Ibadah Raya Surabaya, 15 Februari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 22: 6-21 menunjuk pada tujuh peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman, supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.



  1. Ayat 7= peringatan pertama: peringatan yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2024 sampai Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2024).



  2. Ayat 8-9= peringatan kedua: peringatan tentang penghormatan dan penyembahan (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 18 Desember 2024 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2025).



  3. Ayat 10= peringatan ketiga; peringatan untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2025).



  4. Ayat 11-12= peringatan keempat: peringatan tentang dua macam arus di dunia: kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2025).



  5. Ayat 13-16= peringatan kelima: peringatan tentang membasuh jubah. (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2025)



  6. Ayat 17= peringatan keenam: peringatan tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).



  7. Wahyu 22: 18-21
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Peringatan ketujuh: peringatan untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di awan-awan permai, yang dikaitkan dengan dua hal:



    1. Ayat 18-19= peringatan untuk tidak menambah dan mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
      Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2025).
      Untuk kembali ke Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.



    2. Ayat 21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2025).


AD. 7B

Ayat 20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
kalau ketinggalan, akan binasa selamanya.

Ayat 21= gereja Tuhan harus menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya, supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Jadi semua orang bisa menerima kasih karunia Tuhan, tinggal mau atau tidak.

Kenyataannya, banyak yang menolak kasih karunia, mulai dari zaman Nuh yang menerima kasih karunia hanya delapan orang.

Mengapa menolak kasih karunia? Karena harus memikul salib.

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Praktik hidup dalam kasih karunia: rela sengsara daging karena kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar; rela memikul salib bersama Yesus.
Karena itu banyak yang menolak kasih karunia Tuhan.

2 Korintus 4: 16-18
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab
penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang
tak kelihatan adalah kekal.

Mengapa harus sengsara daging karena kehendak Tuhan? Untuk mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sedikit demi sedikit sampai menjadi sempurna seperti Yesus--mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai. Kemudian masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ini adalah tujuan akhir pengikutan dan pelayanan kita kepada Tuhan; sama dengan perjalanan Yesus terakhir di dunia ini adalah ke Yerusalem.

Pembaharuan dimulai dari:



  1. Ayat 16= pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik.
    Tawar hati, kecewa, putus asa, tersinggung, kebencian, ketidaktaatan juga merupakan hati nurani yang tidak baik.



  2. Ayat 18= pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan rohani--pandangan sorgawi.


Hanya memiliki pandangan daging artinya: beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani: kekayaan, kedudukan, kepandaian, jodoh dan sebagainya sama dengan buta rohani.

Pembaharuan selanjutnya adalah pembaharuan perasaan.

Wahyu 1: 9, 17
1:9. Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
1:17. Ketika aku melihat Dia,
tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Kita dibaharui dari perasaan takut.
Perasaan takut dan kekuatiran berkembang di akhir zaman sampai sampai menjadi pembunuh utama manusia.

Lukas 21: 25-26
21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26. Orang akan
mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada akhir zaman keadaan dunia akan bergoncang; terjadi krisis dalam segala bidang: jasmani, rohani, ekonomi, kesehatan dan rumah tangga, sehingga ketakutan manusia semakin meningkat sampai menjadi pembunuh utama.

Secara jasmani, kalau stres--takut, kuatir--, hormon tidak akan bekerja dengan baik, sehingga menimbulkan penyakit sampai menimbulkan kematian. Banyak yang meninggal dunia karena stres.
Dan juga pembunuh utama secara rohani. Orang yang kuatir dan stres, rohaninya akan mati; tidak bergairah dalam perkara rohani; bergairah dalam dosa dan puncaknya dosa. Ibadah dianggap membuang waktu.
Kalau dibiarkan, akan mengalami kematian kedua di neraka selamanya.

Kondisi rohani rasul Yohanes yang menimbulkan ketakutan: memiliki firman--meja roti sajian--dan kesaksian Yesus--pelita emas--, tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.
Artinya: tidak tekun bahkan tidak mau dalam menyembah Tuhan.

Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya.

Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa.


Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos--mengalami penderitaan.

