Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai. Jangan
sampai ketinggalan! Kalau ketinggalan, semua akan jadi sia-sia dan
binasa selamanya.
'Ya,
Aku datang segera'=
kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala. Tuhan
tidak akan ingkar janji. Sedikit waktu lagi Dia akan datang
kembali.
'Amin,
datanglah Tuhan Yesus'=
kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita
sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai.
Yesus dan gereja Tuhan sudah siap,
sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria
Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di
awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu
19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya
(Wahyu 21-22).
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai. Di luar kasih karunia akan
menjadi sia-sia dan binasa.
1
Petrus 2; 19 2:19.
Sebab adalah kasih
karunia,
jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Praktik
hidup dalam kasih karunia:
rela sengsara daging karena kehendak Tuhan, bukan karena dosa--rela
menanggung penderitaan yang tidak seharusnya tidak ditanggung.
2
Korintus 4: 16-18 4:16.
Sebab itu kami tidak
tawar hati,
tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia
batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 4:17.
Sebab penderitaan
ringan
yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang
melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami. 4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,
sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.
Yesus
mati tiga hari, setelah itu Ia bangkit dan mulai selamanya. karena
itu penderitaan yang dialami adalah penderitaan yang ringan dan
singkat dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang kita terima. Karena
itu jangan membesar-besarkan penderitaan supaya tidak kecewa dan
putus asa.
Kita
diizinkan menderita karena Yesus supaya terjadi pembaharuan
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sampai
mencapai kesempurnaan.
Pembaharuan dimulai dari:
- Hati
diubahkan jadi tidak tawar hati.
- Ayat
18= pandangan diubahkan dari pandangan daging menjadi pandangan
rohani.
Matius
22: 41-45 22:41.
Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada
mereka, kata-Nya: 22:42. "Apakah pendapatmu tentang Mesias?
Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak
Daud." 22:43. Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian,
bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya,
ketika ia berkata: 22:44. Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah
kaki-Mu. 22:45. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana
mungkin Ia anaknya pula?"
Orang
Farisi memiliki pandangan jasmani, yaitu hanya memandang Yesus
sebagai anak Daud secara daging, tetapi tidak bisa memandang Dia
sebagai Tuhan.
Kalau gereja Tuhan hanya memiliki pandangan
daging, pasti akan mengikut dan melayani Yesus hanya untuk mengejar
perkara-perkara jasmani.
Contoh: Esau. Sekarang, gereja Tuhan
juga sama seperti Esau.
Ibrani
12: 14, 16-17 12:14.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan,
sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 12:16.
Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang
rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring
makanan. 12:17. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak
menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan
untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan
mencucurkan air mata.
Esau
adalah gambaran dari gereja Tuhan yang memiliki pandangan daging,
artinya:
- Mengikut
dan melayani Yesus hanya untuk mencari perkara daging; hanay puas
sampai berkat jasmani.
- Rela
mengorbankan perkara rohani untuk mendaptkan perkara jasmani. Ini
sama dengan nafsu cabul--perkara sorga ditukar dengan sepiring
makanan. Padahal Tuhan katakan, kerajaan sorga tidak ada kaitan
dengan makan minum. Yang benar adlaha ibadah untuk mempersembahkan
tubuh supaya diubahkan, bukan untuk mencari.
Praktik
memiliki pandangan daging--nafsu cabul--:
-
Kejadian
25: 27
25:27.
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang
pandai berburu, seorang
yang suka tinggal di padang,
tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Yang
pertama: sering
meninggalkan kemah--kandang penggembalaan--untuk mencari perkara
jasmani.
Kita
boleh keluar dari kandnag hanya untuk bersekutu dengan kandang yang
lain. jangan sampai seperti Esau.
-
Kejadian
27: 15
27:15.
Kemudian Ribka mengambil
pakaian yang indah kepunyaan Esau,
anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu
disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
Yang
kedua: sering
meninggalkan jubah yang indah--meninggalkan jabatan pelayanan--untuk
berburu daging.
Esau
meninggalkna juba indah masih bisa kembali, tetapi satu waktu tidak
bisa kembali lagi. Demikian juga kita. Kalau sering meninggalkan
jabatan pelayanan karena perkara daging, satu waktu tidak akan bisa
melayani lagi karena sudah digantikan oleh orang lain--jubah sudah
dipakai orang lain.
Akibatnya:
kehilangan hak kesulungan--hak untuk masuk perjamuan kawin Anak
Domba--; telanjang. Artinya: kehilangan hidup yang indah; selalu
dipermalukan. Kalau diteruskan, tidak akan bisa dipermuliakan
bersama Yesus; tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Berarti cucuran air mata selamanya mulai di bumi sampai di neraka
selamanya.
Berdoa kalau belum memakai jubah indah, supaya
Tuhan percayakan jubah indah. Sebelum memakai jubah indah, hidup
itu belum indah. Kalau sudah memakai jubah indah, jangan
dilepas.
Koreksi diri kalau hari-hari ini kita banyak
mencucurkan air mata! Periksa bagaimana pandangan kita! Kalau
pandangan daging, tidak akan tergembala. Kembali ke kandang
penggembalaan dan pelayanan. Air mata akan dihapuskan, dan hidup
mulai indah bahkan semakin indah, sapai yang paling indah kti amasuk
perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.
Matius
22: 43-44 22:43.
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh
pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: 22:44.
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Daud
adlah raja yang hebat--selalu berkemenangan dalam perang--dan
memiliki pandangan rohani.
Pandangan
rohani
adalah bisa memandang Yesus sebagai Tuhan yang duduk di sebelah kanan
takhta Allah Bapa.
Praktiknya:
-
Mazmur
16: 8
16:8.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah
kananku, aku
tidak goyah.
Yang
pertama: Daud memandang Yesus sebagai Gembala Agung. Artinya:
bisa
tergembala dengan benar dan baik seperti Daud.--DAud
menuliskan di Mazmur 23: Tuhan
adalah Gembalaku, takkan kekuragan aku.
Bukti
tergembala dengan benar dan baik: tidak pernah goyah menghadpai dua
hal:
- Ajaran
palsu dan gosip. Yang membimbangkan kita terhadpa firman pengajaran
yang benar.
kalau bimbang, akan meninggalkan firman pengajaran
yang benar dan beralih kepada yang lain.
Tidak goyah,
artinya: kita tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang
benar/firman penggembalaan apapun yang terjadi.
- asdf
Yang
kedua:
- asdf
|