Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Oktober 2019 (Rabu Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):




  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).




  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).




  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).




  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).




  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019).

  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.

  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.


Penampilan Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan berguna untuk menyinari manusia berdosa sampai sempurna seperti Dia, dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

AD. 5: DALAM TANGANNYA IA MEMEGANG SEBUAH GULUNGAN KITAB KECIL YANG TERBUKA
Kitab yang terbuka menunjuk pada pembukaan rahasia firman Allah.
Jadi, 'Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka' artinya kita mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah/wahyu, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.

Untuk apa Tuhan memberikan pembukaan rahasia firman?




  1. Supaya kita tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu, karena tanda kedatangan Tuhan yang utama adalah terjadi penyesatan.

  2. Amsal 29: 18
    29:18. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

    Yang kedua: supaya kita tidak menjadi liar.


AD. 2.
Keluaran 32: 25
32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

Kalau tidak ada pembukaan fimran, sidang jemaat akan menajdi liar seperti bangsa Israel--'seperti kuda terlepas dari kandang'; sama dengan kuda liar.
Kuda liar menunjuk pada kehidupan yang tidak tergembala, aritnya tidak tekun dalam kandang penggembalaan--tiga macam ibadah pokok--sehingga tubuh, jiwa, dan rohnya tidak melekat pada firman pengajaran yang benar--tidak bisa makan dan menikmati firman pengajaran yang benar.
Israel asli tanpa pembukaan firman bisa menjadi kuda liar.

Praktik sehari-hari kuda liar:




  1. Yesaya 31: 1
    31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

    Praktik pertama kuda liar: mengandalkan kemampuan dan kekuatan daging yaitu kepandaian, kekeyaan, kekuatan, kedudukan, sehingga tidak mengadandalkan Tuhan, bahkan tidak mau beribadah; tidak mencari Tuhan.




  2. Yeremia 5: 8
    5:8. Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya.

    Praktik kedua kuda liar: hidup dalam hawa nafsu daging yang memuncak pada dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Tanpa firman, bangsa Israel tidak kuat, sehingga menjadi kuda liar, apalagi bangsa kafir.


Wahyu 17: 4-5
17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Kuda liar adalah kehidupan yang tidak tergembala, dan hanya menuju pada kegerakan pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan untuk dibinasakan selamanya. Kita harus hati-hati!

Mari, jaga jagnan sampai kita dipercaya menyampaikan firman, main musik, jangan utamakan hebat tetapi tetap mengikuti hawa nafsu daging.

Sebaliknya, jika kita menerima pembukaan rahasia firman Allah, sidang jemaat akan menjadi tertib terataur; tersusun rapi baik secara rohani dan jasmani; hawa nafsu daging dibendung.
Kalau rohani sudah rapih tersusun, yang jasmani hanya mengikuti saja.

Karena itu terima pembukaan firman, supaya hidup kita ditata rapih terutama secara rohani.
Efesus 2: 21-22
2:21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Rapih tersusun artinya sidang jemaat masuk dalam pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga.
Kegerakan yang memiliki pembukaan firman berbeda kualitasnya--yang ditekankan adalah perkara rohani. Kalau liar, yang ditekankan yang jasmani dan menuju Babel.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus disebut juga dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhri; kegerakan kuda putih, bukan kuda liar.
Wahyu 6: 1-2
6:1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Ini adalah permulaan kegerakan kuda putih.
Wahyu 19: 11
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Ini adalah akhir dari kegerakan kuda putih/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Yang penting di sini adalah kegerakan kuda putih memegang sebuah panah, itulah pembukaan firman.
Habakuk 3: 8-9, 11
3:8. Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
3:9. Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;
3:11. Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena
cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

'Penunggang kuda'= Yesus.
Busur menunjuk pada alkitab.
Anak panah menunjuk pada ayat-ayat dalam alkitab.
Anak panah yang dipanahkan menunjuk pada pembukaan rahasia firman, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--'cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju' sama dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.

Jadi, kegerakan kuda putih adalah kegerakan dalam pembukaan rahasia firman yang membteritakan tentang kedtangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Pembukaan firman ini yang harus kita ikuti. Kalau ada pembukaan firman, akan ada kegerakan kuda putih.

Hasil pekerjaan pembukaan rahasia firman:




  1. Menyucikan kita semua.
    Apa yang disucikan?




    • Mulai dari hati dan pikiran.
      Ibrani 4: 12
      4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

      Hati pikiran berisi keinginan jahat, najis, dan kepahitan.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Tidak boleh ada lagi kalau mau dipakai dalam kegerakan kuda putih.
      Kepahitan= iri hati, kebencian tanpa alasan.




    • Sendi-sendi--hubungan dua tulang--= hubungan kita dengan sesama harus disucikan, yaitu saling mengasihi--mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuh kita (tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan). Kalau kita tidak mau sesama berbuat jahat, kita jangan berbuat jahat.

      Kita hanya melakukan perbuatan baik kepada sesama.

