Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 (Minggu Siang)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 1-5
8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Ini adalah METERAI KETUJUH.
Ada dua keadaan yang kontras terjadi:




  1. Keadaan di sorga, yaitu sunyi senyap selama setengah jam. Ini menunjuk pada ketenangan; perhentian yang semakin meningkat sampai puncaknya yaitu ketenangan selama setengah jam di sorga.




  2. Ayat 5= keadaan di bumi yaitu kegoncangan-kegoncangan yang semakin bertambah sampai kehancuran dan kebinasaan di bumi.


Biarlah hari-hari ini kita banyak berdoa menyembah Tuhan--tidak bertengkar atau bergosip--, sampai kita mengalami perhentian/ketenangan/Sabat--supaya di bumi seperti di sorga.
Bertengkar dan bergosip merupakan suasana di bumi, dan nanti benar-benar terjadi kegoncangan di bumi sampai binasa.

Ada tiga macam Sabat:




  1. Sabat kecil.
    Matius 11: 28-30
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan
    belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    'ketenangan'= perhentian/Sabat.
    Mengalami Sabat kecil sama dengan mengalami kepenuhan atau urapan Roh Kudus.

    Ayat 28: 'letih lesu dan berbeban berat'= sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia sudah berbuat dosa, dan dosa membuat manusia menjadi letih lesu, berbeban berat, air mata, dan pahit getir. Kalau dibiarkan, sampai kebinasaan di neraka.

    Inilah dosa, di dunia sudah membuat susah, sampai di akhirat juga membuat susah. Kalau beban lain misalnya tidak makan, kemudian meninggal, sudah selesai, tidak ada lapar lagi.
    Jadi dosa merupakan beban terberat manusia di bumi, yang membebani manusia di dunia sampai di neraka selamanya.

    Lalu bagaimana caranya orang berdosa mendapatkan ketenangan/Sabat? Manusia berdosa harus belajar kepada Yesus di kayu salib--'belajarlah pada-Ku'--, yaitu:

    • Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Yesus tidak berbuat dosa tetapi di atas kayu salib Dia mengakui dan menanggung segala dosa-dosa kita. Inilah kerendahan hati-Nya.

      Sekarang bagi kita, kalau kita rendah hati, kita akan mengakui dosa kita sendiri kepada Tuhan dan sesama.
      Betapa sombongnya kalau manusia berbuat dosa tetapi tidak mau mengakui dosanya. Yesus tidak berbuat dosa tetapi mengakui dan menanggung dosa kita di kayu salib.

      Kalau manusia berdosa tidak mengakui dosanya, ia sombong, kalau menyalahkan orang lain, ia sama dengan setan. Hidupnya akan tetap letih lesu dan berbeban berat, bahkan biansa.




    • Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Di atas kayu salib, salah satu perkataan Yesus: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Dia mengampuni sekalipun manusia mencambuk, meludahi dan memaku Dia di kayu salib. Inilah kelemahlembutan Yesus.




    Kalua kita rendah hati dan lemah lembut--saling mengaku dan mengampuni--, darah Yesus akan membasuh dosa-dosa kita; menghapus segala dosa kita sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran, dan saat itulah kita mengalami Sabat.

    Yesaya 32: 17
    32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Hidup benar sama dengan mengalami urapan Roh Kudus. Tinggal pilih! Kalau mempertahankan dosa, kita akan kering; tidak ada urapan Roh Kudus. Tidak benar sedikit saja sudah kering--mungkin soal perkataan. Kita mau berdusta, akhirnya kering.

    "Pengalaman saya dulu saat masih bersekolah, bergurau dengan teman, akhirnya kelewatan: ada dusta dan lain-lain, dan langsung kering. Orang dalam urapan Roh Kudus bisa langsung merasakannya. Saya langsung masuk kamar mandi, berdoa minta ampun pada Tuhan. Kalau sudah minta ampun dan hidup benar, Roh Kudus akan menguasai kita, sehingga kita mengalami damai sejahtera."

    Inilah perhentian dalam Roh Kudus--Sabat kecil.
    Matius 11: 30
    11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Kalau sudah hidup benar, diurapi Roh Kudus, mengalami damai sejahtera--perhentian dalam Roh Kudus/Sabat kecil--, hasilnya: semua aspek di dalam hidup kita menjadi enak dan ringan. Pelayanan jadi enak dan ringan, tidak akan mau berhenti melayani. Nikah, pekerjaan, studi enak dan ringan--semua dilakukan dengan damai sejahtera, dan semua kutukan sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib.
    Kalau tidak damai, semua akan menjadi berat dan tidak enak--bersuasana kutukan.

