Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2026 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]
Salam
sejahtera dalam Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus
Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,
kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.
Wahyu
22: 6-21 menunjuk pada tujuh
peringatan/nasihat/teguran kepada sidang jemaat akhir zaman,
supaya menjadi sempurna seperti Yesus dan tampil sebagai mempelai
wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai dan masuk Yerusalem baru selamanya--angka tujuh
menunjuk pada kesempurnaan.
- Ayat
7= peringatan
pertama: peringatan
yang dikaitkan dengan kebahagiaan dalam menerima firman nubuat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 24 November 2024
sampai Ibadah
Raya Surabaya, 15 Desember 2024).
- Ayat
8-9= peringatan kedua:
peringatan
tentang penghormatan dan penyembahan
(diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 18 Desember 2024
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 08 Januari 2025).
- Ayat
10= peringatan
ketiga; peringatan
untuk tidak memeteraikan firman nubuat--firman pengajaran yang
benar; wahyu dari Tuhan--, karena waktunya sudah singkat
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2025
sampai Ibadah Pendalaman
Alkitab Malang, 23 Januari 2025).
- Ayat
11-12= peringatan keempat: peringatan
tentang dua macam arus di dunia:
kesucian atau kenajisan. Kita harus tegas memilih (diterangkan pada
Ibadah
Raya Surabaya, 26 Januari 2025
sampai Ibadah Doa
Surabaya, 26 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 26 Februari 2025).
- Ayat
13-16= peringatan
kelima: peringatan
tentang membasuh jubah.
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2025
sampai Ibadah
Doa Surabaya, 23 April 2025)
- Ayat
17= peringatan keenam: peringatan
tentang tugas gereja Tuhan, yaitu bersaksi dan mengundang
(diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2025
sampai Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2025).
-
Wahyu
22: 18-21
22:18.
Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika
seorang menambahkan
sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab
ini. 22:19.
Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 22:20.
Ia yang memberi kesaksian tentang
semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin,
datanglah, Tuhan Yesus! 22:21.
Kasih karunia Tuhan Yesus
menyertai kamu sekalian! Amin.
Peringatan
ketujuh: peringatan
untuk siap sedia untuk menantikan dan menyambut kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali di awan-awan permai,
yang dikaitkan dengan dua hal:
- Ayat
18-19= peringatan untuk tidak menambah dan
mengurangi--merubah--firman nubuat/firman pengajaran yang benar.
Kalau mau bertemu Yesus di awan yang permai, kembali ke alkitab
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 18 Mei 2025 sampai Ibadah
Raya Surabaya, 22 Juni 2025). Untuk kembali ke
Firdaus kita harus kembali ke alkitab. Keadaan dulu dan sekarang
harus sesuai dengan firman, bukan firman yang mengikuti.
- Ayat
21= peringatan untuk selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 29 Juni 2025).
AD.
7B Ayat
20= kita harus selalu siap sedia untuk menantikan dan menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai; keluar dari
dunia menuju ke Yerusalem baru selamanya.
'Ya,
Aku datang segera'=
kesiapan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala.
'Amin,
datanglah Tuhan Yesus'=
kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita
sorga--tubuh--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di
awan-awan yang permai.
Yesus dan gereja Tuhan sudah siap,
sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria
Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan, mempelai wanita sorga--tubuh--di
awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu
19: 9), yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai
(Firdaus yang akan datang)--Wahyu 20--, dan Yerusalem baru selamanya
(Wahyu 21-22).
Ayat 21= gereja Tuhan harus
menerima kasih karunia dan hidup di dalamnya,
supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus
kedua kali di awan-awan yang permai--keluar dari dunia.
Keluaran
33: 12-17 33:12.
Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman
kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak
memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan
aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga
engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 33:13. Maka sekarang,
jika
aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu,
beritahukanlah
kiranya jalan-Mu
kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat
kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini
umat-Mu." 33:14. Lalu Ia berfirman: "Aku
sendiri hendak membimbing engkau
dan memberikan ketenteraman kepadamu." 33:15. Berkatalah Musa
kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami,
janganlah suruh kami berangkat dari sini. 33:16. Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa
yang ada di muka bumi ini?" 33:17. Berfirmanlah TUHAN kepada
Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena
engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal
engkau."