      Kita masuk kegerakan kuda putih dimulai dari hati dna pikiran disucikan. Kalau hati dan pikiran suci, sendi-sendinya juga suci--hubungan baik dengan sesama; sudah tidak ada masalah.

      Saat kita membalas kejahatan dengan kebaikan kita akan merasa damai, tidak merasa apa-apa tetapi berbelas kasihan kepada dia, dan dia menjadi baik kepada kita.




    • Sumsum.
      Amsal 17: 22
      17:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Semangat patah= kecewa, putus asa, atau bangga dengan sesuatu. Ini yang harus disucikan sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan Dia beserta.
      Kalau semngat patah, sumsum akan kering, dan terpisah dari Tuhan.

      Sekalipun di dalam api kalau Tuhan beserta tidak masalah.




    • Penyucian oleh anak panah yaitu penyucian ginjal.
      Ayub 16: 13
      16:13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.

      Ginjal= perasaan terdalam yang sering menusuk-nusuk.
      Mazmur 73: 21
      73:21. Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

      Kepedihan hati--termasuk sering tersinggung--seringkali menusuk-nusuk. Harus disucikan pada kesempatan ini sampai kita mengalami damai sejahtera di manapun, kapanpun, dan situasi apapun!

      Damai sejahtera adalah kekuatan rohani kita.
      Jaga hati damai!




    Inilah pekerjaan dari firman pengajaran yang benar, yaitu menyucikan kita.
    Kita terus disucikan oleh pembukaan firman--perkataan dan perbuatan juga disucikan--, sampai satu waktu sempurna seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita sorga.




  2. Wahyu 6: 2
    6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

    Wahyu 19: 12
    19:12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

    Awal kegerakan ditandai dengan satu mahkota, dan akhir kegerakan ditandai dengan banyak mahkota.

    Hasil kedua: memperoleh kemenangan secara terus menerus, tidak pernah kalah.

    Setiap kemenangan ditandai dengan mahkota, sampai puncaknya kita menerima mahkota mempelai. Kalau suci pasti menang ata dosa, hambatan, tantangan dan sebagainya.
    Jangan sering kalah saat menghadapi hambatan, rintangan dan sebagainya!

    1 Tesalonika 2: 19
    2:19. Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

    'mahkota kemegahan'= mahkota mempelai. Kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali; kita bersama Dia selamanya, masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dngan Dia di takhta sorga selamanya.
    Jangan sampai kalah meghadapi tantangan dan rintangan! Tetap semangat. Kalau kesucian menuruh kita akan kalah.

    Salah satu tanda kemenangan adalah menjadi hamba/pelayan Tuhan yang setia dan benar.
    kalau terus terhambat, lama-lama akan kalah, berarti kesucian menurun--kalau kesucian menurun, kesetiaan juga akan turun.

    Kesucian dan kemenangan tidak bisa dipisahkan, sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.
    Jemaat Laodikia paling terpuruk teapi bisa duduk bersanding dengan Yesus. Artinya apapun keadaan kita bisa diangkat.

    Markus 11: 1-2
    11:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    11:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

    Ini merupakan perjalanan terkhir Yesus menuju Yerusalem. Sekarang artinya kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Sasaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah seekor keledai muda yang tertambat.

    Seharusnya yang dipakai bangsa Isral, tetapi Israel sudah jadi kuda liar, karena itu Tuhan memakai bangsa kafir yang tertambat.

    Tertambat di mana? Pokok anggur yang benar, artinya tergembala dengan benar dan baik; tekun dalam kandang penggembalaan; tertambat pada firman pengajaran yang benar.
    Kejadian 49: 11
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Ini yang dicari Tuhan.
    Kalau keledai tidak mau tertambat akan jadi keledai liar dan keledai jalang, yang dipakai dalam pembangunan Babel dan menuju kebinasaan selamanya.

    Keledai muda menunjuk pada orang muda, orang yang baru menerima kabar mempelai, atau orang yang selalu dibaharui oleh kabar mempelai.

    Kalau bangsa kafir bisa dilibatkan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, itu merupakan kepercayaan dan kemurahan Tuhan yang seharga darah Yesus di kayu salib.
    Oleh sebab itu kita harus menjaga kepercayaan dan kemurahan Tuhan kepada kita bangsa kafir lewat beribadah melayani Dia dengan setia dan benar.

    Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Dalam rumah tangga, suami, isteri, dan anak melayani dengan setia, taat, dan benar.
    dalam penggembalaan dan antar penggembalaan kita juga melayani dengan setia dan benar.

    Kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan untuk menolong bangsa Israel; menggairahkan bangsa Israel untuk kembali kepada Tuhan--dari kuda liar bisa kembali pada Tuhan.
    Kalau bangsa kafir tidak setia dan benar, kecil kemungkinan untuk bisa kembali pada Tuhan bahkan tidak bisa kembali.