    Inilah Sabat kecil. Dulu, Sabat adalah hari ketujuh. Sekarang, menunjuk pada perhentian dalam Roh Kudus. Setiap saat, kalau kita datang dengan dosa, kemudian saling mengaku dan mengampuni, kita akan mengalami enak dan ringan. Tidak usah menunggu besok atau lusa. Datang ke kayu salib saat ini--saat firman diberitakan--, dan kita akan mengalami damai sejahtera, setiap langkah hidup kita menjadi enak dan ringan karena ada kuasa Roh Kudus di sana, bukan kemampuan daging.

    Jangan banyak bergosip! Kalau bergosip, akan mengalami kegoncangan yang semakin besar, sampai binasa.
    Kalau banyak menyembah Tuhan kita akan mengalami ketenangan yang semakin meningkat, sampai ketenangan di sorga setengah jam lamanya--menunjuk pada hubungan mempelai.




  2. Sabat besar= kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).
    Wahyu 20: 6
    20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

    Waktu Yesus datang kembali kita akan terangkat ke awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, setelah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).
    Penghuni kerajaan Seribu Tahun Damai adalah imam-imam dan raja-raja--'menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja'.
    Jadi kalau kita mau masuk kerajaan Seribu Tahun Damai kita harus menjadi imam dan raja, tidak bisa tidak.

    Imam adalah:




    • Seorang yang suci, tidak melayani seenaknya. Kalau melayani seenaknya, ia bukan melayani Tuhan tetapi melawan Dia.

    • Seorang yang memangku jabatan pelayanan sehingga bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan siap untuk masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok bisa dijabarkan menjadi pemain musik, tim doa dan sebagainya.




    Kita harus menjadi imam! Berdoa! Dengar firman, kalau sungguh-sungguh suci, pasti ada jabatan pelayanan.

    Tabiat seorang imam:




    • Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya.

      Wahyu 20: 6
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Sekalipun seorang imam diizinkan meninggal dunia, saat Tuhan datang kembali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan menjadi imam dan raja lagi di dalam kerajaan Seribu Tahun Damai sampai di Yerusalem baru. Yang masih hidup sampai Tuhan datang akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan, dan tetap menjadi imam dan raja dalam kerajaan Seribu Tahun Damai sampai Yerusalem baru.
      Jadi mempelai wanita sorga adalah imam dan raja.




    • Tabiat imam yang kedua: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, seperti Yesus taat sampai mati di kayu salib..
      Sudah setia, kalau tidak taat, percuma.

      Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, dan Tuhan yang menanggung resikonya. Kalau kita taat, si pemberi perintah itulah yang menanggung resikonya; memang sakit bagi daging, tetapi semua akan menjadi indah.

      Tetapi kalau tidak taat--enak bagi daging--, kita yang menanggung sendiri resikonya--seperti Saul yang tidak taat, dan ia menanggung sendiri resikonya; satu kali tidak taat, ia sudah menanggung resikonya, dua kali tidak taat, ia menanggung yang lebih besar yaitu kehilangan kerajaannya. Bagi kita, kehilangan kerajaan artinya tidak lagi menjadi imam dan raja, sehingga tidak berhak untuk masuk kerajaan Seribu Tahun Damai dan kerajaan sorga. Jangan main-main!

      Pada peristiwa Taman Eden, Adam dan Hawa diusir dari Firdaus karena tidak taat dengar-dengaran pada perintah Tuhan.
      Perintah Tuhan jangan dianggap berat. Kita adalah bapak yang banyak salah, tetapimasih memberi perintah yang tidak melampaui batas anaknya. Apalagi Bapa di sorga.
      Yang membuat perintah Tuhan jadi berat adalah keinginan daging sehingga kita keluar dari kehendak Tuhan, dan berada di tangan setan.

      Orang taat sama seperti kereta api di rel, ikuti saja, pasti sampai di tujuan. Kalau tidak di rel--tidak taat--, semakin hebat kereta apinya, semakin hebat hancurnya.