Keluarnya
gereja Tuhan dari dunia ke Yerusalem baru dinubuatkan oleh keluarnya
Israel dari Mesir menuju tanah Kanaan yang juga membutuhkan kasih
karunia.
Tiga
bentuk kasih karunia Tuhan:
-
Ayat
12-13= Tuhan menunjukkan jalan-Nya supaya tidak tersesat
(diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 11 Januari 2026).
Hanya ada satu jalan
yaitu jalan salib untuk bisa menuju Yerusalem baru.
-
Ayat
14-15= Tuhan membimbing dan menuntun kita (diterangkan pada Ibadah
Pendalaman Alkitab Malang, 13 Januari 2026 sampai Ibadah
Doa Surabaya, 14 Januari 2026).
Ini menunjuk pada
sistem penggembalaan.
-
Ayat
16-17= Tuhan berjalan bersama dengan kita.
AD.
3 Keluaran
33: 16-17 33:16.
Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih
karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena
Engkau
berjalan bersama-sama dengan kami,
sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan
dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?" 33:17.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan
ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."
'dibedakan
dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?'=
orang yang menerima kasih karunia berbeda dengan yang tidak menerima
kasih karunia. Contoh: pada zaman Nuh, hanya Nuh sekeluarga yang
selamat karena menerima kasih karunia, sedangkan seluruh dunia
tenggelam dalam air bah karena tidak menerima kasih karunia.
Yesus
berjalan bersama dengan kita, menunjuk pada perjalanan
mempelai--Yesus,
Mempelai Pria Sorga, dan kita mempelai wanita sorga.
Syarat
perjalanan mempelai:
kita harus berpakaian putih.
Wahyu
3: 4
3:4.
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak
mencemarkan pakaiannya;
mereka akan berjalan
dengan Aku dalam pakaian putih,
karena mereka adalah layak untuk itu.
Roma
3: 23 3:23.
Karena semua
orang telah berbuat dosa
dan telah kehilangan
kemuliaan Allah,
Kenyataan
yang ada, sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan telanjang sehingga
diusir ke dalam dunia, semua manusia di dunia sudah berbuat
dosa. Akibatnya: kehilangan
kemuliaan Allah dan telanjang.
Dari
mana kita mendapatkan pakaian putih?
Dari atas kayu salib.
Yohanes
19: 23 19:23.
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka
mengambil pakaian-Nya
lalu membaginya
menjadi empat bagian
untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya
juga mereka ambil.
Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan
saja.
Di
atas kayu salib Yesus rela ditelanjangi sampai mati di kayu salib
untuk memberikan pakaian putih kepada kita.
Ada
tiga macam pakaian putih:
-
Ayat
23= pakaian Yesus yang dibagi menjadi empat bagian.
Ini menunjuk
pada pakaian
keselamatan/kebenaran
yang bisa diterima oleh manusia berdosa di empat penjuru
bumi--pakaian Yesus dibagi menjadi empat bagian. Tinggal mau atau
tidak. Kita semuanya mendapatkan kesempatan yang sama untuk
mendapatkan pakaian keselamatan/kebenaran.
Prosesnya: Roma
3: 24-25 3:24.
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
penebusan dalam Kristus Yesus. 3:25. Kristus Yesus telah
ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam
darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena
Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa
kesabaran-Nya.
- Berdamai.
Artinya:
mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat
dosa lagi--mati terhadap dosa--; sama dengan bertobat.
-
Masuk
baptisan air yang benar.
Roma
6: 4 6:4.
Dengan demikian kita telah dikuburkan
bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup
yang baru.
Baptisan
air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan
bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama
Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga
mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup
dalam urapan Roh Kudus; kita mengalami baptisan Roh Kudus.
Hidup
dalam urapan Roh Kudus= hidup
dalam kebenaran. Inilah
pakaian putih. Kita
selamat dan diberkati Tuhan.