Jadi, keadaan rohani Yohanes sangat lemah dan berbahaya.
Kalau tidak ada mezbah dupa emas, setidaknya akan masuk dalam aniaya Antikris. Kalau tidak tahan saat aniaya Antikris, sehingga menyembah Antikris, ia akan binasa.

Karena itu Yesus mengizinkan rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos untuk meningkatkan kerohaniannya.
Karena itu saat menghadapi kesulitan, penderitaan periksa diri sendiri dulu, jangan menyalahkan orang lain. Apakah sudah tekun dalam tiga macam ibadah pokok?

Ketekunan dalam tiga macam ibadah adalah mutlak.

Segala pencobaan yang Tuhan izinkan terjadi pada gereja Tuhan akhir zaman bukan untuk menghancurkan, tetapi supaya kita bisa tersungkur menyembah Tuhan. Kalau perlu ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.

Tidak tekun bahkan tidak mau menyembah, saat menghadapi pencobaan akan langsung tersungkur.
Lebih baik mulai sekarang kita banyak menyembah Tuhan sebelum menghadapi pencobaan. Kita menyembah Tuhan dengan hancur hati.

Wahyu 1: 17
1:17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

'tersungkurlah' = menyembah Tuhan dengan hancur hati.

Penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginannya sampai daging tidak bersuara lagi--seperti orang mati.

Sebenarnya tidak perlu dengan pencobaan. Kalau banyak menyembah Tuhan akan terjadi perobekan daging. Tujuan penyembahan adalah perobekan daging supaya terjadi pembaharuan. Kalau tidak mau menyembah, dagingnya mau diapakan? Akhirnya diberi pencobaan atau salib supaya dagingnya terobek.

Dalam penyembahan, Tuhan sebagai Yang Awal dan Yang Akhir sedang memegang kita dengan tangan kanan-Nya.
Yang Awal= kasih mula-mula.
Yang Akhir= kasih sempurna.

Kita mengalami kasih sempurna, artinya: kita mengalami pembaharuan perasaan, yaitu 'jangan takut.'

Jadi, kasih sempurna sanggup melenyapkan ketakutan dan memberikan keberanian percaya kepada Tuhan.

1 Yohanes 4: 17-18
4:17. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
4:18. Di dalam kasih tidak ada ketakutan:
kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Ketakutan dihapus, diganti dengan keberanian percaya kepada Tuhan.

Tiga macam keberanian percaya:



  1. 1 Yohanes 4: 17
    4:17. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

    Yang pertama: keberanian percaya untuk menghadapi hari penghakiman/murka Allah.

    Apa yang dihakimi? Dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan; dosa percabulan lewat tontonan/pandangan, perkataan, pendengaran, perbuatan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Hati-hati! Imam-imam diincar untuk dijatuhkan dalam puncaknya dosa.

    1 Petrus 4: 8
    4:8. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

    Kasih sempurna sanggup menutupi banyak dosa sampai puncaknya dosa.
    Hati-hati dalam pergaulan! Jangan sampai mudah dijatuhkan! Karena percabulan menyerang semua manusia.

    Prosesnya: oleh dorongan firman pengajaran yang benar, yang menunjukkan dosa dan puncaknya dosa yang tersembunyi, kita bisa sadar akan dosa, menyesal, dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama.
    Darah Yesus akan mengampuni dan menutupi segala dosa dan puncak dosa, sehingga kita seperti tadinya tidak pernah berbuat dosa. Dan jangan berbuat dosa lagi! Kita hidup dalam kebenaran.

    Hidup dalam kebenaran sama dengan mengalami kelepasan dari dosa--kita bebas dari dosa.
    Artinya: kita tidak mau berbuat dosa sekalipun ada keuntungan, ancaman, kesempatan dan sebagainya
    Kita selamat, tidak dihukum dan diberkati Tuhan untuk jadi berkat bagi orang lain.

    Amsal 24: 16
    24:16. Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

    Kalau sudah hidup benar, seharusnya tidak bisa jatuh lagi, tetapi kalau keras hati dan keras kepala--tidak bisa dinasihati--, akan jatuh lagi dalam dosa. Ini yang bahaya!
    Kalau dinasihati tetapi marah-marah, hati-hati, itu berarti sudah dekat dengan kejatuhan.