      Adam dan Hawa tidak taat sehingga diusir dan masuk dalam suasana kutukan--letih lesu, beban berat, susah payah dan lain-lain. Setelah mereka diusir, pintu Firdaus ditutup dan dijaga oleh malaikat dengan pedang yang menyambar-nyambar. Inilah suasana dari orang yang tidak taat.




    Jadi kalau imam tidak taat dan setia, akan menghadapi:




    • Kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata.

    • Pintu-pintu tertutup, sampai pintu Firdaus tertutup.




    Kalau taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi--doulos; hanya melakukan kewajiban tetapi tidak menuntut hak (di kayu salib Yesus sampai menyerahkan hak untuk hidup)--, hasilnya:




    • 1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Hasil pertama: kita disucikan, dan bisa saling mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita--tidak ada rasa kebencian, tetapi justru berbelas kasihan dan berdoa bagi dia.

      Suci dan saling mengasihi adalah satu level.
      Kalau ada kebencian, berarti tidak suci.

      Hidup suci dan saling mengasihi, inilah yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau masih ada kebencian, tidak akan bisa menjadi satu tubuh. Bahaya! Kalau tidak dipakai dalam pembangunan tubuh kristus, akan dipakai dalam pembangunan Babel--mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan--, dan binasa selamanya.

      Tubuh Kristus dimulai dari rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
      Kalau di rumah tangga sudah ada kebencian, tidak mungkin bisa mengasihi dalam penggembalaan, kalau bisa mengasihi dalam penggembalaan berarti munafik.




    • Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Kalau kita melayani Tuhan dengan kesucian dan saling mengasihi--termasuk membalas kejahatan dengan kebaikan--, berarti kita sedang mengagungkan atau memuliakan Tuhan. Kalau bertengkar, berarti memalukan Tuhan; memilukan hati-Nya.
      Bisa membalas kejahatan dengan kebaikan berarti kita sudah sama dengan Yesus. Belajar pelan-pelan!

      Hasil kedua: hak dan upah kita terjamin dalam tangan Tuhan, baik untuk hidup sekarang, masa depan, sampai hidup kekal.

      Kalau kita banyak menggunakan waktu untuk beribadah melayani Tuhan--firmannya lama--, itu bukan membuang waktu tetapi menggunakan waktu--'ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.'
      Tetapi untuk perkara jasmani (berwisata dan sebagainya)--sekalipun boleh--, itu semua sebenarnya membuang waktu--'latihan badani terbatas gunanya.'

      "Boleh berwisata, silakan, tetapi ingat, di gereja jangan mengeluh kalau waktunya lama. Untuk pariwisata, duduk di bis sepuluh jam, kuat, macet, tetap bahagia, tetapi dalam ibadah berkata: Tidak kuat duduk dua jam, om. Bagaimana itu? Itu yang tidak boleh. Pariwisatanya boleh, tetapi tabiat seperti itu yang tidak boleh. Untuk beribadah jangan alasan tidak kuat, nanti tidak kuat sungguh, atau beralasan punggung sakit, nanti sakit sungguh seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun. Jangan! Did alam ibadah kita justru menggunakan waktu."




    Kejar Sabat, dan kita memuliakan Tuhan.
    Inilah Sabat besar yaitu kerajaan Seribu Tahun Damai. Kita menerima hak dan upah kita untuk hidup sekarang sampai kerajaan Seribu Tahun Damai, bahkan sampai selama-lamanya.




  1. Sabat kekal= Yerusalem baru.
    Kalau sistem pengajaran--ayat menerangkan ayat--, enak, tidak asal-asalan.
    Banyak kali kita menerangkan ayat asal-asalan, sehingga berubah-ubah. Kalau ayat menerangkan ayat, tidak akan berubah sampai Tuhan datang.

    Yerusalem baru= langit yang baru dan bumi yang baru.
    Jadi, syarat untuk masuk Yerusalem baru: harus mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari tidak ada yang lama, yaitu laut tidak ada lagi.

    Wahyu 21: 1
    21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

    Laut tidak ada lagi artinya:




    • Yakobus 1: 6-8
      1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
      1:7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
      1:8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

      Laut artinya hati bimbang, terutama bimbang terhadap pribadi Tuhan/firman pengajaran yang benar.

      Tidak ada lagi laut artinya tidak boleh ada lagi hati bimbang terutama terhadap pribadi Tuhan/pengajaran yang benar.
      Mengapa bisa bimbang? Karena mendengar suara Tuhan dan suara ular.