Tidak
benar akan mengarah pada kutukan. Hidupnya tetap letih lesu. Harus
benar dulu, baru diberkati dan selamat.
-
Sudah
hidup benar, tetapi Setan masih bisa melepas pakaian putih kita.
Karena itu kita harus tergembala
dengan benar dan baik.
Amsal
12: 26 12:26.
Orang
benar mendapati tempat penggembalaannya,
tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Kita
selalu berada dalam kandang penggembalaan--ruangan suci--;
ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah
pendalaman alkitab, dan ibadah doa.
Hidup benar dan
diberkati menunjuk pada halaman tabernakel. Masih bisa terkena
panas, hujan dan sebagainya, sebab itu harus masuk dalam ruangan
suci.
Di dalam penggembalaan kita mengalami empat lapis
tudung:
- Tudung
pertama= gembala manusia yang selalu mengasuh dan merawat
domba-domba, yaitu memberi makan domba-domba--firman
penggembalaan--dan menaikkan doa penyahutan.
- Tiga
lapis tudung yang lain adalah tudung Allah Tritunggal, sehingga
Setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Kita
mantap dalam keselamatan, kebenaran dan berkat Tuhan.
Kita
mantap bahkan meningkat dalam berkat Tuhan dan keselamatan.
Jangan beredar-edar! Kalau beredar-edar akan sama nasibnya
seperti Dina--anak Yakub--, yaitu diperkosa. Artinya: jatuh
dalam dosa dan puncaknya dosa; diterkam binatang buas sampai
binasa selamanya.
Tetap di dalam kandang sekalipun sudah
diberkati sampai mantap dalam penggembalaan. Satu waktu pasti akan
meningkat.
"Saya
sudah pernah cerita, saat saya baru dikirim ke Malang: Jemaat
tidak bertambah. Tetapi yang datang dalam kebaktian pendalaman
alkitab dan doa penyembahan semakin bertambah. Inilah mantap dulu.
Setelah mantap terjadi penambahan jumlah. Inilah pengalaman saya."
Demikian juga kita, mantap dalam kebenaran, keselamatan,
berkat Tuhan--tidak menurun lagi--, pasti akan meningkat.
-
Jubah
Yesus yang tidak berjahit dan harus diundi.
Ini menunjuk pada
jubah
kesucian.
Yohanes
19: 23-24 19:23.
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap
prajurit satu bagian--dan jubah-Nya
juga mereka ambil.
Jubah
itu tidak berjahit,
dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. 19:24. Karena itu
mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita
membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang
undi
untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya
supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka
membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi
atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit
itu.
Jubah
kesucian artinya:
-
Wahyu
19: 13-14, 16
19:13.
Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya
ialah: "Firman
Allah." 19:14.
Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang
kuda putih dan memakai lenan
halus yang putih bersih. 19:16.
Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja
segala raja
dan Tuan di atas segala tuan."
"Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
= Yesus sebagai kepala; Mempelai Pria Sorga.
Yang
pertama: firman Allah yang ditulisi Raja segala raja, Tuan segala
tuan, dan Mempelai Pria Sorga; sama dengan firman mempelai/kabar
mempelai.
Kabar mempelai= firman pengajaran yang benar, yang
lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita dari
segala hal yang menjadi kekejian bagi Tuhan, supaya kita bisa
berjalan dengan Dia.
Amsal
6: 16-19 6:16.
Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang
menjadi kekejian bagi hati-Nya: 6:17. mata sombong, lidah dusta,
tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 6:18.
hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari
menuju kejahatan, 6:19. seorang saksi dusta yang
menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran
saudara.
Tujuh
hal yang menjadi kekejian dan kebencian Tuhan:
- Mata
sombong= pandangan daging, yaitu hanya memandang perkara-perkara
dunia sampai mengorbankan perkara rohani, termasuk hanya melihat
kesalahan orang lain--tidak pernah koreksi diri.
Contoh:
Esau menjual hak kesulungan untuk dapat perkara jasmani, sehingga
ia meraung-raung.