    Tetapi, sekalipun sudah jatuh, kalau mau mendengar firman pengajaran yang benar, Tuhan masih akan mengangkatnya--'tujuh kali kejatuhan masih bisa diangkat oleh Tuhan'

    Artinya:



    • Masih ada kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi kita yang mengulang-ulang dosa supaya kita mengalami pengampunan dosa dan pengangkatan, sehingga kita bisa bertobat dan kembali pada kebenaran.



    • Tujuh kali menunjuk pada kehidupan yang sudah jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa--dosa yang sempurna; dosa Babel.
      Sudah jatuh dalam dosa Babel pun masih bisa diangkat dan ditutupi oleh kasih sempurna lewat pemberitaan firman pengajaran yang benar.



    Dua hal ini adalah pegangan.
    Raja Daud jalan-jalan kemudian langsung jatuh dalam dosa sempurna--jahat dan najis. Tetapi karena ia mau mendengar firman lewat nabi Natan, ia sadar dan bisa diampuni.

    Kalau belum jatuh, jangan sampai jatuh. Jangan keras hati dan keras kepala!
    Kalau sudah jatuh, jangan diteruskan, tetapi berhenti supaya tidak menjadi dosa sempurna.

    1 Petrus 5: 6
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Kasih sempurna sanggup meninggikan kita pada waktunya.
    Artinya: mengangkat kita dari dosa dan puncaknya dosa supaya hidup benar; mengangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Sampai mengangkat ke awan-awan permai.
    Kalau berbuat dosa, hidup akan gagal.

    Kalau sudah menyelesaikan dosa, kita akan berani menghadap takhta penghakiman/pengadilan Kristus.

    Kalau tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa--enjoy dalam dosa; tidak merasa bersalah lagi--, akan ketakutan dan putus asa saat menghadapi penghukuman Tuhan, dan ia akan binasa selamanya.

    Wahyu 6: 15, 17
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

    'batu karang'= keras hati; keras kepala.

    Hati-hati, kalau kedudukan atau keberhasilannya tinggi seringkali lebih keras hati.

    Periksa ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Periksa kekurangan dan kelemahan.
    Supaya jangan sampai dibuang ke Pulau Patmos--menghadapi penderitaan, masalah dan sebagainya.
    Mari, banyak tersungkur menyembah Tuhan sampai menerima kasih sempurna. Kita akan diangkat jadi orang benar, diangkat dari kegagalan, sampai diangkat di awan-awan yang permai.

    Sebaliknya, kalau tetap keras hati, sekalipun bersembunyi di celah-celah gunung karang akan tetap mengalami penghukuman; tiga kali tujuh penghukuman, kiamat sampai binasa selamanya di neraka.



  2. 1 Yohanes 3: 21
    3:21. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

    Yang kedua: keberanian percaya untuk mendekati Allah.

    Artinya: kalau kita memiliki hati nurani yang damai sejahtera--hati tidak menuduh; tidak ada kejahatan, kenajisan, kepahitan termasuk iri hati, benci, dendam dan sebagainya; tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan tetapi hanya merasakan kasih Allah yang sempurna--, kita akan memiliki keberanian percaya untuk menghampiri takhta Yesus, Imam Besar.

    Ibrani 4: 16
    4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Tidak ada ketakutan lagi. Selesaikan dosa! Tangan kasih Tuhan akan mengangkat kita dalam kebenaran, kita diangkat dari kegagalan, sampai diangkat ke awan-awan yang permai.
    Kalau mempertahankan dosa, akan kena penghukuman, kiamat, sampai binasa selamanya.

    Kemudian, kalau ada hati damai, kita akan bisa mendekati takhta kasih karunia. Kita bisa berseru dan berserah kepada Tuhan; mengulurkan tangan iman kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

    Iman ditambah belas kasih, mujizat akan terjadi.
    Tangan belas kasih Tuhan sanggup/dapat menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya.

