala.
"Tadi
dalam kesaksian: Jika tidak ada firman yang diulang-ulang, ia tetap
benci kepada isterinya dan nikahnya hancur. Tetapi karena ada firman
yang diulang-ulang, ia diingatkan untuk tidak membenci
lagi."
Firman
diulang-ulang untuk memberi kepastian kepada kita dan kita tidak
goyah.
Sikap
kita
terhadap firman: kita harus menikmati firman penggembalaan. Artinya:
mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang
benar.
Ketaatan inilah bukti
bahwa gambar Allah Tritunggal ada pada kita;
kembali pada ciptaan semula.
Begitu tidak taat--berbuat
dosa--, gambar Allah Tritunggal akan hilang lagi, dan diganti dengan
gambar Setan tritunggal.
Pengkhotbah
7: 29 7:29.
Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah
telah menjadikan manusia yang jujur,
tetapi mereka mencari banyak dalih.
Bukti
kembali pada ciptaan semula: jujur.
"Semua
buah pohon di taman boleh kamu makan buahnya dengan bebas, kecuali
satu... Ini sama halnya dengan wanita boleh melayani apa saja
kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki.
Inilah yang sekarang dihapuskan. Sangat berbahaya! Semoga pesan dari
pendiri GPT tetap bisa dilaksanakan sampai Tuhan datang kedua kali.
Banyak yang mau dikacaukan. Tuhan tolong kita semuanya."
Jujur
dan taat
sama dengan mengulurkan tangan iman kepada Tuhan, dan Tuhan
mengulurkan tangan kasih karunia kepada kita, sehingga terjadi
mujizat.
Hasilnya:
-
Yohanes
10: 27-28
10:27.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan
mereka mengikut Aku, 10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal
kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai
selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari
tangan-Ku.
Yang
pertama: kita hidup dalam tangan belas kasih Tuhan, Gembala
yang baik,
sehingga kita mendapatkan jaminan
kepastian akan pemeliharaan secara jasmani
di tengah kesulitan dan dunia dan ketidakberdayaan kita sampai
Antikris berkuasa di bumi.
Secara rohani, tangan kasih Tuhan
sanggup memberikan jaminan kepastian hidup damai sejahtera di tengah
gelombang lautan dunia. Kita
tenang,
sehingga semua jadi enak dan ringan.
Bahkan tangan kasih
Tuhan memberikan jaminan
kepastian untuk hidup kekal di Yerusalem baru.
-
Ibrani
13: 20-21
13:20.
Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal
telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala
Agung
segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, 13:21. kiranya
memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan
kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan
kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya! Amin.
Gembala
yang baik mati, kemudian bangkit dan naik ke sorga untuk menjadi
Gembala Agung.
Yang kedua: tangan kasih karunia Gembala
Agung
memperlengkapi
kita dengan hati nurani yang baik.
Pada
zaman Nuh, hanya delapan orang yang memiliki hati nurani yang
baik. Ini yang kita mohonkan kepada Tuhan.
Hati nurani
yang baik= tulus dan taat. Ini adalah dasar untuk menjadi pelayan
Tuhan. Inilah landasan yang kuat.
Kita juga diperlengkapi
dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam
pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menempatkan
Yesus sebagai kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita sampai
rela mati di kayu salib.
Tangan kasih Tuhan sanggup menolong
kita. Tuhan hadir di tengah-tengah kita. Semua masalah yang mustahil
diselesaikan. Serahkan semua kepada Tuhan!
-
1
Petrus 5: 4-6
5:4.
Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota
kemuliaan yang tidak dapat layu. 5:5. Demikian jugalah kamu, hai
orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu
semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah
menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah
hati." 5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan
Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya
pada waktunya.
(terjemahan
lama) 5:4. Dan apabila kelihatan kelak Penghulu
gembala
itu, maka kamu akan beroleh mahkota kemuliaan yang tiada akan layu.
Penghulu
Gembala
segera datang kembali di awan-awan yang permai untuk meninggikan
kita dan memberikan mahkota kemuliaan kepada kita.
Yang
ketiga: tangan kasih karunia Tuhan sanggup mengubahkan
kita
dari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu taat
dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Contohnya
seperti Sara tunduk kepada Abraham Mahkota yang tidak layu=
setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir; tidak pernah bosan
dalam ibadah pelayanan. Tubuh boleh semakin tua, tetapi setia
berkobar-kobar lebih meningkat lagi.
Tangan kasih Tuhan
membuat kita berhasil dan indah pada waktunya.
Jika Yesus
datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia;
menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya
kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita siap untuk memakai
mahkota mempelai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan
Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru
selamanya.
Serahkan
hidup kepada Gembala yang baik, Gembala Agung, dan Penghulu Gembala!
Mungkin ada yang di lembah; ada yang jatuh; ada yang gagal; ada
yang menghadapi kemustahilan. Ada tangan Gembala yang diulurkan
kepada kita semua.
Tuhan memberkati.
|