Yang benar adalah hanya memandang Yesus.
- Lidah
dusta= berdusta.
- Tangan
yang menumpahkan darah orang tak bersalah= perbuatan yang
merugikan orang lain yang tidak bersalah; perbuatan yang tidak
adil.
- Hati
yang membuat rencana jahat= hati yang penuh kejahatan, kenajisan,
dan kepahitan.
Ini adalah pusatnya.
- Kaki
yang segera lari menuju kejahatan= solah tingkah laku yang jahat.
- Saksi
dusta--'seorang
saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan'--:
bersaksi tetapi berdusta.
Seperti orang-orang yang dipakai
bersaksi oleh imam-imam kepala saat menangkap Yesus.
- Orang
yang menimbulkan pertengkaran saudara= tidak membawa damai tetapi
menimbulkan pertengkaran mulai dari keluarga.
Hati-hati
soal uang termasuk warisan! Saudara yang ada kelebihan, ingat pada
yang kurang. Kalau tidak, akan bertengkar.
Ini
adalah tujuh hal yang membuat pelita padam sehingga ada dalam
kegelapan. Kalau berjalan pasti akan tersandung, terjatuh,
tersesat, bahkan terhilang selamanya.
Kalau disucikan,
pelita akan menyala. Kita akan berjalan dengan Yesus, dan tidak
pernah tersandung dalam dosa dan pelayanan--hidup suci--sampai
mencapai kesempurnaan.
-
Jubah
pelayanan.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Ayat
11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan lagi seperti tim musik, tim
doa, tim besuk, zangkoor, grup koor dan sebagainya.
Kalau
sudah disucikan dan hidup dalam kesucian, kita akan diperlengkapi
dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam
pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Jubah Yesus tidak
berjahit, hanya satu tenunan artinya satu kesatuan tubuh
Kristus.
Yohanes
19: 23 19:23.
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap
prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah
itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan
saja.
Tidak
berjahit= tidak ada campur tangan manusia. Artinya: Yesus
sendiri yang memberikan jabatan pelayanan kepada kita.
"Contohnya
adalah saya sendiri. Setelah saya melihat gembala saya dikata-katai
orang, saya berjanji kepada Tuhan: Saya siap dipakai sepenuhnya,
tetapi jangan menjadi gembala, saya menjadi guru saja supaya bisa
mengajar sekolah alkitab di mana saja. Inilah permohonan saya
kepada Tuhan. Tetapi Tuhan menghendaki saya menjadi gembala. Saya
menjadi gembala karena Tuhan yang menunjuk saya."
Pelayanan
kita harus berasal dari Tuhan sendiri, bukan manusia. Berdoa boleh,
tetapi tidak boleh memaksa.
Jubah Yesus tidak dibagi-bagi
tetapi diundi--dari sekian banyak hanya satu yang menerimanya--,
artinya: tidak semua mendapat jubah pelayanan. Hanya kehidupan yang
mendapat kepercayaan dan kasih karunia Tuhan yang bisa dipercayakan
jubah pelayanan.
Setiap pemberitaan firman penggembalaan
adalah saatnya Tuhan membagikan jabatan pelayanan dan
karunia--jubah pelayanan. Yang belum melayani akan digerakkan
Tuhan untuk melayani.
Penggembalaan
adalah tempat menumbuhkan jabatan pelayanan dan karunia Roh
Kudus. Persekutuan
yang benar adalah tempat persemaian dari jabatan pelayanan dan
karunia untuk terus bertumbuh ke arah kesempurnaan. Yang ikut
kebaktian persekutuan silakan! Yang tidak ikut, tetap berdoa,
lakukan apa yang bisa dilakukan sesuai gerakkan Tuhan. Jangan
pasif!
Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sama dengan
jubah indah dari Yusuf. Jadi, sebelum
melayani Tuhan hidup tidak akan pernah indah.
Kemudian,
meninggalkan
jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, hidup itu tidak indah,
bahkan hancur binasa
seperti Yudas Iskariot.