      Hawa berani mendengar suara Tuhan dan suara ular, biarpun hebat tidak akan bisa. Tuhan berkata: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi ular berkata: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan? Sudah beda, tetapi Hawa berani mendengar, akhirnya bimbang, dan pasti memilih yang salah--bimbang pada yang benar.

      "Seorang murid saya Doktor, dia bersaksi, ada seseorang yang mau menjadi anggota keluarga, di rumahnya dibuat tempat doa, dan dia jadi kepalanya. Akhirnya datang ke gereja kita karena sudah mau jadi keluarga. Dia datang dan kena firman: Jangan merokok. Dia membuat tempat doa, tetapi dia sendiri merokok. Boleh, karena dia kepalanya. Ini kenyataan. Setelah satu kali mendengar firman, dia tidak datang lagi karena dia mempertahankan dosanya. Coba kalau dibuang, rumahnya akan sungguh-sungguh jadi rumah doa."

      Jangan bimbang terhadap firman pengajaran dan kuasa Tuhan!

      'orang yang mendua hati tidak akan tenang'= orang yang bimbang tidak akan mengalami Sabat, tidak tenang/puas--kosong; 'tidak mendapat apa-apa'--, kering rohani, sampai tenggelam binasa.

      Kita harus mengalami pembaharuan dari hati bimbang menjadi kuat teguh hati, artinya: tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, tetap percaya dan berharap pada kuasa Tuhan, tidak putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan.
      Kita percaya dan berharap Tuhan bukan berarti tidak usah minum obat kalau sakit. Boleh minum obat, tetapi itu hanya sarana. Yang menentukan adalah kuasa Tuhan. Karena itu jangan pesimis kalau obat kita ala kadarnya.

      "Dulu saat saya baru menjadi pengerja dan gembala, obat saya hanya obat Lempin-El yaitu madu kunyit dan walo cacing. Sakit apapun hanya membuat obat itu, karena tidak punya uang untuk beli obat. Tetapi percaya kuasa Tuhan, dan sembuh. Yang penting adalah kuasa-Nya."




    • Wahyu 17: 1, 15
      17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
      17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

      Di dunia ini bangsa kafir bagaikan lautan manusia.
      Laut menunjuk pada bangsa kafir yang dikuasai oleh Babel dengan roh jahat dan najis.

      Roh jahat= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik sesama terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      Roh najis= mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba), dan kawin mengawinkan.

      [89:17]
      Hati-hati! Sekarang penyimpangan seks sudah banyak. Hati-hati dengan hubungan dalam media sosial.

      Harus mengalami pembaharuan yaitu kita dikuasai roh suci. Kalau kita kuat teguh kita akan dikuasai oleh roh suci. Kita bisa hdup suci dan mengalami damai sejahtera--Sabat mulai dari sekarang.




    Bimbang dan Babel adalah satu. Kalau sudah bimbang pada pengajaran ayng benar/kuasa Tuhan, Babel akan datang, dan sebentar lagi ia akan jatuh dan menyesal seumur hidup.
    Pilh yang benar, yaitu alkitab! Kita tidak akan kecewa, dan Babel akan lair, tidak bisa mengauasai kita.

    Matius 14: 24-25, 29-31
    14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Petrus yang hebat bisa bimbang. Karena itu hati-hati, gelombang kebimbangan dan kenajisan menghantam Petrus sampai hampir tenggelam.

    Untunglah Petrus masih bisa mengulurkan tangan, berserah dan berseru kepada Tuhan; hanya percaya berharap Tuhan, bukan lainnya; berpegang teguh pada pengajaran dan kuasa Tuhan.
    Siang ini kita juga. Tuhan akan mengangkat kita dari ketenggelaman, kejatuhan dosa jadi hidup benar dan suci, kegagalan jadi berhasil dan indah, kemeroostan dipulihkan semua bahkan ditingkatkan. Dan kita juga dituntun ke pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru. Artinya: disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Tuhan.

    Mazmur 107: 29-30
    107:29. dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
    107:30. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

    Laut teduh, masalah selsai, dan damai--sAbat. Dan kita dituntun ke pelabuhan damai sejahtera, kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna, untuk layak menambut kedatangan Tuhan kedua kali sampai kit amasuk Yerusalem baru.


Berserah dan berseru apapun keadaan kita, Tuhan akan menolong. Jangan bimbang, tetapi serahkan semua pada Tuhan!

Tuhan memberkati.