    Markus 11: 7-9
    11:7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
    11:8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
    11:9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

    Praktik kegerakan Roh Kudus hujan akhir:




    • Ayat 7= kegerakan iman.
      Tadi, hati disucikan sampait idak kikir dan serakah.
      Tidak ada lagi kekuatiran tentang hidup sehari-hari: apa yang dimakan dan dipakai, sehingga kita bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua--'carilah dahulu kerajaan sorga dan kebenarannya'; mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua; kita bisa hidup benar dalam segala hal; lebih bahagia memberi dari pada menerima. Kita berkorban waktu, tenaga, keuangan dan sebagainya untuk pekerjaan Tuhan, tetapi firman pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan.

      Kita ikut Tuhan bukan lagi mencari makanan dan pakaian. Terlalu rendah kalau kita ikut Tuhan untuk mencari makanan dan pakaian.
      Mengapa tidak bisa hidup benar? Karena kekuatiran.

      Bisa memberi atau tidak bukan bergantung kaya atau miskin, tetapi penyucian hati.




    • Markus 11: 9
      11:9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

      Yang kedua: kegerakan doa penyembahan= memberikan seluruh hidup kepada Tuhan.

      Mazmur 37: 5-7
      37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
      37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
      37:7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

      Menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan aritnya:




      1. Berdiam diri; koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa kita harus mengaku kepada Tuhan dan sesama.
        Jangan menghakimi orang lain!




      2. Menguasai diri; tidak berharap pada yang sesuatu di dunia tetapi hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.




    Ini yang kita butuhkan hari-hari ini yaitu kegerakan iman dan kegerakan doa penyembahan, dan Tuhan akan menunggangi kita, artinya




    • Dia memakai kita dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Manfaatkan! Ditunggangi memang berat bagi daging tetapi di baliknya ada kemuliaan; kita melayani sesuai dengan beban dari Tuhan.

      Kalau ini jelas, arah pelayanan kita akan menuju Yerusalem baru.
      Mohon beban dari Tuhan! Kalau belum terbeban berarti kita belum mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan; belum berharap sepenuh pada Tuhan.

      Kalau melayani Tuhan tidak sesuai dengan beban dari Dia, tidak akan mengarah ke Yerusalem baru.




    • Tuhan mempercayakan Dirinya kepada kita sehingga kita menjadi takhta Tuhan di bumi.
      Jangan takut!

      Wahyu 22: 1
      22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

      Kalau menjadi takhta Tuhan kita akan selalu merasakan air kehidupan--kuasa Roh Kudus.
      Dunia ini bagaikan padang gurun dan laut Mati--semuanya mati--, karena itu butuh air sungai kehidupan, sehingga kita mengalami pemeliharaan Tuhan.

      Hasilnya:




      1. Untuk menghadapi ketandusan padang gurun dunia. Kita dipelihara di bumi sampai hidup kekal.
        Yehezkiel 47: 8-9
        47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
        47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

        Mari, jadi takhta! Kalau ada pembukaan firman kita akan mengalami penyucian, kita menang, sampai menjadi takhta Tuhan. Itu yang penting!

        Janda Sarfat juga mengalami pemeliharaan.
        Roma 8: 32
        8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

        s




      2. Yohanes 4: 10
        4:10. Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

        Perempuan Samaria mengalami ketandusan secara rohani; tidak pernah puas, sampai lima kali kawin cerai, dan berikutnya sudah kawin mengawinkan, berarti menuju kebinasaan selamanya.
        Apa yang dibutuhkan? Sungai air kehidupan.

        Kita memberi minum Yesus--mengaku segala dosa dan kekurangan kita--, dan Dia akan memberikan sungai air kehidupan yang memuaskan kita; memberikan kebahagiaan sorga dalam pribadi dan nikah serta buah nikah kita, sehingga nikah tetap menjadi satu sampai perjamuan kawin Anak Domba.

        Yohanes 4: 39
        4:39. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

        kalau sudah dipuaskan kita akan bersaksi bagaimana kehancuran kita dulu tetapi sudah dipulihkan lewat pembukaan firman pengajaran.
        Mari bersaksi kepada yang lain! Jasmani, nikah, pribadi kering, ada air kehidupan sehingga kita bisa menjadi saksi Tuhan.




      3. Wahyu 22: 1
        22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

        Yang ketiga: mengubahkan hidup kita yaitu jujur--jernih seperti kristal--dan taat.

        Ini adalah mujizat terbesar, kita menjadi takhta Tuhan, dan mujizat jasmani juga terjadi: gagal bahkan telanjang seperti Petrus, ia jujur mengaku kegagalannya, dan taat untuk menebarkan jala, sehingga menangkap banyak ikan.
        Yang mustahil jadi tidak mustahil; gagal menjadi berhasil dan indah; busuk jadi harum.

        Biar malam ini Tuhan menolong kita, sehingga kita menjadi takhta-Nya. Tidak usah takut! Ada jaminan, tidak mungkin kering.
        Kita terus mengalami mujizat sampai nanti diubahkan jadi sama mulia dengan Dia.


Tuhan memberkati.