Mari, tetap melayani Tuhan sampai
garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Kita
harus mempertahankan bahkan meningkatkan jabatan pelayanan dan
karunia Roh Kudus sampai garis akhir.
Pakaian
putih yang pertama: pakaian keselamatan dan berkat Tuhan.
Digembalakan, mantap dan meningkat.
Yang kedua: jubah
kesucian; jubah firman dan jubah yang indah--jabatan pelayanan dan
karunia. Harus dipertahankan dan ditingkatkan sampai Tuhan datang
kembali. Contohnya seperti para pendahulu kita. Mereka tidak
lemah tetapi makin kuat sampai dipanggil Tuhan.
-
Pakaian
putih berkilau-kilauan= jubah
mempelai.
Wahyu
19: 8 19:8.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain
lenan halus yang berkilau-kilauan
dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah
perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
Dari
mana kita mendapat jubah mempelai?
-
Doa
penyembahan ditambah dengan doa puasa dan doa semalam
suntuk.
Matius
17: 1-2 17:1.
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes
saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung
yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 17:2. Lalu Yesus
berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti
matahari dan pakaian-Nya
menjadi putih bersinar
seperti terang.
Ini
sama dengan mempersembahkan dupa berbau harum di hadapan Tuhan.
Dulu imam besar Harun masuk ke ruangan maha suci satu kali
dalam setahun dengan membawa dupa. Inilah doa penyembahan.
Dari
dua belas murid, hanya tiga murid yang diajak--seperempat
bagian. Artinya: tidak semua doa penyembahan berkenan dan
diterima oleh Tuhan.
Penyembahan yang benar didorong oleh
firman pengajaran yang benar, sehingga seluruh hidup kita
disucikan.
Setelah mengajar, Yesus menyembah. Lukas
9: 28 9:28.
Kira-kira delapan hari sesudah
segala pengajaran itu,
Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung
untuk berdoa.
Sekarang,
banyak yang mengatakan: Tidak
ada pengajaran, tidak ada pembukaan rahasia firman. Mengerikan!
Karena Yesus sendiri mengajar.
Matius
11: 1 11:1.
Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya,
pergilah Ia dari sana untuk mengajar
dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Yesus
memberitakan injil dan pengajaran. Harus tetap ada penginjilan dan
pengajaran.
Penginjilan untuk menambah jumlah tubuh Kristus.
Buktinya masih ada baptisan air.
Pengajaran untuk menambah
kualitas tubuh Kristus. Buktinya: disucikan dan semakin bertambah
jumlah imam-imam--kehidupan yang melayani Tuhan.
Lewat
penyembahan yang benar kita mengalami proses perobekan
daging--'setelah
enam hari',
angka 6 menunjuk pada daging--, sehingga perbuatan kegelapan
dimatikan dan digantikan dengan perbuatan terang.
Efesus
5: 8-9 5:8.
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu
adalah terang
di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 5:9.
karena terang hanya berbuahkan kebaikan
dan keadilan dan kebenaran,
Buah
terang yaitu: kebenaran,
keadilan--tidak
memihak siapapun kecuali Tuhan/pengajaran yang benar--, dan
kebaikan--tidak
merugikan orang lain tetapi berbuat baik bahkan membalas kejahatan
dengan kebaikan.
Kebenaran tidak akan bisa dikalahkan oleh
politik, fitnah, gosip.
Saat turun dari gunung Sinai, umat
Israel menyembah lembu emas. Tetapi Musa berkata: Siapa
memihak Tuhan, sandang pedang! Saat
itu umat Israel sudah rusak akal budinya dan jadi sama dengan
binatang. Kalau memihak Tuhan, kita pasti akan menang dalam hal
apapun.
Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah pakaian
putih berkilau-kilauan.
Wahyu
19: 8 19:8.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang
berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu
adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang
kudus.)
(terjemahan lama) 19:8. Maka dikaruniakanlah
kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus
yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
segala
kebajikan
orang-orang suci itu."
-
Jubah
harus dicelup dalam darah--seperti jubah Yusuf dicelup dalam
darah.
Artinya: mengalami percikan darah yang menghasilkan
keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti
Yesus.