    Tepat pada waktunya = tidak terlalu cepat atau lambat.

    Ibrani 2: 18
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    'dapat menolong'= tidak bisa dibatasi oleh apapun.

    Kita hanya menunggu waktu Tuhan.
    Jangan ragu menghadapi pencobaan apapun! Yang penting adalah hati damai. Hati damai adalah landasan yang kuat. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan. Tangan kasih karunia Tuhan sanggup menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya.

    Jaga hati damai sejahtera--tidak menuduh dan tidak tertuduh--dan sabar menunggu waktu Tuhan!
    Jangan mengomel, jangan salahkan Tuhan atau sesama! Banyak koreksi diri dan banyak menyerah kepada Tuhan.

    Mulai dari anak kecil sudah tahu istilah 'takut' tetapi kalau diteruskan menjadi stres dan akan menjadi pembunuh utama.
    Kalau stres, berhenti! Minta hati damai dan serahkan kepada Tuhan. Kalau ada dosa selesaikan. Kita tinggal tunggu waktu Tuhan dan Tuhan akan bekerja untuk menyelesaikan semuanya.



  3. 1 Yohanes 2: 28
    2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

    'malu' = takut.

    Yang ketiga: keberanian percaya untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
    Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru.
    Yang dijaga adalah jangan takut dan jangan malu.

    Bilangan 12: 1, 10, 12-14
    12:1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
    12:10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
    12:12. Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
    12:13. Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."
    12:14. Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya
    meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."

    Ayat 1= Miryam dan Harun mengata-ngatai gembalanya.
    Ayat 13= inilah seorang gembala, sekalipun dicaci maki tetap mendoakan.

    "Saya sungguh trauma. Dulu saya punya gembala di daerah (ia di kamar terus baca firman), tetapi dihina dan dimaki-maki. Saat itu saya berumur 20 tahunan dan saya berani menghadapi orang itu. Setelah itu saya berdoa: Tuhan kalau Engkau memanggil saya sebagai hamba Tuhan sepenuh saya siap, tetapi jangan menjadi gembala. Orang itu kejam sekali, gembalanya tidak tidur untuk mencari firman, tetapi dilontarkan perkataan sia-sia (saya tahu gembala saya ini baik sekali). Inilah gembala. Doakan kami gembala, jangan sampai memusuhi jemaat."

    Malu sama dengan diludahi karena kebenaran sendiri--Miryam mengata-ngatai Musa padahal ia yang salah dan tidak tahu rencana Tuhan.

    Kebenaran sendiri adalah dosa yang tidak disadari--putih tetapi kusta--dan tidak pernah menyesal.
    Kebenaran sendiri artinya:



    • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain yang benar dan Tuhan/pengajaran yang benar.



    • Mempertahankan kehendak, keinginan, dan kepentingan sendiri sehingga tidak taat pada suara gembala.



    • Kebenaran di luar alkitab.



    Kalau kebenaran sendiri dipertahankan, kita akan selalu takut dan malu di dunia ini sampai takut dan malu saat Yesus datang kembali; berarti ketinggalan dan binasa selamanya.

    Pengkhotbah 3: 11
    3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    'pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir'= tadi Yesus tampil sebagai Yang Awal dan Yang Akhir. Percayalah! Pekerjaan Tuhan yang awal dan akhir didasari oleh kasih mula-mula dan kasih sempurna, tidak pernah salah dan pasti memberikan yang terbaik bahkan terindah bagi kita semuanya.

    Di atas kayu salib, Yesus rela diludahi untuk menghapus ludah di muka kita; artinya menghapus takut dan malu kita di dunia.
    Akui dosa kebenaran sendiri kepada Tuhan!

    Tuhan akan menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya.
    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--paling indah--, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--keindahan kekal selamanya.


Jangan ragu memikul salib untuk mengalami pembaharuan! Kalau memikul salib karena kesalahan sendiri, perbaiki seperti Yohanes.
Tuhan akan menolong kita.
Yang sudah gagal dan terpuruk, yakinlah, Tuhan mampu menjadikan indah pada waktunya.

Tuhan memberkati.