Percikan darah= sengsara daging karena
Yesus. Contohnya: hari Minggu semestinya istirahat, tetapi kita
beribadah. Ada beras di rumah, tetapi berpuasa. Malam hari
semestinya tidur, tetapi kita doa malam. Tidak salah disalahkan
(difitnah) dan sebagainya.
Darah ditambah dengan dupa--doa
penyembahan--akan terjadi shekinah
glory. Diubahkan
oleh Tuhan sama dengan kita
dihiasi oleh Tuhan.
1
Petrus 3: 3-5 3:3.
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan
mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan
mengenakan pakaian yang indah-indah, 3:4. tetapi perhiasanmu
ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak
binasa yang berasal dari roh yang lemah
lembut dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah. 3:5. Sebab demikianlah
caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu
perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah;
mereka tunduk
kepada suaminya,
Ayat
3 = boleh memakai perhiasan untuk memuliakan Tuhan. Bukan untuk
dipertontonkan dan sebagainya.
Kita diubahkan jadi:
- Lemah
lembut= kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras dan
selama apapun; kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan
melupakannya.
- Pendiam=
berdiam diri= koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika
ditemukan dosa, mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika
diampuni jangan berbuat dosa lagi.
Pendiam juga berarti tidak
memberikan komentar negatif dalam pekerjaan Tuhan.
- Tunduk=
taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi.
Contoh:
Sarah tunduk kepada Abraham meskipun diberikan kepada laki-laki
lain. Tetapi Tuhan melindungi Sarah.
Ini adalah pakaian
putih berkilau-kilauan dari dalam hati.
Hasilnya:
Tuhan memberikan kunci Daud, yaitu kemurahan dan kebajikan Tuhan
untuk membuka
pintu-pintu yang tertutup.
Wahyu
3: 7-8 3:7.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah
firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci
Daud;
apabila Ia
membuka,
tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia
menutup,
tidak ada yang dapat membuka. 3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu:
lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup
oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun
engkau menuruti firman-Ku(taat)
dan engkau tidak menyangkal nama-Ku(setia).
- Pintu
pembukaan firman Allah dibukakan, kita makan makanan rohani yang
memuaskan kehidupan kita. Kita tidak mencari kepuasan di dalam
dunia dan kepuasan dari dunia tidak perlu masuk dalam gereja. Kita
tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa; tetap hidup suci dan
dipakai oleh Tuhan.
- Tuhan
memelihara dan melindungi kita secara jasmani. Di tengah kesulitan
dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.
- Tuhan
menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam hidup kita.
Tangan
Tuhan juga menutup
pintu
bagi kita. Artinya:
- Tuhan
melindungi kita dari badai lautan dunia: krisis jasmani, krisis
rohani, krisis nikah dan buah nikah.
Semuanya tidak bisa masuk
seperti Tuhan menutup pintu bahtera Nuh, di mana tidak ada
setetespun air yang bisa masuk. Tuhan melindungi dari celaka,
mara bahaya di dunia ini.
- Tuhan
juga melindungi kita dari Antikris yang berkuasa di bumi,
penghukuman Tuhan yang akan datang: tiga kali tujuh penghukuman
Allah Tritunggal, kiamat, dan neraka.
Terakhir,
Tuhan
membuka pintu sorga bagi kita. Wahyu
3: 12 3:12.
Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci
Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan
Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru,
yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Tangan
kemurahan Tuhan sanggup mengubahkan kita sampai sempurna seperti
Dia. Kita tampil sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk
terangkat ke awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak
Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan
Yerusalem baru selamanya.
Pakai
jubah putih: kebenaran, pegang kabar mempelai dan praktikkan, jubah
pelayanan, dan naikkan darah dan dupa. Banyak menyembah ditambah
sengsara bersama Yesus--doa puasa, doa semalam suntuk. Kemuliaan
Tuhan akan turun. Kita dihiasi--taat, setia, tunduk--dan kunci Daud
diberikan kepada kita apapun keadaan kita.
Tuhan memberkati.
|